11/06/2018
Keji!!! Karolin Margret Natasa Dihantam Kampanye Hitam
Setelah berbulan-bulan petantang-petenteng dan berasa paling hebat di grup-grup tertutup Facebook, akhirnya Sabtu lalu, (9/10), akun-akun mulai keluar dari tempurung. Biar terlihat menakutkan, akun-akun tersebut langsung posting foto Calon Gubernur Kalbar Karolin Margret Natasa dengan menggunakan kalimat penuh fitnah.
Sepertinya memang sudah aturan baku untuk menggunakan fitnahan, tudingan miring, dan hoaks dalam menyerang lawan-lawannya. Kemunculan akun-akun tentu menjadi tanda tanya? Ada dua pertanyaan yang diajukan, pertama sudah deal angka yang harus dibayarkan si pemakai. Kedua, kemunculan tersebut wujud dari kefrustasian si pemesan karena sudah tahu hasil survei internalnya menunjukkan kekalahan telak dari Cagub Karolin Margret Natasa.
Disempitnya waktu yang tersedia, membuat si pemesan yang juga calon gubernur itu amuk dan memaki-maki yang dibayarnya mahal tidak becus kerja. Sebab itulah tidak ada pilihan lain bagi pihak yang disewa untuk mengerahkan segala kemampuannya mematikan lawan-lawannya dengan menghalalkan segala cara. Harga diri dan harga sewa soalnya.
Meminjam istilah Ali Mochtar Ngabalin sudah “kebelet berkuasa”, tentu menjadi mengerikan bila proses Pilkada dimana setiap paslon yang seharusnya mengedepankan visi-misi dan program kerja, diubah secara brutal dengan fitnah, pencemaran nama baik, hoaks dan dengan ringan menyebar SARA termasuk plintiran-plintiran terhadap sebuah pidato.
Bila melihat polanya, tentu mudah ditebak dari pendukung paslon mana . Gayanya dan narasinya mirip-mirip seracen dan MCA dalam melakukan provokasi kepada masyarakat dunia maya. Gaya dan narasi yang diumbar 11-12 dengan kedua kelompok yang keberadaan sudah diberangus pihak keamanan, yakni gencar menguar fitnah kepada pemerintah yang di cap anti ulama, anti Islam, pro aseng dan seterusnya.
Sejujurnya ini bukan soal Karolin Margret Natasa di serang, silahkan serang terkait prestasi, gagasan, ide atau telanjangi program-programnya. Namun yang membuat masyarakat cemas adalah serangan fitnah dan pembunuhan karakter, pencemaran nama baik dan kampanye hitam. Bukan saja kepada Karolin, tapi juga kepada paslon lain hal sama tidak boleh dilakukan. Karena pilkada mencari calon pemimpin rakyat yang sejati, bukan calon pemimpin rakyat yang di dapat dari hasil fitnah dan maki.
Begitulah . Senyumin saja.
✌️jari,. Buat seluruh masyarakat kalbar jangan lupa tanggal 27 Juni 2018, Coblos Nomor Urut 2, Karolin Margret Natasa - Gidot,
,