13/03/2026
Anjing Tanah atau juga disebut Orong-orong atau Gaang atau Mole Cricket ini adalah serangga Orthoptera (belalang & jangkrik) yang berasal dari famili bernama Gryllotalpidae. Setidaknya, ada sekitar 65 spesies Anjing Tanah, mereka dapat ditemukan di hampir seluruh dunia, kecuali di benua Antartika. Karena terdiri dari banyak spesies, Anjing Tanah pun memiliki ukuran yang bervariasi. Mulai dari yang panjangnya kurang dari 2 cm, hingga yang panjangnya mencapai 5 cm.
Walaupun memiliki ukuran yang beragam, masing-masing spesies Anjing Tanah tetap memiliki kesamaan fisik satu sama lain. Semua spesiesnya memiliki tubuh yang berbentuk lonjong dan kaki berjumlah 6, kaki depannya berbentuk pendek dan seperti mata cangkul. Berkat kaki depannya ini, mereka bisa menggali tanah dengan mudah. Mereka dapat membuat terowongan dan lorong di dalam tanah untuk mencari makan dan berlindung dari predator. Serangga ini bisa melompat jauh berkat kaki belakangnya yang panjang dan kuat layaknya kaki belakang Belalang.
Selain itu, Anjing Tanah juga pandai berenang. Tubuhnya yang lonjong bak torpedo memudahkan hewan ini berenang dengan lincah di permukaan air. Berkat bulu-bulu kecil (setae) yang ada di sekujur kulitnya, tidak semua bagian tubuh Anjing Tanah menjadi basah saat terkena air. Bulu-bulu kecil ini menciptakan semacam lapisan udara di sekeliling tubuhnya, sehingga air tidak akan langsung bersentuhan dengan kulitnya. Dengan begitu, Anjing Tanah jadi tidak mudah tenggelam saat terjatuh ke kolam atau sungai.
Kemampuan lainnya, Anjing Tanah juga bisa terbang dengan mengepak-ngepakkan sayapnya yang besar dan transparan. Dengan kemampuan terbangnya itulah, mereka bisa pindah ke lokasi lain jika lokasi tinggalnya sekarang sudah tidak lagi menguntungkan. Anjing Tanah normalnya hanya akan terbang dalam jarak dekat. Namun dalam kasus tertentu, ada juga yang mampu terbang menempuh jarak hingga sejauh 8 km. Dan tidak semua spesies Anjing Tanah memiliki kemampuan untuk terbang.
Sumber : Britannica | Bug Guide | IDN