27/05/2017
Dukung pembangunan infrastruktur yang terpadu dan berkelanjutan, Badan Perencanaan Infrastruktur Wilayah (BPIW) terus berupaya lakukan penajaman program-program pengembangan infrastruktur dan wilayah di setiap tahun pembangunan.
Dengan tema “Memacu Investasi dan Memantapkan Pembangunan Infrastruktur Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas", tugas besar BPIW harus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi 2017 dan mendorong peningkatan ekonomi di 2018 mendatang melalui berbagai program perencanaan dan pengembangan di sektor infrastruktur PUPR dengan memprioritaskan belanja pemerintah untuk mencapai sasaran prioritas nasional.
Berikut ini adalah urutan kriteria prioritas program yang akan disusun BPIW untuk tahun anggaran 2018, yakni:
Pertama, dukungan infrastruktur PUPR untuk kawasan perbatasan dan tertinggal dengan prioritas di kawasan perbatasan yang berbatasan langsung, yakni di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, NTT, dan Papua serta beberapa kawasan yang tidak berbatasan langsung, serta pembangunan di 80 kabupaten tertinggal di Indonesia.
Kedua, dukungan infrastruktur untuk industri pengolahan yang akan diprioritaskan ke beberapa Kawasan Industri (KI) potensi tinggi seperti KI Morowali, KI Bantaeng, KI Sei Mangke, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, KEK Bitung, KEK Maloy-Batuta-Trans-Kalimantan, KI Buli, KI Bitung, KI Palu, KI Gresik/Pasuruan, KI Dumai, KI Serang, KI Berau, KI Tanjung Buton, dan KI Tanah Kuning.
Ketiga, dukungan infrastruktur untuk sektor pariwisata yang mencakup tiga (3) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, serta enam (6) KSPN lainnya yakni Kepulauan Seribu, Bromo-Semeru-Tengger, Tanjung Lesung, Wakatobi, Labuan Bajo, Mandeh. Kemudian dua (2) lokasi KEK Pariwisata Tanjung Kelayang dan Morotai.
Keempat, kawasan strategis yang didukung oleh rencana Wilayah Pengembangan Strategis (WPS), yakni KEK Maluku di WPS 30
Kelima, prioritasi pada kawasan yang belum mendapat penanganan khusus, namun tetap perlu mendapat dukungan, seperti Kerinci, Bali (Bali Utara-Bali Barat), Bengkulu ( Enggano), Kepulauan Riau (Batam-Bintan), Kalimantan Tengah (Tanjung Putting), Gorontalo (PKN Gorontalo), Sulawesi Barat (PKN Mamuju).
Pada tahap berikutnya, urutan prioritas tersebut akan dicermati sesuai tingkat kesiapannya pada masing-masing proyek prioritas.