ANTARA REVOLUSI, REFORMASI, DAN RESTORASI
Baik Revolusi, Reformasi ataupun Restorasi adalah sebuah gerakan besar-besaran, yang dilakukan secara bersama-sama, dan terencana. Sedangkan Reformasi adalah gerakan besar untuk sekedar melakukan perubahan yang bersifat politik dan kekuasaan saja. Maka, Restorasi adalah sebuah gerakan besar-besaran yang dilakukan dengan cara bersama-sama, yang bersifat sa
ntun, beretika, menghindari benturan fisik dan tindakan frontal, yang ditanamkan lewat budaya dan tindakan nyata, untuk tujuan melakukan perubahan besar menuju kearah yang lebih baik. Dengan demikian, Konsepsi Restorasi yang kami tawarkan, terdiri dari 7 (tujuh) elemen yang fundamental, sebagai berikut :
1. Gerakan bersama (Aksi Nyata)
2. Bersifat santun, beretika, tidak frontal/menghindari benturan fisik (Ciri-ciri khas)
3. Melalui budaya (Cara pikir, cara sikap, cara tindak)
4. Tindakan nyata (Cara implementasi keteladanan)
5. Perubahan besar (Tujuan)
6. Perbaikan (Arah tujuan)
7. Aspek Sosbudpolekhankam (Sasaran)
Restorasi merupakan tindakan yang menolak Revolusi dan melakukan koreksi terhadap Reformasi. Sebab Revolusi telah mengorbankan ribuan nyawa, darah, tangis, dan airmata rakyat. Reformasi telah menciptakan demokrasi yang sekedar merumitkan cara berpemerintahan. Menumbuhkan apatisme rakyat, anarkisme rakyat, kemiskinan dan kebodohan rakyat, penguasa yang menindas rakyatnya, hukum yang menjadi alat penguasa.