12/01/2010
Pagar Perlindungan Israel Memblokade Palestina
Selasa, 12/01/2010 12:19 WIB
Cetak |
Kirim |
RSS
Pemerintah
penjajah Zionis Israel dalam sidang istimewa hari Ahad malam (10/1)
menyetujui rencana pembangunan tembok elektronik yang dilengkapi
teknologi modern di perbatasan Mesir dengan entitas Zionis di selatan.
Secara tidak langsung tembok elektronik ini terhubung dengan "tembok
baja" yang dibangun Mesir di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza
(lihat gambar: http://www..islamonline.net/Arabic/Multimedia/Library/politics/2010/01/01.shtml), sebagai langkah untuk memperketat blokade Zionis Israel yang dikenakan pada Jalur Gaza sejak empat tahun lalu.
Proyek pembangunan tembok ini diperkirakan menelan biaya sekitar $
270 juta. Dijadwalkan pembangunan akan selesai dalam waktu dua tahun.
Tembok ini akan di bangun sepanjang 266 kilometer, termasuk di dalamnya
pemasangan peralatan modern untuk pengawasan secara terus-menerus dan
permenen guna mendeteksi gerakan di sepanjang perbatasan.
Israel mengklaim tujuan dari pembangunan tembok ini adalah untuk mencegah penyusupan imigran gelap.
Kebijakan pembangunan tembok ini merupakan satu dari beberapa
strategi kotor Zionis untuk mengisolasi warga Palestina. Di mana Zionis
Israel sampai detik ini masih terus melanjutkan pembangunan tembok
pemisah “rasial” di Tepi Barat dan sekitar yang telah menimbulkan
kontroversi. Pembangunan tembok ini menghadapi badai kemarahan
internasional karena rasisme yang dianut oleh negara penjajah terhadap
warga Palestina, dan tembok ini dibangun dengan dan untuk merampas
tanah warga Palestina.
Israel memberikan alasan pembangunan tembok ini bertujuan untuk
menghentikan penyusupan mereka yang disebutnya “para teroris” ke
wilayah pendudukan Israel . Sampai saat ini Israel telah merampungkan
separuh dari tembok yang sedianya akan dibangun sepanjang 670
kilometer, yang mengelilingi Tepi Barat dan wilayah al Quds.
Di sebelah utara, di wilayah perbatasan dengan Libanon dan Suriah ,
Israel juga telah membangun pagar kawat berduri dan pagar elektronik.
Sementara untuk memisahkan wilayah Palestina lainnya dengan Jalur Gaza
, Israel telah membangun tembok beton. Praktis, hanya di wilayah
perbatasan dengan Yordania saja Israel belum membangun pagar
perlindungan.
Tembok Baja Tidak Terkait dengan Keamanan Mesir
Seakan sudah direncanakan, keputusan pemerintah Netanyahu untuk
membangun tembok di perbatasan Mesir ini bertepatan dengan keputusan
Mesir membangun tembok baja di sepanjang perbatasan Mesir dengan Jalur
Gaza. Sehingga secara tidak langsung tempok Israel tersebut tersambung
dengan tembok baja yang dibangun Mesir. Tujuan dari pembangunan tembok
baja Mesir ini adalah untuk mencegah penyelundupan senjata dan barang
kebutuhan pokok melalui terowongan bawah tanah yang digali oleh warga
Palestina di Jalur Gaza di wilayah perbatasan dengan Mesir, sebagai
satu-satunya cara mereka untuk mengatasi blokade yang mencekik Jalur
Gaza sejak empat tahun lalu.
Pihak Mesir beralasan pembangunan tembok tersebut adalah demi
keamanan dan kedaulatan nasional Mesir. Namun sejumlah pihak meragukan
alasan Mesir tersebut. Dengan tekad Israel membangun tembok elektronik
yang menyambung tembok baja Mesir, Gerakan Perlawanan Islam Hamas
menyatakan, hal ini membuktikan bahwa pembangunan tembok baja Mesir
tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional Mesir. Karena Gaza
bukanlah ancaman bagi Mesir. Menurut Hamas pembangunan itu sesuai
dengan rencana yang didokumentasikan dan disetujui oleh banyak pihak.
Dr. Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas dalam sebuah pernyataan
kemarin, Senin (11/1), mengatakan, "Jika tembok baja merupakan
keputusan (murni) Mesir, maka semestinya dibangun di sepanjang
perbatasan dengan penjajah Zionis Israel bukan di sepanjang perbatasan
dengan Jalur Gaza." (iol-pic/ wrs/fn)