18/03/2016
Rakyat harus cerdas, ayo kita bandingkan antara apa kata media dengan apa kata fakta yang sebenarnya…..
Kata Media : Ahok itu bekerjanya tuntas
Kata Fakta : Ahok menyusun RAPBD DKI tahun 2016 tidak tuntas, sehingga Pemprov DKI harus menggunakan anggaran th 2016 berdasarkan pada anggaran perubahan th 2015 (sejatinya penyusunan RAPBD itu ditujukan utk membiayai pembangunan yg dibutuhkan oleh rakyat di daerah tsb pd waktu itu bukan pada waktu/tahun sebelumnya).
Kata Media : Ahok itu orangnya jujur
Kata Fakta : Ketika dalam suatu pengadilan, seseorang yg telah disumpah dengan kitab sucinya, ternyata orang itu masih berani untuk berbohong. Apakah orang tersebut bisa dikategorikan orang yg jujur? (Silahkan utk dinilai sendiri)
Kata Media : Ahok itu hati dan pikirannya bersih
Kata Fakta : Mungkin gak sih "Hati dan pikiran yang Bersih" mengeluarkan kata-kata yang Kotor dari Mulutnya? Ibu Kamu Maling!! Kamu Taik..!! Logika sederhana, ketika poci isinya air teh maka yg keluar dari mulut poci tentu air teh juga kan, gak mungkin keluar air kopi (Sulap kaleee…)
Kata Media : Elektabilitas Ahok itu tinggi bahkan diatas 50%..
Kata Fakta : Kalo penduduk Jakarta lebih dari 10 juta jiwa, dan yg mempunyai hak pilih sekitar 70% (diatas 7 juta jiwa) maka yg memilih Ahok ada diatas 3,5 juta jiwa. Ternyata teman Ahok ngumpulin KTP sdh 9 bulan hanya tercapai 700 ribu KTP atau hanya 10% saja, itupun belum diklarifikasi oleh fihak yg berwenang secara benar (Kok mark up elektabilitasnya jauh banget sih sampai 500% lebih).
Kata Media : Ahok itu orangnya anti korupsi
Kata Fakta : Predikat akuntabilitas keuangaan Pemprov DKI setelah dipimpin Ahok menurun, yg semula mendapat predikat WTP menurun menjadi WDP. Hasil audit investigasi BPK untuk Pemprov DKI Jakarta mendapat rapor merah., tetapi Ahok menyerang balik bahwa BPK bersifat tendesius. Untuk lebih jelasnya silahkan simak Kronologi secara lengkap pengadaan lahan RSSW (bagi orang yg sdh biasa berkecimpung dlm pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan, maka akan sangat mudah diketahui, mana yg benar dan mana yg salah).
Kata Media : Kinerja Ahok itu diatas rata-rata
Kata Fakta : Hasil penilaian akuntabilitas kinerja pemerintahan se-Indonesia yg dikeluarkan oleh Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi, ternyata Pemprov DKI hanya mendapat 58, 57 point dg predikat CC alias akuntabilitas kinerja pemerintahan Pemprov DKI yang telah dipimpin Ahok sangat rendah, bandingkan dengan akuntabilitas kinerja pemerintahan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta (tanpa digembar-gemborkan media ternyata keempat provinsi tsb akuntabilitas kinerja pemerintahannya jauh lebih baik dibanding Pemprov DKI Jakarta…….Duhhh, ane jadi malu nich!!!). http://setia1heri.com/2016/01/18/daftar-lengkap-nilai-akuntabilitas-kinerja-34-provinsi-di-indonesia-tahun-2015-diy-dan-jatim-top-bangettzzz/
Semoga rakyat kita semakinn cerdas dalam mengetahui fakta yg sebenarnya terjadi demi kemajuan Bangsa dan Negara yg kita cintai ini....
Akhir tahun 2015 kemarin Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perkembangan Nilai Akuntabilitas Kinerja Lembaga/Kementerian dan Provinsi. Nah berikut daftar nilai perkemb…