Fraksi PAN DPRD Pessel

Fraksi PAN DPRD Pessel Rumah Aspiraai

Catatan Fraksi PAN atas Perubahan APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun anggaran 2021, dan harapan yang perlu jadi perhat...
24/09/2021

Catatan Fraksi PAN atas Perubahan APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun anggaran 2021, dan harapan yang perlu jadi perhatian pada APBD 2022

Setelah melalui pembahasan yang panjang dan alot, akhirnya Rancangan Perda APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun anggaran 2021 ditetapkan jadi Perda. Berikut catatan Fraksi PAN atas Perubahan APBD 2021, dan harapan yang perlu jadi perhatian pada APBD 2022 yang disampaikan dalam Pendapat Akhir Fraksi PAN pada Rapat Paripurna, Kamis, 23 September 2021 :

1. Pemerintah perlu meningkatkan kinerja Bidang Pendapatan dalam merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

2. Pemerintah harus memastikan semua kegiatan terlaksana dengan baik dan tepat waktu, serta meningkatkan pengawasan, supaya volume dan mutu pekerjaan sesuai dengan yang diamanatkan kontrak kerja antara OPD terkait dengan rekanan-rekanan pelaksana kegiatan.

Di samping itu, Fraksi PAN meminta Pemerintah memerintahkan kontraktor pelaksana Proyek Pembangunan Masjid Terapung untuk segera memperbaiki kerusakan pada masjid yang diberi nama Masjid Terapung Samudera Illahi di Pantai Carocok Painan tersebut. Karena, masjid ikon pariwisata Pesisir Selatan yang menghabiskan anggaran Rp27,5 miliar itu kini bocor di banyak titik ketika hujan lebat, dan listriknya mati ketika hujan lebat dan berangin, serta lampu-lampu tamannya banyak yang tidak hidup lagi. Walau masa pemeliharaannya sudah habis, kontraktor pelaksana tersebut tetap harus bertanggungjawab atas kerusakan tersebut, karena masjid tersebut belum berumur satu tahun sejak diresmikan tanggal 5 Februari 2021 lalu.

Fraksi Partai Amanat Nasional juga meminta Pemerintah supaya lebih serius dan fokus dalam menyelesaikan persoalan ketersediaan obat bagi pasien di RSUD M Zein Painan. Kalau memang satu-satunya jalan harus meminjam uang kepada pihak ketiga, segerakan, dan siapkan semua persyaratan administrasi yang disyaratkan pihak ketiga tersebut. Hal ini penting dilakukan guna memberi pelayanan terbaik dan percepatan kesembuhan pasien.

Untuk APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun anggaran 2022, Fraksi Partai Amanat Nasional meminta Pemerintah menyiapkan kegiatan yang difokuskan pada:

1. Penanggulangan pandemi Covid-19 dengan mempercepat realisasi vaksinasi guna tercapainya herd immunity di Pesisir Selatan sebagai syarat masyarakat bisa beraktifitas normal kembali.

2. Pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dengan pemberian dan atau memfasilitasi akses modal kerja dan sarana prasarana penunjang, terutama bagi UMKM, petani dan nelayan.

3. Peningkatan dan pembangunan infrastruktur jalan-jalan ke kawasan-kawasan usaha pertanian, dan sentra-sentra perekonomian masyarakat lainnya, serta objek-objek wisata.

4. Peningkatan dan pembangunan Daerah Irigasi, terutama rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi yang kini banyak dalam kondisi rusak berat, baik Daerah Irigasi kewenangan Kabupaten, maupun Provinsi, dan Pusat.

5. Penanggulangan dan antisipasi dampak bencana dengan memberi alokasi anggaran operasional dan dukungan sarana prasarana BPBD yang memadai, dan membuat regulasi dan alokasi anggaran untuk pembangunan kembali rumah masyarakat dan rumah ibadah yang rusak akibat bencana banjir, longsor, abrasi pantai dan kebakaran.

6. Pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dengan meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan yang iyurannya dibayar oleh pemerintah, dan meningkatan alokasi anggaran untuk pelayanan pasien bermasalah di rumah sakit rujukan, serta mencarikan solusi pembiayaan pada rumah sakit rujukan lanjutan.

7. Memberi perlindungan sosial bagi seluruh pegawai non PNS dan pekerja rentan lainnya dengan mengikutkan mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, ketika mereka sakit, ada pelayanan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dan ketika mereka kecelakaan mendapat biaya pengobatan, santunan kecacatan, santunan kematian dan beasiswa untuk anaknya dari BPJS Ketenagakerjaan.

8. Menyediakan insentif bagi garin masjid dan mushalla yang ada di Pesisir Selatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menyiapkan masjid dan mushalla yang bersih bagi jamaah dalam beribadah. Kalau dari APBD belum bisaz setidaknya Pemerintah mendorong Baznas supaya juga mengalokasikan distribusi zakat yang terhimpun untuk insentif bagi garin masjid dan mushalla yang selama ini belum mendapat perhatian dari pemerintah.

9. Menyediakan toilet dan mushalla yang bersih dan rapi di kawasan-kawaan wisata dan pusat-pusat pelayanan publik sebagai dukungan bagi pembangunan pariwisata Pesisir Selatan, dan mendorong masjid-masjid yang ada di jalan-jalan utama dan kawasan-kawasan wisata, minimal satu masjid per kecamatan, sekaligus sebagai rest area atau tempat istirahat wisatawan, dengan dukungan biaya kebersihan dari APBD dan atau CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Pesisir Selatan.

10. Menertibkan pabrik kelapa sawit yang ada di Pesisir Selatan, supaya membeli Tandan Buah Segar (TBS) Sawit masyarakat dengan harga yang wajar, dengan membuat aturan khusus yang didukung dengan hasil kajian mutu dan rendemen TBS dari kebun swadaya masyarakat.

11. Mempercepat realisasi pelayanan publik berbasis aplikasi sebagaimana diamanatkan Perda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

12. Melebur pelayanan UKL Dinas Dukcapil ke Kantor Camat, dan mengalihkan 5 (lima) orang pegawai honor yang ada menjadi petugas Satpol PP yang ditempatkan di kecamatan guna menegakan Perda-Perda yang sudah ada. Salah satu Perda yang perlu segera ditegakan adalah, Perda Penertiban Hewan Ternak, karena hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran sudah lama mengganggu usaha pertanian masyarakat, dan juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Di segi Pendapatan, Fraksi Partai Amanat Nasional kembali meminta Pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja Bidang Pendapatan, dengan terus menggali sumber-sunber pendapatan baru, serta menutup kebocoran dengan pelayanan wajib pajak dan pemungutan retribusi berbasis non tunai.

Tinjua Korban Longsor Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Wabup Rudi Hariyansyah Serahkan Bantuan Bank NagariSenin siang, 20...
21/09/2021

Tinjua Korban Longsor Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Wabup Rudi Hariyansyah Serahkan Bantuan Bank Nagari

Senin siang, 20 September 2021, Wakil Bupati (Wabup) Pesisir Selatan, Rudi Hariyansyah meninjau korban longsor di Ujung Batu Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir. Dikesempatan itu, Wabup Rudi menyerahkan paket bantuan dari Bank Nagari berupa uang Rp5 juta dan paket sembako. Kunjungan Wabup Rudi yang didamping oleh pejabat Bank Nagari itu disambut oleh Camat Ranah Pesisir dan Walinagari Nyiur Melambai Pelangai.

Sama dengan Bupati Rusma Yul Anwar, Wabup Rudi juga mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat. Untuk pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak, Wabup Rudi akan berkoordinasi dengan Bupati supaya bantuan bisa lebih cepat direalisasikan. Antisipasi dampak longsor susulan, Wabup Rudi meminta masyarakat terdampak mengungsi dulu ke rumah keluarga yang lebih aman, dan juga meminta masyarakat lainnya untuk lebih waspada.




Pandangan Umum Fraksi PAN Terhadap Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2021Rancangan Peratu...
14/09/2021

Pandangan Umum Fraksi PAN Terhadap Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2021

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2021 yang disampaikan Saudara Bupati, Fraksi PAN bisa memakluminya sebagai akibat dari tidak tercapainya target Pendapatan dan banyaknya Belanja yang harus dibiayai, terutama untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Perubahan Pendapatan dari semula Rp1,734 Triliun menjadi Rp1.731 Triliun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah dari Rp145,9 miliar jadi Rp138,1 miliar, Pendapatan Transfer dari Rp1,436 Triliun jadi Rp1,430 Triliun, dan Lain-lain Pendapatan yang sah dari Rp152,3 miliar jadi Rp162,7 miliar, dan perubahan Belanja dari semula Rp1.729 Triliun menjadi Rp1.748 Triliun, yang terdiri dari Belanja Operasi dari Rp1,200 triliun jadi Rp1,247 triliun, Belanja Modal dari Rp264,8 miliar jadi Rp242,9 miliar, Belanja Tidak Terduga dari Rp7,2 miliar jadi Rp1,6 miliar, dan Belanja Transfer dari Rp247 miliar jadi Rp256,2 miliar, serta perubahan Pembiayaan, dimana Penerimaan dari Rp 0,- (nol rupiah) jadi Rp25,2 miliar, dengan Pengeluaran dari Rp4,5 miliar jadi Rp8,2 miliar, Fraksi PAN juga bisa memakluminya sebagai RAPBD terdampak Pandemi Covid-19.

Walau demikian, Fraksi PAN memberi catatan dan penekanan pada rencana perioritas pengalokasian anggaran yang difokuskan untuk:

1. Untuk pemenuhan belanja wajib dan mengikat, Fraksi PAN mengakui bahwa ini tidak boleh diganggu gugat, alias harus dipenuhi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah serta Peraturan Menteri terkait.

2. Optimalisasi penanganan dampak Pandemi Covid-19 yang fokus yang fokus pada upaya pencegahan, pengobatan, dan penanganan korban meninggal akibat Covid-19, Fraksi PAN mendukung langkah ini guna meminimalisir dampak Pandemi Covid-19 yang tidak jelas kapan akan berakhir.

3. Layanan kesehatan gratis bagi masyaralat miskin, Fraksi PAN sangat mendukung program ini, karena sangat banyak masyarakat miskin yang belum dapat kartu BPJS Kesehatan gratis yang iyurannya dibayar oleh pemerintah. Dan, Fraksi PAN juga meminta supaya pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin ini tidak hanya di rumah sakit rujukan (RSUD M Zein Painan dan BKM) saja, tapi juga dilanjutkan sampai di rumah sakit rujukan lanjutan (RSUP M Djamil Padang dan rumah-rumah sakit lainnya di kota Padang). Karena, sangat banyak masyarakat miskin asal Pesisir Selatan yang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang terhutang karena tidak ada kartu BPJS Kesehatan dan bantuan dari Baznas dan lembaga sosial lainnya tidak cukup untuk membayar tagihan pengobatannya. Sekali lagi, Fraksi PAN meminta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin ini sampai ke rumah sakit rujukan lanjutan.

Fraksi PAN juga meminta Pemda supaya melakukan pendataan ulang masyarakat miskin secara transparan dan berkeadilan, supaya bantuan jaring pengaman sosial seperti Progran Keluarga Harapan (PKH), BPJS Kesehatan gratis, dan bantuan sosial lainnya benar-benar tepat sasaran. Karena, kini masih banyak masyarakat yang sudah mampu masih dapat bantuan sosial, dan yang benar-benar miskin malah tidak dapat apa-apa.

4. Penyelenggaraan pendidikan berkualitas pada sekolah negeri SD dan SMP, Fraksi PAN meminta Pemda membuat regulasinya supaya tidak tumpang tindih dengan program BOS, dan tidak menutup ruang bagi orang tua siswa yang mampu untuk berpartisipasi membantu pembiayaan proses belajar mengajar di sekolah bersangkutan.

5. Mendorong pertumbuhan dan pengembangan pariwisata, Fraksi PAN sangat mendukung program ini, karena pariwisata adalah salah satu program unggulan yang harus dioptimalkan sebagai pendulang Pendapatan Asli Daerah. Untuk itu, Fraksi PAN kembali meminta supaya seluruh masjid yang ada di jalan-jalan utama dan kawasan-kawasan wisata, minimal satu masjid per kecamatan, didorong menjadi rest area atau tempat istirahat wisatawan, disamping sebagai tempat beribadah. Untuk itu, Fraksi PAN meminta supaya biaya kebersihan masjid-masjid tersebut, minimal gaji garinnya, ditanggung oleh Pemda. Anggaran untuk biaya kebersihan masjid-masjid tersebut, minimal sudah dianggarkan di APBD Tahun Anggaran 2022.

Disamping itu, seluruh SPBU yang ada di Pesisir Selatan harus dipaksa menyediakan toilet dan mushalla yang bersih dan rapi. Rumah-rumah makan juga didorong untuk menyediakan toilet dan mushalla yang bersih dan rapi. Kantor-kantor pemerintah, mulai dari Kantor Bupati sampai Kantor Wali Nagari, dan kantor-kantor pelayanan publik lainnya, juga harus dipaksa menyediakan toilet dan mushalla yang bersih dan rapi.

Pemda Pesisir Selatan harus mengampanyekan toilet dan mushalla yang bersih dan rapi sebagai pendukung pertumbuhan dan pengembangan parisiwata. Dan, kebersihan dan kerapian toilet dan mushalla tersebut harus dimonitoring dan dievaluasi secara berkala, dan di akhir tahun diumumkan toilet dan mushalla terbersih masing-masing klaster, dan diberi penghargaan sebagai apresiasi atas kerja keras pengelolanya.

Untuk pariwisata yang nyaman dan mengesankan, penyediaan toilet dan mushalla yang bersih dan rapi adalah sebuah keharusan. Jangan bicara pariwisata, kalau toilet dan mushallanya masih jorok dan bau.

6. Pengembangan komoditi/produk unggulan, Fraksi PAN juga sangat setuju dengan program ini. Di sektor pertanian, Fraksi PAN meminta supaya dibuat sebuah unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang mengelola agrowisata dan pusat pembibitan komoditi unggulan asli Pesisir Selatan. Wisatawan yang berkunjung ke Pesisir Selatan harus bisa menikmati buah-buahan segar seperti durian asli Pesisir Selatan, mangga Tarusan dan lainnya yang langsung dipetik dari pohonnya, dan membawanya p**ang sebagai oleh-oleh, termasuk bibit-bibit unggulnya yang bisa ditanam di pekarangan rumah dan di kebun mereka.

Fraksi PAN juga meminta Pemda melakukan evaluasi pendistribusian pupuk bersubsisi bagi petani padi sawah dan palawija. Kondisi saat ini masih seperti tahun-tahun yang lalu, yaitu pupuk datang ketika tidak dibutuhkan petani, ketika dibutuhkan pasokan sedikit dan harganya jauh di atas harga HET, bahkan terkadang tidak ada pasokan sama sekali ketika musim tanam tiba. Dan, kini semakin parah dengan banyaknya Pengecer Pupuk Bersubsisi yang tidak menebus pupuk ke distributor karena tidak mau repot dengan pelaporan pendistribusiannya. Akibatnya, petani tidak mendapat pasokan pupuk sebagaimana mestinya dan terpaksa membeli pupuk dengan harga sangat mahal. Kondisi ini harus segera dicarikan jalan keluarnya, supaya tanaman padi dan palawija petani tetap bisa panen dengan produksi yang maksimal.

7. Penanggulangan bencana, Fraksi PAN juga sangat mendukung program ini. Pemda diminta menyediakan alokasi anggaran opersional dan pengadaan sarana prasarana penanggulangan bencana. Karena, Pesisir Selatan adalah daerah rawan bencana longsor, banjir, dan abrasi pantai.

Fraksi PAN meminta Pemda mengadakan 1 (satu) unit perahu karet lengkap dengan mesinnya dan 1 (satu) mobil pick-up untuk mendukung opersional Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berposko di Kantor Ranah Pesisir. Karena, perahu karet dan mesinnya yang ada sekarang sudah tidak bisa digunakan, dan mobil operasionalnya tidak ada.

Fraksi PAN juga meminta Pemda mengadakan 1 (satu) unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk penanggulangan bencana kebakaran di kecamatan Linggo Sari Baganti dan sekitarnya. Karena, untuk kecamatan Linggo Sari Baganti, termasuk Pancung Soal dan Air Pura kini ditangani oleh Posko Damkar Balai Selasa dan Tapan yang jaraknya sangat jauh, dan mobil Damkar sering tiba di lokasi kebakaran setelah semuanya hangus terbakar.

Untuk RAPBD Tahun Anggaran 2022, Fraksi PAN meminta Pemda melebur pelayan UKL Dinas Dukcapil ke Kantor Camat, dan tenaga honor UKL dan tenaga honor di kantor Camat disiapkan 5 (lima) orang untuk jadi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna mendukung penegakan Perda-Perda yang sudah ada. Untuk itu, harus disiapkan alokasi anggaran untuk pakaian dinas dan sarana prasana pendukung operasionalnya, termasuk relokasi anggaran gajinya.

Salah satu Perda yang sangat penting dan harus segera ditegakan adalah, Perda Penertiban Hewan Ternak, dan harus diperkuat dengan Peraturan Nagari. Karena, usaha pertanian, termasuk tanaman sayur di pekarangan rumah masyarakat selalu makan oleh kambing, sapi dan kerbau yang bebas berkeliaran. Masyarakat baru bisa bertanam kalau lahannya dipagar. Sementara biaya membuat pagar tersebut sangat mahal dan kadang tidak seimbang dengan hasil pertaniannya.

Penertiban hewan ternak ini sangat penting dan mendesak dilakukan, karena juga juga berkeliaran di jalan raya dan mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, dan sudah banyak korban akibat tabrakan dengan hewan ternak. Parahnya lagi, sapi-sapi di Painan tidak malu bertandang dan bermain santai di jalan utama depan Kantor Bupati, terutama pada hari libur.

Untuk ketahanan pangan, Fraksi PAN kembali meminta Pemda untuk lebih serius dan fokus memperbaiki dan meningkatkan bendung dan jaringan irigasi. Karena, kondisi saat ini hampir seluruh irigasi kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam kondisi rusak berat. Akibatnya, petani hanya bisa turun ke sawah ketika musim hujan, karena sawah-sawah mereka kembali menjadi sawah tadah hujan.

Fraksi PAN juga meminta Pemda lebih serius mengkomunikasikan perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Provinsi, karena kondisinya juga banyak yang rusak berat dan banyak yang perlu ditingkatkan. Sebagai contoh, Daerah Irigasi Lubuk Kubang di Nagari Lakikan Tengah, Kecamatan Lengayang yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, tidak ada bendung dan jaringan irigasinya. Sawah di sana yang luasnya sekitar 2 ribu hektar, kini masih tadah hujan, hanya di musim hujan saja petani di sana bisa turun ke sawah. Dan, banyak irigasi kewenangan Pemerintah Provinsi lainnya di Pesisir Selatan yang juga rusah berat yang perlu segera diperbaiki dan ditingkatkan.

Begitu juga dengan irigasi kewenangan Pemerintah Pusat yang kini juga rusak berat, juga harus dikoordinasikan, supaya segera diperbaiki dan ditingkatkan. Irigasi Lubuk Buaya di kecamatan Linggo Sari Baganti yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat misalnya, bendungnya sudah siap sejak tahun 2015 lalu, tapi jaringan irigasinya tidak ada, karena pembangunannya terkendala oleh masalah pembebasan lahan. Padahal, kalau irigasi ini siap, sekitar 3.500 hektar sawah di Air Haji dan Punggasan bisa diairi secara teknis. Bisa dibanyangkan berapa peningkatan pendapatan petani dengan bisa bersawah dua kali setahun dan satu kali bertanam palawija.

Bicara ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dengan ketersediaan irigasi yang baik dan memadai. Untuk itu, Pemda harus serius mengurus perbaikan dan peningkatan irigasi untuk sawah yang sangat luas di daerah kita ini. Ingat, Pesisir Selatan adalah salah satu lumbung padi nasional di Sumatera Barat yang harus didukung dengan infrastruktur irigasi teknis yang baik dan memadai.

Fraksi PAN juga meminta Pemda mengalokasikan anggaran untuk insentif bagi garin-garin masjid dan mushalla yang ada di Pesisir Selatan. Selama ini, garin-garin tersebut hanya dapat honor ala kadarnya dari pengurus masjid dan mushalla yang jumlahnya sangat jauh dari yang diharapkan. Kalau tidak bisa setiap bulan seperti yang diterima oleh guru-guru mengaji, usahakan per tiga bulan atau per enam bulan, atau minimal sekali setahun pada hari raya Idul Fitri. Kalau anggaran APBD belum memungkinkan, usahakan bisa dibantu dengan program Baznas dan CSR perusahaan yang ada di Pesisir Selatan. Ini penting jadi perhatian kita, karena berkat jasa mereka lah kita bisa shalat di masjid dan mushalla yang bersih.

Fraksi PAN meminta Pemda supaya mengalokasikan anggaran untuk iyuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek bagi pegawai non PNS di seluruh kantor pemerintah, mulai dari Kantor Bupati sampai Kantor Wali Nagari, termasuk guru-guru TK/PAUD, SD dan SMP, baik yang berstatus kontrak daerah maupun sukarela. Ini penting dialokasikan supaya mereka mendapat pelayanan ketika mereka sakit dan kecelakaan, termasuk mendapat santunan kematian dan kecacatan. Karena, selama ini belum ada program jaring pengaman sosial bagi mereka. Sudahlah gaji mereka sedikit, bahkan ada yang tidak bergaji, ketika mereka sakit tidak ada program yang melayani mereka, termasuk ketika mereka kecelakaan. Sekali lagi, Fraksi PAN meminta Pemda mengalokasikan anggaran untuk iyuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawai non PNS.

Fraksi PAN juga meminta Pemda untuk membuat regulasi dan mengalokasikan anggaran untuk bonus bagi siswa dan pemuda berprestasi tingkat nasional seperti bonus yang diterima olah para atlet yang berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu pada iven Porprov dan PON. Ini penting diadakan sebagai bentuk apresiasi bagi yang berprestasi, dan sebagai pelecut bagi yang lain untuk berprestasi p**a. Salah satu siswa yang perlu diberi bonus khusus tersebut adalah, Flora Flesia Tanjung, siswa SMA Negeri 1 Koto XI Tarusan yang sukses menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mewakili Provinsi Sumatera Barat di Istana Negara pada HUT RI 17 Agustus 2021 lalu. Kita harus mengapresiasi prestasi Flora yang telah mengharumkan nama Pesisir Selatan di tingkat nasional, dan kita juga harus mendukung Flora menggapai cita-citanya jadi Perwira Polisi melalui pendidikan di Akademi Kepolisian, dengan memberinya bonus khusus untuk membiayai pendidikan dan pelatihannya.

Pandangan Umum Fraksi ini disampaikan oleh Novermal, SH sebagai juru bicara pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota RAPBD Perubahan tahun anggaran 2021.

Fraksi PAN DPRD Kabupaten Pesisir Selatan
Ketua Novermal, SH
Wakil Ketua Darwiadi, SH
Sekretaris Marzan
Anggota Ermizen, SPd, Kusmanto, SIP

Acara Puncak HUT PAN akan dilaksanakan pada • Senin 23 Agustus 2021• ID Zoom: 818 0072 0502• Link Zoom: https://us02web....
21/08/2021

Acara Puncak HUT PAN akan dilaksanakan pada

• Senin 23 Agustus 2021
• ID Zoom: 818 0072 0502
• Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/81800720502
• Passcode: 230898

Saudara-saudaraku...

Berikut adalah Logo Desain HUT PAN, Backdrop dan Virtual Background untuk Acara Puncak HUT PAN ke 23

Download di sini: https://pan.or.id/hut-pan-ke-23/

*_Media Center PAN_*
————————————-
_Balas OK untuk dapat klik Link_

*_Sebarkan ya Saudaraku_*

ID Pesan 9495578

Musyawarah Cabang V Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir SelatanDalam acara ini dilakukan pemilihan Tim Format...
21/08/2021

Musyawarah Cabang V Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir Selatan

Dalam acara ini dilakukan pemilihan Tim Formatur Pengurus Cabang Kecamatan Surantih, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Banganti, Pancung Soal, Air Pura, Rahul Tapan, BAB Tapan, Lunang, dan Silaut. Selanjutnya akan disusun p**a Pengurus Ranting di seluruh nagari se Pesisir Selatan.

Hadir Ketua DPD yang juga Wakil Bupati Rudi Hariyansyah, Bendahara DPD Yetti Wanistuti, Ketua POK Baslianti Ilyas, Ketua Fraksi Novermal, Wakil Ketua Fraksi Darwiadi, Sekretaris DPW Muhayatul Chaniago, jajaran Pengurus DPD, dan calon tim formatur Pengurus Cabang.


Upacara Bendera Virtual PAN Memperingati HUT RI ke-76Upacara diikuti Pengurus DPP, DPW, DPD dan DPC PAN seluruh Indonesi...
16/08/2021

Upacara Bendera Virtual PAN Memperingati HUT RI ke-76

Upacara diikuti Pengurus DPP, DPW, DPD dan DPC PAN seluruh Indonesia dengan pakaian adat daerah dan dipimpin langsung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

Ayo gabung!

• *Selasa 17 Agustus 2021 pukul 08.30 WIB*
• *Zoom ID: 873 0762 3463*
• *Link Zoom :* *https://us02web.zoom.us/j/87307623463*
• *Passcode : 230898*

*Live di Youtube PAN TV!*

Download Backdrop dan Virtual Background Upacara Bendera Virtual melalui link berikut: https://pan.or.id/upacara-bendera-virtual-hut-ri-ke-76/

_Balas OK untuk dapat klik link_

Bismillah.. Kita sambut Tahun Baru Islam dengan Doa dan Harapan. Semoga Allah SWT berikan keselamatanMari ikuti Doa bers...
10/08/2021

Bismillah..

Kita sambut Tahun Baru Islam dengan Doa dan Harapan. Semoga Allah SWT berikan keselamatan

Mari ikuti Doa bersama Munajat untuk Indonesia Sehat DPP PAN

Kamis 12 Agustus 2021 pukul 19.30 WIB
Zoom ID: 812 3867 1012
Passcode: 230898

Live di Youtube PAN TV

Bersama
• Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
• Ustadz Das'ad Latief
• Ustadz Tafsir
• Ustadz Jeje Zainuddin
• Habib Mahdi
• Ustadz Fahmi Salim
• Ustadz Slamet Maarif
• Abah Raodl
• Ustadz Fadlan
• Ustadz Mustofa

Optimis melewati Pandemi dengan Ikhtiar dan Doa. Pasti Ada HaraPAN!

Pandangan Umum Fraksi PAN Atas Ranperda RPJMD Kabupaten Pesisir Selatab Tahun 2021 - 2026, dan Ranperda Penyelolaan Bara...
03/08/2021

Pandangan Umum Fraksi PAN Atas Ranperda RPJMD Kabupaten Pesisir Selatab Tahun 2021 - 2026, dan Ranperda Penyelolaan Barang Daerah

Disampaikan oleh Ketua Fraksi, Novermal, SH pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Pessel, Selasa, 3 Agustus 2021.

Fraksi PAN menyambut baik atas diajukannya Ranperda RPJMD Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2021 - 2026, dan Pengelolaan Barang Milik Daerah. Kedua Ranperda ini penting untuk menentukan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan, dan peningkatan tata kelola barang milik daerah secara baik dan benar.

Dengan Visi "Mewujudkan Pesisir Selatan Lebih Sejahtera, Maju dan Bermatabat, Didukung Pemerintahan Yang Akuntabel dan Profesional", Fraksi PAN meyakini Duet Bupati Rusma Yul Anwar dan Wakil Bupati Rudi Hariansyah bisa membawa Pesisir Selatan ke arah yang lebih baik lagi. Dan, sebagai salah satu partai pengusung, Fraksi PAN akan bergandeng tangan dengan seluruh fraksi yang di DPRD Kabupaten Pesisir Selatan untuk bersama-sama membantu merealisasikan Visi tersebut.

Terhadap enam Misi penguatan Visi tersebut, Fraksi PAN memberi catatan dan penekanan sebagai berikut:

Misi Pertama:
Memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan transparan.

Fraksi PAN mendorong terwujudnya pelayanan publik berbasis aplikasi sebagaimana diamanatkan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Perda SPBE) di Pesisir Selatan. Dan, menyediakan call center dan aplikasi layanan pengaduan masyarakat yang terhubung langsung dengan kepala OPD terkait, dan tindak lanjutnya termonitor langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.

Misi Kedua:
Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat.

Fraksi PAN meminta penguatan layanan Puskesmas dan rumah sakit terus ditingkatkan, dan memastikan tidak ada lagi masyarakat miskin yang terlantar karena tidak ada biaya untuk berobat. Pemda harus punya anggaran lebih untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin yang belum dapat kartu KIS atau kartu BPJS Kesehatan gratis yang iyurannya dibayar oleh pemerintah.

Guna pemerataan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Fraksi PAN meminta Pemda membangun satu lagi rumah sakit di Ranah Pesisir. Untuk ini, Fraksi PAN akan berusaha bersama Anggota Dewan asal Nagari Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir mendapatkan hibah tanah ulayat Nagari Pelangai seluas 1,5 sampai 2 hektar dari Ninik Mamak Nagari Pelangai, yang lokasinya berada di perbatasan Ranah Pesisir dan Lengayang, untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

Untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemda harus mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, data masyarakat miskin harus diperbaharui setiap tahun, dan ditetapkan dengan melibatkan unsur masyarakat nagari setempat, supaya tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak terdata dan tidak mendapat bantuan sosial. Bantuan jaring pengaman sosial, dan bantuan modal usaha untuk masyarakat miskin harus dipastikan benar-benar tepat sasaran.

Misi Ketiga:
Memperkuat kemandirian ekonomi dengan mendorong sektor potensi dan unggulan daerah.

Sektor Pertanian, Fraksi PAN meminta Pemda melakukan penguatan kelembagaan kelompok tani dan terus mengembangkan usaha agribisnis di nagari-nagari. Dan, Pemda juga diminta memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan dengan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dan memastikan bantuan modal usaha dari program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di nagari-nagari terlaksana dengan baik, dan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap Gapoktan penerima bantuan modal usaha, supaya tidak ada penyalahgunaannya oknum pengurus dan anggota Gapoktan bersangkutan.

Dan, guna menunjang program ketahanan pangan tersebut, Fraksi PAN juga meminta Pemda lebih serius dan fokus meningkatkan daerah irigasi, baik kewenangan kabupaten, provinsi maupun pusat. Karena, kondisinya saat ini lebih dari 50 persen dalam keadaan rusak berat. Bahkan ada daerah irigasi di Lakitan kecamatan Lengayang kewenangan provinsi tidak ada bendung dan jaringan irigasi, dan di Air Haji, kecamatan Linggo Sari Baganti, ada pembangunan daerah irigasi kewenangan pusat yang mangkrak sejak tahun 2015, dimana bendungnya sudah siap tapi jaringan irigasinya tidak ada karena terkendala pembebasan lahan.

Sektor Perikanan Laut, Fraksi PAN meminta Pemda terus meningkatkan kerja sama dengan DKP Provinsi Sumbar, Lantamal II Padang, dan Satpolair Polres Pessel dan Polda Sumbar dalam penanggulangan illegal fishing di laut Pesisir Selatan. Dan, Pemda juga diminta untuk tidak lagi memunggungi laut. Sektor perikanan laut harus dijadikan sektor unggulan dengan terus melakukan penguatan kelembagaan kelompok-kelompok nelayan dan usaha pengolahan ikan, dan terus mengucurkan anggaran untuk bantuan modal usaha dan alat tangkap yang moderen, termasuk meminta bantuan ke DKP Provinsi Sumbar dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sektor Perkebunan, Fraksi PAN meminta Pemda memastikan harga TBS Sawit masyarakat dibeli oleh PKS-PKS yang ada di Pessel dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Pemda harus memberi sanksi tegas kepada PKS-PKS yang membeli TBS Sawit masyarakat jauh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Dan, guna mencegah praktek monopoli, Pemda diminta mencari investor dan memfasilitasinya mendirikan beberapa unit PKS baru lagi di Pesisir Selatan. Karena, PKS-PKS yang ada sudah tidak mampu menampung TBS Sawit masyarakat, dan banyak yang dijual ke PKS di luar Pessel, yaitu ke Muko-Muko dan Kiliran Jao.

Untuk mendukung sektor unggulan tersebut, Fraksi PAN meminta Pemda segera meningkatkan sarana prasarana jalan dan jembatan, terutama di daerah Pesisir Selatan bagian tengah dan selatan. Jalan-jalan tersebut tidak mesti diaspal semua, tapi kerusakan-kerusakannya harus segera diperbaiki. Karena kondisinya kini banyak dalam yang rusak berat.

Misi Keempat:
Mewujudkan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan berkesan.

Fraksi PAN meminta Pemda terus melakukan pengembangan kawasan wisata Pantai Carocok Painan dan Kawasan Wisata Mandeh. Khusus untuk Kawasan Wisata Mandeh, Pemda diminta memfasilitasi pelaku usaha pariwisata dalam mengurus izin usaha dengan memberi kemudahan-kemudahan, terutama untuk pembangunan resort-resort di pinggir pantai. Karena, kini banyak resort yang sudah beroperasi tanpa izin, karena terkendala status lahan dan ketentuan sempadan pantai.

Fraksi PAN juga mendorong Pemda memfasilitasi biaya kebersihan masjid-masjid yang ada di sepanjang jalan utama dan kawasan wisata, terutama kebersihan toilet dan tempat berwudhunya. Selain tempat shalat, masjid-masjid tersebut juga harus didorong menjadi rest area atau tempat istirahat bagi wisatawan yang berkunjung ke Pesisir Selatan. SPBU-SPBU yang ada di Pesisir Selatan juga harus dipaksa menyediakan mushala dan toilet yang bersih. Begitu juga dengan rumah-rumah makan, juga perlu didorong menyediakan mushala dan toilet yang bersih.

Misi Kelima:
Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkam sumber daya manusia yang beriman, kreatif dan berdaya saing.

Fraksi PAN meminta Pemda terus memfasilitasi pendidikan anak-anak keluarga tidak mampu dengan memfasilitasi mereka mendapatkan beasiswa sampai ke perguruan tinggi.

Misi Keenam:
Mewujudkan kondisi masyarakat yang aman, tentram dan dinamis.

Fraksi PAN meminta Pemda terus meningkatkan kerja sama yang baik dengan Polres Pesisir Selatan, Kejari Painan, dan Kodim 0311 Pesisir Selatan, termasuk dukungan bantuan hibah untuk peningkatan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh tiga institusi tersebut.
....

Tentang Ranperda Pengelolaan Barang Daerah, Fraksi PAN juga mengapresiasi Pemda. Karena, ini penting guna optimalisasi pemanfaatan dan penyelamat aset daerah. Dalam hal ini, Fraksi PAN memberi catatan dan penekanan pada penyelamatan aset daerah dengan segera menyertifikatkan seluruh tanah milik Pemda, baik di sekolah-sekolah maupun di kantor-kantor pemerintah, serta tanah-tanah milik Pemda lainnya. Hal ini penting segera dilakukan, karena banyak tanah-tanah hibah dari masyarakat untuk sekolah-sekolah yang diambil atau dikuasai kembali oleh pemilik asalnya.
....

Untuk kesempurnaan kedua Ranperda ini, Fraksi PAN juga akan memberi pengayaan berupa saran dan masukan pada pembahasan oleh Panitia Khusus dan tim asistensi Pemda. Semoga Ranperda yang diajukan bisa ditetapkan menjadi Perda yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Daerah Pesisir Selatan.


Address

Pekanbaru

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fraksi PAN DPRD Pessel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share