07/02/2024
[REPOST; TINJAUAN TPA DEGAYU OLEH WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA RENCANAKAN FASILITAS PENGELOLAAN SAMPAH]
Kota Pekalongan - Menindaklanjuti permasalahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu, Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan segera membuat rencana membuat fasilitas pengolahan sampah agar volume sampah semakin berkurang.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Wakil Wali Kota, Salahudin, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sri Budi Santoso (SBS) meninjau TPA Degayu, Selasa (6/2/2024).
Wakil Wali Kota, Salahudin mengungkapkan bahwa ia bersama wali kota telah melihat secara langsung ketinggian TPA Degayu sudah lebih dari 20 meter. “Solusinya apakah tutup lahan atau ada solusi ke depan dengan mendatangkan teknologi pengolahan sampah, Pengolahan sampah di daerah lain yang sudah berhasil akan coba kita tiru. Rencana terdekat akan coba kami anggarkan.Misal harus ada perluasan lahan juga harus disiapkan mulai sekarang,” tutur Salahudin.
Sementara itu, Kepala DLH, Sri Budi Santoso (SBS) menerangkan, saat ini TPA dalam kondisi di ambang krisis karena TPA seluas 5,8 hektare ini sudah penuh semua. Tiga tahun yang lalu TPA ini terbagi menjadi 3 zona, antar zona itu ada jalan pembatas jalan beton dan aspal. “Kelilingnya juga masih ada jalan melingkar. Sekarang semua jalan sudah terinflasi oleh sampah. Sudah tertutup sampah semua, sehingga kendaraan pengangkut sampah hanya bisa buang sampah di sekitar depan pintu gerbang saja,” jelas SBS. Artinya kemungkinan akan berhenti beroperasi karena tidak mampu lagi menampung sampah. Lahan disekitar nya pun berbatasan dengan tambak warga, sehingga perlu adanya rencana pengolahan sampah menjadi produk yang bermanfaat selain untuk mengurangi volume sampah, sekaligus mencegah pencemaran terhadap lingkungan.
Hari ini Pak Wali dan Wakil meninjau lokasi TPA dan akan mengkaji untuk menjadi fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi yang bisa mengolah sampah. Setiap tempat sistem ekosistem lingkungannya berbeda, Pemkot Pekalongan akan belajar ke Banyumas dan Solo yang telah berhasil mengolah sampah, untuk diterapkan di Kota Pekalongan. (Dinkominfo/Laila/Seiv/Allem)