PKS Paninggaran. Kab Pekalongan

PKS Paninggaran. Kab Pekalongan Dewan Pimpinan Cabang Partai Keadilan Sejahtera Paninggaran kabupaten Pekalongan

Tulisan bagus dari kang Uten Sutendi. (Taken from WA Group) Tahukah anda bahwa satu-satunya burung yang berani hinggap d...
26/10/2020

Tulisan bagus dari kang Uten Sutendi.
(Taken from WA Group)

Tahukah anda bahwa satu-satunya burung yang berani hinggap dan mematuk Elang adalah burung Gagak.

Burung Gagak berani duduk diatas elang, bahkan menggigit lehernya ketika Elang sedang terbang rendah.

Namun, Elang tidak pernah menggubris dan menanggapinya, juga tidak mau membalas dan berkelahi dengan burung gagak. Elang terus terbang, dan tidak mau membuang waktu atau energi pada Gagak yang hinggap diatas!

Elang hanya membuka sayapnya semakin lebar dan mulai terbang naik lebih tinggi dan tinggi lagi hingga ke langit.

Semakin tinggi penerbangan yang dilakukan Elang, maka semakin sulit bagi Gagak untuk bernafas dan kemudian akibatnya Gagak akan jatuh ke bawah karena kekurangan oksigen.

...
Begitulah alam mengajarkan kita, berhentilah membuang waktu untuk selalu menanggapi mereka yang selalu mencibir, menista, bahkan memfitnah serta mengganggu kita...

Tapi cukuplah dengan terus fokus untuk mengembankan diri dan menaikkan kapasitas diri hingga kita menjadi pribadi yang sukses dan menjadi pemenang kehidupan.

Itulah sikap mulia dan luhur yang dimiliki pribadi paripurna yang memiliki ketinggian akhlak dan akal budi.
Semoga bermanfaat.



Get the feeling

Bismillah...Kali kesekian membaca tulisan ini,tapi tetap ingin mengulang dan mengulang lagi...KISAH AHMAD BIN MISKIN"NAF...
26/10/2020

Bismillah...

Kali kesekian membaca tulisan ini,tapi tetap ingin mengulang dan mengulang lagi...

KISAH AHMAD BIN MISKIN
"NAFSU TERSEMBUNYI"

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik.
Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.
Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun,
sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak.
Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain.
Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku.
Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata:
“Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit.
Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga ALLAH merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya,
dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku.
“Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi ALLAH, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki.
Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku,
sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...!
Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan.
Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya.
Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

"Terus?”, tanyaku keheranan.

Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu.
Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun.
Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan.
Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses.
Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu
atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis.
Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku.
Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi.
Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah,
santunan dan berbagai bentuk amal salih.
Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku.
Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan.
Ada semacam harapan pasti dalam diri,
bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar.
Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa,
dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar
seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan,
sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain.
Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai.
Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku.
Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI.
Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih.
Semua itu membuat amalku tak berharga.
Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, “Masihkah orang ini punya amal baik?”

“Masih...”, jawab suara lain. “Masih tersisa ini.”

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan
kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku...
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku,
sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah
(100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun.
Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku.
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit,
dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku.
Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah.
Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku.
Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang,
saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat.
Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, “Orang ini selamat dari siksa neraka!”

Hikmah :
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat
oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita?😢

Allahumma Solli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa'ala Aali Sayyidina Muhammad.


Perhatikan buah jambu ini....!Tumbuh bersama di batang yang sama.Tapi proses matangnya berbeda.Jangan bandingkan prosesm...
26/10/2020

Perhatikan buah jambu ini....!

Tumbuh bersama di batang yang sama.

Tapi proses matangnya berbeda.

Jangan bandingkan prosesmu dengan proses orang lain.

Karena setiap orang memiliki prosesnya masing2.

Dan di matangkan dengan bentuk berbeda-beda.

Jika rizki itu diukur dari kerja keras, maka kuli bangunanlah yang akan cepat kaya.

Jika rizki itu ditentukan dari waktu kerja, maka warung kopi 24 jam lah yang akan lebih mendapatkanya, bahkan mungkin mampu mengalahkah Starbuck, KFC dan Mc.DONALD

Jika rizki itu milik orang pintar, maka dosen dan guru yang bergelar panjang yang akan lebih kaya...

Jika rizki itu karena jabatan, maka presiden dan rajalah orang yang akan menduduki 100 orang terkaya di dunia...

Perhatikan hitungan ini :

1 + 9 = 10
7 + 3 = 10
5 + 5 = 10

Walau hitungan tersebut berbeda cara, tapi hasilnya tetap sama adil, bernilai 10.

Artinya...., untuk mencapai hasil nilai yang sama, tidak harus menggunakan cara yang sama.

Semoga menginspirasi.

Santri adalah simbol dan motor perjuangan dalam peran untuk kemerdekaan bangsa ini. Selamat Hari Santri NasionalSantri S...
22/10/2020

Santri adalah simbol dan motor perjuangan dalam peran untuk kemerdekaan bangsa ini.

Selamat Hari Santri Nasional
Santri Sehat Indonesia Kuat
22 Oktober 2020

Masuk surga dengan terpaksa itu jauh lebih baik daripada masuk neraka dengan ikhlas....
20/10/2020

Masuk surga dengan terpaksa itu jauh lebih baik daripada masuk neraka dengan ikhlas....

Ada sepasang suami isteri tergesa² berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG HOTEL utk menyelamatkan diri, pada saat...
19/10/2020

Ada sepasang suami isteri tergesa² berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG HOTEL utk menyelamatkan diri, pada saat terjadi KEBAKARAN .

Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat utk satu orang yg tersisa.
Dgn segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh .

Kejadian Berikutnya....
API ITU SEMANGKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruh nya (termasuk sang ISTRI)

DOSEN yg menceritakan kisah ini bertanya pd mahasiswa²nya, menurut kalian, apa yg sang istri itu teriakkan? ....
Sebagian besar mahasiswa - mahasiswi² itu menjawab :
- Kamu JAHAT
- Aku benci kamu,
- Kurang ajar...
- Kamu egois,
- Gak tanggung jawab,
- Gak tau malu...kamu dsb..

Tapi ada seorang mahasiswi yg hanya diam saja, dan guru itu meminta mahasiswi yg diam itu menjawab,
Kata si mahasiswi,
Saya yakin si istri pasti berteriak...
Tolong jaga anak kita baik².

Dosen itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?
Mahasiswi itu menggeleng, belum, tapi itu yg dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.

DOSEN itu menatap seluruh kelas dan berkata :
Jawaban ini benar, ......
HOTEL itu kemudian benar² terbakar habis... dan...
sang suami harus kembali ke kota kecil nya dgn Air mata yg terus menetes harus menjemput anak2 mereka yg masih TK dan BALITA, dan mengasuh anak2 mereka sendirian, dan Kisah Tragedi tersebut di simpan Rapat rapat....tanpa.... Pernah dibahas lagi.

Ber-tahun²kemudian, anak anak itu sudah menjadi Dewasa.... Ada yg menjadi pengusaha... Ada yg menjadi Dokter....dan 1 lagi masih bekerja sambil kuliah,

Pada suatu hari ketika anak bungsu nya bersih bersih kamar sang Ayah...anak itu menemukan buku harian ayahnya,

Dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tuanya ke Hotel itu, mereka sedang berobat jalan karena sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan akan segera meninggal.

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu²nya kesempatan utk bertahan hidup.
Dan dia menulis di buku harian itu,
Betapa aku berharap utk sang istri yg naik ke Helicopter itu..
Isteriku sayang, tapi demi anak2 kita, terpaksa dgn hati menangis membiarkan kamu terbakar sendirian.

Si anak bungsu kemudian menceritakan kpd kedua kakak nya....dan mereka... Bertiga segera menyusul sang Ayah di kampus......mereka sujud mencium kaki sang Ayah Bergantian.....(mengucap syukur atas perjuangan sang Ayah membesarkan mereka semua....sekalipun dgn beban mental yg demikian berat)

Cerita itu selesai, ....
dan seluruh kelas pun terdiam.

Dosen itu kemudian berkata;

Siapakah sang Ayah ? .....

Sang Ayah Itu saat ini lah yg ada di hadapan kalian

Mahasiswa dan mahasiswi nya segera berlarian memeluk sang DOSEN.

Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tsb,

Bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tdk sesederhana yg kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan dibaliknya yg kadang sulit dimengerti.

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa²

JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI!

Terkadang kita terlalu asik hidup dalam kesenangan hingga kita melupakan bahwa kesedihan juga bagian dari kehidupan yang...
18/10/2020

Terkadang kita terlalu asik hidup dalam kesenangan hingga kita melupakan bahwa kesedihan juga bagian dari kehidupan yang akan mewarnai hidup di dunia fana ini...

Untuk masa-masa sulitmu biarlah Allah yang menguatkanmu.......Tugasmu adalah memastikan bahwa jarak antara kamu dengan A...
16/10/2020

Untuk masa-masa sulitmu biarlah Allah yang menguatkanmu.......

Tugasmu adalah memastikan bahwa jarak antara kamu dengan Allah tidak pernah jauh......

15/10/2020

Untuk masa-masa sulitmu biarlah Allah yang menguatkanmu.......

Tugasmu adalah memastikan bahwa jarak antara kamu dengan Allah tidak pernah jauh......

Serupa tapi tak sama 💖Bagi penggemar singkong tentu tahu, ada singkong yang merekah ketika direbus, ada yang tidak.Ada j...
11/10/2020

Serupa tapi tak sama 💖

Bagi penggemar singkong tentu tahu, ada singkong yang merekah ketika direbus, ada yang tidak.

Ada juga singkong berwarna kuning (singkong mentega).

Masing-masing singkong ada kegunaannya.

Singkong yang merekah biasanya untuk getuk.

Singkong yang tidak merekah untuk kripik.

Singkong mentega biasanya untuk bikin tape, karena warnanya cantik.

Masalahnya, gimana cara membedakannya??!

Kalau masih berbentuk pohon, singkong merekah itu pangkal daunnya berwarna merah.

Sementara singkong kripik pangkal daunnya berwarna kuning.

Singkong mentega berdaun gemuk, pangkal daunnya berwarna merah.

Kalau yang ditemui sudah jadi umbi, ternyata juga tidak sulit untuk membedakan.

Singkong merah (singkong merekah) biasanya kulit luarnya terkelupas, kulit dalamnya berwarna kemerahan.

Singkong putih biasanya kulit luarnya mulus, kulit dalamnya berwarna putih.

Singkong mentega kulit luarnya mulus, tapi berwarna cerah.
Kulit dalamnya berwarna kekuningan.

Sebagai penggemar singkong, sekarang saya bisa memilih. Tidak lagi asal beli, akhirnya kecewa.

Atas : singkong merekah/singkong merah
Tengah : singkong putih
Bawah : singkong mentega

Copas Bpk. Wisnu Ali Martono

08/10/2020

Menarik sekali. Ternyata Al Qur'an sdh menyampaikan dg jelas 👇

*ALLAH SWT TELAH MENJELASKAN DIDALAM al QUR'AN TENTANG PARA PEMIMPIN DZOLIM YG SELALU MENGAMBIL KEPUTUSAN DI MALAM HARI*

*_✍🏻Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung ( QS an- Annisa ayat : 81)_*

*_✍🏻Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhoi. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.(QS An-Annisa ayat 108)_*

Seperti itulah Allah gambarkan perilaku orang" munafiq.

𝗡𝗮𝘀𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗻𝗱𝗮 𝗞𝗛. 𝗥𝗮𝗵𝗺𝗮𝘁 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 : "𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘳𝘩𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘪𝘫𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨-𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘰𝘣...
08/10/2020

𝗡𝗮𝘀𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗻𝗱𝗮 𝗞𝗛. 𝗥𝗮𝗵𝗺𝗮𝘁 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 :

"𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘳𝘩𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘪𝘫𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨-𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘰𝘣𝘢𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘰𝘩 𝘴𝘶𝘣𝘩𝘢𝘯𝘢𝘩𝘶 𝘸𝘢 𝘵𝘢𝘢𝘭𝘢, 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘬𝘸𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘖𝘣𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯, 𝘬𝘦𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘵𝘶𝘮, 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘦𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘦𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘢𝘴𝘩𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘬𝘸𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪.."

Address

Jalan Raya Paninggaran
Pekalongan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PKS Paninggaran. Kab Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share