08/12/2020
*Tentang hari Senin*
Senin pagi yang malas,
Kebanyakan orang berpendapat begitu.
Mereka enggan melepas Ahad,
Berharap hari itu tak pernah berganti Senin.
Karena ... setumpuk tugas menunggu.
Sejuta kerjaan memburu.
Tapi hari Senin selalu istimewa bagiku.
Karena kekasihku, Rosulullah lahir pada hari Senin.
Aku ingin selalu bersemangat,
Melalui Seninku yang mulia.
Tapi terjadi lagi,
Kesakitan di hari yang aku s**ai.
Tubuhku meriang dari pagi,
Perut terasa mual? Tidak.
Hanya saja terasa ingin lepas dari empunya.
Perih, dan itu membuatku ingin mengeluarkan seluruh isinya.
Sakit. Sungguh ini sakit sekali.
Aku terus meronta dalam diam.
Malu, jika yang lain melihat betapa lemahnya aku.
Masalahnya tidak hanya perut.
Namun seluruh anggota badan terasa remuk.
Beberapa kali aku masuk kamar mandi.
Untuk apa? Nangis sendirian.
Rasanya ingin pulang, bermanja pada ibuku yang penyayang.
Tapi hatiku berat. Sangat berat.
Padahal, tempat ini sering memperlakukanku dg tidak adil.
Namun aku masih tidak bisa lari begitu saja meninggalkan yg lain dalam kekcauan.
Tanggung jawab itu bertumpu dg sekaligus di pundakku yang kecil.
Membuat punggung dan dadaku terasa sesak.
Jika aku ingat, ini terjadi setiap hari Senin.
Prasangka buruk itu ada, namun aku ingin menepisnya.
Jika bukan karena Allah, sebab apalagi aku berusaha sabar?
Semoga Allah menjagaku.
Semoga Allah menguatkanku.