Pandeglang, Banten, Indonesia 42200

Pandeglang, Banten, Indonesia 42200 Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten

Progres Pembangunan Tol Serang-Panimbang: Bisa Muat Mudik!Seksi 2 Target Beroperasi Maret 2026Pembangunan Jalan Tol Sera...
18/02/2026

Progres Pembangunan Tol Serang-Panimbang: Bisa Muat Mudik!

Seksi 2 Target Beroperasi Maret 2026
Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,7 km terus menunjukkan kemajuan signifikan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung logistik dan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten. Saat ini, proyek yang terbagi dalam tiga seksi tersebut berada dalam tahap konstruksi intensif pada dua bagian terakhirnya.
Seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) sepanjang 26,5 km telah resmi beroperasi sejak November 2021. Sementara itu, pengerjaan Seksi 2 (Rangkasbitung-Cileles) sepanjang 24,17 km kini telah mencapai 96,78% dan direncanakan akan mulai dibuka untuk umum pada Maret 2026.
Untuk Seksi 3 (Cileles-Panimbang) yang memiliki panjang 33 km, progres konstruksi secara keseluruhan telah menyentuh angka 73,68%. Pendanaan pada seksi ini bersumber dari APBN serta pinjaman dalam dan luar negeri melalui beberapa paket pekerjaan konstruksi.
Meskipun menunjukkan tren positif, proyek ini masih menghadapi beberapa hambatan teknis dan non-teknis, di antaranya:
• Kondisi Geologis: Penanganan khusus diperlukan pada beberapa titik main road akibat kondisi tanah yang buruk dan potensi longsor, seperti di area STA 54+750 hingga STA 56 dan beberapa titik lainnya di fase 2.
• Lahan dan Persimpangan: Terdapat kendala pembebasan lahan yang masih tertunda di area Perhutani serta masalah persimpangan sebidang di exit Tol Bojong M.
Pemerintah terus berupaya menyelesaikan kendala-kendala tersebut agar konektivitas menuju wilayah Banten Selatan dapat segera terhubung sepenuhnya.

Hai Sobat Banten….Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang merupakan Proyek Strategis Nasional yang bertujuan untuk mendukung pengembangan pariwisata Kawasan...

10/08/2016

Kalepatan jeung kasalahan perkawisna hal anu paling sesah nu aya dina hirup urang. Anjeun bisa labuh sarta ragag rebuan kali. Nanging hirup henteu eureun tepi dieu. Candak jeung cobi neruskeun dugi anjeun bisa ngagapai impieun dina hirup ieu.

"selamat tahun baru 2015"seluruh masyarakat Pandeglang dan sekitarnya..kita berharap menjadi lebih baik dari tahun kemar...
01/01/2015

"selamat tahun baru 2015"
seluruh masyarakat Pandeglang dan sekitarnya..
kita berharap menjadi lebih baik dari tahun kemarin 😊

06/11/2014

jangan ngaku nak pdg deh, kalau belum ngunjungi Pandeglang Expo 2014... datang ya.. di Alun-Alun Pandeglang :)

11/09/2014

Sejarah Kepemimpinan di Pandeglang

Nama-nama Bupati Caringin/Menes masa jabatan 1827-2907, yaitu R.T. Mandoera Radja Djajanegara (1827-1840), R.T. Wiradidjaja (1840-1849), R.T.Koesoemanegara (1849-1849), R.T.Aria Adipati Soerjanegara (1849-1872), R.T. Dajanegara (1872-1883), R.T. Adipati Koesoemadiningrat (1883-1896), R.T. Soera Adiningrat (1896-1898) dan R. Soeria (1898-1908).

Sedangkan nama-nama Bupati Pandeglang masa jabatan dari tahun 1848 yaitu R.T. Aria Tjoncronegoro (1848-1849), R.T.Aria Natadiningrat (1849-1870), R.T. Pandji Gondokoesoemo I (1870-1870), R.T.Soetadindingrat (1870-1888), R.T.Abdul Gafoer Soerawinangoen (1888-1898), R.T.Soera Adiningrat (1898-1910), R.T. Mas Kanta Astrawijaya (1910-1914), R.T. Adipati Hasan Kartadiningrat (1914-1927), Rd. Aria Adipati Wiriaatmadja (1927-1927), Rd. Aria Adipati Soerja Djajanegara (1927-1941).

Selanjutnya, nama-nama Bupati Pandeglang pada era kemerdekaan, yaitu R.T. Mr. Djoemhana Wiraatmadja (1941-1945), K.H. Tb. Abdoelhalim (1945-1947), Mas Soedibjadjaja (1947-1948), Mas Djaja Rukmantara (1948-1949), Rd. Hola Sukmadiningrat (1949-1956) Rd. Moch. Noch Kartanegara (1956-1957), Rd. Lamri Suriaatmadja (1957-1957), Rd. Muhdas Suria Haminata (1957-1958), Rd. Harun (1958-1959), M. Ebby (1959-1961), Rd. Moch. Sjahra Sastrakusuma (1961-1964), Rd. Akil Achjar Mansjur (1964-1964), Rd. Syamsudin Natadisastra (1964-1968), Drs. Rd. Machfud (1968-1968), Drs. Karna Suwanda (1968-1973), Drs. H. Karna Suwanda (1973-1975), Drs. H. Karna Suwanda (1975-1980), Drs. Suyaman (1980-1985), Drs. H. Suyaman (1985-1990), H.M Zein, BA (1990-1995) Drs. H. Yitno (1995-2000), H.A. Dimyati Natakusumah, SH, MH (2000-2009), Drs. H. Erwan Kurtubi, MM (28 Oktober 2009 s/d November 2010), Asmudji HW memangku jabatan sebagai Penjabat Bupati (November 2010 s/d Maret 2011), dan Drs. H. Erwan Kurtubi, MM (Maret 2011 s/d Sekarang)

Sedangkan Drs. H. Erwan Kurtubi, MM memangku jabatan Bupati Pandeglang dimulai pada Maret 2011 s/d saat ini yang sebelumnya mendapat kepercayaan dari masyarakat melalui pemilihan langsung pertama kali dalam sejarah perpolitikan di Pandeglang sebagai wakil bupati pandeglang pada periode 2005-2009. Beliau merupakan Bupati yang ke 34 secara urutan periode, sedangkan secara berurutan nama merupakan Bupati Pandeglang yang ke 30. Hal ini disebabkan ada beberapa orang bupati yang menjabat lebih dari satu periode kepemimpinan.

11/09/2014

jangan nagku-ngaku orang Pandeglang kalau belum tau Sejarah Kab. Pandeglang...
berikut adalah sejarah singkat Pandeglang:
Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 tahun 1828, Keresidenan Banten dibagi tiga kabupaten: Kabupaten Utara yaitu Serang, Kabupaten Selatan yaitu Lebak dan Kabupaten Barat yaitu Caringin.

Kabupaten Serang dibagi lagi menjadi 11 (sebelas) kewedanaan. Kesebelas kewedanaan tersebut yaitu: Kewedanaan Serang (Kecamatan Kalodian dan Cibening), Kewedanaan Banten (Kecamatan Banten, Serang dan Nejawang), Kewedanaan Ciruas (Kecamatan Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Cilegon (Kecamatan Terate, Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Tanara (Kecamatan Tanara dan Pontang), Kewedanaan Baros (Kecamatan Regas, Ander dan Cicandi), Kewedanaan Kolelet (Kecamatan Pandeglang dan Cadasari) Kewedanaan Ciomas (Kecamatan Ciomas Barat an Ciomas Utara) dan Kewedanaan Anyer (tidak dibagi kecamatan).

Menurut sejarah, pada tahun 1089 Banten terpaksa harus menyerahkan wilayahnya yaitu Lampung kepada VOC (Batavia). Saat itu Banten dipimpin oleh Sultan Muhamad menyusun strategi untuk melawan kekuasaan VOC. Sultan Muhamad menjadikan Pandeglang sebagai wilayah untuk menyusun kekuatan. Kekuatan kesultanan dipencar kepelosok Pandeglang seperti di kaki gunung Karang dan di pantai.

Pandeglang dalam percaturan sejarah kesultanan Banten telah terbukti merupakan daerah yang strategis. Hal ini bisa terlihat dari berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di wilayah Pandeglang. Semua itu bukan hanya membekas pada benda yang berwujud, tapi juga membekas pada kultur kehidupan masyarakat Pandeglang.

Peninggalan sejarah kesultanan Banten masih nampak terlihat dari seni budaya yang ada di Pandeglang. Misalnya saja, Pandeglang merupakan Kota Santri dan Pandeglang terkenal dengan daerah yang historis, patriotis dan agamis. Julukan ini tidak serta merta timbul dengan sendirinya, akan tetapi merupakan bentangan sejarah telah mencatatnya.

Kembali kepada sejarah terbentuknya Kabupaten Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874, tanah-tanah gubernur kecuali Bativia dan Keresidenan Priangan telah Banten telah ditentukan, bahwa:

Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer, Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan.
Bupati mempunyai pembantu, yaitu mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden.
Kepala Distrik mempunyai gelar jabatan wedana dan Onder Distrik mempunyai jabatan Asisten Wedana.

Berdasarkan Staatsblad 1874 NO. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874 mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, diantaranya Kabupaten Pandeglang dibagi 9 distrik atau kewedanaan. Pembagian ini menjadi Kewedanaan Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes dan Cibaliung.

Menurut data tersebut di atas, Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam ordonansi 1877 Nomor 224 tentang batas-batas keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupten Pandeglang dalam tahun 1925 dengan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 nomor XI. Maka jelas Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri tidak di bawah penguaasaan Keresidenan Banten.

Dari fakta-fakta tersebut di atas dapat diambil beberapa alternatif, yaitu pada tahun 1828 Pandeglang sudah merupakan pusat pemerintahan distrik. Pada tahun 1874 Pandeglang merupakan kabupaten. Pada tahun 1882 Pandeglang merupakan kabupaten dan distrik kewedanaan. Dan pada tahun 1925 kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri. Atas dasar kesimpulan-kesimpulan tersebut di atas, maka disepakati bersama bahwa tanggal 1 April 1874 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Pandeglang..
diingat ya sobat :)

11/09/2014

SEJARAH SINGKAT KEJAKSAAN TINGGI BANTEN

Banten sebagai nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14. Mula-mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemudian menjajah bangsa ini. Pada tahun 1330 orang sudah mengenal sebuah negara yang saat itu disebut Panten, yang kemudian wilayah ini dikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk. Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara. Tahun 1524 - 1525 para pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Islam di Banten. Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan pada 8 Oktober 1526. Pada tahun 1552 - 1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surosowan menjadi Sultan Banten pertama. Sejak itu dimulailah pemerintahan kesultanan di Banten yang diakhiri oleh Sultan Muhammad Rafi uddin (1813 - 1820) merupakan sultan ke dua puluh setelah sultan dan rakyat masa sebelumnya berperang melawan penjajah. Namun demikian perjuangan rakyat Banten terus berlanjut hingga detik terakhir kaki penjajah berada di bumi Banten.

Setelah memasuki masa kemerdekaan muncul keinginan rakyat Banten untuk membentuk sebuah provinsi. Niatan tersebut pertama kali mencuat di tahun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Provinsi Banten di Pendopo Kabupaten Serang. Dalam pertemuan antara Panitia Provinsi Banten dengan DPR-GR sepakat untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten. Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Provinsi Banten. Namun ternyata perjuangan untuk membentuk Provinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat tidaklah mudah dan cepat. Selama masa Orde Baru kenginan tersebut belum bisa direalisir.

Berdirinya Provinsi Banten tidak dapat lepas dari sejarah Banten yang seutuhnya, dari berbagai sumber yang didapat sejarah Banten sendiri di mulai pada abad ke-7 yang diawali dari sebuah pelabuhan internasional. Di lihat dari sejarah berdirinya Provinsi Banten dapat dikategorikan menjadi : Banten Pada Era Kesultanan dan Masa Kolonial. Pada abad 16-17, di bawah kekuasaan Sultan Maulana Hasanuddin dan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi salah satu kota perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia Tenggara dan dikenal sebagai pusat kerajaan Islam serta pusat perdagangan nusantara. Pada masa itu Banten menjadi tempat persinggahan para pedagang dari berbagai belahan dunia, sekaligus menjadi pusat pertukaran dan persatuan kebudayaan.

Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena mulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah. Pada 18 Juli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Kerja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Provinsi Banten (PPB). Sejak itu mulai terbentuk Sub-sub Komite PPB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukungan terbentuknya Provinsi Banten. Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Provinsi Banten menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang PPB. Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H. Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Ir. H. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama.

Provinsi Banten ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Banten dengan wilayah meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon dengan ibukota Serang.

Sebagai provinsi yang relatif masih sangat muda, Provinsi Banten akan menghadapi berbagai tantangan, ketertinggalan dan permasalahan. Namun demikian, Provinsi Banten mempunyai potensi yang dapat di dayagunakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk dijadikan modal dalam mengatasi berbagai tantangan, ketertinggalan dan setiap permasalahan yang timbul.

bahwa seiring dengan ditetapkannya undang-undang nomor 23 tahun 2000 tentang pembentukan provinsi banten maka dibentukkah kejaksaan tinggi banten beradasarkan tanggal 14 maret 2002 : yaitu diundangkanny keputusan presiden nomor : 13 tahun 2002 tentang pembentukan kejaksaan tinggi banten, kejaksaan tinggi kepulauan bangka belitung, dan kejaksaan tinggi gorontalo.

bahwa pada pertama kali berdiri pada tahun 2002 kantor kejaksaan tinggi banten berkantor di kejaksaan negeri serang di jalan raya pandeglang km. 1 sempu serang selama 8 (delapan) bulan setelah itu pindah ke jl. kitapa no. 3 cilame serang.

Kita doakan sama-sama untuk kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK/MA Sederajat 2014.Selamat menempuh, & good Luc...
13/04/2014

Kita doakan sama-sama untuk kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK/MA Sederajat 2014.
Selamat menempuh, & good Luck

Address

Jalan Raya Ahmad Yani
Pandeglang
42200

Telephone

+6289627368325

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pandeglang, Banten, Indonesia 42200 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pandeglang, Banten, Indonesia 42200:

Share