13/10/2015
Termasuk Dosa Besar : Pemimpin yang Dhalim lagi Penipu
kepada Rakyatnya.
“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat
dhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka
bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat ‘adzab yang
pedih” [QS. Asy-Syuuraa : 42].
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan
munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat
buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu” [QS. Al-
Maaidah : 72].
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
”Setiap orang di antara kalian adalah pemimpin, dan setiap
orang di antara kamu akan dimintai pertanggungan jawab
atas apa yang dipimpinnya…”.[HR Bukhari]
”Barangsiapa yang menipu kami, maka ia bukan termasuk
golongan kami”. [HR Muslim]
Kedhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat”. [HR
Bukhari]
”Pemimpin mana saja yang menipu rakyatnya, maka
tempatnya di neraka”. [HR Ahmad]
”Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin
rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya,
maka Allah haramkan baginya surga” [Diriwayatkan oleh
Al-Bukhari dan Muslim]. Dalam lafadh yang lain disebutkan
: ”Ia mati dimana ketika matinya itu ia dalam keadaan
menipu rakyatnya, maka Allah haramkan baginya surga”.
[HR Bukhari]
”Tidaklah ada seorang pun yang memimpin sepuluh orang,
kecuali ia didatangkan dengannya pada hari kiamat dalam
keadaan tangannya terbelenggu di lehernya. Entah
keadilannya akan membebaskannya ataukah justru
kemaksiatannya (kedhalimannya) akan melemparkanya (ke
neraka)”. [HR Ath-Thabarani]
”Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini,
yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia.
Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka
susahkanlah ia” [HR Muslim].
”Akan ada nanti para pemimpin yang fasiq lagi jahat.
Barangsiapa yang membenarkan kedustaan mereka dan
menolong kedhalimannya (atas rakyatnya), maka ia bukan
termasuk golonganku dan aku bukan termasuk
golongannya. Ia tidak akan sampai pada Al-Haudl
(telaga)”. [HR At-Tirmidzi]
”Tidaklah satu kaum yang di dalamnya dikerjakan satu
perbuatan maksiat, dimana mereka yang tidak
mengerjakan kemaksiatan itu lebih kuat dan lebih banyak
daripada yang mengerjakannya, namun mereka tidak
mengubah kemaksiatan tersebut; niscaya Allah akan
menimpakan hukuman adzab pada mereka semua”. [HR
Ahmad]
“Barangsiapa yang melakukan perbuatan jahat atau
melindungi pelaku kejahatan, maka baginya laknat dari
Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima
darinya amal wajib maupun amal sunnah (yang ia
kerjakan)”. [HR Bukhari]
“Barangsiapa yang tidak menyayangi (saudaranya), maka ia
tidak akan disayangi (oleh Allah)”. [HR Bukhari]
“Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi
manusia”. [HR Bukhari]
“Tidak ada seorang pemimpin/penguasa pun yang diserahi
urusan kaum muslimin kemudian ia tidak bersungguh-sung
guh mengurusi mereka dan menasihati mereka, melainkan
ia tidak akan masuk surga bersama mereka”. [Thabrani]
“Barangsiapa yang diserahi kepemimpinan terhadap urusan
kaum muslimin namun ia menutup diri tidak mau tahu
kebutuhan mereka dan kefakiran mereka, niscaya Allah
tidak akan memperhatikan kebutuhannya dan kefakirannya
di hari kiamat”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-
Tirmidziy.
“Imam yang ‘adil akan dinaungi oleh Allah (pada hari
kiamat) di bawah naungan-Nya”. [HR Bukhari]
“Orang-orang yang ‘adil berada di mimbar-mimbar yang
terbuat dari cahaya, dimana mereka berbuat ‘adil dalam
hukum mereka, keluarga mereka, dan siapa saja yang
berada di bawah kepemimpinan mereka”. [HR Ahmad]
“Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah (orang) yang
kalian membencinya dan mereka pun membenci kalian,
kalian melaknatnya dan mereka pun melaknat kalian”. Para
shahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, tidakkah kita boleh
menyingkirkannya ?”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : “Tidak, selama mereka mendirikan shalat di
tengah-tengah kalian”. [HR Muslim]
“Sesungguhnya Allah benar-benar mengulur waktu bagi
orang yang dhaalim hingga jika Ia mematikannya, Ia tidak
akan meluputkannya”. Kemudian beliau membaca ayat :
“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab
penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya
azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. [HR Muslim]
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada
Mu’aadz saat beliau mengutusnya ke negeri Yaman :
“Berhati-hatilah engkau terhadap harta-harta kesayangan
mereka. Dan takutlah engkau terhadap doa orang yang
terdhalimi, karena sesungguhnya tidak ada satu pun
penghalang antaranya dan Allah”. Diriwayatkan oleh Al-
Bukhari dan Muslim.
“Sesungguhnya seburuk-buruk penguasa adalah penguasa
yang dhalim”. [HR Muslim]
“Ada tiga golongan yang tidaka akan diajak bicara oleh
Allah…………”. Kemudian beliau menyebutkan di antaranya
pemimpin pendusta. [HR Muslim]
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang
tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di
(muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi
orang-orang yang bertakwa” [QS. Al-Qashshash : 83].
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya kalian akan sangat menginginkan
kekuasaan (‘imarah) padahal kelak ia akan menjadi
penyesalan di hari kiamat”. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
“Sesungguhnya kami – demi Allah – tidak akan
menyerahkan pekerjaan (yaitu jabatan) ini kepada orang
yang memintanya atau orang yang berambisi kepadanya”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
“Wahai Ka’b bin ‘Ujrah ! Semoga Allah melindungimu dari
kepemimpinan orang-orang pandir. Para pemimpin yang
muncul setelahku dimana mereka tidak mengambil
petunjuk dengan petunjukku dan mengambil sunnah
dengan sunnahku”. Dishahihkan oleh Al-Haakim.
“Ada tiga doa mustajab yang tidak ada keraguan padanya
: doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang
bepergian (musafir), dan doa orang tua kepada anaknya”.
[HR Abu Dawud]