31/01/2018
TARGET BESAR,
JANGAN BERMENTAL INGUSAN
Ting tung...
WA hape saya berbunyi...
"Pak, hari ini saya ijin terlambat, masih ada urusan keluarga"
Dia lagi... dia lagi.... hehehehe...
Rasanya dah apal, kalau dia yang nge-WA, ada saja yang jadi kambing hitam..... (kacian ya kambing bulu hitam ...๐)
Tiap pekan, hampir aja ada hari-hari ijin dari dia...
"Pak, mohon maaf, hari ini tidak bisa masuk, karena meriang...."
"Pak, laptop saya bermasalah.... Pekerjaan yang kemaren belum selesai"
Pokoknya .... ada aja..
Pernah mengalami kayak seperti saya, Sobat??
Gimana kalau menurut Man Teman?
Apa yang sedang terjadi dengan dia kira-kira?
Padahal, beliau adalah salah satu owner projek di salah satu site kami....
Tentu, karena kendala dari beliau, target-target projek bisa bergeser .... lebih lambat pastinya..
Bagaimana ini bisa terjadi, Sobat?
Kata Guru saya, bisa jadi karena ERROR MINDSET....
Ya.... ERROR MINDSET..
Ya Sobat, MINDSET adalah sumbernya.
Mindset adalah modal terbesar bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan dan keberhasilan.
Kekayaan terbesar yang dimiliki seseorang adalah pola berfikir dia / cara berfikir dia (Nidlomul Iqtishadi fil Islam, Syeikh Taqqiyyudin An-Nabhani).
Modal terpenting bagi seseorang yang ingin meraih kesuksesan dan kekayaan ada 2: pola berfikir dan pola kerja (Guide to Investing, Robert T. Kiyosaki)
Kisah hikmah yang masyhur Sobat,
โKota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pas**an yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pas**an.โ [H.R. Ahmad bin Hanbal, Al-Musnad 4/335]
Suatu hari Syaikh Syamsudin berkata kepada Muhammad Al-Fatih :
โWahai Muhammad Al-fatih, kamu tahu apa itu? Itu tembok konstantinopel dan tahukah engkau bagaimana janji Rasulullah? Janjinya adalah kota konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pas**an yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pas**an. Saya yakin kelak anak cucumu akan menaklukkan konstantinopel. Tapi saya lebih senang kalau kamu yang menaklukkannya, Nak."
Hampir tiap saat bertemu dengan muridnya ini, Syeikh Syamsudin menyampaikan hadist di atas kepadanya.
Tertanamlah mindset itu pada diri Al Fatih.
โIya! Saya ingin menaklukkan Konstantinopel. Dan karena saya ingin menaklukkannya, maka saya akan memantaskan diri.โ
Singkat cerita, beliau berusaha keras memantaskan diri. Menghafal Al Qur'an, menguasai 7 bahasa, belajar berkuda, belajar memanah, membentuk pas**an yang tangguh, melatih pas**an dengan disiplin, meningkatkan taqorrub pada Alloh, memperkuat persenjataan bahkan memodernisasinya (menurut ukuran kala itu). Masih banyak yang lain, demi visi besar, target besar : TAKLUKnya KONSTANTINOPEL sebagai mana yang telah dijanjikan oleh baginda Rosululloh SAW.
Apakah lancar-lancar begitu saja upaya beliau? Tidak Sobat. Walaupun sudah melakukan persiapan terbaik, usaha keras tapi ternyata tidak begitu saja dengan mudah Konstantinopel ditaklukkan. Namun karena mindset yang telah ditanamkan pada diri beliau demi target yang besar itu, hambatan yang menghadang, kesulitan yang membelit, tidak menjadikan beliau berMENTAL INGUSAN. Tidak!! Tapi beliau mencari terobosan yang bagi orang biasa serasa tidak masuk akal.
โKalau begitu, tarik kapalnya melalui darat, dan kita akan mendaki bukit karena orang konstantinopel tidak akan berpikir kalau pas**an muslim akan melewati bukitโ seru Muhammad Al-fatih.
Beberapa pas**an bertanya, โ Mana mungkin kita dapat melewati bukit? Jalanan begitu sulit dilaluiโ.
โKonstantinopel akan jatuh di tangan Islam, pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pas**an yang berada di bawahnya adalah sebaik-baik pas**an. Lakukanlah!!!" Al Fatih meyakinkan.
โTapi sepertinya tidak mungkinโ sergah pas**an.
โLakukan!โ jawab Muhammad Al-fatih dengan tegas.
Begitulah kalau seseorang sudah memiliki visi yang kuat, target yang besar dengan tidak bermental ingusan.
Akhirnya, bisyaroh Rosululloh SAW itu terbukti, setelah lebih dari 800 tahun, 1453 M, Konstantinopel takluk ke tangan Islam.
Sobat, begitulah juga dalam hidup kita.
Jika hidup kita itu terbagi dalam 3 urusan: FAMILIY, BISNIS/KERJA dan DAKWAH, jika masing-masingnya berVISI BESAR berTARGET BESAR maka hendaknya JANGANLAH BERMENTAL INGUSAN.
Janganlah hambatan-hambatan kecil kita dramatisir seolah-olah menjadi batu bueeesar yang menghadang perjalanan kita menuju sukses.
"Pak, hujan....".
"Pak,.... macet".
"Maaf ijin, nggak enak badan....".....
"Maaf ...ndak bisa beli bensin"
"Maaf .... ada gajah lewat''...
"Maaf ... nggak kuat nahan rindu...." ......
Gubbrraaak ... hehehe...
Lagi-lagi kembalinya ke mindset kita Sobat.
Begitu p**a yang terjadi pada kami Sobat.
Kami memiliki TARGET BESAR....
Target besar kami adalah PERADABAN ISLAM yakni kehidupan yang menjalankan seluruh syariat Alloh SWT secara kaffah dalam setiap aspek kehidupan.
Target profit tahunan kami yang sudah dicanangkan hanyalah target antara tuk menuju target besar.
Mindset tim kami kita kuatkan terus agar tidak bermental ingusan.
Senantiasa berikhtiar jadi faktor kontributive dan solutive bukan faktor problematic.
Bi aunillaah wa taufiiqihi.....
Nah bagimana cara SETTING MINDSET kita?
Keep stay tune ......
Tidak perlu ijin untuk share....
Jazakumullohu khoiir..... Sobat