Food Not Bombs Palembang

Food Not Bombs Palembang organisasi distribusi makanan gratis

Jika pemilu adalah jawaban, maka kita tak lagi punya banyak pertanyaan. .Karena memang pemilu tak menjawab apapun, itula...
24/05/2018

Jika pemilu adalah jawaban, maka kita tak lagi punya banyak pertanyaan. .
Karena memang pemilu tak menjawab apapun, itulah kenapa kita terus dan terus menanyakan semuanya, mengorganisir diri sendiri dan mengembalikannya pada kekuatan kita semua sendiri lagi. Bersama-sama.

Sore ini di Kertapati, Palembang sekitarnya.

Ada beberapa hal yang harus digaris bawahi dari kasus rencana perombakan total bangunan utama Pasar Cinde, kami pikir. Y...
20/09/2017

Ada beberapa hal yang harus digaris bawahi dari kasus rencana perombakan total bangunan utama Pasar Cinde, kami pikir. Yang malah bisa disebut penggusuran dibanding perombakan.
Pertama, proyek cinde yang sekarang dipegang Aldiron Hero Group untuk membuat bangunan lebih modern sebagai tuntutan pusat kota HANYA berujung pada privitasi pasar, menyingkirkan berbagai pedagang tradisional secara perlahan dalam bentuk megahnya Plaza. .
Kedua, hancurnya bangunan Cinde bukan saja meratakan secara fisik bangun pasar, tapi menghancurkan secara sistematis bangunan ekonomi pasar tradisional, ekonomi lintas budaya, ras & adat, ekonomi kerakyatan yang ada sekarang ini.
Ketiga, bangunan utama pasar hanya salahsatu langkah untuk program "permbersihan" pusat kota, info menyebutkan jika beberapa tanah di belakang pasar sudah mulai dibeli, ikut hilangnya bagian besi, hilang pasar barang bekas minggu pagi dan pasar sepanjang jalan arah ke IP juga bukan tak mungkin.
Keempat, jika bangunan berstatus C***r Budaya sekalipun tetap bisa diratakan dengan tanah atas alasan pembangunan, maka apapun atas alasan serupa juga bisa dilibas dengan mudah, tempat kita selanjutnya, misal.
Atas bebeberapa hal tersebut, bersinergi dengan kawan-kawan advokasi Save Cinde yang sudah ada duluan di lapangan, dengan kerasnya terus mengundur penggusuran Pasar Cinde dari setahun lalu, kami akan mengajak dan menawari beberapa sel komunitas kota untuk terlibat merespon isu kota yang ada ini. .
Memperbesar spektrum kampanye, memperkuat basis pembelaan dan gerakan pembatalan penggusuran bersama kawan-kawan di Cinde dan para pedagang yang menolak. .
Tanda tangani juga petisinya untuk mendukung gerakan ini https://www.change.org/p/gubernur-alexnoerdin-walikota-harnojoyo1967-selamatkan-pasar-cinde-savepasarcinde/fbog/168188274?
Kabarkan dan menyebar !!


astamaa

"Kami memimpikan dunia yang lebih baik. Kejahatan kami inilah yang membuatnya nyata" - Tampa Food Not Bombs.Lagi. Volunt...
10/01/2017

"Kami memimpikan dunia yang lebih baik. Kejahatan kami inilah yang membuatnya nyata" - Tampa Food Not Bombs.
Lagi. Volunteer Food Not Bombs ditangkap, kali ini di Tampa, Florida. Karena harus memiliki izin khusus untuk bisa dan boleh menawarkan makanan gratis untuk orang miskin di taman kota. Berbagi harus benar-benar legal di mata hukum, apapun bentuknya. Berbagi harus punya Surat Izin Keramaian, harus diziinkan pihak yang berwenang, lewat perusahaan asuransi, atau korporasi, mungkin yayasan bakti sosial lain. Berbagi harus melewati banyak birokrasi dan institusi, tak bisa dan tak boleh sesederhana membagi makanan ke tetangga sebelah atau sesederhana berbagi makanan di taman kota. Tidak bisa. Hukum lah yang tak membolehkannya.
Solidaritas penuh untuk kawan-kawan Food Not Bombs Florida, ini bukan yang pertama, dan tak juga ada yang menjamin ini terakhir, dan tak perlu dijamin. A luta continua!!!
Berita Penangkapan di cltampa.com : http://bit.ly/2j58XGS
Photo dokumentasi di yborcitystogie.blogspot.co.id : http://bit.ly/2i7womm

Two activists with Food Not Bombs are handcuffed after they defied police orders to stop feeding the homeless in a downtown Tampa public park.Anthony Marti...

Ditutup oleh kawan-kawan  bulan lalu, rangkaian panjang penggalangan donasi Desa Simpang Bayat akhirnya kelar kali ini, ...
14/07/2016

Ditutup oleh kawan-kawan bulan lalu, rangkaian panjang penggalangan donasi Desa Simpang Bayat akhirnya kelar kali ini, terima kasih semuanya untuk berbagai bantuannya, hari ini beberapa kawan dan kami sebagai pemegang amanat Fundrising akan berangkat ke Desa Bayat untuk mendistribusikan banyak bantuan yang telah kawan-kawan kasih.

Terima kasih Spektakel Klab, Rimauman Music, Ruangbelulang Lab Art, Southern Rock, Youth Generator, Gala Musik Amal, Groovies Studio, Adzky Studio, Kawan-kawan Prabumulih, semua personal yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, dan kolektif / grup yang mungkin tertinggal kami sebutkan. Terima kasih sekali lagi, tetap berjejaring, responsif! Panjang Umur Solidaritas!

P.S: Beberapa detail donasi dapat di cek di akun masing-masing yang kami tag, untuk semua total apa saja yang bisa kita semua kasih ke Desa Bayat akan kami report sepulang dari Bayat. Salam.

See this Instagram photo by • 9 likes

Memang agak mundur, beberapa jadwal terakhir di agenda Rangkaian Penggalangan Donasi Simpang Bayat tidak sesuai rencana,...
08/03/2016

Memang agak mundur, beberapa jadwal terakhir di agenda Rangkaian Penggalangan Donasi Simpang Bayat tidak sesuai rencana, tapi tak apa, tak ada masalah dengan itu, bukan cuma sebagai upaya pemenuhan ego personal, tapi untuk menuntaskan sebaik-baiknya ikhwal adalah paling baik, walaupun sebenarnya secara kebutuhan garis besar sudah terpenuhi sebelum mencapai akhir jadwal.

Setelah bekerjasama dengan berbagai sel dari berbagai divisi,selain memang untuk tetap menguatkan koneksi lokal akan sel-sel yang sudah terbentuk, menutup dengan galeri seni sebagaimana terjadwal juga adalah alasan lain yang tepat untuk akhirnya memilih melalui sel dengan divisi berorientasi sama, Ruangbelulang.

Fokusnya titik penutup ini yang didalamnya terdapat pemaparan, report, dan konsulidasi atas apa yang sudah dilakukan sepanjang bulan bukanlah akhirnya penentuan titik akhir atau juga ujung, ini titik checkpoint! Semua upaya solidaritas ini tak pernah diharapkan putus, ini hanya katalis awal untuk mulai menyambung tali interaksi dari kita ke Simpang Bayat, selanjutnya juga ke titik-titik lainnya.Tak ada yang tak mungkin.

Ini tahapan awal, dan tahapan awal ini ditutup dengan Galeri Pameran, Pemutaran Film, Sablon Donasi, Lapak Donasi, Musik Akustik, dan Lokakarya lewat "Seni untuk Bayat" di Beranda Cafe pada tanggal 12-13 Maret 2016 akhir minggu ini.

Semua barang, uang, dan apapun yang diterima akan kita paparkan Sabtu-Minggu nanti. Tak juga menghalangimu jika tetap ada donasi yang ingin dibawa karena belum sempat. Tetap kabarkan pada yang lain jika dengan perkara yang sama juga tak dapat bertemu di kegiatan-kegiatan sebelumnya. Ayo kita kembali bercengkerama nanti untuk membicarakan inisiasi penggalangan donasi ini sabtu-minggu nanti.

Lebih dari 20 perupa dengan berbagai segmentasi, dari ilustrasi, fotografi, kolase sampai cukil kayu akan memajangkan karyanya ke dalam berbagai bentuk, dari print-out dan master dalam bingkai, melalui postcard, ataupun produk crafting, print dan lainnya. Melapak berbagai stuff di satu sisi dan sablon donasi di sisi lainnya, lokakarya atau workshop, pemutaran film, sampai musik akustik.

Ini checkpoint. Mari bertemu untuk membicarakan banyak hal, merencanakan banyak hal, membuka dan berjejaring pada ruang-ruang baru yang padanya tali solidaritas tetap tersambung, yang kearahnya angin bertiup pada setiap bara sebagai muasal api.

-----------------------

Ruangbelulang present :
Bayat Calling - Seni Untuk Bayat

Galeri Pameran | Pemutaran Film | Sablon Donasi
Lapak Donasi | Musik Akustik | Lokakarya

with:
Antaberata | Ranawarna | Godvfree | Anesste
Della | Alvin | Disapperarart | Suramuram
Curse.Face | Kolasoke | Diofrf | Is.rx
LandakMohawk | Skaeeight_NCS | Creepillusion
Andikadiatma | Ricko Decoro | Artresistanc
Adekartikka | Dotsuffer | Oliglow
Enda | Igs x Raskk

12-13 Maret 2016 di Beranda Cafe
Jl. Raden Intan No. 2B Bukit Kecil Palembang
(Dekat Kambang Iwak Kecik Masjid Taqwa)

Atas kerjasama Partisipatoris :
FNB Palembang | Ruang Bebas Baca |
Spektakel Klab | Rimauman Music
Ruang Belulang Lab Art.

https://www.instagram.com/p/BCsd6qehIkU/

“Memang agak mundur, beberapa jadwal terakhir di agenda Rangkaian Penggalangan Donasi Simpang Bayat tidak sesuai rencana, tapi tak apa, tak ada masalah…”

Seperti yang dijadwalkan, pengumpulan donasi untuk Simpang Bayat yang sedang kami organisir memang disinergiskan di bebe...
31/01/2016

Seperti yang dijadwalkan, pengumpulan donasi untuk Simpang Bayat yang sedang kami organisir memang disinergiskan di beberapa agenda bulanan, selain sebagai bentuk kampanye ini sendiri juga sebagai posko mobile, mengingat kami tak punya tempat tetap yang cocok untuk dijadikan tempat kawan-kawan mengantarkan barang donasi. Menjadikan setiap kegiatan sebagai salahsatu titik-titik kita untuk bertemu, bertukar informasi dan hal lainnya dari bagian rangkaian Penggalangan Donasi Fasilitas-Fasilitas Publik Desa Simpang Bayat. Selain memang terus ditunggu jika ada kawan-kawan yang mengontak di tengah minggu dan sebagainya.

Ketemu sore ini di RT.34 Kel.9-10 Ulu, tepat di seberang (benar-benar diseberang) Gedung Pasar 16 Ilir. Ayo ketemu!

https://www.instagram.com/p/BBMI-JNhIv_/

“Seperti yang dijadwalkan, pengumpulan donasi untuk Simpang Bayat yang sedang kami organisir memang disinergiskan di beberapa agenda bulanan, selain…”

Ini harusnya sudah dipublikasi 2 minggu yang lalu, karena satu dan dua sebab, sebagian besar dari divisi publikasi yang ...
28/01/2016

Ini harusnya sudah dipublikasi 2 minggu yang lalu, karena satu dan dua sebab, sebagian besar dari divisi publikasi yang terlalu telat menyelesaikan semua perkara publikasi, akhirnya sekarang baru bisa rampung.

Tapi kegiatan terus berjalan, 2 dari yang dijadwalkan, dan dua lainnya yang dadakan di organisir untuk disinegirkan sudah berjalan, isu pun mulai sudah tersebar, dan donasi pun sudah mulai terkumpul, tapi ini toh belom selesai, selesainya satu rangkaian ini pun juga tak menyelesaikan banyak hal. Ini tahapan, dan langkah, dan kelanjutannya adalah langkah lainnya.

Untuk terus bersolidaritas! Panjang umur solidaritas!
--------------------------------------------------------------------------------
Desa Simpang Bayat adalah tanah reclaim dari sebuahhutan akasia di MUBA oleh masyarakat setempat untuk ditinggali. Merubah lahan menjadi ruang hidup baru sebagaimana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Membentuk ruang hidup berbentuk desa untuk kehidupan jauh lebih banyak orang, untuk ditinggali, untuk berkembang, bercocok tanam, saling mencukupi secara swadaya.

Mereka melakukan semuanya dengan amat baik, sejauh dari mereka tinggal 5 tahun terakhir, ada fasilitas-fasilitas publik yang sudah mereka bangun demi keberlangsungan desa mereka, mulai dari tempat ibadah, tempat belajar dan posko kesehatan, dan terus mengusahakan infrastruktur lain seperti listrik.

Dengan alasan yang begitu esensial dan mengetahui permasalahan pada fasilitas publik mereka yang masih sederhana serta banyak kekurangan karena keterbatasan ekonomi desa ini sendiri. Maka ini penggalangan donasi pun hadir sebagai bentuk solidaritas. Yang mana akhirnya seruan solidaritas ini sampai pada kamu sebagai ajakan untuk ikut membantu mereka melalui fasilitas-fasilitas publik tadi, berupa:

- Sekolah
Buku Tulis, Alat Tulis, Tas Seragam Sekolah, dsb.

- Masjid
Kitab Alquran, Iqra' Sajadah, Mukenah/Sarung

- Perpus
Buku Ilmu Pengetahuian, Buku Pelajaran dan bacaan Penunjang.

- Polindes
Obat-obatan & Alat-alat Kesehatan Penunjang.

Bantuan tentu dalam bentuk apapun, tapi diutamakan barang, tak masalah jika bekas asal layak pakai, untuk distribusi donasi bisa langsung menghubungi kontak tertera, atau juga datang langsung pada setiap kegiatan yang kami organisir satu bulan ini.

Terima kasih. Terima kasih untuk kawan-kawan di Prabumulih, terima kasih Yudhis, Arif, Harik, Riko, Dio dan kawan-kawan ...
02/01/2016

Terima kasih.
Terima kasih untuk kawan-kawan di Prabumulih, terima kasih Yudhis, Arif, Harik, Riko, Dio dan kawan-kawan lain, untuk waktunya, tempatnya, keramahan, komunikasi yang partisipatif dan aktif sampai tabling sedari malamnya kelas.

Kelas.
Sesi sharing dengan 2 materi utama yang tak diduga bisa menyenangkan dan sistematis, antusias dari para partisipan, dan apa yang kita dapat bersama selain dari point-point besar dari materi kelas itu sendiri adalah semangat baru lagi, bahwa untuk saling berbagi dalam hal teoritik yang selama ini selalu dianggap remeh dan dikesampingkan, yang ternyata bisa kita organisir dengan tak kaku untuk melawan terminologi "intelektualitas," bahwasannya kerja-kerja berpikir, sharing, dan analisa adalah kerja-kerja yang memang seharusnya dilakukan dan bukan milik sebagian orang dan dibatasi oleh sebagian orang. Bahwa "ah sudahlah ngomong serius terus" atau "jangan kebanyakan teori, just do it" adalah jawaban dangkal sebagai bentuk kemalasan dari proses ini sendiri. Tak ada praktek revolusioner tanpa teori revolusioner? Yah kita menyepakatinya malam itu.

Tabling.
Kami tak menyangka beberapa kawan punya banyak kenalan di pasar setempat. Impresif. Yang akhirnya mempermudah kawan-kawan untuk mengumpulkan makanan pada proses Hunting beberapa saat setelah kelas. Keesokannya pun tak kalah semangat, team Cooking menyelesaikannya dengan cukup baik seperti biasanya, tak terlalu ngaret, semua berjalan lancar, pemilihan tempat oleh kawan-kawan prabumulih pun cukup mengejutkan, walau dengan habisnya semua makan dalam waktu tak kurang 15menitan tak bisa juga menjai barometer baiknya lokasi Serving ini sendiri.

Terima kasih sekali lagi.
Terima kasih sekali lagi untuk semua kawan yang kembali mengingatkan jika kemungkinan kemungkinan itu terus ada, sekecil apapun itu, memperbesarnya adalah mungkin, bahwa untuk mengorganisir diri dalam sebuah gerakan yang lebih progressif adalah mungkin, membagi apapun adalah mungkin, membentuk kelas-kelas belajar dan memperkaya masing-masing secara teoritis adalah mungkin, untuk meniup lagi lebih kuat bara ini menjadi api adalah mungkin.

Tetap semangat, ini tak pernah menyelesaikan, mencapai, dan akhir jawaban dari apa-apa, bahwa untuk tetap konsisten dan menjawab semua kemungkinan baru adalah pertanyaan lainnya.

Sampai jumpa.

Pertama mendengar kalau di Prabumulih memulai tabling Food Not Bombs pertama mereka beberapa waktu lalu adalah seketika ...
25/12/2015

Pertama mendengar kalau di Prabumulih memulai tabling Food Not Bombs pertama mereka beberapa waktu lalu adalah seketika kami memutuskan untuk tabling di sana secepatnya. Tak ada niatan apapun, selain bertemu, bertatap muka langsung dan berkomunikasi juga berkegiatan bersama. Mendapati ada pengorganisiran Food Not Bombs lainnya di satu daerah yang tak jauh dari kami adalah kesenangan tiada tara lainnya.

Walau akhirnya harus tertunda karena beberapa kesibukan kami beberapa waktu lalu dalam agenda pendistribusian obat-obatan, untuk jangan sampai berlarut, menyempatkannya adalah penting, secepatnya ialah harus, ini pun sudah tertunda beberapa kali, tapi akhir Minggu ini, 26-27 Desember 2015, dalam 2 hari kami akan bersama mereka di Prabumulih.

Sampai bertemu kawan-kawan di Prabumulih!

Palembang & Prabumulih Food Not Bombs:
Organize!
Sharing Session & Tabling Routine

Prabumulih, December 26th - 27th 2015

Sharing Session:
Anti-Massa: Metode Organisasi Untuk Kolektif
Food Not Bombs: Pengorganisiran Pangan sebagai Gerakan Propaganda
Sabtu, 26 Desember 2015, 19.00-10.00

Tabling :
Jl. Jendral Sudirman, Masjid Arrafah, Prabumulih
Minggu, 27 Desember 2015, 17.00 - 20.00

Contact Person :
Weebie (081278455994)
Dio (089698667687)

Baca Press Release selengkapnya: http://sangkakalam.blogspot.co.id/2015/12/organize-sharing-session-tabling-routine.html

Ini merupakan pendistribusian obat yang terakhir; tapi tak mengakhiri banyak hal, siapa yang bisa memastikan tahun depan...
14/11/2015

Ini merupakan pendistribusian obat yang terakhir; tapi tak mengakhiri banyak hal, siapa yang bisa memastikan tahun depan hal ini tak akan terulang lagi? Itulah kenapa tak ada alasan sedikitpun untuk merayakan usainya bencana ekologis di tahun ini, begitupun melawan asap sebagai salahsatu terminologi dari melawan akumulasi kapital. Dan ini pun akhirnya berlanjut..

Dengan tetap mengalirnya solidaritas dari kawan-kawan diluar Palembang - Sumatera Selatan, berupa bantuan obat-obatan, alat kesehatan, dan masker; akhirnya harus didistribusikan. Terima kasih teruntuk Morfem, Speak-Up, dan Sekolah Alit Bogor yang kali ini mengirimkan bantuan tersebut.

Setelah melakukan survei dan pemetaan di beberapa pemukiman warga Daerah Aliran Sungai Musi, hingga ditemukannya RT.10 RW.04 Kel.Karang Anyar Kec.Gandus yang berseberangan langsung dengan pabrik pengantongan semen milik PT. Semen Baturaja dan pengepulan batubara milik PT. Bukit Asam, merupakan kejutan lainnya; mendapati bahwa mereka bukan hanya korban dari bencana ekologis tahunan, tapi juga korban dari tindak kejahatan korporasi atas nama akumulasi kapital dengan terpapar oleh polusi udara yang bercampur debu semen sepanjang tahun.

Dengan berfokus pada pendistribusian bantuan yang telah ada dan tak jauh berbeda dari dua sesi sebelumnya, maka untuk membuatnya lebih menyenangkan, beberapa kawan berinisiasi memasak bubur kacang hijau untuk dihidangkan selagi kegiatan di posko berlokasi di halaman Langgar At-Taqwa setempat berlangsung.

Terima kasih juga kepada Rumah Harapan Melanie Subono Jakarta, saudara Joni, saudari Eka, Ayah Asi Palembang, Home-Schooling Muslim Nusantara Semarang, saudari Lois Nur Fatriani Yogyakarta, Brigade Palembang Melawan Asap, serta kawan-kawan dan jejaring pertemanan yang tak dapat kami sebutkan satu per satu. Tetap Melawan. Tetap Berkomunikasi. Panjang Umur Solidaritas.

=============================================================
Food Not Bombs Palembang bersama Brigade Palembang Melawan Asap

IT'S NOT OVER!!
Aksi Melawan Kejahatan Korporasi Pembakar Hutan dan Ekspansi Perusak Lingkungan

Distribusi Obat-obatan dan Masker
Leaflet Edukasi
Tabling dengan menu : Bubur Kacang Hijau

Lokasi di RT.10 RW.04 Kel.Karang Anyar Kec. Gandus Kota Palembang
Minggu, 15 November 2015
Jam 14.00 - 17.00

Kontak : 081278455994

Silakan datang, tetap dengan ajakan untuk berpartisipasi dalam hal apapun. Untuk ikut membantu dalam bentuk apapun dan mengambil bagianmu sendiri. Posko akan berada di depan halaman Langgar At-Taqwa RT.10 Kel.Karang Anyar (pinggir sungai Musi), sampai bertemu di sana.

Melanjutkan sesi pendistribusian bantuan berupa obat juga beberapa jenis masker (Medis, N95, dan Masker Handmade untuk a...
01/11/2015

Melanjutkan sesi pendistribusian bantuan berupa obat juga beberapa jenis masker (Medis, N95, dan Masker Handmade untuk anak-anak) yang masih datang Minggu ini, melanjutkan edukasi bahaya asap dan kenapa serta bagaimana harus mengorganisir melawan "titik api"-nya, dengan turunnya hujan beberapa hari kemarin, kabut asap belum sepenuhnya menghilang, jika pun ini selesai tahun ini, tahun depan bagaimana? Jadi, tak ada alasan ini harus berhenti berlanjut sebenarnya.

Dengan tetap berfokus pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitaran Kota Palembang dan pada kelompok masyarakat yang dirasa tak bisa mengakses alat kesehatan cukup baik, memilih daerah 9-10 Ulu Palembang bukan tanpa alasan, dan RT.34 yang dimana bebarapa RT sebelahnya tak bisa kami temukan data pasti karena pindah pasca penggusuran beberapa waktu lalu. Aksi minggu ini mungkin akan cukup santai banding yang terakhir, tak ubahnya tabling kami tiap bulannya, tapi kali ini bukan mendistribusikan makanan, melainkan obat-obatan dan beberapa jenis masker.

Cukup kaget ketika mendengar beberapa sudah terlena dengan euphoria hujan beberapa hari ini, bukan, bukan kami tak ikut senang, hayolah ini jugalah yang kami tunggu beberapa bulan ini, hujan ini yang kita tunggu sepanjang berkabut asap ini, tapi untuk akhirnya benar-benar berpikir ini selesai sepenuhnya adalah juga kesalahan lainnya lagi.

Ini ekspansi, tiap proses ekspansi baru untuk tiap tahapan barunya, mereka selalu membutuhkan hal semacam ini untuk membuka lahan-lahan baru, memulai ekspansi-ekspansi baru, dari Rembang sampai Kulon Progo, dari Pati sampai Bali, dari Salim Kancil hingga anak-anak yang meninggal dan jutaan orang yang terpapar asap, proses penghisapan terhadap air, tanah dan udara dibutuhkan guna akumulasi laba, proses pertumbuhan untung-rugi yang mereka sebut dengan bangganya sebagai pertumbuhan ekonomi merata, dan nyawa adalah hanya sebagian faktor pendukungnya juga.

Sangat senang ketika akhirnya matahari tak lagi tertutupi asap kemarin, senang pun tiada ketara ketika hujan mulai turun cukup deras kemarin, yang tak menyenangkan adalah mendapati jika kita tetap terkecoh dengan lapisan permukaan ketimpangan kapital, dan akhirnya kembali melupakan darimana semua ini berikhwal.

Kami pun sadar tak cukup kuat, tapi untuk tetap saling mengingatkan, untuk tetap menjaga kewarasan massal, akhirnya juga adalah sebuah aksi paling personal tersendiri. Untuk menjaga konsistensi pada jargon usang dan terus saling membisikkannya; bahwa dunia tak baik-baik saja.
---------------------------------------
Food Not Bombs Palembang bersama
Brigade Palembang Melawan Asap

It's Not Over!
Aksi Melawan Kejahatan Korporasi Pembakar Hutan
dan Ekspansi Perusak Lingkungan

Distribusi Obat dan Masker
Lifflet Edukasi
Happening Art

Di RT.34 Kel. 9-10 Ulu
Plaju-Kertapati Palembang
Minggu, 1 November 2015
Jam 14.00 - 17.00

Kontak : Roy Kobra // 082178081070

Silakan datang tetap dengan ajakan untuk berpartisipasi dalam hal apapun. Untuk ikut membantu dalam bentuk apapun dan mengambil bagianmu sendiri. Posko akan berada di depan masjid setempat, cukup sederhana karena tak ubahnya tabling biasa, sampai ketemu di sana!

25/10/2015

“Mengutip langsung dari berita terkait: “Hasil analisis menunjukkan mayoritas titik api di dalam konsesi perusahaan. Di HTI (hutan tanaman industri) 5.669…”

Address

Palembang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Food Not Bombs Palembang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share