Lingkungan St. Teresa dari Kalkuta

Lingkungan St. Teresa dari Kalkuta Halaman ini memuat informasi/publikasi kegiatan iman umat Lingkungan Santa Teresa dari Kalkuta

14/02/2026
Refleksi meyambut Masa Prapaskah : "Tuhan, Maaf... Aku Lagi Mager"Status: Katolik sejak baptis (atau bayi). Rutinitas: M...
14/02/2026

Refleksi meyambut Masa Prapaskah :
"Tuhan, Maaf... Aku Lagi Mager"
Status: Katolik sejak baptis (atau bayi). Rutinitas: Misa Minggu (rajin), Doa Makan (selalu), Tanda Salib (kalau ingat). Pelayanan: ...Nanti dulu deh.
______________
Setiap kali notifikasi WhatsApp grup Lingkungan entah itu undangan latihan koor, doa rosario, atau pendalaman iman—reaksi pertamaku selalu sama: Helaan napas.
"Aduh, malam ini hujan (padahal cuma gerimis)."
"Aduh, badan capek banget pulang kerja."
"Aduh, nanti di sana paling isinya cuma gosip atau basa-basi bapak-bapak/ibu-ibu yang nggak nyambung sama aku."
Jujur saja, Tuhan, aku sering merasa menjadi "Katolik Penonton".
Aku datang Misa hari Minggu, duduk, dengar khotbah (kalau tidak mengantuk), terima Komuni, sumbang kolekte, lalu pulang. Selesai. Aku merasa itu sudah cukup. Aku merasa tugasku sebagai orang Katolik sudah "lunas".
Bagiku, pelayanan itu urusan mereka yang "suci", mereka yang punya banyak waktu luang, atau mereka yang memang hobi tampil. Sedangkan aku? Aku cuma butuh Tuhan saat aku susah, dan butuh tenang saat aku lelah.

Sampai suatu hari, aku tersentil oleh sebuah pemikiran sederhana ...

Aku memperlakukan Gereja seperti Langganan Streaming Film atau Aplikasi Pesan Antar. Aku "membayar" dengan waktu 1 jam di hari Minggu dan sedikit uang kolekte, lalu aku mengharapkan "layanan" keselamatan, ketenangan hati, dan berkat yang melimpah. Aku mau take (mengambil), tapi malas give (memberi).
Lalu aku membayangkan: Bagaimana kalau Yesus juga "mager" (malas gerak) saat harus memanggul salib ke Golgota? "Aduh Bapa, panas nih. Kayunya berat. Besok aja ya penebusan dosanya?"

Untungnya Tuhan tidak sepertiku.
Aku mulai sadar, Doa Lingkungan dan Latihan Koor itu ternyata bukan soal "bakat menyanyi" atau "rajin berdoa". Itu adalah soal Hadir.
* •Mungkin kehadiranku yang diam di pojokan saat doa lingkungan bisa menjadi teman bagi tuan rumah.
* •Mungkin suara pas-pasan-ku di koor bisa menutup lubang suara orang lain yang sedang serak.
* •Mungkin basa-basi ibu-ibu lingkungan yang sering kuhindari itu adalah cara mereka memperhatikan apakah aku sehat atau sakit.

Ternyata, Gereja bukan gedung. Gereja itu orang . Dan kalau aku tidak pernah hadir, ada satu bagian dari tubuh Kristus yang hilang.
Tuhan, aku tidak janji akan langsung berubah jadi aktivis paroki yang sibuk setiap hari. Tapi, izinkan aku mulai dengan langkah kecil: Mengalahkan rasa malas.
Minggu ini, kalau ada undangan doa lingkungan, aku akan coba datang. Bukan untuk jadi pendoa yang hebat, tapi cuma untuk duduk, minum teh manis hangat, dan tersenyum pada tetangga. Minggu depan, kalau diajak koor, aku akan coba ikut. Bukan untuk pamer suara, tapi untuk meminjamkan nafasku memuji nama-Mu.
Maafkan aku yang selama ini cuma mau enaknya saja jadi Katolik. Bantu aku untuk tidak cuma jadi "penonton", tapi jadi "keluarga".

Semoga ...

Seusai bertugas membersihkan gereja
31/01/2026

Seusai bertugas membersihkan gereja

27/01/2026

Address

Nangah Pinoh
79682

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lingkungan St. Teresa dari Kalkuta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category