15/12/2016
Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGβs) yang seharusnya yaitu untuk AKI 102 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan untuk AKB adalah 23 per 1.000 kelahiran hidup. Pada akhir tahun 2015 MDGβs diperbaharui menjadi Sustainable Development Goals (SDGβs). Mengingat bahwa kehamilan merupakan investasi sumberdaya manusia yang sangat tinggi nilainya sehingga perlu dijaga dengan baik agar sumberdaya manusia yang dilahirkan sehat, bermutu, dan produktif. Selain itu, tidak tercapainya target MDGβs permasalahan AKI dan AKB ini masih menjadi isu kesehatan utama di Indonesia yang harus senantiasa diupayakan agar bisa menurunkan 2/3 angka kematian ibu pada era SDGβs. Oleh karenanya artikel ini akan menjelaskan penyebab tingginya AKI dan AKB serta cara pencegahannya.
Pengertian AKI dan AKB
Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate) adalah Jumlah kematian ibu akibat dari proses kehamilan, persalinan dan p***a persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa tertentu. Kematian ibu adalah kematian wanita dalam masa kehamilan, persalinan dan dalam masa 42 hari (6 minggu) setelah berakhirnya kehamilan tanpa memandang usia kehamilan maupun tempat melekatnya janin, oleh sebab apa pun yang berkaitan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau pengelolaannya, bukan akibat kecelakaan.
Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun (dinyatakan dengan per seribu kelahiran hidup). Jadi kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun.
Penyebab
Peyebab Kematian Ibu
Penyebab langsung: berhubungan dengan komplikasi obstetrik selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (post-partum). Mayoritas penyebab kematian ibu adalah penyebab langsung.
Penyebab tidak langsung: diakibatkan oleh penyakit yang telah diderita ibu, atau penyakit yang timbul selama kehamilan dan tidak ada kaitannya dengan penyebab langsung obstetrik, tapi penyakit tersebut diperberat oleh efek fisiologik kehamilan.
5 penyebab kematian ibu yang terbanyak adalah terjadinya perdarahan, sepsis, eklampsia, infeksi dan radang paru.
Penyabab Kematian Bayi
Pada tahun 2013, pneumonia dan diare merupakan penyakit infeksi yang menjadi penyebab utama kematian bayi di Indonesia dengan lebih dari 50 ribu balita
Pencegahan
1. Hindari 4T
4T adalah Terlalu tua, Terlalu muda, Terlalu banyak dan Terlalu dekat. β4Tβ seringkali menjadi pemicu kematian Ibu, sehingga harus dihindari. Sesuai yang disampaikan oleh wakil Kemenkes RI, bahwa kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil, ada juga yang terlalu tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, serta kehamilan yang terlalu sering. Sebaiknya wanita hamil dalam masa yang dianjurka yaitu 20-35 tahun. Jarak kelahiran anak minimal 2 tahun dan dapat diatur menggunakan Keluarga Berencana (KB) serta cukup untuk memiliki 2 anak saja.
2. Laksanakan Antenatal Care (ANC)
ANC dilakukan sebegai upaya untuk memelihara dan scrining risiko kehamilan secara dini sehingga akan dilakukan intervensi yang tepat dan segera apabila ditemukan permasalahan pada kehamilan ibu. ANC yang baik yaitu : min 1 kali pada trimester 1 (K1), min 1 kali trimester 2, dan min 2 kali trimester 3 (K4). Pada pelaksanaan ANC ibu hamil akan mendpatkan pendidikan tentang perawatan kehamilan, identifikasi tenaga kesehatan terhadap ibu hamil risiko tinggi, penanganan ibu hamil risiko tinggi. Bentuk intervensi pada ANC berupa pemeriksaan fisik, standar pelayanan minimal, pengobatan penyakit, nasehat dan konseling, persiapan persalinan, perawatan bayi baru lahir, persiapan memberikan ASI Eksklusif serta perencanaan KB. Berikut adalah standar pelayanan ANC yang sharusnya diterima oleh ibu hamil :
1.Timbang berat badan
2.Ukur Tekanan darah
3.Ukur Tinggi fundus uteri
4.Pemberian imunisasi TT
5.Pemberian Tablet zat besi
6.Tes terhadap penyakit menular seksual
7.Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
3. Pemenuhan Gizi Ibu Hamil
Pola konsumsi yang baik oleh ibu hamil harus dilakukan untuk menunjang kesehatan baik saat hamil, melahirkan hingga menyusui. Makan dengan pola gizi seimbang, lebih banyak daripada sebelum hamil, disarankan untuk bertanya tentang makanan berizi saat pemeriksaan kehamilan. Perlu diketahui bahwa tidak ada pantangan makanan selama hamil. Ibu hamil dilarang minum jamu, minuman keras/merokok karena membahayakan kandungan. Sebaiknya ibu hamil menjalani diet rendah garam dan kaya vitamin C. Selain itu, toxoperal (vitamin E,) beta caroten, minyak ikan (eicosapen tanoic acid), zink (seng), magnesium, diuretik, anti hipertensi, aspirin dosis rendah, dan kalium untuk mencegah terjadinya pre-eklampsia dan eklampsia.
4. Perawatan Diri Sehari-hari
Mandi 2x sehari pakai sabun (pagi dan sore).
Gosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur.
Memotong kuku setidaknya seminggu sekali.
Setelah kandungan berumur 4 bulan, seringlah elus-elus perut dan ajak bicara bayi di dalam kandungan.
Kurangi kerja berat.
Istirahat berbaring minimal 1 jam di siang hari (posisi tidur sebaiknya miring).
Sebaiknya ibu tidur pakai kelambu, jangan memakai obat nyamuk bakar/semprot.
5. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan ditolong oleh tenga kesehatan akan lebih melaksanakan standar pelayanan minimal persalinan sehingga dapat meminimalisir kejadian berisiko ketika persalinan. Hal ini juga merupakan upaya agar ibu yang melahirkan dan bayi yang dilahirakan sehat.
6. Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang mengandung zat gizi sempurna bagi bayi. ASI akan membuat imunitas bayi menjadi optimal, sehingga mencegah dari berbagai penyakit. Bayi hanya diberikan ASI saja dari umur 0 sampai 6 bulan, usia 6 bulan keatas dilanjutkan ASI hingga umur 2 tahun sembari didampingi dengan Makanan Pendamping ASI (MP ASI).
Berikut informasi mengenai kematian ibu dan bayi beserta pencegahannya. Diharapkan dengan beberapa tindakan pencegahan tersebut dapat berdampak pada penurunan AKI dan AKB. Mari tingkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi, lakukan pencegahan sejak dini untuk generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.