05/08/2026
Penutupan Sekolah Lapang (SL) Agribisnis Komoditas Unggulan Cabe Tahun 2026
Kepala Balai Pelatihan Teknis Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Utara hari ini secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pelatihan Sekolah Lapang (SL) Agribisnis Komoditas Unggulan Cabe Tahun 2026.
Kegiatan penutupan dipimpin oleh Kepala Balai Pelatihan Teknis Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Arthur H. Tuela, SE. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, pendamping, dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Beliau juga menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya petani, agar semakin kompeten dalam mengembangkan agribisnis komoditas unggulan cabe.
Kegiatan penutupan dirangkaikan dengan penanaman perdana cabe di lahan praktik Sekolah Lapang.
Pelaksanaan Sekolah Lapang telah dimulai sejak Juni 2026, diikuti oleh 16 peserta dengan enam kali pertemuan tatap muka yang berisi penyampaian materi dan pembekalan teknis. Sekolah Lapang ini dilaksanakan di Kelompok Tani Tumou Tou l, Kel. Kakaskasen Tiga Kec. Tomohon Utara Kota Tomohon.
Selanjutnya, peserta akan melaksanakan kegiatan praktik mandiri di lahan masing-masing dengan pendampingan berkelanjutan dari Balai Pelatihan Teknis Pertanian Provinsi Sulawesi Utara. Meskipun jadwal pertemuan resmi telah berakhir, proses pembinaan dan pendampingan akan tetap dilaksanakan hingga peserta mampu menerapkan teknologi budidaya secara optimal.
Diharapkan pada Oktober 2026, peserta dapat mempresentasikan hasil praktik mandiri melalui kegiatan panen cabe keriting, yang selanjutnya akan menjadi momentum pelaksanaan Farmer’s Field Day sebagai wadah berbagi pengalaman, hasil pembelajaran, serta diseminasi teknologi kepada petani lainnya.
Pelatihan ini merupakan program Seksi Pelatihan Pertanian Balai Pelatihan Teknis Pertanian Provinsi Sulawesi Utara yang diselenggarakan oleh Panitia Penyelenggara sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kompetensi petani, pengembangan agribisnis, serta penguatan ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara.