Masjid Jami' Quba Pangwa

Masjid Jami' Quba Pangwa Masjid Jami Quba Tgk Chik Muhammad Thahir Kemukiman Pangwa - Trienggadeng - Pidie Jaya.

MENCARI DUNIA JANGAN LUPAKAN AKHIRATJangan lalai dengan urusan akhirat Kematian menjadi hal yang pasti dialami semua mak...
11/08/2025

MENCARI DUNIA JANGAN LUPAKAN AKHIRAT

Jangan lalai dengan urusan akhirat

Kematian menjadi hal yang pasti dialami semua makhluk hidup. Setelah kehidupan dunia, setiap manusia akan kekal tinggal di akhirat.

Rasulullah Saw pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya adalah berkisar antara 60-70 tahun. Meski ada yang lebih dari 70 tahun bahkan ada mencapai 100 tahun lebih, namun itu hanya sedikit. “Ini memperjelas bahwa kampung kita yang sebenarnya adalah di akhirat bukan di dunia. Kita terikat dengan akhirat. Hidup ibaratkan hanya bersinggah saja, kita sedang menggembala saja dan nanti akan p**ang.

Saudaraku…jika seseorang tinggal di bumi seolah-olah di negeri asing, maka ia akan melakukan beberapa hal, di antaranya hatinya tidak bergantung pada dunia, mukmin di dunia hanya untuk menyiapkan bekal menuju ke kampung akhirat, tidak pernah bersaing dengan penduduk asli atau penggila dunia, serta tidak pernah gelisah. “Ia tidak akan gelisah ketika ada yang mendapatkan dunia. Hatinya bergantung pada kampung sesungguhnya yang nanti ia akan kembali, yaitu negeri akhirat,”

Saudaraku…jika seorang hidup ibarat musafir atau pengembara maka ia tidak akan punya niatan untuk menetap sama sekali. Orang seperti ini hanya ingin terus menelusuri jalan hingga sampai pada ujung akhirnya, yaitu kematian.

Dan sepanjang di perjalanan ia akan terus mencari bekal untuk safarnya supaya bisa sampai di ujung perjalanan dan tidak punya keinginan untuk memperbanyak kesenangan dunia karena ingin sibuk terus menambah bekal.
Allah berfirman dalam Q.S. Al-An’am ayat 32 yang artinya, “Dan tiada kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

Selama di dunia, manusia seharusnya disibukkan dengan persiapan bekal untuk akhirat. “Jadikan setiap detik dengan amal sholeh seperti bersyukur dan bersabar. Dua ini kunci untuk mendapat amal sholeh. Ada juga amal lainnya dengan berdzikir. Baca Subhanallah Wabihamdihi- Subhanallahil ‘Adzhiem dua kalimat itu ringan sekali diucap namun berat di timbangan,”


Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan seseorang ketika bersyukur, yakni secara hati, lisan, dan amal perbuatan. Secara hati berarti orang tersebut meyakini bahwa segala sesuatu yang didapat dan dialami dari Allah Swt. Selanjutnya diucapkan dengan lisan minimal mengucapkan hamdalah “Alhamdulillah”. Sedangkan dengan perbuatan dibuktikan dengan memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah Swt untuk mencari ridho-Nya.

Saudaraku…bahwa bersyukur dan bersabar akan menjadi jalan datangnya pahala dari Allah. Sehingga semasa hidupnya, seseorang seharusnya disibukkan dengan urusan akhirat bukan terkena dengan dunia. “Kehidupan itu tidak lebih dari seekor nyamuk. Alangkah beruntung orang yang mau mendengarkan nasehat-nasehat yang penuh makna dan mengena ini.

Persiapkanlah bekal sebanyak-banyaknya. Dalam hidup ini semangat berbuat baik, membantu keluarga, kawan, ummat dan handaitaulan lainnya niatkan karena Allah dengan ikhlas, Semoga apa yang kita cita-citakan untuk kebaikan diwujudkanNya dan dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat kita….. AAMIIN

(Habib Quraisy Baharun)

TAK AKAN SANGGUP KITA MENGHITUNG NIKMAT ALLAHSungguh, kita tak akan sanggup menghitung nikmat Allah. Jika demikian, maka...
13/07/2025

TAK AKAN SANGGUP KITA MENGHITUNG NIKMAT ALLAH

Sungguh, kita tak akan sanggup menghitung nikmat Allah. Jika demikian, maka bentuk syukur kita pun masih terus mengalami kekurangan. Di awal surat An Nahl, disebutkan berbagai nikmat. Di antara nikmat yang disebutkan adalah hewan ternak, turunnya hujan, tumbuhnya berbagai tanaman (zaitun, kurma, dan anggur), beralihnya malam dan siang, adanya laut untuk mencari karunia Allah, adanya gunung-gunung yang dijadikan sebagai pasak agar bumi tidak bergoncang dan adanya bintang sebagai petunjuk arah.

Kemudian setelah menyebutkan berbagai nikmat tersebut, Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Yang dimaksud dengan ayat ini disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 278),

“Jika kalian tidak mampu menghitungnya, lebih-lebih untuk mensyukuri semuanya. Namun kekurangan dan kedurhakaan kalian masih Allah maafkan (bagi yang mau bertaubat, -pen), Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ibnu Katsir juga menjelaskan dalam kitab tafsirnya (4: 675), “Allah benar-benar memaafkan kalian. Jika kalian dituntut unutk mensyukuri semua nikmat yang Allah beri, tentu kalian tidak mampu mensyukurinya. Jika kalian diperintah untuk mensyukuri seluruh nikmat tersebut, tentu kalian tidak mampu dan bahkan enggan untuk bersyukur. Jika Allah mau menyiksa, tentu bisa dan itu bukan tanda Allah itu zholim. Akan tetapi, Allah masih mengampuni dan mengasihi kalian. Allah mengampuni kesalahan yang banyak lagi memaafkan bentuk syukur kalian yang sedikit.”

Imam Ibnu Jarir Ath Thobari berkata, “Sesungguhnya Allah memaafkan kekurangan kalian dalam bersyukur. Jika kalian bertaubat, kembali taat dan ingin menggapai ridho Allah, Dia sungguh menyayangi kalian dengan ia tidak akan menyiksa kalian setelah kalian betul-betul bertaubat.”

“Dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa manusia tidak mampu menghitung nikmat Allah karena begitu banyaknya. Lalu setelahnya Allah sebutkan bahwa Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ini menunjukkan atas kekurangan manusia dalam bersyukur terhadap nikmat-nikmat tersebut. Namun Allah masih mengampuni siapa saja yang bertaubat pada-Nya. Allah akan mengampuni setiap orang yang memiliki kekurangan dalam bersyukur terhadap nikmat. Hal ini diisyaratkan p**a dalam ayat,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.

Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Setiap nikmat memang dari Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat lainnya dari surat An Nahl,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl : 53).

Dalam ayat ini p**a, Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi memberikan pelajaran kaedah bahasa Arab bahwa isim mufrod jika disandarkan pada isim ma’rifah, maka menunjukkan makna umum. Semisal dalam ayat ini kata “ni’mat Allah”. Nikmat itu mufrod (tunggal), lafazh jalalah “Allah” adalah isim ma’rifah. Jadi yang dimaksud adalah seluruh nikmat, bukan hanya satu nikmat saja.

Tak Akan Sanggup Kita Menghitung Nikmat Allah
Tak terhitung begitu banyak Nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, tetapi sayangnya kebanyakan manusia jarang sekali mensyukuri bahkan justru durhaka kepada Allah.

Namun meskipun demikian, Allah dengan Rahman-Nya tetap saja senantiasa memberikan nikmat dan kesempatan kepada kita yang berdosa agar bertaubat.

Subhanallah... sungguh begitu sayangnya Allah kepada hambanya, lantas tidakkah kita merasa malu jika nikmat-nikmat yang Allah berikan ini terus kita pergunakan untuk maksiat ?

Semoga hal ini menjadi renungan kita semua, karena kelak semua nikmat yang Allah berikan akan ditanya.

(Habib Quraisy Baharun)

BERTAMBAH USIA, DUA HAL YANG HARUS BERTAMBAHUngkapan "bertambah usia, berkurang umur" mengandung makna bahwa secara angk...
10/07/2025

BERTAMBAH USIA, DUA HAL YANG HARUS BERTAMBAH

Ungkapan "bertambah usia, berkurang umur" mengandung makna bahwa secara angka, usia seseorang memang bertambah setiap tahun, namun secara hakikat, jatah usia atau waktu hidup di dunia semakin berkurang.

Jadi, meskipun secara formal usia seseorang bertambah, namun waktu hidupnya di dunia semakin berkurang. Ungkapan ini mengingatkan untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya, melakukan perbuatan baik, dan introspeksi diri.

Ada dua hal yang harus bertambah seiring dengan selalu bertambahnya usia kita,
PERTAMA : BERTAMBAH ILMU,
bahkan secara khusus ALLAH ta’ala berfirman kepada kekasih-Nya:
‏﴿١١٤﴾ … وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
… dan katakanlah (wahai Muhammad): “Ya Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku..” (Thaahaa: 114)
Jika ALLAH ta’ala meminta Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk berdo’a dan berupaya agar ilmu beliau selalu bertambah, bagaimana dengan kita..?!
Sudahkah kita memanjatkan do’a diatas..?
Sudahkah kita berusaha agar ilmu kita terus bertambah, hari ini lebih banyak dari kemarin..?
Dan sudahkah ilmu yang kita miliki membuat kita “bertambah”…
Tambah yakin kepada ALLAH,
Tambah semangat beribadah,
Tambah baik dan santun dalam bertutur dan bersikap..?
Imam Syafi’i rohimahullah menegaskan:
“Ilmu bukanlah teori yang anda hafal namun yang bermanfaat (diamalkan) dalam kehidupan anda..” (Baihaqi dalam Al Madkhal 516)

KEDUA : BERTAMBAH AMAL
Allah Ta’ala berfirman :
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝٢٠١
Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (Al-Baqarah · Ayat 201)

Ahli tafsir menjelaskan ayat ini, Dan diantara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami! berilah kami kebaikan di dunia berupa kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, ilmu yang bermanfaat, umur yang panjang dan hidup bermakna guna menopang pengalaman agama dan sukses hidup di dunia, dan berilah juga kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka dengan memperoleh keridaan-Mu.” Dengan doa ini, orang-orang beriman yang berilmu dan beramal saleh hidupnya menjadi seimbang lahir batin, dunia akhirat.

Bila kita pahami Waktu akan terus berjalan. Tak terasa, umur semakin bertambah, sisa waktu tinggal di dunia semakin berkurang. Ditandai dengan berubahnya rambut, tanggalnya gigi-gigi, melemahnya otot tubuh, berkurangnya daya ingat, daya pandang, daya dengar dan sebagainya. Semua mengindikasikan satu kata "TUA".

Rasulullah tercinta mengingatkan, "…gunakan masa mudamu, sebelum datang masa tuamu…" (HR.Hakim). Untuk itu sejenak kita merenung. Apakah yang kita lakukan sudah sesuai yang diperintahkan Allah? Atau malah menjauhi apa yang diperintahkan-Nya.

Diberi kesempatan umur adalah salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada sebagian hambaNya. Tidak semua mendapatkan nikmat yang satu ini. Karena itu, mengisi waktu dengan baik sesuai perintah Allah merupakan hal ideal yang harus dilakukan manusia sebagai bentuk syukur. Apa saja yang perlu dilakukan mereka yang diberi karunia usia yang panjang:
MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH
Allah berfirman, "…hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram." (QS. Ra'du : 28)

ZUHUD PADA DUNIA
Allah berfirman, "…sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukillah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termauk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al Ahqaaf: 15)
Ibarat karir, orang yang telah berusia senja bak berada dipuncak karir
Posisi yang telah matang ilmunya, amalnya, emosionalnya dan lain-lain. Diharapkan mereka adalah pelopor dalam kebaikan dan semangat juang serta terbaik dalam amalnya.
PERGUNAKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA
Rasulullah mengingatkan, "pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain. Pertama masa hidupmu sebelum datang kematianmu…" (HR. Hakim).
Kematian adalah batas terputusnya segala amal umat manusia. Maka meraih khusnul khotimah adalah salah satu cita-cita mulia bagi orang yang telah tua. Salah satu stimulus untuk meraihnya adalah dengan banyak beramal sholeh
TINGGALKAN KEMAKSIATAN DAN DOSA
الايمان يزداد وينقص
"iman seseorang bisa naik turun", naik dengan amal sholeh dan turun kerena berbuat maksiat.

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dengan hidayah dan taufiq-NYA..

(Habib Quraisy Baharun)

Address

Jalan Banda Aceh, Mesjid Jami' Quba Pangwa, Trienggadeng
Meureudu
24185

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Jami' Quba Pangwa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Masjid Jami' Quba Pangwa:

Share

Category