11/10/2022
Kepala Desa beserta BPD se-Kecamatan Sadaniang kompak mengunjungi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang disambut oleh Dirjen bidang advokasi, Muhammad Fachri.
Kepala Desa Ansiap, Imanuel Yoki mengatakan tujuan kunjungan kerja mereka ke Kemendes PDTT untuk menyampaikan pengajuan pembangunan di Kecamatan Sadaniang yang harapannya dapat didukung oleh pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kemendes PDTT. Selasa (11/10/2022).
Adapun rombongan yang berangkat ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tersebut adalah Kepala Desa Sekabuk Andas Saputra, Kepala Desa Pentek Paulus Luno, Kepala Ansiap Imanuel Yoki, Kepala Desa Amawang Marianus, Kepala Desa Bumbun Marinus, BPD se-Kecamatan Sadaniang terdiri dari Yulianto, Salpinus Pinus, Robin, Nicodemus, Tokes, Suhendra, dan Kadus Amawang, Makarius, Sekretaris Desa Bumbun, Asikin, Camat Sadaniang, Budi Utoyo serta Anggota DPR Kabupaten Mempawah Dapil Sungai Kunyit, Toho dan Sadaniang, Subandio.
Mengenal Sadaniang dan KPPN nya :
Pada tahun 2017 silam, Kecamatan Sadaniang ditetapkan sebagai salah satu lokasi dari Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) dengan delineasi awal kawasan menurut BAPPENAS mencakup Kecamatan Sadaniang yaitu Desa Sekabuk, Desa Pentek dan Desa Suak Barangan.
Tahap selanjutnya diusulkan kepada Pemerintah Daerah yang menghasilkan delineasi kawasan baru yaitu seluruh Kecamatan Sadaniang yang mencakup 6 (enam) Desa, yaitu Desa Sekabuk, Desa Pentek, Desa Suak Barangan, Desa Ansiap, Desa Amawang, dan Desa Bumbun. Pada tahap terakhir penentuan delineasi kawasan yang melalui survei lapangan dan kesepakatan bersama dengan pemangku kepentingan yang ada di lokasai KPPN tidak mengalami perubahan lokasi. Lokasi KPPN sudah sesuai dengan lokasi yang diusulkan kepada Pemerintah Daerah yaitu seluruh Kecamatan Sadaniang yang mencakup 6 (enam) Desa.
Sejak dicanangkan Kecamatan Sadaniang sebagai Kawasan Perdesaan Periotas Nasional (KPPN) pada tahun 2017 sampai sekarang belum terealisasi program prioritas pembangunan Infrastruktur jalan dan kegiatan pembangunan lainnya sesuai dengan master plan.
Ss ; Jppos.id