06/06/2026
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, membuka Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) NTB di Mataram, Sabtu (6/6).
Mengusung tema “Satukan Langkah Wujudkan Muaythai NTB Mendunia”, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.
Dalam sambutannya, Sekda NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Muaythai NTB yang terus menunjukkan komitmen dalam membangun organisasi, membina atlet, serta mengharumkan nama daerah melalui berbagai capaian prestasi.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Muaythai NTB yang terus berkomitmen membangun organisasi, membina atlet, dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga,” ujar Abul Chair.
Ia menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui olahraga, lahir generasi yang disiplin, tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat juang tinggi sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, Muaythai sebagai cabang olahraga bela diri tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membentuk karakter atlet melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, keberanian, kerja keras, dan sikap saling menghormati.
“Organisasi yang sehat dan kuat akan melahirkan tata kelola yang baik serta program pembinaan yang terukur. Dari sanalah lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Nusa Tenggara Barat ke tingkat nasional bahkan dunia,” tegasnya.
Abul Chair juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi, termasuk Muaythai. Menurutnya, NTB tidak hanya ingin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pembinaan olahraga tidak boleh berhenti pada target jangka pendek. Pembinaan harus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis prestasi agar mampu menghasilkan atlet yang kompetitif,” katanya.
Sekda berharap Musprovlub dapat melahirkan keputusan-keputusan strategis serta kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi, memperkuat kebersamaan, dan fokus pada peningkatan kualitas pembinaan atlet.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) yang diwakili Ketua Korwil II Barat, Nurdin Longgari, menegaskan bahwa Musprovlub merupakan amanat organisasi yang penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat soliditas organisasi.
“Melalui Musprovlub ini, kita berharap lahir kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan Muaythai di Nusa Tenggara Barat, memperkuat solidaritas organisasi, serta membawa prestasi Muaythai NTB ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Nurdin menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, disiplin, dan terukur. Pengurus yang terpilih nantinya diharapkan segera menyusun program kerja yang konkret dan berorientasi pada prestasi, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara terencana melalui pemetaan potensi atlet, peningkatan kapasitas pelatih, pelaksanaan try in dan try out, serta program latihan yang berkelanjutan.
“Muaythai Indonesia bukan alat kepentingan kelompok tertentu, bukan kendaraan politik, dan bukan ruang mencari keuntungan pribadi. Organisasi ini adalah rumah besar yang harus dijaga kehormatan, persatuan, dan marwahnya,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengprov Muaythai Indonesia NTB, Eddy Sophiaan, mengajak seluruh pengurus kabupaten dan kota untuk menjaga tata kelola organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Ia menilai Musprovlub menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat baru dalam membangun prestasi Muaythai NTB. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana latihan atlet.
“Pada PON terakhir, Muaythai NTB berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Namun hingga saat ini masih banyak atlet yang berlatih di lapangan terbuka, bahkan memanfaatkan ruang di bawah bangunan karena keterbatasan fasilitas,” ungkap Eddy.
Karena itu, ia berharap adanya dukungan yang lebih besar dari pemerintah dan berbagai pihak untuk meningkatkan fasilitas olahraga Muaythai, termasuk penyediaan ring latihan yang memadai di kabupaten dan kota.
Menjelang Porprov NTB 2026 dan PON 2028, Eddy optimistis Muaythai NTB mampu meningkatkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap target NTB masuk lima besar nasional saat menjadi tuan rumah PON 2028.
“Boleh bermimpi besar, tetapi harus dibarengi dengan kerja keras dan persiapan yang matang. Target kita bukan hanya berprestasi di Porprov, tetapi juga menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk bersaing pada PON 2028,” pungkasnya.
Melalui Musprovlub ini, insan Muaythai NTB diharapkan semakin solid dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, dan mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Muaythai NTB sebagai kekuatan olahraga yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat dunia.