TAMAN KANAK KANAK ABATA

TAMAN KANAK KANAK ABATA Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from TAMAN KANAK KANAK ABATA, Playground, Jalan Adi Sucipto nomor: 41, Mataram.

Orang Tua Kerap Salah Memahami Tangisan Anak, Psikolog Sekolah Abata Lombok: Jangan Langsung MelarangMataram — Banyak or...
11/03/2026

Orang Tua Kerap Salah Memahami Tangisan Anak, Psikolog Sekolah Abata Lombok: Jangan Langsung Melarang

Mataram — Banyak orang tua masih menganggap tangisan anak sebagai tanda perilaku buruk yang harus segera dihentikan. Padahal, menurut tim psikolog Sekolah Abata Lombok, tangisan justru merupakan cara alami anak mengekspresikan emosi yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Salah satu tim psikolog Sekolah Abata Lombok, Bunda Dita, mengatakan selama ini banyak orang tua keliru ketika langsung melarang anak menangis.

“Sering kali orang tua panik ketika anak menangis, apalagi di tempat umum. Ada yang takut dianggap gagal mendidik, khawatir anak menjadi manja, atau merasa malu dengan orang sekitar. Padahal menahan tangisan anak justru bisa membuat emosi mereka tertekan,” ujarnya.

Menurutnya, anak yang dilarang menangis tanpa dipahami emosinya berpotensi menyimpan perasaan yang tidak tersalurkan dengan baik. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi kemampuan anak mengelola emosi dan berkomunikasi.

Melalui pendekatan pendidikan yang diterapkan di Sekolah Abata Lombok, orang tua didorong untuk memahami cara mendampingi anak secara lebih empatik. Sekolah juga memberikan berbagai pendampingan kepada orang tua agar pola pengasuhan menjadi lebih sehat.

Beberapa hal yang didorong kepada orang tua antara lain mengubah cara mendidik anak dengan pendekatan yang lebih nyaman, membangun komunikasi yang tepat dengan anak, memahami teknik menegur tanpa membentak, serta mempelajari cara mengurangi tantrum yang berulang.

Pendekatan ini diharapkan membantu orang tua tidak lagi mendidik anak dengan perasaan bersalah, melainkan dengan pemahaman psikologis yang lebih baik.

Penasehat Konsorsium Yayasan Pengelola Pendidikan Abata Lombok, Dr. Saharjo, SH., MKn., MH., yang juga dikenal sebagai pakar hipnoterapi, menyatakan dukungannya terhadap langkah tim psikolog sekolah dalam memberikan layanan pendampingan kepada siswa dan orang tua.

Menurut Saharjo, memahami emosi anak sejak dini sangat penting karena cara anak merespons perasaan pada masa kecil akan membentuk pola pikir dan karakter mereka di masa depan.

“Anak yang dipahami emosinya akan tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri. Karena itu pendekatan psikologis dan komunikasi yang tepat dari orang tua menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sekolah Abata Lombok terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan emosional anak dan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.

Saharjo berharap layanan psikologi pendidikan di Sekolah Abata Lombok dapat membantu semakin banyak keluarga memahami cara mendidik anak secara lebih bijak, tenang, dan penuh empati.

HEBOH! Siswi TK IT Abata Lombok Sabet 3 Emas Sekaligus Juara Umum Olimpiade SigmaLombok – Prestasi luar biasa kembali da...
07/03/2026

HEBOH! Siswi TK IT Abata Lombok Sabet 3 Emas Sekaligus Juara Umum Olimpiade Sigma

Lombok – Prestasi luar biasa kembali datang dari TK IT Abata Lombok. Siswi kelas TK B, Assyifa Shanum Ath Thahirah, kembali menggemparkan dunia pendidikan anak usia dini setelah berhasil meraih Juara Umum sekaligus membawa pulang 3 Gold Medal dalam ajang Olimpiade Sigma yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai sekolah taman kanak-kanak tersebut, Shanum tampil dominan di semua mata lomba yang diikutinya. Dengan kemampuan berpikir cepat, konsentrasi tinggi, serta kepercayaan diri yang kuat, Shanum berhasil menaklukkan seluruh tantangan hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum Olimpiade Sigma tingkat TK.

Prestasi ini semakin menegaskan reputasi Shanum sebagai salah satu siswi TK paling berprestasi di Lombok. Sejak duduk di bangku TK A hingga TK B, Shanum hampir setiap pekan mengikuti berbagai kompetisi akademik anak dan rata-rata membawa pulang 2 hingga 3 medali dari berbagai ajang lomba.

Kepala Sekolah TK IT Abata Lombok, Bunda Ina Fitriana, S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Shanum adalah anak yang memiliki semangat belajar yang luar biasa. Ia disiplin, fokus, dan sangat percaya diri. Di Abata kami membiasakan anak untuk berani mencoba, berpikir aktif, dan mandiri sejak dini. Prestasi Shanum menjadi bukti bahwa anak-anak bisa berkembang luar biasa jika diberi ruang dan pendampingan yang tepat,” ujar Bunda Ina.

Sementara itu, Bunda Dita, selaku tim psikolog sekolah Abata Lombok, menilai keberhasilan Shanum tidak hanya terlihat dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari perkembangan karakter dan kemandirian mentalnya.

“Dari sudut pandang psikologi pendidikan, Shanum menunjukkan indikator perkembangan yang sangat baik. Ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, keberanian tampil, serta kemampuan mengelola emosi saat menghadapi kompetisi. Ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang mendukung, pola pendampingan guru, serta dukungan keluarga telah membentuk fondasi psikologis yang kuat bagi anak,” jelas Bunda Dita.

Ia menambahkan bahwa pendidikan usia dini yang tepat bukan hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membangun mental tangguh, percaya diri, dan kegembiraan dalam belajar.

Sementara itu, Pembina Konsorsium Yayasan Pengelola Pendidikan Abata, Saharjo, menyatakan bahwa keberhasilan Shanum merupakan simbol keberhasilan pendidikan karakter yang diterapkan di Abata.

“Kami di Abata percaya setiap anak memiliki potensi besar. Tugas sekolah adalah menumbuhkan keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri mereka sejak dini. Shanum adalah contoh bahwa ketika anak dididik dengan pendekatan yang tepat, mereka mampu melampaui batas-batas yang sering dianggap mustahil bagi usia mereka,” tegas Saharjo.

Dengan tambahan 3 medali emas dari Olimpiade Sigma ini, jumlah medali dan piala yang berhasil dikoleksi Shanum kini telah mencapai lebih dari 100 penghargaan sejak ia mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi.

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga Shanum, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa Abata Lombok untuk terus berani bermimpi, belajar, dan berprestasi.

Di usia yang masih sangat muda, Assyifa Shanum Ath Thahirah telah membuktikan bahwa dari bangku taman kanak-kanak pun, lahir bibit-bibit generasi unggul masa depan Indonesia.

Siswa TK IT Abata Lombok Raih Tiga Medali OlimpiadeLOMBOK – Siswa TK IT Abata Lombok, Beryl Arkananta, meraih tiga medal...
07/03/2026

Siswa TK IT Abata Lombok Raih Tiga Medali Olimpiade

LOMBOK – Siswa TK IT Abata Lombok, Beryl Arkananta, meraih tiga medali dalam ajang Olimpiade akademik untuk tingkat taman kanak-kanak yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026. Beryl memperoleh medali emas bidang Matematika, medali emas Bahasa Inggris, dan medali perunggu bidang Sains.

Prestasi tersebut menambah daftar capaian siswa TK IT Abata Lombok dalam berbagai kompetisi akademik anak usia dini.

Wali kelas Beryl, Lailatul Fajriah, S.Pd, mengatakan Beryl termasuk siswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi serta ketertarikan pada kegiatan berhitung dan pembelajaran berbasis eksplorasi.

“Beryl anak yang aktif bertanya dan sangat antusias ketika belajar, terutama pada kegiatan yang melibatkan angka dan percobaan sederhana,” kata Lailatul.

Kepala TK IT Abata Lombok, Ina Fitriana, S.Pd, menilai keberhasilan itu tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran yang mendorong anak berani mencoba dan mengembangkan potensi sejak dini.

Menurut dia, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus menantang agar siswa dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan kepercayaan diri.

Sementara itu, Tim Psikolog Abata Lombok, Bunda Dita, menyebut pengalaman mengikuti kompetisi dapat membantu membangun karakter anak.

“Kompetisi yang sehat dapat melatih keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan anak menghadapi tantangan sejak usia dini,” ujarnya.

Prestasi yang diraih Beryl Arkananta menjadi salah satu indikator perkembangan pembinaan akademik di TK IT Abata Lombok, yang selama ini mendorong siswanya aktif mengikuti berbagai ajang olimpiade pendidikan anak usia dini.

Dr Saharjo: Orangtua Perlu Hentikan Siklus Marah dan PenyesalanMATARAM — Fenomena orangtua yang mudah marah kepada anak ...
16/02/2026

Dr Saharjo: Orangtua Perlu Hentikan Siklus Marah dan Penyesalan

MATARAM — Fenomena orangtua yang mudah marah kepada anak lalu diliputi penyesalan dinilai perlu mendapat perhatian serius. Dr. Saharjo SH MKn MH sebagai pembina Sekolah Abata Lombok mengingatkan agar pola tersebut tidak menjadi siklus yang berulang dalam keluarga.

Dalam sebuah forum refleksi pendidikan keluarga, Dr Saharjo menyampaikan bahwa banyak orangtua sebenarnya menyadari kesalahannya setelah meluapkan emosi kepada anak. Namun, kesadaran itu kerap tidak diikuti perubahan perilaku.

“Siapa yang habis marah kepada anak lalu menyesal? Banyak. Tetapi persoalannya, sering kali itu terulang kembali,” ujarnya.

Menurut dia, kemarahan dalam proses mendidik memang manusiawi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, hal itu dapat berdampak pada kondisi psikologis anak. Anak bukan hanya mendengar kata-kata, melainkan juga merasakan nada, ekspresi, dan situasi emosional yang menyertainya.

“Anak mungkin lupa alasan kita marah, tetapi mereka bisa mengingat perasaan saat dimarahi,” kata Saharjo.

Ia menambahkan, orangtua umumnya mampu menahan emosi di ruang publik atau lingkungan kerja. Karena itu, pengendalian diri di dalam keluarga seharusnya lebih mungkin dilakukan.

Dr Saharjo menekankan pentingnya jeda sebelum bereaksi. Ia menyarankan orangtua untuk menarik napas, menurunkan intonasi suara, dan memisahkan antara kesalahan perilaku anak dengan harga diri anak itu sendiri.

“Disiplin tetap perlu, tetapi jangan sampai melukai rasa aman anak di rumah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyesalan seharusnya menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar emosi sesaat. Menurut dia, keluarga adalah ruang pendidikan pertama dan utama, sehingga pola komunikasi di dalamnya akan membentuk karakter anak dalam jangka panjang.

“Tidak ada orangtua yang sempurna. Namun selalu ada kesempatan untuk memperbaiki cara,” kata Saharjo.

Ia berharap kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan emosi dalam keluarga dapat terus diperkuat, sehingga rumah benar-benar menjadi tempat yang aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Abata Lombok: Membangun Generasi Pemberani Sejak Langkah PertamaLombok – Di tengah dinamika perubahan zaman yang serba c...
16/02/2026

Abata Lombok: Membangun Generasi Pemberani Sejak Langkah Pertama

Lombok – Di tengah dinamika perubahan zaman yang serba cepat, Sekolah Abata Lombok hadir dengan satu komitmen besar: membentuk generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi berani melangkah.

Bagi Dr. Saharjo SH MKn MH selaku pembina, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Pendidikan adalah proses membangun mental. Ia meyakini, banyak orang dewasa hari ini sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi terhambat oleh satu hal: takut memulai.

“Keberanian tidak lahir tiba-tiba saat seseorang dewasa. Ia dibentuk sejak kecil dari cara guru berbicara, dari budaya sekolah, dari sistem yang membiasakan anak untuk mencoba,” tegasnya.

Di lingkungan Abata Lombok, keberanian dilatih dalam keseharian. Siswa dibiasakan menyampaikan pendapat di kelas, mempresentasikan ide, berdiskusi aktif, hingga mengambil peran dalam berbagai kegiatan sekolah. Kesalahan tidak dipermalukan, melainkan dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran.

Setiap ruang kelas dirancang sebagai ruang aman untuk bertumbuh. Guru tidak hanya mengajar materi, tetapi menjadi fasilitator yang mendorong siswa berpikir kritis dan percaya diri. Kalimat-kalimat seperti “Coba lagi”, “Apa idemu?”, dan “Bagus, kita kembangkan” menjadi budaya komunikasi yang membangun.

Dengan jumlah lebih dari 1.500 siswa dari jenjang Kelompok Bermain hingga SMA, Sekolah Abata Lombok menata sistem pembelajaran yang progresif dan adaptif. Setiap jenjang memiliki pendekatan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, dengan fokus utama pada pembentukan karakter dan mental juara.

Menurut Saharjo, keberanian mencoba harus menjadi DNA pendidikan.

“Anak yang terbiasa mencoba tidak akan takut menghadapi perubahan. Anak yang terbiasa bangkit tidak akan runtuh oleh kegagalan,” ujarnya.

Sekolah ini juga menanamkan kolaborasi dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari pembelajaran. Siswa diajak memahami bahwa keberanian bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk memberi dampak bagi lingkungan.

Abata Lombok menargetkan bukan sekadar mengikuti standar pendidikan, tetapi menetapkan standar baru kualitas pendidikan di Lombok dengan fondasi karakter kuat, literasi masa depan, serta mentalitas berani bertindak.

“Warisan terbesar bukan sekadar nilai rapor atau gelar akademik,” kata Saharjo.
“Warisan terbesar adalah mindset untuk menghadapi hidup dengan percaya diri.”

Dengan visi tersebut, Sekolah Abata Lombok terus memposisikan diri sebagai pusat pembentukan karakter dan literasi masa depan tempat di mana setiap anak belajar satu hal penting: berani memulai.

Sekolah Abata Lombok Jenjang Taman Kanak-Kanak Fokuskan pada Regulasi Emosi dan Karakter AnakLombok – Sekolah Abata Lomb...
31/12/2025

Sekolah Abata Lombok Jenjang Taman Kanak-Kanak Fokuskan pada Regulasi Emosi dan Karakter Anak

Lombok – Sekolah Abata Lombok jenjang Taman Kanak-Kanak mengembangkan model pendidikan anak usia dini yang menitikberatkan pada regulasi emosi, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi sebagai fondasi utama sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar.

Di tengah meningkatnya kesadaran orang tua muda terhadap pentingnya kesehatan emosi dan karakter anak, TK IT ABATA LOMBOK
hadir dengan pendekatan pendidikan yang tidak menempatkan capaian akademik sebagai tujuan utama, melainkan membangun kesiapan emosional dan sosial anak sejak usia emas.

Pembina Sekolah Abata Lombok, Dr. Saharjo, SH, MKn, MH, menegaskan bahwa pendidikan taman kanak-kanak harus menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh secara utuh, tanpa tekanan yang berlebihan.

“Pada usia taman kanak-kanak, anak tidak boleh dibebani target akademik yang terlalu dini. Yang paling penting adalah membangun emosi yang sehat, rasa percaya diri, dan kemampuan bersosialisasi. Jika pondasi ini kuat, anak akan jauh lebih siap memasuki jenjang Sekolah Dasar,” ujar Dr. Saharjo.

Dalam implementasinya, TK IT ABATA LOMBOK didukung oleh pendidik anak usia dini yang memiliki kompetensi pedagogik serta pemahaman mendalam terhadap perkembangan anak. Lingkungan belajar dirancang agar anak merasa aman, nyaman, dan dihargai sebagai individu.

Kepala Sekolah TK IT ABATA LOMBOK, Danny Arliana, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa proses pembelajaran di Abata menggunakan metode play based learning yang terstruktur dan terarah.

“Anak-anak belajar melalui bermain, bergerak, dan berekspresi. Namun semua aktivitas dirancang dengan tujuan perkembangan yang jelas. Anak merasa senang di sekolah, tetapi tetap mengalami perkembangan emosi, sosial, dan kognitif secara seimbang,” jelas Danny Arliana.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut membuat anak-anak lulusan TK IT ABATA LOMBOK memiliki kesiapan yang lebih baik saat melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar, ditandai dengan emosi yang lebih stabil, rasa percaya diri yang kuat, serta kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan belajar baru.

Kehadiran Sekolah Abata Lombok jenjang TK IT ABATA LOMBOK dinilai menjadi pilihan pendidikan yang relevan bagi orang tua muda yang menginginkan pendekatan modern, humanis, dan berorientasi jangka panjang, tanpa mengorbankan kebahagiaan masa kanak-kanak anak.

21/10/2025

terimakasih kami ucapkan kepada bunda Arkan dan Tim dari Polda NTB yang hari ini sudah menyediakan waktunya untuk bisa hadir di sekolah, memberikan edukasi kepada ananda bagaimana tertib berlalulintas agar tetap aman dan selamat sampai tujuan 😊
semoga ilmu yang di dapat hari ini bisa bermanfaat untuk ananda dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari 🥰 🙏

Ketika anak-anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui kreativitas, ini dapat membangun kemandirian dan...
29/05/2024

Ketika anak-anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui kreativitas, ini dapat membangun kemandirian dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
hanya diabatasaja

03/05/2024

Pembiasaan hidup bersih diabatasaja

03/05/2024

Ayooo belajar bersama abatasaja

Address

Jalan Adi Sucipto Nomor: 41
Mataram
83111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TAMAN KANAK KANAK ABATA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category