SMI Komisariat UMMAT

SMI Komisariat UMMAT Gerakan Mahasiswa Dan Gerakan Rakyat

Selamat merayakan tahun baru 2022
31/12/2021

Selamat merayakan tahun baru 2022

26/12/2021
Hukum tertinggi adalah hukum kesejahteraan rakyat tanpa eksploitasi orang lain
28/11/2021

Hukum tertinggi adalah hukum kesejahteraan rakyat tanpa eksploitasi orang lain

Hari Pelajar Sedunia
19/11/2021

Hari Pelajar Sedunia

Peta 1 SMI Cabang Mataram
08/11/2021

Peta 1 SMI Cabang Mataram

27/10/2021
Seruan Aksi Serentak Nasional KPR!!!Momentum Sumpah Pemuda, sebagai satu embrio semangat persatuan cinta tanah air dan a...
22/10/2021

Seruan Aksi Serentak Nasional KPR!!!

Momentum Sumpah Pemuda, sebagai satu embrio semangat persatuan cinta tanah air dan anti terhadap penjajah (penindasan).

Maka dalam momentum tersebut. Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR) akan melakukan aksi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Dan mengangkat tema besar : "Perkuat Persatuan Gerakan Rakyat, Menuju Pembangunan Partai Massa Rakyat"



ALIANSI MAHASISWA DAN RAKYAT NTBSekilas Tentang Hari Tani NasionalHari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 Septemb...
29/09/2021

ALIANSI MAHASISWA DAN RAKYAT NTB
Sekilas Tentang Hari Tani Nasional
Hari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 September, terutama oleh para petani
di seluruh Indonesia. Tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal
itu tahun 1960, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5
Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria sebagai landasan dasar Indonesia
untuk memperjuangkan kesejahteraan petani. Indonesia yang terdiri dari pulau pulau,
terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan mayoritas rakyatnya hidup berdampingan
dengan sawah dan begitu identik dengan pertanian. Ketika berbicara persoalan pangan, maka
kita akan berbicara tentang pertanian dan kita akan berbicara tentang kesejahteraan Petani yang
menjadi tujuan yang ingin dicapai dari diundangkannya UU Pokok Agraria tersebut.
Menuju peringatan 61 tahun Hari Tani Nasional sejauh manakah kesejahteraan Petani
kita? Kelangkaan harga pupuk, anjloknya harga panen adalah hama (baca:penyakit) yang
masih saja menggerogoti Petani kita.
Kondisi NTB
NTB terdiri dari dua pulau yaitu pulau lombok dan sumbawa dengan luas kesluruhan
20.153,15 km. Berdasarkan luas wilayah tersebut, Pemda NTB telah menetapkan RTRW
Provinsi NTB 2009-2029 dalam 12 Kawasan Strategis Propinsi (KSP) dimana hanya 4 KSP
saja yang tidak menempatkan sektor pertanian sebagai sektor strategis yaitu (Mataram metro,
Senggigi-Tiga Gili, Kute dan sekitarnya dan Waworada-Sape) Sementara 8 KSP sisanya
menempatkan pertanian sebagai sektor strategis. Berdasarkan dominasi tersebut, maka pantas
dikatakan bahwa daerah NTB merupakan daerah agraris (pertanian) dengan beberapa komoditi
unggulan seperti beras, tembakau yang menjadi ciri khas pulau Lombok, Jagung yang menjadi
keunggulan Sumbawa, dan Bawang merah & putih yang menjadi teman hidup Masyarakat
Dompu dan Bima.
Ditengah kondisi Covid-19 belakangan ini, bagaimana perkembangan pertanian kita?
Harga panen bawang merah di wilayah Bima dan sekitarnya hanya berkisar Rp 1.400.000,- per
100 kg. Jikalau di kalkulasikan dengan modal bibit yang mencapai Rp 2juta sekian per seratus
kilo, harga pupuk yang mencapai 120 ribu per sak (1 kali tanam menghabiskan kurang lebih 4
sak sesuai lahan), belum lagi ditambah dengan biaya obat-obatan, biaya tanam dan biaya panen
maka jelas bahwa ternyata Petani masih jauh dari kesejahteraan. Belum lagi kondisi tembakau
di pulau Lombok yang gagal panen karena kondisi cuaca yang tidak penentu, tahun lalu harga
tembakau daun bawah berada di kisaran 8000 sampai 12.000 tahun ini hanya bisa dijual
dengan kisaran 4000 sampai 8000 rupiah (radarlombok).
Mahalnya pupuk, anjloknya harga karena tidak ada jaminan harga
dari pemerintah dan tidak adanya pasar yang disediakan oleh pemerintah
untuk menampung hasil panen dari masyarakat NTB tersebut dengan jelas
menegaskan bahwa Pemerintah tidak memberikan pengawalan dan
perlindungan sesuai dengan Perda NTB no. 2 tahun 2018 tentang
Perlindungan dan pemberdayaan Petani pasal 16 tentang kepastian usaha dan
17 tentang jaminan pemasaran.
Berdasarkan kondisi tersebut, sebagai masyarakat NTB sebagai
bentuk pernyataan sikap dan tuntutan kami menyambut Momentum Hari Tani
Nasional, adalah :
1. Stop perampasan lahan rakyat
2. Tanah, modal dan teknologi modern dibawah kontrol tani
3. Terbitkan PERDA tentang kepastian harga komoditas pra dan pasca
panen
4. Hentikan kriminalisasi gerakan rakyat
5. Terbitkan SK/PERDA Gubernur tentang pembiayaan pendidikan
6. Berikan demokrasi seluas-luasnya bagi seluruh rakyat indonesia
7. Bangun industri pupuk dan akses teknologi petani diNTB yang
dikelolah oleh Daerah ( melalui APBD) bukan BUMN.
8. Hentikan dan perjelas proses hukum 13 masa aksi AMR.
9. Berikan kesejahteraan untuk rakyat
10. Sahkan RUU PKS dan RUU PRT
Solusi
1. Bangun dewan tani
2. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan
3. Bangun industrialisasi yang mandiri dan kuat dibawah kontrol rakyat.
4. Bubarkan DPR dan bangun dewan rakyat.
5. Nasionalisasi aset-aset vital negara dibawah kontrol rakyat.

Rabu, 29 September 2021

14/09/2021

MENGAPA MAHASISWA HARUS BERORGANISASI.!

Mahasiswa adalah pelajar atau orang yang sedang menempuh belajar di perguruan tinggi maupun swasta dan terverifikasi di dikti. Mahasiswa memiliki tugas sebagai agen of change (perubah) dan agen of control (pengontrol) berangkat dari tugasnya itu mahasiswa memiliki tugas yg berat dan mahasiswa juga harus menjadi penengah antara penguasa dan masyarakat.

Mahasiswa yg seharusnya tugasnya itu berjalan bersama masyarakat untuk merubah tatanan masyarakat menjadi yg sebaik-baiknya dan selain dari merubah mahasiwa juga memiliki tugas sebagai pengontrol. Pengontrol kebijakan-kebijakan yg di keluarkan oleh pemerintah.misalnya ada kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat mahasiswa harus andil dalam memperjuangkan hak-hak secara umumnya agar tatanan masyarakat menjadi lebih baik yang di inginkan.

Organisasi adalah tempat atau wadah berkumpul suatu kelompok maupun beberapa orang yang saling tukar pikiran untuk kepentingan bersama(masyarakat).organisasi dapat membantu dan melatih mahasiswa mengeloh waktu dengan baik setiap anggota memiliki tugas masing yg harus di selesaikan dan menjadikan mahasiswa dapat menghargai di setiap detiknya.

Mahasiswa dan organisasi tidak bisa di pisahkan satu sama lain karena menjadi satu kesatuan yg utuh tanpa organisasi. mahasiswa menerima pelajaran hanya 25% dari kampus dan menjadi pertanyaan dimanakah kita harus mencari 75% tsb agar menjadi 100% kita perlu yg namanya organisasi.

Berorganisasi memberikan ruang lebih untuk berekspresi ,mengembangkan kemampuan diri ,menambah teman, meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta memupuk jiwa yang peduli Dan masih banyak potensi lainnya.

Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) sebagai alternatif instrument kaum mahasiswa untuk berdinamika dan sekaligus menjadikan alat perjuangan membela mereka yang tertindas di tengah demoralisasi dan semakin krisisnya organisasi mahasiswa dalam memberbaiki tatanan masyarakat.

Oleh karna itu kami mengajak seluruh Mahasiswa Universitas Muhamadiyah (UMM) untut berSerikat dan memperjuangan hak-hak rakyat yang lemah.

“Didiklah penguasa dengan didikan perlawanan
Dan didiklah rakyat dengan didikan organisasi”



APA KABAR DUNIA PENDIDIKANBanyak dari kita atau masyarakat pada umumnya yang mengamini bahwa pendidikan adalah persiapan...
14/09/2021

APA KABAR DUNIA PENDIDIKAN

Banyak dari kita atau masyarakat pada umumnya yang mengamini bahwa pendidikan adalah persiapan untuk hidup, padahal esensial sebenarnya dari pendidikan ialah sebuah kehidupan. Dan pendidikan bukanlah satu alat produksi yang bisa dijadikan sebagai lahan bisnis semata maupun di peruntukan untuk individu atau pribadi yang hanya bisa di nikmati oleh beberapa orang atau kelas"tertentu.

Seperti yang dikemukakan oleh KI HAJAR DEWANTARA yang biasa kita kenal sebagai bapak pendidikan mengatakan bahwa pendidikan ialah bentuk proses untuk memanusiakan manusia dalam membentuk karakternya masing-masing, pendidikan ialah sebuah alat produksi yang harus dimiliki secara bersama dan diperuntukkan untuk masyarakat sosial serta harus dinikmati oleh semua umat manusia yang ada, tidak ada pengecualian antara si kaya dan si miskin, karena memang pendidikan yang sebenarnya tidak harus memandang kelas kelas tertentu yang bermuara pada biaya pendidikan semata.

Bisa kita lihat beberapa bentuk penindasan dunia pendidikan di situasi dan kondisi yang terjadi sampai hari ini berdasarkan kenyataan yang ada, bahwa syarat dalam menempuh pendidikan ialah harus memiliki biaya dan kalaupun seketika masyarakat yang tidak mempunyai modal ataupun pembiayaan dalam menempuh Dunia pendidikan dia tidak akan bisa mendapatkan pendidikan itu sama sekali. Karena memang konsep utama negara dalam menempuh pendidikan harus memiliki modal!!! Dan sampai hari ini pun penindasan itu masih berlanjut, ketidak pastian nya ekonomi masyarakat hari ini yang dipengaruhi oleh kondisi covid_19. Pemerintah sedikit pun tidak memiliki itikad baik dalam hal meringankan biaya pendidikan untuk anak bangsa. Mengupayakan praktek pengajaran dengan melakukan satu sistem daring (online) bagi anak"bangsa yang mengakibatkan cacatnya esensial dunia pendidikan sekarang (GAPTEK). Akibatnya pemikiran generasi pun sekarang sudah tidak harmonis lagi. Lalu bagaimana dengan yang telah diamanatkan oleh UUD 1945. Mengatakan, sejatinya tujuan pendidikan ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan berdasarkan Pasal 31 Ayat 1 Dan 2 UUD 1945 BAB XIII Mengatakan bahwa "Warga negara berhak mendapatkan pengajaran dan satu sistem pengajaran nasional. Pemerintah sama sekali tidak memiliki peran dalam menjawab setiap kebutuhan pendidikan untuk anak bangsa.

Berangkat dari persoalan tersebut tentu kita sebagai mahasiswa yang ideal sudah memegang peran yang besar sebagai Agen Of Chang'e (perubahan) dan Agen Of Controller (pengontrol) dalam tatanan sosial masyarakat, yang bergerak sebagai tombak dan tameng untuk membantu menyuarakan aspirasi masyarakat berdasarkan persoalan materialnya dari cacatnya praktek pemerintah sampai hari ini. Lalu apa yang dibutuhkan untuk menopang persoalan tersebut?
Bergerak secara individu tentu kita akan mencapai hasil yang sempurna akan tetapi kalau kita bergerak bersama-sama bukanlah hal yang mustahil untuk menopang ser soalan tersebut. Organisasi lah jawabannya, kenapa sih harus berorganisasi? Karena pendidikan di organisasi lah yang akan mempertemukan kita dalam wadah yang besar dalam menopang persoalan masyarakat secara bersama, DAN
UNTUK MEREBUT KEKUASAAN KELAS KAUM TERTINDAS KITA TIDAK MEMILIKI SENJATA APA-APA, SELAIN ORGANISASI

Maka kami dari SERIKAT MAHASISWA INDONESIA (SMI) Dari organisasi tingkat nasional mengajak teman"mahasiswa untuk bergabung dan bersama-sama bergerak dalam memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi mahasiswa (orang tua pribadi kita) secara bersama. Dan tidak terkecuali ditatanan kampus juga, Karena hak progresif pendidikan mahasiswa juga harus kita prioritaskan.
SERIKAT MAHASISWA INDONESIA (SMI) Memperjuangkan PENDIDIKAN GRATIS ILMIAH, DEMOKRATIS BERVISIKRAKYATAN

DIAM TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN !!!
MAHASISWA HARUS BERORGANISASI

SMI_CERDAS MILITAN MERAKYAT

Kontak Person
Isran : 085238716036
Hamzah : 081239032284
Jihan : 085338510591APA KABAR DUNIA PENDIDIKAN

Banyak dari kita atau masyarakat pada umumnya yang mengamini bahwa pendidikan adalah persiapan untuk hidup, padahal esensial sebenarnya dari pendidikan ialah sebuah kehidupan. Dan pendidikan bukanlah satu alat produksi yang bisa dijadikan sebagai lahan bisnis semata maupun di peruntukan untuk individu atau pribadi yang hanya bisa di nikmati oleh beberapa orang atau kelas"tertentu.

Seperti yang dikemukakan oleh KI HAJAR DEWANTARA yang biasa kita kenal sebagai bapak pendidikan mengatakan bahwa pendidikan ialah bentuk proses untuk memanusiakan manusia dalam membentuk karakternya masing-masing, pendidikan ialah sebuah alat produksi yang harus dimiliki secara bersama dan diperuntukkan untuk masyarakat sosial serta harus dinikmati oleh semua umat manusia yang ada, tidak ada pengecualian antara si kaya dan si miskin, karena memang pendidikan yang sebenarnya tidak harus memandang kelas kelas tertentu yang bermuara pada biaya pendidikan semata.

Bisa kita lihat beberapa bentuk penindasan dunia pendidikan di situasi dan kondisi yang terjadi sampai hari ini berdasarkan kenyataan yang ada, bahwa syarat dalam menempuh pendidikan ialah harus memiliki biaya dan kalaupun seketika masyarakat yang tidak mempunyai modal ataupun pembiayaan dalam menempuh Dunia pendidikan dia tidak akan bisa mendapatkan pendidikan itu sama sekali. Karena memang konsep utama negara dalam menempuh pendidikan harus memiliki modal!!! Dan sampai hari ini pun penindasan itu masih berlanjut, ketidak pastian nya ekonomi masyarakat hari ini yang dipengaruhi oleh kondisi covid_19. Pemerintah sedikit pun tidak memiliki itikad baik dalam hal meringankan biaya pendidikan untuk anak bangsa. Mengupayakan praktek pengajaran dengan melakukan satu sistem daring (online) bagi anak"bangsa yang mengakibatkan cacatnya esensial dunia pendidikan sekarang (GAPTEK). Akibatnya pemikiran generasi pun sekarang sudah tidak harmonis lagi. Lalu bagaimana dengan yang telah diamanatkan oleh UUD 1945. Mengatakan, sejatinya tujuan pendidikan ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan berdasarkan Pasal 31 Ayat 1 Dan 2 UUD 1945 BAB XIII Mengatakan bahwa "Warga negara berhak mendapatkan pengajaran dan satu sistem pengajaran nasional. Pemerintah sama sekali tidak memiliki peran dalam menjawab setiap kebutuhan pendidikan untuk anak bangsa.

Berangkat dari persoalan tersebut tentu kita sebagai mahasiswa yang ideal sudah memegang peran yang besar sebagai Agen Of Chang'e (perubahan) dan Agen Of Controller (pengontrol) dalam tatanan sosial masyarakat, yang bergerak sebagai tombak dan tameng untuk membantu menyuarakan aspirasi masyarakat berdasarkan persoalan materialnya dari cacatnya praktek pemerintah sampai hari ini. Lalu apa yang dibutuhkan untuk menopang persoalan tersebut?
Bergerak secara individu tentu kita akan mencapai hasil yang sempurna akan tetapi kalau kita bergerak bersama-sama bukanlah hal yang mustahil untuk menopang ser soalan tersebut. Organisasi lah jawabannya, kenapa sih harus berorganisasi? Karena pendidikan di organisasi lah yang akan mempertemukan kita dalam wadah yang besar dalam menopang persoalan masyarakat secara bersama, DAN
UNTUK MEREBUT KEKUASAAN KELAS KAUM TERTINDAS KITA TIDAK MEMILIKI SENJATA APA-APA, SELAIN ORGANISASI

Maka kami dari SERIKAT MAHASISWA INDONESIA (SMI) Dari organisasi tingkat nasional mengajak teman"mahasiswa untuk bergabung dan bersama-sama bergerak dalam memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi mahasiswa (orang tua pribadi kita) secara bersama. Dan tidak terkecuali ditatanan kampus juga, Karena hak progresif pendidikan mahasiswa juga harus kita prioritaskan.
SERIKAT MAHASISWA INDONESIA (SMI) Memperjuangkan PENDIDIKAN GRATIS ILMIAH, DEMOKRATIS BERVISIKRAKYATAN

DIAM TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN !!!
MAHASISWA HARUS BERORGANISASI

SMI_CERDAS MILITAN MERAKYAT

Kontak Person
Isran : 085238716036
Hamzah : 081239032284
Jihan : 085338510591

Address

Jalan Merdeka
Mataram

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMI Komisariat UMMAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category