26/02/2022
😱MIRIS MARINUS YOUNG SAMAKAN SEPARATIS DI UKRAINA DENGAN TPNPB-OPM
orang ini Sepertinya Perlu Belajar sejarah Papua Agar tidak Gagal Fokus ikut-ikutan samakan TPNPB-OPM dengan Kelompok Separatis.
________dikutip dari 👇
Mendukung Kelompok Separatis di Ukraine Timur Dengan Menggulingkan Presiden Zelensky : Pelajaran Bagi Isu Papua Merdeka
Tindakan Presiden Rusia, Vladimir Putin menginvasi Ukraina, telah melanggar piagam PBB dan hukum internasional. Telah melanggar principles non intervensi. Presiden Putin dalam sidang Dewan Keamanan PBB dinyatakan telah melanggar Piagam PBB pasal 2 ayat 4 tentang penggunaan kekuatan militer terhadap wilayah kedaulatan negara lain yang bukan untuk membela atau mempertahankan diri.
Meskipun Presiden Putin membangun narasi bahwa serangan militer khusus ke wilayah Ukraina karena atas undangan para pemimpin kemerdekaan di wilayah Donetsk dan Luhansk. Serangan militer khusus untuk melindungi dan menyelamatkan rakyat sipil dari ancaman genocide. Narasi Putin agar dapat membenarkan tindakan militernya, namun ketika pasukan militer Rusia mulai memasuki ibu kota Kiev, narasi Putin dibalik serangan militernya mulai terbantahkan.
Motif utama Presiden Putin sesungguhnya adalah menggulingan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang pro barat dan menjaga Ukraina tetap berada dalam orbit federasi Rusia. Presiden Putin merasa keamanan nasional Rusia akan terancam jika Ukraina membangun aliansi dengan NATO.
Presiden Putin memiliki dendam masa lalu dengan NATO dan Amerika Serikat. Ketika dia bertugas sebagai kepala kantor KGB di kota Dresden, Jerman Timur, dia menyaksikan keruntuhan Tembok Berlin tahun 1989, dan kantornya diserbuh massa pro barat dan dibakar. Hampir nyawanya melayang dalam peristiwa tersebut.
Putin tahu bahwa keruntuhan komunis Uni Soviet tahun 1991, adalah bagian dari keberhasilan operasi proxy war agen - agen NATO dan America Serikat. Dari pengalaman sejarah yang pahit ini, Putin mendapat pelajaran berharga. Strategi proxy war adalah intrumen politik dan keamanan strategis dari negara yang harus diciptakan dan dirawat.
Kelompok separatis di Dombas, Ukraina Timur adalah kelompok proxy war ciptaan Presiden Putin dan Institusi keamanannya. Tujuan utamanya untuk mengancam kepemimpinan Presiden Ukraina yang tidak pro Kremlin. Jika Presiden Zelensky mengambil posisi politik non blok, Presiden Putin tidak akan menginvasi Ukraina. Demikian juga, kelompok Separatis di Donetsk dan Luhansk tidak akan dibela dan dilindungi Putin dari penegakkan hukum yang dilakukan militer Ukraina terhadap mereka.
Dengan demikian, Pemerintah Indonesia harus bersikap hati - hati dan bijaksana dalam merespon konflik Ukraina dan Rusia. Karena isu separatis Papua di Indonesia Timur, memiliki kemiripan karakter dengan isu Separatis di Dombas, Ukraina Timur.
Kalau Presiden Putin mengawali rencana penggulingan Presiden Zelensky dengan membangun kekuatan proxy war di kalangan masyarakat Donetsk dan Luhansk yang pro Rusia, tidak menutup kemungkinan negara great power yang kepentingan nasionalnya telah dirugikan oleh Presiden Jokowi selama ini, akan menjadikan aksi Presiden Putin terhadap Ukraina sebagai inspirasi dan rule model untuk menggulingan Presiden Jokowi. Harus dingat bahwa ada " tangan - tangan yang tidak kelihatan " yang bermain dibalik internasionalisai isu Papua Merdeka di Pacific dan komunitas internasional.
Sejarah Akan selalu berulang. Jangan sekali - kali meninggalkan atau melupakan sejarah, kata B**g Karno.
Marinus Mesak Yang
Calon Walikota Jayapura tahun 2024.