30/08/2023
KOLANO TOMABANGA SANG PENGUASA TIDORE
Kolano Tomabanga memiliki putri Boki Bola yang di nikahi putra Sultan Alaudin.
Kolano Tomabanga. Limau ini telah bertahun-tahun menjadi cerita legendaris Ternate. Tradisi tutur turun - temurun tentang penguasa belantara, komunitas besar dengan pemimpin tersendiri dalam persekutuan, limau dengan berikade pengawalan kapita yang berlapis-lapis, kaitan historis terpenting yang terjadi selama periode paling berpengaruh dalam sejarah pendudukan "so loa gam" Toloa jauh sebelum Tidore dikuasai kelompok muslim dan menjadi Kesultanan Tidore pada abad ke 17, Doro Jawa, Biji Nagara, Jou Dero serta "el inicio de la lucha del principe Nuku" merupakan kronik yang berkaitan dengan limau sisi barat Kie Matubu tersebut.
Tabuhan tifa rababu cakalele para kapita. dengan tombak, parang dan perisai salawaku ditangan.
Sultan Mole Majimo alias Zainuddin memerintah mulai tahun 1600-1626 M)
Sultan Ngora Malamo alias Alauddin Syah berkuasa tahun 1626-1631 M.
Sultan Gorontalo alias Saiduddin (1631-1642 M).
Karena alasan Rum sangat berdekatan dengan Ternate yang waktu itu adalah musuh bebuyutan Tidore, dipindahkanlah ibu kota Kesultanan Tidore dari Rum ke Toloa (arah Selatan Pulau Tidore). Alasan kedua, di pedalaman Toloa masih bermukim Kolano Tomabanga (Raja yang pegunungan Belantara), yang masih animis belum menerima ajaran Islam.
Pada masa penyebaran Islam, Alauddin berhasil mengislamkan komunitas masyarakat Kolano Tomabanga dengan mempersunting salah satu putranya dengan Boki Bola, putri Kolano Tomabanga. Alasan ketiga, demi penyatuan Kesultanan Tidore, karena komunitas Toloa telah memiliki pemimpin tersendiri dalam persekutuan Gimalaha Rora.
DDS Lumoindong