Kanwil Kemenag Sulut

Kanwil Kemenag Sulut Facebook Resmi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut Website: http://sulut.kemenag.go.id Misi Kementerian Agama :
1.

Visi Kementerian Agama tahun 2020-2024.

“Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong". meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama;
2. memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama;
3. meningkatkan layanan keagamaan y

ang adil, mudah dan merata;
4. meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu;
5. meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan;
6. memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

Rangkaian semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian A...
17/08/2026

Rangkaian semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan usai upacara peringatan HUT ke-81 RI yang berlangsung di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Manado.

Pengumuman dan penyerahan hadiah menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan ASN dan keluarga besar Kanwil Kemenag Sulut. Kegiatan tersebut berlangsung pada 12–13 Agustus 2026.

Usai pelaksanaan upacara, acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba semarak HUT ke-81 RI. Para pemenang menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, dan sportivitas yang telah ditunjukkan selama mengikuti perlombaan.

Sejumlah cabang lomba yang dipertandingkan sebelumnya meliputi catur, sepak bola dangdut mini, makan kerupuk, lari kelereng, makan pisang, merias pasangan, gaple, menyanyi lagu kebangsaan/kerukunan, tenis meja, lari balon, serta goyang dangdut balon.

Penyerahan hadiah tersebut menjadi penanda bahwa semarak HUT ke-81 RI di lingkungan Kanwil Kemenag Sulut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan menjadi sarana memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan persaudaraan di tengah keberagaman jajaran Kementerian Agama.

Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Kemerdekaan diharapkan terus diisi melalui kerja nyata, pengabdian, persatuan, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, semarak HUT ke-81 RI di lingkungan Kanwil Kemenag Sulut diharapkan meninggalkan semangat positif untuk terus memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!

Siaran PersKementerian AgamaHUT RI ke-81, Menag Serukan Solidaritas untuk Korban GempaHari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemer...
17/08/2026

Siaran Pers
Kementerian Agama

HUT RI ke-81, Menag Serukan Solidaritas untuk Korban Gempa

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diwarnai kisah sedih korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk memperkuat persatuan, empati, dan solidaritas untuk membantu penyintas gempa.

Ajakan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta.

Menurut Menag, mengisi kemerdekaan juga berarti mengubah nilai agama menjadi kekuatan sosial. Menag lalu mengajak mengoptimalkan filantropi keagamaan untuk membantu sesama sekaligu menjadi kekuatan ekonomi umat yang memberdayakan.

“Mari kita ulurkan tangan untuk peduli dan membantu korban gempa. Inilah agama yang hadir, yang tidak hanya bicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi,” pesan Menag di Jakarta, Senin (17/8/2026).

“Saat saudara-saudara kita berduka karena gempa bumi, mari tengadahkan tangan kita untuk berdoa kepada Zat Yang Maha Berkehendak, kiranya mereka yang wafat diberikan kemuliaan di sisi-Nya. Bagi mereka yang sakit segera diberikan kesembuhan. Dan bagi mereka yang terdampak diberikan ketabahan dan percepatan pemulihan, baik lahir maupun batin,” sambungnya.

*Pesan Kerukunan*

Menag mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pejuang bangsa. Sejarah mencatat para tokoh agama, mulai dari ulama, pendeta, pastor, pandita, bhikkhu, hingga tokoh agama lainnya, ikut berdiri di garis depan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di tengah keberagaman Indonesia, para pahlawan telah menanamkan keberanian, persatuan, dan cinta tanah air. Teladan yang didasarkan pada kesadaran bahwa Indonesia besar karena keberagaman. Karena itu, kerukunan menjadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju.
Menag bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama terus meningkat, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025, juga mencapai 84,61.

“Kondisi ini harus kita syukuri. Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” pesan Menag.

“Rumah ibadah harus menjadi tempat yang menenteramkan. Madrasah, pesantren, majelis taklim, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, dan ruang kajian keagamaan harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak. Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan,” lanjutnya.

Upacara ini diikuti Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, para pejabat Eselon I hingga IV, ASN di lingkungan Kementerian Agama pusat, serta pimpinan agama dan tokoh masyarakat.

Dalam rangkaian upacara, Menteri Agama juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karyasatya secara simbolis kepada ASN yang telah mengabdi selama 30, 20, dan 10 tahun. Bersama Wakil Menteri Agama, Sekretaris Jenderal, dan para pejabat Kemenag, Menag memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para penerima penghargaan.

Biro Humas dan Komunikasi Publik

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Indonesia B...
17/08/2026

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", ASN jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan upacara bendera, bertempat di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Manado, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat, diikuti jajaran Pejabat Administrator dan ASN Kanwil Kemenag Sulut, Kepala Kantor Kemenag Manado diwakili Kasubbag TU beserta jajaran, Kepala Madrasah dan civitas akademika MAN 1 Model Manado, serta para siswa madrasah. Turut hadir, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulut Hj. Rosna Rumalang beserta pengurus.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulut, H. Basri Saenong. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan sambutan Menteri Agama RI.

Dalam kesempatan ini juga Kabag TU menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dan 10 tahun sebagai tanda kehormatan kepada PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam bekerja.

Rangkaian upacara peringatan HUT RI ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Doa untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan MakmurMANADO — Semangat kemerdekaan terasa khidmat di Lapangan Kantor Gube...
17/08/2026

Doa untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

MANADO — Semangat kemerdekaan terasa khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (17/8/2026), ketika jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, ASN, serta tamu undangan mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, turut hadir dalam upacara tersebut sekaligus membacakan doa. Kehadirannya menjadi bagian dari momentum reflektif untuk menghayati kemerdekaan bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai panggilan untuk terus merawat persatuan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, memimpin jalannya upacara dengan penuh khidmat. Hadir p**a Wakil Gubernur Sulawesi Utara, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Sulawesi Utara, jajaran ASN, serta para tamu undangan.

Dalam doa yang dibacakannya, Kakanwil Kemenag Sulut mengajak seluruh peserta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan segala yang dimiliki demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para pahlawan didoakan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara semangat perjuangan mereka diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, dan persatuan.

Doa tersebut juga menyuarakan harapan agar Indonesia senantiasa dijauhkan dari perpecahan, konflik, permusuhan, fitnah, serta berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kedamaian. Di tengah keberagaman bangsa, persatuan dan semangat gotong royong ditegaskan sebagai kekuatan penting untuk menjaga keutuhan negeri.

Lebih jauh, doa kemerdekaan itu menyentuh cita-cita bersama tentang Indonesia yang berdaulat, bermartabat, adil, dan mampu menghadirkan kemakmuran yang merata. Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi, serta pelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari harapan yang dipanjatkan.

Nuansa humanis semakin kuat ketika doa turut mengingat saudara-saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang sedang menghadapi bencana. Mereka yang wafat didoakan mendapat kemuliaan, sementara mereka yang terluka dan terdampak diharapkan memperoleh kekuatan, pemulihan, rezeki, serta harapan untuk kembali bangkit.

Pada akhirnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperbarui komitmen kebangsaan. Doa tersebut menutup rangkaian permohonan dengan harapan agar kemerdekaan semakin dimaknai sebagai jalan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur, sekaligus membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, sejahtera, dan diridai Tuhan.

Di tengah upacara yang berlangsung khidmat, pesan tersebut terasa sederhana namun mendalam: kemerdekaan tidak selesai ketika bangsa ini terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan terus dihidupi setiap hari melalui kejujuran, pelayanan, kepedulian, persaudaraan, dan keberanian untuk menghadirkan keadilan. Bendera Merah Putih yang berkibar menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah rumah bersama—rumah yang harus dijaga dengan kerja nyata dan hati yang tulus.

Bagi Sulawesi Utara, momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk terus merawat harmoni dalam keberagaman. Kemerdekaan akan menemukan maknanya ketika setiap warga merasa dihargai, dilindungi, diberi kesempatan untuk maju, dan tidak ditinggalkan dalam menghadapi kesulitan.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus diwujudkan dalam kehidupan bersama. (*)

Humas dan Komunikasi Publik

Merdeka yang BermaknaTema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” bukan sekadar rangkaian kata yang indah untuk menghias...
16/08/2026

Merdeka yang Bermakna

Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” bukan sekadar rangkaian kata yang indah untuk menghiasi perayaan kemerdekaan. Ia adalah panggilan reflektif: sudah sejauh mana kemerdekaan benar-benar menghadirkan kehidupan yang bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia?

Berdaulat berarti Indonesia memiliki keberanian menentukan arah hidupnya sendiri. Kedaulatan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga bebas dari ketergantungan, intervensi kepentingan sempit, korupsi, oligarki, serta praktik kekuasaan yang menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan rakyat. Negara yang berdaulat adalah negara yang hukum dan kebijakannya berpihak pada kepentingan publik.

Adil berarti kemerdekaan harus dirasakan secara nyata. Keadilan tidak boleh berhenti pada kesamaan di hadapan hukum, tetapi harus hadir dalam kesempatan memperoleh pendidikan, pekerjaan, kesehatan, pelayanan publik, tanah, pangan, serta kehidupan yang layak. Tidak boleh ada rakyat yang merasa menjadi warga negara kelas dua hanya karena miskin, tinggal jauh dari pusat kekuasaan, atau tidak memiliki akses kepada orang-orang kuat.

Sementara makmur bukan sekadar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Kemakmuran sejati adalah ketika manusia dapat hidup aman, sehat, terdidik, memiliki pekerjaan yang layak, dan mampu menatap masa depan dengan harapan. Kemakmuran harus menjadi milik rakyat, bukan hanya statistik dalam laporan pembangunan.

Karena itu, pada usia 81 tahun kemerdekaan, kita perlu bertanya dengan jujur: apakah kemerdekaan telah benar-benar membebaskan seluruh rakyat dari kemiskinan, ketidakadilan, ketimpangan, dan kesewenang-wenangan?

Kemerdekaan harus terus diisi dengan integritas. Para pemimpin dipanggil untuk melayani, bukan menguasai. Aparatur negara harus bekerja dengan hati nurani, bukan sekadar menjalankan kewenangan. Masyarakat pun dipanggil untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berani melawan segala bentuk ketidakadilan.

Akhirnya, Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur hanya mungkin terwujud apabila kemerdekaan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi etos kehidupan bersama. Merdeka berarti menghadirkan negara yang kuat karena hukumnya tegak, adil karena rakyatnya dihargai, dan makmur karena hasil pembangunan sungguh dirasakan bersama.

Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka bukan sekadar usia bangsa, tetapi kualitas kehidupan manusia yang diperjuangkan setiap hari. (*)

Humas dan Komunikasi Publik

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut H. Ulyas Taha melaksanakan pertemuan dengan Gubernur Sulut Yulius Selvanus di ruang ...
16/08/2026

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut H. Ulyas Taha melaksanakan pertemuan dengan Gubernur Sulut Yulius Selvanus di ruang kerjanya, Minggu (16/08).

Kakanwil melaporkan kesiapan Kafilah MTQ Sulut jelang persiapan pemberangkatan sekaligus mendengarkan arahan Gubernur yang menyatakan siap melepas Kafilah MTQ serta akan menyiapkan semua kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan MTQ Nasional yang akan berlangsung mulai 11 s.d 20 di Semarang Jawa Tengah.


Siaran PersKementerian AgamaTiga Siswa Madrasah Terpilih Jadi Paskibraka HUT ke-81 RI di Istana MerdekaTiga siswa madras...
16/08/2026

Siaran Pers
Kementerian Agama

Tiga Siswa Madrasah Terpilih Jadi Paskibraka HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Tiga siswa madrasah dari Riau, Banten, dan Sumatera Selatan terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat 2026. Mereka akan membawa nama daerah sekaligus madrasah dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Ketiga siswa itu adalah Rizqy Aditya Siregar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Siak, Riau; Adzra Khairy Fadian dari MAN 1 Kota Serang, Banten; serta Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Mereka berhasil melewati proses seleksi berjenjang hingga dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka tingkat pusat tahun ini.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi prestasi ketiga siswa madrasah pada bidang Paskibraka. Menurutnya, prestasi mereka menjadi kebanggaan bagi Kementerian Agama.

“Ini membuktikan bahwa anak-anak madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, fisik yang tangguh, serta nasionalisme tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat bertugas, jadilah teladan bagi generasi muda," sebut Menag di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Menag berpesan agar para siswa tetap menjaga kerendahan hati dan menjadikan amanah ini sebagai sarana menempa karakter kepemimpinan. Menurutnya, tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka bukan sekadar prosesi fisik, melainkan simbol dedikasi dan kejujuran dalam menjaga keutuhan NKRI. Menag berharap nilai-nilai integritas serta semangat moderasi beragama yang diperoleh dari madrasah menjadikan mereka teladan bagi generasi muda Indonesia di masa depan.

“Saya berpesan agar momen bersejarah ini dijadikan pendorong semangat untuk terus belajar dan berinovasi tanpa melupakan akar nilai-nilai keagamaan. Saya optimistis generasi muda madrasah siap menjadi pilar utama dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno. Menurutnya, prestasi tiga siswa ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter, kebangsaan, dan kepemimpinan di lingkungan madrasah berjalan sangat baik.

“Apresiasi untuk para siswa yang telah berjuang hingga bisa terpilih sebagai Paskibraka tingkat nasional. Apresiasi juga saya sampaikan pada orang tua, pembina, serta kepala madrasah yang terus memberikan pendampingan,” paparnya.

“Semoga keberhasilan ini memicu semangat seluruh madrasah di Indonesia untuk terus mencetak generasi yang kompetitif, berkarakter, dan berjiwa merah putih," sambungnya.

Dikatakan Amin Suyitno, terpilih sebagai Paskibraka tingkat pusat menjadi pengalaman penting bagi siswa madrasah untuk mengasah kepemimpinan dan tanggung jawab.

Hal senada disampaikan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin. Menurutnya, proses yang dilalui para siswa untuk mencapai Paskibraka tingkat pusat juga memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Kami bangga tiga siswa madrasah dapat menjadi bagian dari Paskibraka tingkat pusat. Mereka membawa nama madrasah sekaligus daerah masing-masing dalam momentum penting bagi bangsa Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan Merah Putih. Di dalamnya ada proses membangun disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Indonesia. Semoga capaian mereka menginspirasi siswa madrasah lainnya,” sambungnya.

Capaian Rizqy, Adzra, dan Khalyana menjadi potret keberagaman talenta siswa madrasah. Dari tiga daerah berbeda, ketiganya bertemu dalam satu amanah yang sama: menjadi bagian dari generasi muda yang membawa semangat kebangsaan pada peringatan kemerdekaan Indonesia.

Rizqy, Paskibraka Pusat Pertama dari MAN IC Siak

Rizqy Aditya Siregar menjadi salah satu wakil Provinsi Riau. Perjalanannya menuju tingkat pusat dimulai dari rangkaian seleksi Paskibraka Provinsi Riau yang berlangsung pada 16–21 Mei 2026 di Pekanbaru.

Seleksi tersebut menguji sejumlah aspek, mulai dari kesehatan, kesamaptaan jasmani, wawasan kebangsaan, psikologi, peraturan baris-berbaris, kepribadian, kepemimpinan, hingga kedisiplinan. Rizqy berhasil masuk dalam tiga putra terbaik Riau dan melanjutkan proses verifikasi di tingkat pusat.

Capaian Rizqy sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi MAN IC Siak. Untuk pertama kalinya, madrasah tersebut berhasil mengantarkan siswanya menembus Paskibraka tingkat pusat dan menjadi wakil Provinsi Riau.

Adzra Bawa Nama Banten ke Tingkat Nasional

Dari Banten, Adzra Khairy Fadian, siswi kelas XI MAN 1 Kota Serang, terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat pusat 2026. Adzra dipercaya mewakili Provinsi Banten setelah berhasil melewati rangkaian seleksi secara berjenjang hingga tingkat nasional.

Keikutsertaan Adzra dalam Paskibraka berangkat dari ketertarikannya pada kegiatan baris-berbaris dan kedisiplinan. Proses seleksi yang dilaluinya menjadi ruang untuk mengasah kesiapan fisik, mental, serta wawasan kebangsaan sebelum akhirnya terpilih membawa nama Banten dan MAN 1 Kota Serang ke tingkat nasional.

Khalyana, Aktif di Paskibra hingga Jurnalistik

Sementara itu, Sumatera Selatan diwakili salah satunya oleh Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau. Khalyana dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026 setelah mengikuti proses seleksi secara berjenjang.

Di madrasah, Khalyana aktif dalam berbagai kegiatan. Selain mengikuti ekstrakurikuler Paskibra, ia juga terlibat dalam Tim Jurnalistik Laskar Madrasah dan Improv Art Community. Aktivitasnya di Paskibra menjadi salah satu ruang bagi Khalyana untuk melatih kedisiplinan sekaligus membangun bekal untuk mengikuti seleksi Paskibraka.

Biro Humas dan Komunikasi Publik

15/08/2026

Ungkapan simpatik dan bela rasa dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar bagi korban terdampak bencana gempa di Flores, NTT.

Duka dari Flores adalah duka kita bersama. 🤍

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah gempa yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur. Kementerian Agama juga akan memberikan perhatian dan bantuan bagi masyarakat terdampak, termasuk melakukan pendataan terhadap madrasah, pesantren, sekolah agama, rumah ibadah, serta keluarga besar Kemenag yang terdampak.

Di tengah musibah, satu hal penting untuk terus kita sampaikan kepada saudara-saudara kita di NTT:
Kalian tidak sendiri.

Mari kirimkan doa terbaik, ulurkan bantuan sesuai kemampuan, dan jaga kepedulian kita untuk mereka yang sedang berjuang melewati masa sulit ini.

Semoga seluruh masyarakat terdampak diberi keselamatan, kekuatan, dan ketabahan.

Mari bersama, dari mana pun kita berada, doakan dan kuatkan Flores.

Pelaksanaan Gladi Upacara Bendera dalam rangka HUT RI ke-81 di Halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Sabt...
15/08/2026

Pelaksanaan Gladi Upacara Bendera dalam rangka HUT RI ke-81 di Halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Sabtu (15/08).

Sebagai Petugas Upacara adalah ASN Kementerian Agama Kota Manado dan Siswa-siswi MAN Model 1 Manado, dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Raymond Pieters.

Address

Jalan 17 Agustus Manado
Manado
95113

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kanwil Kemenag Sulut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kanwil Kemenag Sulut:

Share