Dinas Sosial P3APMD Sulawesi Barat

Dinas Sosial P3APMD Sulawesi Barat Halaman Ini Milik Dinas Sosial P3APMD Provinsi Sulawesi Barat

20/08/2026





Dinsos P3APMD Sulbar Gelar FGD Evaluasi Implementasi Stranas PPAMamuju —Untuk mendukung Visi Misi “Panca Daya” Gubernur ...
20/08/2026

Dinsos P3APMD Sulbar Gelar FGD Evaluasi Implementasi Stranas PPA

Mamuju —Untuk mendukung Visi Misi “Panca Daya” Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Bersama Wakilnya, Salim S. Mengga. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dalam rangka evaluasi pelaksanaan implementasi Strategi Nasional Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (Stranas PPA) di Sulawesi Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Matos Mamuju, Rabu, 19 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat sejauh mana implementasi Stranas PPA telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan serta kebutuhan penguatan kebijakan dan program pencegahan perkawinan anak di Sulawesi Barat.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial P3APPMD Sulbar, Darmawati menegaskan bahwa upaya pencegahan perkawinan anak membutuhkan kerja bersama lintas sektor, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga melibatkan keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, lembaga keagamaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pencegahan perkawinan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, evaluasi melalui FGD dan wawancara mendalam ini penting untuk melihat apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi kendala, dan langkah apa yang perlu kita perkuat ke depan agar upaya perlindungan anak di Sulawesi Barat semakin efektif,” ujar Darmawati.

Menurutnya, hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan dalam memperkuat koordinasi dan penyusunan langkah strategis yang lebih terarah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Kepala Bidang PPPA Dinsos P3APMD Sulbar, Nana Darmania, menjelaskan bahwa FGD dan wawancara mendalam dilakukan untuk menggali informasi secara lebih komprehensif terkait pelaksanaan Stranas PPA di Sulawesi Barat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai implementasi Stranas PPA di daerah, termasuk praktik yang sudah baik, kendala yang dihadapi, serta rekomendasi yang dapat menjadi dasar untuk penguatan program pencegahan perkawinan anak,” kata Nana.

Ia menambahkan, evaluasi tidak hanya diarahkan untuk melihat capaian program, tetapi juga memastikan adanya sinergi antarpihak dalam memberikan perlindungan kepada anak.

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil evaluasi ini dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata. Kita ingin memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar memberikan dampak bagi anak dan keluarga di Sulawesi Barat,” lanjutnya.

Kegiatan FGD dan wawancara mendalam tersebut diharapkan menghasilkan berbagai masukan strategis yang dapat memperkuat implementasi Stranas PPA di Sulawesi Barat. Hasilnya juga menjadi bagian penting dalam membangun kebijakan perlindungan anak yang lebih responsif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Melalui penguatan koordinasi dan evaluasi secara berkala, Dinsos P3APMD Sulbar berkomitmen untuk terus mendorong upaya pencegahan perkawinan anak sekaligus memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak di Provinsi Sulawesi Barat.





Meriahkan Hari Anak Nasional, Dinsos P3APMD Sulbar Ajak Semua Pihak Lindungi Masa Depan AnakMamuju, — Dukung Visi Misi “...
18/08/2026

Meriahkan Hari Anak Nasional, Dinsos P3APMD Sulbar Ajak Semua Pihak Lindungi Masa Depan Anak

Mamuju, — Dukung Visi Misi “Panca Daya” Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Bersama Wakilnya, Salim S. Mengga. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Sulawesi Barat di halaman Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, dengan menghadirkan anak-anak dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat. Peringatan HAN menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan komitmen bersama dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan terbaik bagi anak.

Kepala Dinsos P3APMD Sulawesi Barat, Darmawati, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus membangun lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, perlindungan, pendidikan, dan kesempatan untuk berkembang secara optimal,” ujar Darmawati.

Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Darmawati juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Barat untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak, sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi terhadap anak.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat, terutama para orang tua, untuk bersama-sama memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Dengarkan suara mereka, berikan ruang untuk berkreasi, dan pastikan hak-hak mereka terpenuhi,” katanya.

Ia berharap peringatan HAN tahun ini dapat menjadi energi bersama untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Barat sejak usia dini.

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin Sulawesi Barat di masa depan. Karena itu, investasi terbaik yang bisa kita lakukan adalah memberikan mereka perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” pungkas Darmawati.

Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Barat tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum perayaan, tetapi menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang semakin ramah dan layak bagi anak.





Dinsos P3APMD Sulbar Kembali Gelar Penilaian Posyandu Berprestasi di Kabupaten Majene, Dorong Posyandu Semakin Aktif dan...
18/08/2026

Dinsos P3APMD Sulbar Kembali Gelar Penilaian Posyandu Berprestasi di Kabupaten Majene, Dorong Posyandu Semakin Aktif dan Inovatif

Majene — Untuk mendukung Visi Misi “Panca Daya” Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Bersama Wakilnya, Salim S. Mengga. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa kembali menggelar Penilaian Posyandu Berprestasi.

Kali ini, kegiatan penilaian berlangsung di Kabupaten Majene, Kecamatan Sendana, Desa Lalatedzong, Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam mendorong penguatan kelembagaan Posyandu sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinsos P3APMD Sulbar, Darmawati, bersama Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa, Muh. Rus'an.

Sebelumnya, kegiatan penilaian yang sama telah dilaksanakan di Kabupaten Mamuju. Pelaksanaan secara berkelanjutan di sejumlah kabupaten menjadi bentuk komitmen Dinsos P3APMD Sulbar untuk memberikan pembinaan, evaluasi, sekaligus apresiasi kepada Posyandu yang telah aktif memberikan pelayanan dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Posyandu, termasuk pengelolaan kelembagaan, keterlibatan kader, inovasi, serta peran Posyandu dalam memberikan pelayanan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinsos P3APMD Sulbar, Darmawati, mengatakan Posyandu memiliki posisi penting dalam mendukung pelayanan masyarakat karena keberadaannya berada dekat dengan kehidupan warga di desa.

“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan, tetapi juga merupakan wadah pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan Posyandu terus tumbuh menjadi lembaga yang aktif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Darmawati.

Menurutnya, keberhasilan Posyandu tidak terlepas dari peran para kader yang dengan penuh dedikasi meluangkan waktu untuk melayani dan mendampingi masyarakat.

“Kader adalah kekuatan utama Posyandu. Mereka bekerja dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan warga. Pemerintah tentu akan terus memberikan dukungan dan pembinaan agar semangat para kader tetap terjaga dan kapasitas mereka semakin meningkat,” lanjutnya.

Darmawati juga mengapresiasi pemerintah desa dan seluruh kader Posyandu di Desa Lalatedzong yang telah mempersiapkan diri dalam pelaksanaan penilaian.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari Posyandu terbaik, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik yang dapat diterapkan di desa-desa lainnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa, Muh. Rus'an, menjelaskan bahwa penilaian Posyandu Berprestasi merupakan bagian dari proses pembinaan untuk melihat sejauh mana Posyandu mampu menjalankan fungsi dan perannya di tengah masyarakat.

“Penilaian ini bukan semata-mata mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, kami ingin melihat proses yang sudah berjalan, inovasi yang dilakukan, keterlibatan kader, serta manfaat yang dirasakan masyarakat. Hal-hal baik yang kami temukan nantinya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi Posyandu lainnya,” kata Muh. Rus'an.

Ia menambahkan, Posyandu yang kuat membutuhkan kader yang aktif, pengelolaan yang baik, serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat.

“Kami berharap kader tidak berhenti berinovasi. Posyandu harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Apa yang dilakukan kader hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat berarti bagi masyarakat desa,” ungkapnya.

Pelaksanaan penilaian di Kabupaten Majene ini melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Kabupaten Mamuju. Kehadiran langsung Kepala Dinsos P3APMD Sulbar bersama jajaran di lapangan menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap penguatan Posyandu dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, Dinsos P3APMD Sulbar berharap semakin banyak Posyandu yang mampu berkembang, menghadirkan inovasi, serta menjadi ruang pelayanan dan pemberdayaan yang benar-benar hadir untuk masyarakat.

Sebab, di balik Posyandu yang aktif, ada kader yang bekerja dengan kepedulian. Dan di balik kader yang terus bergerak, ada masyarakat yang semakin berdaya.





Address

Kompleks Perkantoran Gubernur
Mamuju
91512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas Sosial P3APMD Sulawesi Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share