Intrans Institute

Intrans Institute International Socialist Transition Institute

Setelah kemarin selesai membaca bukunya Intan Suwandi tentang Imperialisme, dengan senang hati kami ingin menghidangkan ...
20/10/2025

Setelah kemarin selesai membaca bukunya Intan Suwandi tentang Imperialisme, dengan senang hati kami ingin menghidangkan buku baru lagi untuk kita baca bareng-bareng. Kali ini bertemakan tentang sejarah pergerakan.

Buku ini mengurai hubungan antara bahasa, ideologi dan politik pada masa pergerakan abad 20 di Hindia Belanda. Pergolakan sosial dan perkembangan dunia cetak-mencetak akibat kapitalisme menjadi landasan rakyat bumiputra untuk bersuara melalui tulisan. 

Seperti biasa, baca buku akan dilaksanakan setiap hari Selasa, dan terbuka untuk umum. Kami tunggu kehadiran kalian semua🤗.

Ulasan singkat film "Mi Pais Imaginario" oleh kawan Adfa. Menerjemahkan dentuman protes 2019 di Chile, yang awalnya seba...
21/08/2025

Ulasan singkat film "Mi Pais Imaginario" oleh kawan Adfa.

Menerjemahkan dentuman protes 2019 di Chile, yang awalnya sebagai kemarahan untuk 'negeri yang diimpikan' tapi pupus sejak konstitusi baru dirancang.

"Sejarah bukan sekedar cerita, tapi pelajaran yang hidup" Bagaimana proklamasi 17 Agustus 1945 dipahami bukan sekedar se...
18/08/2025

"Sejarah bukan sekedar cerita, tapi pelajaran yang hidup"

Bagaimana proklamasi 17 Agustus 1945 dipahami bukan sekedar sebagai momen, tapi proses politik yang sarat tarik menarik kepentingan. Mari kita bahas bersama buku karya Sidik Kertapati untuk melihat sejarah kemerdekaan dari sudut pandang gerakan, khusus golongan muda.

🗓 Selasa, 19 Agustus 2025
🕡 18.00 WIB - selesai
📍 Kedai Kopi Kalimetro (Jl. Joyosuko Metro No. 42 Merjosari) https://share.google/7Gbpr38Ga0hkzbE5U

Terbuka untuk umum
Kalian semua diundang.

Nb: Tersedia bazar buku

Mi Pais Imaginario, sebuah film dokumenter yang merekam kemarahan dan harapan rakyat Chili. Film yang ingin menunjukkan ...
08/08/2025

Mi Pais Imaginario, sebuah film dokumenter yang merekam kemarahan dan harapan rakyat Chili. Film yang ingin menunjukkan bahwa rakyat bisa menulis sejarahnya sendiri.

"Bukan 30 peso, tapi 30 tahun" adalah slogan dan seruan utama rakyat Chili dalam pemberontakan 2019. Ini bukan sekedar karena ongkos metro, tapi karena luka sejarah yang belum sembuh.

Banyak hal yang bisa kita pelajari melalui film ini. Silahkan tonton dan diskusikan bersama.

Baca Buku Bareng. Terbuka untuk UmumSetelah kemarin selesai membaca buku tentang Oligarki. Kali ini kami akan hadir deng...
06/07/2025

Baca Buku Bareng. Terbuka untuk Umum

Setelah kemarin selesai membaca buku tentang Oligarki. Kali ini kami akan hadir dengan buku yang tak kalah penting, yakni tentang "Rantai Nilai: Wajah Baru Imperialisme Ekonomi" ditulis oleh Intan Suwandi.

Imperialisme tidak selalu tentang penundukan dengan senjata. Dalam bentuknya yang paling terkini, ia hadir dengan cara kerja ekonomi, berupa dominasi modal asing, utang luar negeri, monopoli pasar, kontrol sumber daya alam dan super eksploitasi kelas pekerja oleh perusahaan multinasional.

Lebih lanjut mari bergabung dalam kegiatan kami, yang akan dilaksanakan:

📅 Hari : setiap hari Selasa
⏰ Jam : 17.00 WIB - Selesai
📍 Tempat : Gazebo Komunitas Kalimetro

NOBAR DAN DISKUSI "MY IMAGINARY COUNTRY" Api Santiago menjalar ke semua wilayah Chili; pelajar, mahasiswa, serikat buruh...
02/06/2025

NOBAR DAN DISKUSI "MY IMAGINARY COUNTRY"

Api Santiago menjalar ke semua wilayah Chili; pelajar, mahasiswa, serikat buruh, perempuan, masyarakat adat, dan lain sebagainya, bersatu tekad dalam satu barisan. Semakin lama semakin besar, berlimpah ruah untuk bertempur di jalan, kerusuhan terjadi tingkat tinggi. Inilah ledakan sosial terbesar dalam sejarah Chili.

Mereka berbaris atas nama anti neoliberalisme, penyebab penderitaan, ketimpangan ekonomi, biaya hidup semakin tinggi, privatisasi pendidikan dan kehidupan yang serba sulit lainnya. Protes berlangsung lama, api tak pernah padam, dari 2019 berlangsung bahkan hingga 2022. Tekanan yang begitu besar ini menghasilkan capaian reforma struktural ekonomi dan politik yang cukup signifikan, termasuk merubah konstitusi.

Apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa di Chili? Syarat seperti apa yang memungkinkan gerakan kerakyatan, khususnya di Indonesia, menjadi api perubahan?

📆Selasa, 3 Juni 2025
⏰18.00 WIB - selesai
📍Brojan Warkop Story (Joyo Agung, Merjosari, Kota Malang)

Narasumber diskusi:
1. Transisi
2. Serikat Pekerja Kampus
3. Pembebasan Malang
4. Aksi Kamisan Malang
5. Mahasiswa Brawijaya

Nb: mohon datang tepat waktu.

[MY IMAGINARY COUNTRY]Ledakan sosial 18 Oktober 2019 di Chili, adalah peristiwa gejolak politik besar selama periode pas...
01/06/2025

[MY IMAGINARY COUNTRY]

Ledakan sosial 18 Oktober 2019 di Chili, adalah peristiwa gejolak politik besar selama periode pasca-perang dingin. Dipicu oleh kenaikan tarif metro, transportasi publik kereta bawah tanah. Protes pemuda dan mahasiswa berubah menjadi demonstrasi populer anti-neoliberalisme yang melibatkan hampir 1/4 populasi Chili. Perempuan, masyarakat adat, seniman, atlet, dan berbagai jenis katagori sosial ikut terseret dan terlibat aktif untuk menggerakkan protes menentang neoliberalisme. Bertahan dengan waktu yang cukup lama, gerakan ini berhasil meraih reforma-reforma sosial, melahirkan konstitusi baru, dan merebut kekuasaan dari rezim sayap kanan.

Apa arti kemenangan gerakan anti-neoliberalisme? Bagaimana rakyat Chili berhasil melakukannya? Mengapa ini penting bagi rakyat Indonesia?

My Imaginay Country, atau yang dalam bahasa aslinya berjudul Mi Pais Imaginario, adalah film garapan sutradara Patricio Guzman yang berusaha menangkap “api pertama” dari ledakan-ledakan ini. Dengan mendekati para pelakunya, My Imaginary Country memberikan cerita tangan pertama dari proses pengorganisiran, pendidikan politik, hingga pertempuran di jalanan. Sehingga memunculkan makna atas peristiwa perubahan sosial yang cukup besar di Chili.

Karena itu penting untuk berbagi cerita, mencari kekurangan dan pelajaran gerakan dari My Imaginary Country, tanpa meromantisirnya, dengan maksud agar gerakan rakyat, khususnya di Indonesia, menjadi berkembang signifikan.

Silahkan bagi kawan-kawan yang ingin menonton dan mendiskusikannya bisa menghubungi kami, melalui DM atau CP (0813-3631-8427).

Ledakan sosial 18 Oktober 2019 di Chili, adalah peristiwa gejolak politik besar selama periode pasca-perang dingin. Dipi...
01/06/2025

Ledakan sosial 18 Oktober 2019 di Chili, adalah peristiwa gejolak politik besar selama periode pasca-perang dingin. Dipicu oleh kenaikan tarif metro, transportasi publik kereta bawah tanah. Protes pemuda dan mahasiswa berubah menjadi demonstrasi populer anti-neoliberalisme yang melibatkan hampir 1/4 populasi Chili. Perempuan, masyarakat adat, seniman, atlet, dan berbagai jenis katagori sosial ikut terseret dan terlibat aktif untuk menggerakkan protes menentang neoliberalisme. Bertahan dengan waktu yang cukup lama, gerakan ini berhasil meraih reforma-reforma sosial, melahirkan konstitusi baru, dan merebut kekuasaan dari rezim sayap kanan.

Apa arti kemenangan gerakan anti-neoliberalisme? Bagaimana rakyat Chili berhasil melakukannya? Mengapa ini penting bagi rakyat Indonesia?

My Imaginay Country, atau yang dalam bahasa aslinya berjudul Mi Pais Imaginario, adalah film garapan sutradara Patricio Guzman yang berusaha menangkap “api pertama” dari ledakan-ledakan ini. Dengan mendekati para pelakunya, My Imaginary Country memberikan cerita tangan pertama dari proses pengorganisiran, pendidikan politik, hingga pertempuran di jalanan. Sehingga memunculkan makna atas peristiwa perubahan sosial yang cukup besar di Chili.

Karena itu penting untuk berbagi cerita, mencari kekurangan dan pelajaran gerakan dari My Imaginary Country, tanpa meromantisirnya, dengan maksud agar gerakan rakyat, khususnya di Indonesia, menjadi berkembang signifikan.

Silahkan bagi kawan-kawan yang ingin menonton dan mendiskusikannya bisa menghubungi kami, melalui DM atau CP (0813-3631-8427). Film telah kami terjemah dalam bahasa Indonesia.

KILAS BALIK 1998, PERINGATAN 27 REFORMASI Keberhasilan gerakan rakyat mendesak Suharto dan perangkat kekuasaannya, terut...
20/05/2025

KILAS BALIK 1998, PERINGATAN 27 REFORMASI

Keberhasilan gerakan rakyat mendesak Suharto dan perangkat kekuasaannya, terutama ABRI, untuk hengkang dari kekuasaan politik, disambut baik dengan sorak-sorai oleh rakyat. Dicabutnya 5 Paket UU Politik dan Dwifungsi ABRI, pembebasan tahanan dan narapidana politik, digelarnya Referendum untuk Timor Leste, memunculkan harapan bahwa hal ini dapat membuka kemungkinan yang lebih lebar akan perubahan sosial-politik yang radikal.

Namun, capaian reformasi, setelahnya, tidak bergeser pada perubahan fundamental. Memang telah ada keterbukaan politik, terbangunnya multi-partai, tapi elit-elit sisa Orde Baru lah yang menikmati. Pasca 1998 justru diwarnai oleh kemunduran kualitas politik, melemahnya agenda ekonomi kerakyatan, dan kembalinya kekuatan politik lama yang bercampur dengan kekuatan politik baru yang konservatif, oportunis, dan oligarkis. Sementara gerakan rakyat politik alternatif tidak kunjung dominan.

Mari kita diskusikan kebuntuan gerakan rakyat 1998, dan komparasi dengan eskalasi gerakan rakyat yang terjadi kontemporer.

Hari : Rabu, 21 Mei 2025
Jam : 16.00 - 20.00 WIB
Tempat : Kedai Rupa Duta, Jl. Pekalongan, Kota Malang

Sampeyan itu tidak akan mengerti arti fasisme sebelum sepatu tentara nempel di jidat. (Wiji Thukul)
16/03/2025

Sampeyan itu tidak akan mengerti arti fasisme sebelum sepatu tentara nempel di jidat.

(Wiji Thukul)

Setelah lebih dari seminggu Tadarus Islam Progresif digelar, saatnya kita jumpa dipertemuan terakhir. Pertemuan yang emo...
14/03/2025

Setelah lebih dari seminggu Tadarus Islam Progresif digelar, saatnya kita jumpa dipertemuan terakhir.

Pertemuan yang emosional. Tibanya kemarahan dan kutukan rakyat dunia, ketika hampir 100 ribu ton bom dijatuhkan sejak Oktober 2023 di jalur Gaza. Puluhan ribu anak-anak, perempuan, orang tua lansia, tewas di bawah senjata kolonial Israel. Iya, kita tahu ini bukan hanya Israel-Palestina apalagi Yahudi-Islam. Ini ada bagian dari watak cara kerja dunia yang ditopang negara-negara imperialis, memelihara jalur dagang dan kepentingan ekonomi mereka adalah tak ada tawarnya, sekalipun itu nyawa.

Lebih lanjut kita akan diskusi panjang lebar. Sebelum itu kita akan nonton film yang baru saja di release dan memenangkan penghargaan bergengsi internasional "No Other Land". Film ini menghasilkan perdebatan pro-kontra, dan kita bisa terlibat di dalamnya.

Silahkan datang di acara Nobar dan Diskusi ini, terbuka gratis dan untuk umum. 🚩




Address

Malangbong

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Intrans Institute posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Intrans Institute:

Share