Remaja Muslim Malang Kabupaten

Remaja Muslim Malang Kabupaten Lembaga Dakwah Sekolah Islamuda adalah suatu lembaga yang memiliki tujuan untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda.

*S.O.S PERGAULAN REMAJA!*_Buletin Teman Surga Edisi  #211 (Rajab 1444 / Februari 2023)_Gaul bebas remaja makin beringas....
03/02/2023

*S.O.S PERGAULAN REMAJA!*

_Buletin Teman Surga Edisi #211 (Rajab 1444 / Februari 2023)_

Gaul bebas remaja makin beringas. Belakangan, linimasa sosial media ramai oleh pemberitaan ratusan pelajar di kota reog yang minta dispensasi nikah muda ke departemen agama karena kedapatan hamil di luar nikah. Waduh!

Dikutip dari detikjatim.com Ratusan pelajar SMP dan SMA di Ponorogo mengajukan permohonan dispensasi menikah dini dengan alasan hamil di luar nikah. Jumlah permohonan yang dikabulkan PA Ponorogo mencapai 176 kasus. Sedangkan sisanya 8 ditolak, 4 dicabut, 2 tidak diterima, dan 1 gugur. Bahkan dari banyak kasus di atas sudah ada yang melahirkan.

Sementara di kota kembang, Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung mencatat 143 warga berusia sekolah mengajukan dispensasi menikah. Belakangan diketahui kasus itu didominasi akibat ratusan pelajar hamil di luar nikah. (Inisumedang.com, 20 Januari 2023).

Kurang lebih sebanyak 276 pasangan mengajukan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Bima sepanjang tahun 2022. Ratusan pasangan di bawah umur itu didominasi pelajar SMP dan SMA di Kota dan Kabupaten Bima.

Kepala Bidang Informasi dan Pengaduan PA Bima, Subhan, SH, mengaku ratusan perkara yang mengajukan dispensasi kawin tersebut sebanyak 85 persen yang mengajukan lantaran hamil di luar nikah. (SUARANTB.COM,17 Januari 2023)

Ratusan pelajar lulusan SMP di Pacitan, Jawa Timur hamil di luar nikah dan memilih menikah dini. Berdasarkan data Pengadilan Agama Pacitan yang mengajukan permohonan dispensasi pada tahun 2022 sebanyak 308 dan minggu kedua Januari 2023 sebanyak 20 pemohon. Disinyalir, faktor ekonomi dan lokasi yang berada di pegunungan menjadi salah satu penyebab para remaja itu memilih nikah dini. Selain itu, para remaja ini juga sudah hamil. (konteks.co.id, Rabu, 18 Januari 2023)

Dari data-data di atas, tak salah kalo SOS alias tanda bahaya pergaulan remaja harus terus dibunyikan. Kalo perlu, kencangkan suaranya. Viralkan di sosial media. Biar warga +62 nyadar bahaya yang tengah mengancam negerinya.

* # Gaul Bebas Kian Beringas*

Setiap hari kita disodorkan potret buram gaul bebas remaja yang menghiasi headline media massa. Beritanya berseliweran liar pada linimasa sosial media. Tak terkendali hingga memancing beragam komentar dari netizen yang bikin potret itu makin buram, lecek dan tak berbentuk kaya kanebo kering. Absurd!

Pertanyaan besarnya, apa yang bikin remaja gaulnya kebablasan? Gak sekedar temenan, tapi juga demenan. Gak sekedar demenan, lanjut pacaran. Gak sekedar pacaran, tapi ngebucin hingga marak perzinahan. Kenapa?

Kalo kita ulik, setidaknya ada tiga faktor yang mungkin bikin remaja kalap dalam pergaulan. Yaitu:

Pertama, informasi sesat seputar pergaulan remaja. Remaja kadung dicekoki gaya hidup pergaulan bebas. Interaksi cewek cowok tanpa batas dilabeli pergaulan modern dan kekinian. Biasa aja gitu mulai dari jalan bareng, belajar bareng, makan bareng, nonton bareng, sampai tidur bareng.

Sejatinya, bergaul dengan lawan jenis hukum asalnya terpisah sebagaimana diatur dalam Islam. Biar manusia tetap terjaga kemuliaannya tak seperti kehidupan hewan. Kalo dibiarkan bebas, nafsu syahwatnya bakal jadi panutan. Akibatnya, musibah datang bertubi-tubi tanpa notifikasi.

Sebagaimana diingatkan oleh Imam Ibnul Qayyim, “Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan kaum perempuan bergaul bebas dengan kaum laki-laki adalah biang segala bencana dan kerusakan, bahkan ini termasuk penyebab (utama) terjadinya berbagai melapetaka yang merata. Sebagaimana ini juga termasuk penyebab (timbulnya) kerusakan dalam semua perkara yang umum maupun khusus. Pergaulan bebas merupakan sebab berkembangpesatnya perbuatan keji dan zina, yang ini termasuk sebab kebinasan massal (umat manusia) dan wabah penyakit-penyakit menular yang berkepanjangan.”

Kedua, lingkungan pergaulan yang steril dari aturan islam. Saat ini remaja muslim hidup dalam lingkungan keseharian yang jauh dari nilai-nilai Islam. Masyarakat nggak risih ngeliat remaja pacaran. Mereka menganggap itu hal yang wajar. Sehingga gak ada yang ngingetin saat kemaksiatan merajalela.

Terlebih lagi, pertunjukkan kisah cinta para idola remaja begitu vulgar tayang di berbagai media. Baik offline apalagi online. Terutama linimasa sosial media para idola yang dipantengin terus keseharian dan kisah cintanya. Dari mulai isu kedekatan, pdkt, ungkapan cinta, bucin, sampai putus nyambungnya jadi kontent viral.

Hasilnya, pergaulan remaja makin luput dari pengawasan karena dianggap sudah dewasa. Kenyataannya, dewasa sebelum waktunya akibat terhanyut dalam dekapan syahwat saat berduaan. Bablas. Perzinahan tak terelakkan.

Ketiga, benteng akidah yang rapuh. Hidup dalam lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Islam bagi remaja muslim itu sebuah tantangan tersendiri. Gimana nggak, ketika temen-temen sebayanya terbiasa dengan gaul bebas, busana yang mengumbar aurat, hingga berdua-duaan, remaja muslim yang masih komitmen dengan keislamannya mesti bisa jaga diri. Kalo dia pergi, taruhannya bakal dijauhi. Kalo dia tetap di sana, hatinya gelisah dengan kemaksiatan yang merajalela di depan matanya.

Sayangnya, sekuat-kuatnya batu kalo terus dijatuhi tetesan air akan cekung juga. Begitulah yang terjadi pada keimanan remaja muslim yang hidup dalam lingkungan sekuler. Awalnya masih bisa bertahan. Kelamaan, akidahnya makin keropos dihantam gaya hidup hedonis yang menghantam bertubi-tubi keimanannya. Sampai akhirnya menyerah, dan terjerumus dalam pergaulan bebas.

* # Tanggung Jawab Bersama*

Gaul bebas di kalangan remaja tak bisa diabaikan. Apalagi sudah makan korban hingga ratusan pelajar yang terenggut masa depannya. Usia puber jangan dijadikan alasan untuk membiarkan mereka pacaran. Apalagi sampai orangtua ngerasa risau bin galau saat putra putrinya tercinta yang beranjak dewasa belum punya pasangan. No way!

Bagusnya orangtua ngerasa bahagia kalo buah hatinya tak terjerumus dalam budaya pacaran. Sambil terus berdoa semoga mereka tetap terjaga kemuliaanya selagi muda demi menjemput kebaikan di masa tua. Ajib kan.

Yang seharusnya bikin kita prihatin adalah ketika gaul bebas remaja kian beringas. Masalahnya, bukan cuman mereka para pelaku gaul bebas aja yang bakal jadi korban. Tapi kita semua generasi muda dambaan umat juga kena getahnya dengan wabah hiv/ids, penyakit menural seksual, prostitusi, aborsi, hingga Allah swt menegur kita dengan caranya.

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Jika perbuatan zina telah nampak (tersebar) di suatu negeri maka Allah akan membinasakan negeri tersebut.”

Selain keluarga dan sekolah, negara juga punya peran besar untuk menjaga kemuliaan generasi muda. Negara yang bisa mecegah merajalelanya tayangan-tayangan remaja yang menyajikan keseharian publik figure yang erat dengan pergaulan bebas. Negara yang bisa memberikan sanksi yang tegas pada pelaku zina biar pelakunya kapok dan masyarakat jadi tercegah untuk berbuat hal yang sama.

Terlebih, kita selaku remaja muslim mesti berani katakan tidak pada gaul bebas. Jaga jarak dengan lawan jenis kecuali dalam interaksi yang diperbolehkan. Bentengi diri kita dari bisikan setan dan godaan media yang memprovokasi remaja untuk dekat dengan lawan jenis. Dan jangan sampai lupa, tetap kenali Islam lebih dalam. Biar benteng akidah tak mudah goyah. Ngaji yuk! []

https://temansurga.com/buletin-teman-surga-211-sos-pergaulan-remaja/

Kump**an berita terkini seputar peristiwa, politik, hukum dan kriminal serta ekonomi dan juga sepakbola di Jawa Timur

Aku anak ROHIS ...Selalau OPTIMIS ...Bukannya sok NARSIS ...Kami memang ManisKami AKTIVIS ...Benci ANARKIS ...Walau kant...
15/07/2017

Aku anak ROHIS ...
Selalau OPTIMIS ...
Bukannya sok NARSIS ...
Kami memang Manis

Kami AKTIVIS ...
Benci ANARKIS ...
Walau kantongku TIPIS ...
Bukan TERORIS ...

Yuk yang ngerasa ROHIS,..
'Nggak Ngaji Nggak Trendi" guys

Apresiasi komunitas Underground Tauhid untuk mendukung kreatifitas elemen Rohani Islam untuk semakin bisa diterima oleh masyarakat. Tanpa menomorduakan nilai...

13/02/2017

15/11/2016


14/11/2016

Alhamdulillah liputan Kegiatan LDS HTI , Muslim Youth Movement (My Movement) 2016 hari ini

Sumber : Koran Harian Surya, 14 Nov 2016

Behind the Scene MY Movement tahun lalu nih.dan yang pasti tahun ini bakalan lebih keren.
28/10/2016

Behind the Scene MY Movement tahun lalu nih.
dan yang pasti tahun ini bakalan lebih keren.

Alhamdulillah, inilah sekelumit memoar aktivitas yang ada di balik suksesnya acara MYM Kota Malang 2015. "Sebuah petualangan untuk melihat dan merasakan apa ...

17/10/2016

Muslim is "The REAL STYLE"

09/10/2016

Hijrah, Saatnya Berubah!

Alhamdulillah, ngga kerasa setahun berlalu, sekarang ini kita sudah menginjak di tahun yang baru. Loh, tahun baru? Kan masih dua bulan lagi. Lagian kok ngga rame sih?. Yaa.. ngga heran sih kalo banyak sobat yang bingung dan bertanya-tanya. Secara pergantian tahun yang lumrah disambut oleh manusia sejagat dunia itu tanggal 1 januari. Ya kan? Perayaan yang hingar bingar dengan segala kemeriahan tapi cenderung banyak kemaksiatan. Inget ya sob.. meski 1 januari (tahun baru masehi) kurang lebih masih dua bulan lagi, jangan sampe sobat muslim/muslimah malah ikut-ikutan ngerayain pergantian tahun yang satu itu yah. Because of what? Karna perayaan itu bukan berasal dari Islam. "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud).
Jadi, tahun baru apa yang justru remaja muslim banyak yang ngga tahu? Ini loh sobat, namanya tahun baru hijriyah yang jatuh setiap tanggal 1 Muharram. Dan sekarang kita menginjak di tahun ke 1438 Hijriyah. Biar ngga bingung, yuk kita telusuri aliran hulu dari tahun baru hijriyah dan hikmah apa yang bisa kita unduh dari kisahnya. let’s check this out.

Tahun Baru Kita Itu….
Tanggal 1 muharram sebagai momen peralihan tahun baru mungkin ngga terlalu dikenal oleh kebanyakan kaum muslimin dibanding tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal. Kalau untuk tanggal dan bulan masyarakat Arab sebelum Islam datang, sudah menggunakan kalender qamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka sepakat tanggal 1 ditandai dengan kehadiran hilal. Dan untuk nama-nama bulan masih dipake sampe sekarang sebenernya untuk menjadi acuan kaum muslimin beribadah. Contoh, bulan Dzulhijah dikenal sebagai bulan haji, bulan Ramadhan dimana kaum muslimim mulai berpuasa dan Syawal untuk merayakan hari raya Idul Fitri.
Nahh.. yang jadi masalahnya masyarakat Arab belum memiliki angka tahun. Akhirnya yang mereka gunakan sebagai acuan tahun adalah peristiwa-peristiwa besar yang terjadi ketika itu. Sobat mungkin pernah dengar bahwa tahun kelahiran Nabi Muhammad saw dikenal dengan tahun gajah. Dan penyematan tahun gajah ini disandarkan pada peristiwa besar, dimana saat itu terjadi serangan pas**an gajah dari Yaman oleh raja Abrahah. Tahun renovasi Ka’bah, karena ketika itu Ka’bah rusak akibat banjir dan dibangun ulang. Sistem penanggalan dan tahun seperti ini berlanjut sampai masa Rasulullah dan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Baru deh, di zaman Khalifah Umar Bin Khaththab ra, mulai merumuskan dan menetapkan kalender hijrinyah.
Khalifah Umar bin Khattab ra, mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar lalu Beliau bertanya: “Mulai kapan kita menulis tahun.” Ali bin Abi Thalib urun pendapat dengan mengatakan: “Kita tetapkan saja sejak Rasulullah saw hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah ketika Nabi saw hijrah dari Mekkah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi). Dan alasan penguat yang disampaikan oleh Umar bin Khaththab adalah bahwa peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Akhirnya para sahabatpun sepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah sebagai acuan tahun pertama. Gimana, makin nambah ilmu kamu kan sob?

Fenomena Hijrah
Nih, biar kamu makin nambah banyak tahu. Secara bahasa, kata al-hijrah merupakan isim (kata benda) dari fi’il hajara, yang bermakna dlidd al-washl (lawan dari tetap atau sama), itu artinya hijrah itu berpindah tempat. Kalo menurut makna syar’i para fuqaha mendefinisikan hijrah adalah keluar dari darul (negara) yang kufur menuju Darul (negara) Islam. (An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, II/276). Dan bicara soal Hijrah, mungkin sebagian dari kalian sudah ngga asing lagi dengan fenomena Hijrah yang dilakukan oleh para selebritis. Dari mulai yang sebelumnya berpakaian minim akhirnya menutup aurat sampai ada juga yang memutuskan untuk pensiun dini jadi artis dan lebih memilih untuk mendalami agama Islam.
Hijrah itu bisa dibilang berpindah dari keadaan yang buruk ke keadaan yang baik. Makanya istilah hijrah dipake oleh orang-orang yang merubah hidupnya menjadi lebih sholih/sholihah. So, bukan berdiam apalagi berpindah atau berubahnya menjadi yang lebih buruk, ya?. Seperti yang satu ini sebut aja “Awka” sosok remaja yang masih jadi viral di media sosial karena pilihan dan keputusannya untuk berubah drastis dari remaja yang berkerudung, santun nan cerdas menjadi remaja yang berperilaku bebas dari mulai lepas kerudung dan berpakaian minim, mengukir tato dibagian tubuhnya, sampai bebas bergaul. Na’udzubillaah. Don’t ever try this ya sobaaat!!.

Bismillaah, ini hijrahku…
Ibarat sebuah film, setiap dari kita pasti punya alur cerita dari perjalanan kehidupan yang kita lalui. Buat kamu yang sedari kecil sudah dididik menjadi anak sholih dan sholihah dengan lingkungan yang mendukung dalam kebaikan hingga dimudahkan istiqomah sampai saat ini, tentu bersyukur adalah hal yang wajib kamu lakukan. Tapi, kalo keadaannya adalah sebaliknya, dimana misalnya kamu belum mencari dan menemukan tujuan hidup hingga sempat atau masih berada dijalan yang keliru. Maka bertanya pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya kamu cari di hidup ini dan apa yang bikin kamu bahagia sesungguhnya adalah suatu hal yang perlu kamu renungi.
Dunia, bagi kebanyakan remaja terkadang menyilaukan bahkan sampai membutakan mata hati remaja dari jalan yang benar dan lurus. “…Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. al-Hadîd [57]: 20). Racun hedonis seolah sudah kepalang jadi syarat kekinian untuk bertahan menjadi yang diakui. Sedangkan remaja yang memilih jadi muslim sejati dan tidak terpengaruh dengan godaan liberalisme seolah harus hidup terasing dan dianggap aneh. Kalo yang satu ini kamu banget, tenang simak nih baik-baik apa kata Rosul kita Muhammad saw. “Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari. Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi.” Kemudian beliau bersabda, “Kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing”. Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?”. Beliau saw bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit diantara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak daripada orang yang menaatinya”. (Al-Haistami berkata hadits ini dalam Al-Kabir mempunyai banyak sanad. Para perawinya Shahih).
Kalo baca sabda Rasul diatas rasanya semakin semangat untuk hijrah menjadi lebih baik dan istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran. I love You, My Beloved Rasulullah. So, buat kamu-kamu yang saat ini masih ada di track (jalan) yang belum diridhoi Allah, yuk kita hijrah!? Cukup dengan modal niat karna Allah, lalu azzamkan diri untuk memulai untuk berubah menuju taat. Ahh… ngomong doang gampang tapi berubah kan ngga semudah membalikkan telapak tangan, lagian masih muda masih pengen nikmatin hidup. Mungkin ini yang sering jadi “rantai gajah” remaja-remaja kita susah move on dan hijrah menjadi yang lebih sholih. Emang sih, ngomong doang tapi ngga ada action sama aja kaya kamu bilang laper tapi ngga usaha cari makanan ke dapur, ya ngga bakalan ngilangin laper kali. So, yang pastinya kamu pastikan adalah kamu MAU berubah (hijrah) atau ngga? Kalo dalam diri kamu belum ada keMAUan, yaa gimana mau ngelakuin perubahan besar, ngebalikin telapak tangan yang gampang aja jadi susah banget. Betul apa bener??.
Udaah… kalo untuk yang baik dan bawa kamu ke kebaikan ngga usah banyak tapi dan ngga usah pake nanti. Karna Allah swt sudah menetapkan bahwa yang baik hanyalah hidup bersama Islam dan menjadi Muslim Sejati. “… Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (TQS. Al Baqarah: 132). Gimana? Masih butuh alasan lain kenapa kamu harus hijrah untuk taat sekarang dan bukan nanti? Meski kamu ngga banyak tanya saat jadi followers gaya hidup hedonis dan liberal (bebas). Apa itu ide dan gaya hidup yang bener apa ngga? Apa dengan jadi followersnya kamu akan dapat banyak kebaikan atau malah keburukan? Dan yang terpenting apa kamu juga sempet mikir apa Allah s**a atau ngga dengan kita mengikuti aturan bebas yang dibuat manusia dibanding taat sama Allah?
Okee. Simak ini kalo masih butuh alasan untuk hijrah tanpa tapi. Pertama, tanya pada diri sendiri siapa sih kamu sebenarnya? Bukan makhluk jadi-jadian d**g? Hehe.. coba buka hati dan pikiranmu untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. kalo kamu serius pasti kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya kita itu hanyalah makhluk ciptaan Allah yang segalanya bergantung hanya kepadaNya. Untuk sekedar berkedip yang tidak kita tidak sadari aja ternyata masih bergantung pada kemurahanNya apalagi untuk yang lainnya. QS. Al an’am : 133 “Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain”. Kedua, saat kita mengenali siapa sesungguhnya diri kita maka tentu kita ngga akan bersikap ngga tahu diri atau seenaknya d**g? Jadi, pastikan kamu paham apa yang seharusnya seorang makhluk atau hamba Allah lakukan di dunia yang sesaat dan kesenangannya hanyalah semu. Semakin dalam alam pikiranmu mencari hakikat jati diri pasti kamu akan temukan bahwa kepatuhan dan ketaatan padaNya adalah satu-satunya jalan yang akan membawa kamu pada fitrah dan kebahagiaan hakiki yang kamu cari selama ini. “Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya”. (TQS. An Nisaa: 175). Dan yang ketiga, seperti yang Allah sampaikan diakhir ayat bahwa Allah akan menunjukkan kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. Itu artinya hidup kita hakikatnya adalah perjalanan dari Allah menuju Allah. Nah.. itu kenapa hijrah tanpa nanti karna kita ngga pernah tahu kapan waktu perjalanan kita di dunia ini berakhir dan itu artinya kita bersiap untuk bertemu Allah dan mempertanggung jawabkan tentang apa yang kita pilih dan apa yang kita lakukan. “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36). Dan balasan yang disediakan oleh Allah di akhirat kelak sesuai dgn amalnya di dunia. Perhatikanlah firman Allah yang satu ini,“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk & tempat kediaman mereka ialah Jahanam & itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ar-Ra’du:18)
The last, take your time and take your choice. Semoga kita semua senantiasa ditunjuki jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (p**a jalan) mereka yang sesat. .hijrah.menuju.taat !!

SMART CORNER
Tips Hijrah Smart with Islam :
1. Pastikan kamu tidak berada di comfort zone (zona nyaman) yang keliru . Maksudnya seseorang ngga akan merubah posisinya kalo dia merasa bahwa posisinya sekarang nyaman-nyaman aja sehingga ngga perlu untuk berubah. Padahal posisinya saat ini sama sekali ngga Allah ridhoi. Inget ya sob, kita hanya bersandar pada standar Allah yang ngga pernah salah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (p**a) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (TQS. Al Baqarah: 216)
2. Azzamkan hati untuk ikhlas hanya mengharap ridho Allah semata. Karena dengan azzam ini Insyaa Allah kita hanya fokus pada apa yang kita tuju dan lakukan, jadi apa yang dikatakan orang lain dan seperti apa penilaian mereka terhadap kita ngga akan mempengaruhi keputusan hijrah yang kita ambil. “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan dilakukan karena mengharap ridho Allah semata”. (HR. An Nasai dan Abu Dawud)
3. Carilah lingkungan teman atau komunitas yang bisa mendukung perubahanmu kearah yang lebih baik. Berkumpul dengan orang-orang sholih akan menjaga dan mengistiqomahkan kesholihan yang akan kamu mulai.
4. Mulailah untuk rajin menghadiri kajian-kajian keislaman yang akan menambah ilmu (agama) yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasul . Karena ini akan menjadi bekalmu saat melangkah dan berbuat sesuatu.
5. Teruslah mendekat untuk taat pada Allah swt. Karena Allah-lah yang akan memberimu kekuatan dan memudahkan segala urusanmu. “…Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (TQS. Ath thalaq: 4)

FUN CAMP ISLAMUDA (Edisi Kepemimpinaan 2)Lokasi: Bon Pring (Andeman) Turen.30-31 Juli 2016
14/08/2016

FUN CAMP ISLAMUDA (Edisi Kepemimpinaan 2)
Lokasi: Bon Pring (Andeman) Turen.
30-31 Juli 2016

27/04/2016

Gimana sih perlakuan kita pada Alquran seluler? Yuk cek di mana lagi kalau bukan di sini!

Late Post Acara Training "Mencetak Generasi Surga" di SMK Widya Dharma Turen
21/12/2015

Late Post Acara Training "Mencetak Generasi Surga" di SMK Widya Dharma Turen

Address

Jalan Raya Mondoroko Singosari No. 33
Malang
65174

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Remaja Muslim Malang Kabupaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Remaja Muslim Malang Kabupaten:

Share