02/03/2025
Ridwan Hisjam: Umroh Setiap Ramadhan, Antara Panggilan Hati dan Berbagi Kebahagiaan
Ibadah umroh bukan hanya sekadar perjalanan spiritual bagi Ir. H. M. Ridwan Hisjam, tetapi juga panggilan hati yang selalu ia jalani setiap bulan Ramadhan. Mantan Anggota DPR RI selama empat periode ini menjadikan umroh sebagai momen refleksi, mendekatkan diri kepada Allah, serta menguatkan hubungan dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Yang membuat perjalanan umrohnya lebih istimewa adalah kebiasaannya untuk tidak berangkat sendiri. Ridwan Hisjam tidak hanya mengajak keluarga inti, tetapi juga karyawan dan saudara-saudaranya untuk turut serta. Baginya, ibadah bukan hanya soal pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk merasakan pengalaman spiritual yang sama.
Meneladani Sahabat Nabi yang Dermawan: Abdurrahman bin Auf
Apa yang dilakukan oleh Ridwan Hisjam ini mengingatkan kita pada sosok sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf. Ia adalah salah satu sahabat Rasulullah yang dikenal sangat kaya, tetapi kekayaannya tidak pernah menjadikannya lupa pada akhirat. Ia menggunakan hartanya untuk membantu sesama, membiayai kaum muhajirin yang kesulitan, serta mendukung perjuangan Islam.
Diriwayatkan dalam hadits, Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan 700 ekor unta yang penuh dengan muatan makanan dan kebutuhan pokok untuk kaum muslimin di Madinah. Ia juga pernah menyumbangkan setengah dari seluruh kekayaannya untuk perjuangan Islam.
Ridwan Hisjam, meskipun dalam konteks yang berbeda, memiliki semangat yang serupa. Dengan memberangkatkan karyawan dan keluarganya untuk umroh, ia tidak hanya berbagi rezeki, tetapi juga membantu mereka mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali Imran: 133-134)
Ayat ini menegaskan bahwa salah satu ciri orang bertakwa adalah gemar bersedekah dan berbuat baik kepada sesama. Ridwan Hisjam tidak hanya beribadah untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajak mereka yang mungkin belum memiliki kesempatan untuk pergi ke Tanah Suci. Ini menjadi wujud nyata kepeduliannya terhadap orang-orang di sekitarnya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya."
(HR. Muslim)
Ketika seseorang memfasilitasi orang lain untuk beribadah, ia juga akan mendapatkan pahala yang sama. Ridwan Hisjam memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya didapatkan dari pengalaman pribadi, tetapi juga dari melihat orang lain merasakan kebahagiaan yang sama.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal prestasi politik atau bisnis, tetapi juga tentang keteladanan, berbagi rezeki, dan menebarkan manfaat bagi banyak orang. Apa yang dilakukan Ridwan Hisjam bukan hanya sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati—mendekat kepada Allah, menguatkan silaturahmi, dan berbagi berkah dengan sesama.