Berita Humas UIN Alauddin Makassar

Berita Humas UIN Alauddin Makassar Liputan Seputar Kegiatan UIN Alauddin Makassar

Sebanyak 5.320 mahasiswa baru pada delapan fakultas UIN Alauddin Makassar memulai perjalanan sebagai bagian dari sivitas...
03/09/2026

Sebanyak 5.320 mahasiswa baru pada delapan fakultas UIN Alauddin Makassar memulai perjalanan sebagai bagian dari sivitas akademika melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027. Rangkaian kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta berbagai ruang pengembangan diri selama menempuh pendidikan di UIN Alauddin Makassar.

Rangkaian PBAK diawali dengan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang berlangsung di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (1/9/2026). Mengusung tema “Memperkuat Kedaulatan Akademik, Menopang Ketahanan Bangsa”, sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mardan, M.Ag. Rangkaian PBAK turut dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko yang hadir memberikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa baru.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar secara resmi menyambut dan menerima mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bagian dari keluarga besar UIN Alauddin Makassar.

“Dengan memohon rahmat dan inayah Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada hari ini, Selasa, 1 September 2026 Masehi, bertepatan dengan 19 Rabiul Awal 1448 Hijriah, saya, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dengan ini menyambut dan menerima saudara-saudari sebagai mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027,” ujar Rektor dalam pernyataannya.

Penerimaan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Rektor UIN Alauddin Makassar Nomor 960 Tahun 2026 tanggal 31 Agustus 2026 tentang Nama dan Nomor Induk Mahasiswa Baru Program Strata Satu UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhammad Halifah Mustamin, M.Pd., mengatakan PBAK menjadi momentum awal untuk mempertemukan mahasiswa baru dengan lingkungan akademiknya sekaligus mengenalkan berbagai ruang yang dapat mendukung perkembangan mereka selama menjadi mahasiswa.

“PBAK bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan kampus. PBAK adalah pintu pertama yang mempertemukan mahasiswa baru dengan rumah akademiknya,” ujarnya.

Menurut Prof. Halifah, kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang perkuliahan. Berbagai lembaga kemahasiswaan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, kepemimpinan, kreativitas, karakter, hingga prestasi.

Karena itu, rangkaian PBAK tahun ini dipersiapkan dengan mengedepankan edukasi, pembinaan karakter, integritas, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengalaman awal mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik di UIN Alauddin Makassar.

Sebaran mahasiswa baru pada delapan fakultas menunjukkan besarnya ruang akademik yang akan diisi oleh generasi baru UIN Alauddin Makassar. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menjadi penerima mahasiswa baru terbanyak dengan 957 mahasiswa, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 813 mahasiswa, Fakultas Sains dan Teknologi 748 mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum 709 mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 695 mahasiswa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 645 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Filsafat 432 mahasiswa, serta Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak 321 mahasiswa.

Dari keseluruhan mahasiswa baru pada delapan fakultas tersebut, terdapat p**a mahasiswa non-Muslim yang turut menjadi bagian dari sivitas akademika UIN Alauddin Makassar. Bagi Prof. Halifah, keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan kampus yang perlu dirawat dalam semangat kebersamaan.

“Karena kampus kita ini adalah milik semua rakyat Indonesia,” katanya.

Jika dilihat secara keseluruhan, jumlah mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 10.428 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 5.320 mahasiswa pada delapan fakultas, 277 mahasiswa pada lima program profesi, 3.915 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta 916 mahasiswa Program Pascasarjana.

Besarnya jumlah mahasiswa baru tersebut menjadi bagian dari dinamika baru kehidupan akademik UIN Alauddin Makassar. Melalui PBAK, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada ruang belajar dan kehidupan organisasi, tetapi juga diajak memahami nilai, tanggung jawab, dan identitas sebagai bagian dari sivitas akademika.

Prof. Halifah berharap PBAK menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk menjalani proses pendidikan sekaligus menemukan ruang untuk bertumbuh dan berkontribusi di lingkungan kampus.

“Selamat belajar, selamat bertumbuh, dan selamat menorehkan prestasi,” pesannya.

Sidang Senat Terbuka Luar Biasa kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua Senat UIN Alauddin Makassar. Pembukaan PBAK tersebut menandai dimulainya perjalanan 5.320 mahasiswa baru pada delapan fakultas untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik dan kemahasiswaan, sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar UIN Alauddin Makassar.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/5320-mahasiswa-baru-memulai-perjalanan-akademik-melalui-pbak-uin-alauddin

Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar tidak hanya memasuki lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga tengah menapaki pros...
03/09/2026

Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar tidak hanya memasuki lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga tengah menapaki proses untuk menjadi bagian dari generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Pesan tersebut disampaikan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dalam orasi ilmiahnya di hadapan mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar.

Orasi tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (1/9/2026).

Mengawali pesannya, Bangun mengajak mahasiswa melihat posisi mereka bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi sebagai generasi yang kelak akan mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang.

“Siapa yang akan naik panggung berikutnya? Kalian!” tegasnya.

Menurutnya, pergantian generasi merupakan sebuah keniscayaan. Para pemimpin, rektor, dekan, dan dosen yang saat ini menjalankan perannya pada waktunya akan menyerahkan estafet tersebut kepada generasi berikutnya. Karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun karakter, jati diri, etos kerja, serta kecintaan kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak berada di perguruan tinggi.

Bangun juga mengingatkan mahasiswa untuk lebih bijak menggunakan ruang digital. Perkembangan teknologi, menurutnya, perlu diikuti dengan kemampuan menyaring informasi agar mahasiswa tidak terjebak dalam ujaran kebencian maupun konten yang dapat membentuk pola pikir negatif.

“Bangun karakter kalian, jati diri kalian, etos kerja kalian, kecintaan kalian kepada bangsa dan negara kesatuan Republik ini,” pesannya.

Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan perjalanan setiap individu yang memiliki titik awal berbeda. Latar belakang, menurutnya, bukan menjadi alasan untuk membatasi masa depan. Yang lebih menentukan adalah kemauan untuk terus bekerja, berupaya, dan berdoa.

“Bekerjalah, berupayalah, dan berdoalah lebih keras dari orang lain,” ujarnya.

Bagi mahasiswa, prinsip tersebut dapat diterapkan dalam menjalani proses pendidikan. Keinginan untuk mencapai sesuatu, kata Bangun, harus diikuti dengan usaha. Ia menggambarkan hal tersebut melalui keinginan menikmati keindahan laut yang tidak cukup hanya dengan melihatnya dari permukaan, tetapi membutuhkan keberanian untuk menyelam.

Pesan Bangun juga diarahkan pada kesiapan generasi muda menghadapi masa depan Indonesia. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan kompetensi dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia 2045. Generasi produktif, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi bagian dari jumlah angkatan kerja, tetapi harus memiliki kemampuan yang dapat memberi kontribusi bagi bangsa.

Dalam orasinya, Bangun turut menyinggung kekayaan sumber daya alam Indonesia dan posisi strategisnya dalam perkembangan global. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dipandang sebagai kekuatan yang harus dikelola untuk mendukung kesejahteraan sekaligus kepentingan bangsa.

Di hadapan mahasiswa baru, Bangun juga menyampaikan perhatian terhadap kekhawatiran orang tua ketika melepas anak memasuki dunia perguruan tinggi. Ia mengapresiasi pengelolaan mahasiswa baru oleh pihak UIN Alauddin Makassar yang menurutnya dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya pengalaman yang tidak diharapkan.

Pada akhirnya, ia menitipkan pesan kepada mahasiswa baru agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan untuk memperluas ilmu, membangun karakter, dan menjadi kebanggaan orang tua.

Pesan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mardan, M.Ag. Ia mengajak mahasiswa baru menjadikan semangat kebangsaan tersebut sebagai bagian dari peran mereka dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Siapa yang diandalkan untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa kalau bukan anak-anakku sekalian,” ujarnya.

Orasi tersebut menjadi salah satu pesan awal bagi mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi: bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi juga tentang menyiapkan diri untuk mengambil peran dan tanggung jawab di tengah masyarakat dan bangsa.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/pangdam-hasanuddin--mahasiswa-hari-ini-adalah-pemimpin-indonesia-di-masa-depan #

UIN Alauddin Online — Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar tidak hanya memasuki lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga tengah menapaki proses untuk menjadi bagian dari generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan…

Dua tim mahasiswa UIN Alauddin Makassar berhasil menorehkan capaian pada Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) XXV x Sharia Ec...
03/09/2026

Dua tim mahasiswa UIN Alauddin Makassar berhasil menorehkan capaian pada Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) XXV x Sharia Economic Expo (SEE) 2026 di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Masing-masing tim meraih penghargaan Harapan 1 pada kategori Islamic Scientific Paper dan Harapan 3 pada kategori Sharia Business Plan.

Temilnas XXV x SEE 2026 berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Optimalisasi Peran Industri Halal dan Transformasi Digital sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Umat yang Berkelanjutan.” Ajang yang diselenggarakan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) bersama pihak kampus tuan rumah tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan gagasan sekaligus berkompetisi di bidang ekonomi syariah.

Pada kategori Islamic Scientific Paper, tim UIN Alauddin yang beranggotakan Irma, mahasiswa Akuntansi angkatan 2024, Muh. Fikran, mahasiswa Perbankan Syariah angkatan 2024, dan Fatahillah Yusuf Muhammad Alftah Hairuddin, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2025, berhasil meraih Harapan 1.

Sementara itu, capaian lainnya datang dari kategori Sharia Business Plan. Tim yang terdiri atas Fadel Muhammad Olan Kasim, mahasiswa Perbankan Syariah angkatan 2025, Dirga Putra Agustaf, mahasiswa Akuntansi angkatan 2025, dan Anggun Nursakinah, mahasiswa Manajemen angkatan 2025, meraih Harapan 3.

Dua capaian tersebut memperlihatkan dua pendekatan berbeda yang dibawa mahasiswa UIN Alauddin dalam kompetisi nasional. Melalui Islamic Scientific Paper, mahasiswa mengembangkan gagasan dalam bentuk karya ilmiah, sementara kategori Sharia Business Plan menjadi ruang untuk menuangkan gagasan bisnis yang berorientasi pada ekonomi syariah.

Keikutsertaan dalam Temilnas XXV x SEE 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik, menyampaikan gagasan, serta menguji ide dalam lingkungan kompetisi yang lebih luas. Terlebih, tema yang diangkat dalam ajang tersebut menempatkan industri halal dan transformasi digital sebagai bagian dari pembahasan mengenai kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.

Dua penghargaan yang diraih menjadi bagian dari kiprah mahasiswa UIN Alauddin Makassar dalam membawa gagasan akademik dan inovasi ekonomi syariah ke tingkat nasional. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi melalui ruang ilmiah dan kompetitif di luar kampus.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/dua-tim-mahasiswa-uin-alauddin-raih-harapan-pada-temilnas-xxv-x-see-2026

Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 memasuki hari kedua. Rektor UIN...
03/09/2026

Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 memasuki hari kedua. Rektor UIN Alauddin Makassar meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut di sejumlah fakultas untuk melihat rangkaian PBAK yang diikuti mahasiswa baru.

Peninjauan berlangsung pada Rabu (2/9/2026) dengan menyambangi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Fakultas Adab dan Humaniora, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Dalam peninjauan tersebut, Rektor didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Andi Aderus, Lc., M.A., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhammad Halifah Mustamin, M.Pd.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kehadiran pimpinan universitas dalam rangkaian PBAK yang berlangsung di tingkat fakultas. Rektor dan jajaran melihat secara langsung aktivitas mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian pengenalan lingkungan akademik dan kemahasiswaan.

Pada hari kedua pelaksanaan PBAK, mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di masing-masing fakultas. Kehadiran pimpinan universitas di tengah kegiatan menjadi bagian dari rangkaian PBAK sekaligus memperlihatkan keterlibatan langsung pimpinan dalam menyambut mahasiswa baru di lingkungan fakultas.

Peninjauan di lima fakultas tersebut melanjutkan rangkaian PBAK setelah sebelumnya kegiatan diawali melalui Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka penerimaan mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027.

Sebanyak 5.320 mahasiswa baru pada delapan fakultas mengikuti PBAK tahun ini. Mereka menjadi bagian dari 10.428 mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027 yang mencakup mahasiswa program sarjana, program profesi, Pendidikan Profesi Guru, dan Program Pascasarjana.

Melalui rangkaian PBAK, mahasiswa baru mulai mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan di UIN Alauddin Makassar sebagai bagian dari awal perjalanan mereka di perguruan tinggi.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/rektor-uin-alauddin-tinjau-langsung-pelaksanaan-pbak-di-lima-fakultas

Pascasarjana UIN Alauddin Makassar menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 bagi mahasiswa Program Ma...
03/09/2026

Pascasarjana UIN Alauddin Makassar menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 bagi mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) di Ruang Rapat Senat Lantai IV Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola akademik, budaya perkuliahan, serta berbagai ketentuan yang perlu dipahami selama menempuh pendidikan di jenjang pascasarjana.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang berlangsung satu hari, orientasi mahasiswa baru tahun ini dilaksanakan selama dua hari. Penambahan waktu tersebut dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih luas dalam menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan proses akademik dan tata cara perkuliahan di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Hasyim Haddade, S.Ag., M.Ag., mengatakan orientasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memahami sistem akademik sejak awal masa studi.

Menurutnya, pengalaman menunjukkan masih terdapat mahasiswa yang menjelang penyelesaian studi belum sepenuhnya memahami aturan dan mekanisme akademik di Pascasarjana. Karena itu, orientasi dirancang agar mahasiswa baru memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses pendidikan yang akan dijalani.

“Makanya kita buka kesempatan seluas-luasnya agar mahasiswa baru paham betul seperti apa tata cara kuliah di pascasarjana,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa dapat menjalani studi sesuai target waktu sekaligus mencapai capaian akademik terbaik. Untuk itu, pemahaman terhadap aturan dan budaya akademik menjadi salah satu hal yang perlu dibangun sejak awal.

Pada tahun akademik 2026/2027, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar mencatat penerimaan mahasiswa baru lebih dari 900 orang melalui dua kali penerimaan. Jumlah tersebut disebut sebagai salah satu capaian penerimaan mahasiswa pascasarjana terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Hasyim menilai tingginya jumlah mahasiswa baru tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap UIN Alauddin Makassar dalam menyelenggarakan pendidikan pascasarjana.

Kepercayaan tersebut juga terlihat dari latar belakang pendaftar yang beragam. Pada periode penerimaan kali ini, terdapat sekitar 15 hakim yang mendaftar sebagai mahasiswa pascasarjana, termasuk hakim tinggi dan hakim pada lingkungan peradilan agama.

Menurut Hasyim, keberadaan mahasiswa dari kalangan hakim menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Ia juga menyampaikan komitmen untuk mengupayakan proses perkuliahan yang efektif bagi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab profesional, tanpa mengurangi standar akademik yang ditetapkan.

“Bagaimana memberikan kuliah semaksimal mungkin, seefektif mungkin sehingga tidak menghalangi pekerjaan-pekerjaan mereka,” jelasnya.

Selain pengenalan sistem akademik, orientasi juga menjadi momentum untuk menegaskan karakter perkuliahan di jenjang pascasarjana yang menuntut kemandirian mahasiswa.

Hasyim menjelaskan, pola pembelajaran di pascasarjana berbeda dengan jenjang sarjana. Mahasiswa dituntut lebih aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan pemikirannya, sementara dosen berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan, melengkapi, dan mengoreksi pembahasan mahasiswa.

Dalam proses tersebut, mahasiswa akan memperoleh Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai acuan perkuliahan dan mengetahui materi yang akan dibahas selama 16 kali pertemuan. Mahasiswa kemudian diharapkan mempersiapkan materi, menyusun makalah, serta aktif dalam proses pembelajaran.

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Hasyim turut mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan teknologi sebagai jalan utama dalam menyelesaikan tugas akademik.

Ia menekankan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap, tetapi proses berpikir, membaca, menganalisis, dan menyusun argumentasi harus tetap berasal dari kemampuan mahasiswa sendiri.

“Bolehlah sekali-kali melihat AI itu, tapi bukan menjadikan sebagai sumber utama. Tapi itu hanyalah sifatnya pelengkap,” tegasnya.

Ia mengingatkan, penggunaan AI secara berlebihan berpotensi membuat mahasiswa kehilangan proses pembentukan kemampuan akademiknya. Menurutnya, kualitas pendidikan pascasarjana tidak hanya diukur dari hasil tulisan yang terlihat baik, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa mempertanggungjawabkan gagasan yang ditulisnya.

Karena itu, ia bahkan mengaku lebih menghargai karya mahasiswa yang masih memiliki kekurangan dalam bahasa maupun kelengkapan data, tetapi menunjukkan hasil pemikiran sendiri, dibandingkan karya yang tampak sempurna namun tidak mencerminkan kemampuan akademik penulisnya.

“Kenapa? Tentu adik-adik mahasiswa nanti kalau keluar dan ternyata tidak seimbang titel dengan kemampuannya, maka menjadi pertanyaan,” pungkasnya.

Melalui orientasi tersebut, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar tidak hanya memperkenalkan sistem perkuliahan kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai kemandirian, tanggung jawab, dan integritas sebagai bagian penting dalam menjalani pendidikan di jenjang magister dan doktor.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/pascasarjana-uin-alauddin-makassar-bekali-mahasiswa-baru-dengan-pemahaman-akademik-dan-int

Pengabdian mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 2 di Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kep...
03/09/2026

Pengabdian mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 2 di Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kep**auan Selayar, diawali dengan membuka ruang bersama pemerintah desa dan masyarakat. Ruang itu dibangun melalui Seminar Program Kerja yang digelar di Aula Kantor Desa Harapan, Rabu (2/9/2026).

Seminar menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus memaparkan rencana kegiatan yang akan dijalankan selama berada di Desa Harapan. Lebih dari sekadar penyampaian agenda, forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendengar masukan sekaligus menyelaraskan rencana dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah program yang dipaparkan merupakan hasil observasi mahasiswa terhadap lingkungan Desa Harapan. Rancangan tersebut kemudian dibawa ke forum untuk mendapatkan tanggapan dari pemerintah desa dan masyarakat sebelum dilaksanakan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 2 Desa Harapan, Muh. Adrian Maulana, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak datang dengan membawa program yang sepenuhnya harus dijalankan sendiri, melainkan masih membutuhkan arahan dan masukan dari masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Kami masih dalam proses belajar dan tentunya masih membutuhkan arahan, bimbingan, serta masukan dari masyarakat Desa Harapan. Kami berharap setiap program yang kami laksanakan nantinya dapat memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Adrian.

Ia menambahkan, masukan dari pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat membantu mahasiswa menyempurnakan pelaksanaan kegiatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih tepat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Harapan, Arman. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN perlu dipandang sebagai bagian dari kebersamaan dalam membangun desa. Pemerintah Desa Harapan, kata dia, siap memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dirancang mahasiswa.

“Teman-teman KKN menjadi tanggung jawab saya sebagai Pemerintah Desa Harapan. Program kerja adik-adik KKN bukan hanya menjadi program kerja mereka, tetapi akan menjadi program kerja kita semua di Desa Harapan. Karena itu, kami akan memberikan dukungan terhadap program kerja adik-adik KKN,” ungkap Arman.

Dukungan tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk menjalankan pengabdian secara lebih kolaboratif. Bagi mahasiswa KKN, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh rancangan yang telah disusun, tetapi juga oleh sejauh mana program tersebut dapat berjalan bersama masyarakat.

Seminar ini sekaligus mengawali rangkaian pengabdian KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 2 di Desa Harapan. Dengan membuka ruang komunikasi sejak awal, mahasiswa dan pemerintah desa diharapkan dapat membangun kerja sama yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang relevan bagi masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN pun menjadi bagian dari proses belajar dua arah: mahasiswa belajar memahami kehidupan dan kebutuhan masyarakat, sementara masyarakat turut menjadi bagian dalam mengarahkan pengabdian agar lebih bermakna bagi Desa Harapan.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/kkn-uin-alauddin-makassar-desa-harapan-perkuat-kolaborasi-lewat-seminar-program-kerja

*Selamat datang Mahasiswa Baru UIN Alauddin Makassar 2026!* PBAK bukan sekadar awal perjalanan di kampus, tetapi juga ru...
31/08/2026

*Selamat datang Mahasiswa Baru UIN Alauddin Makassar 2026!*
PBAK bukan sekadar awal perjalanan di kampus, tetapi juga ruang untuk saling mengenal, belajar, bertumbuh, dan membangun budaya akademik yang aman, nyaman, berintegritas, serta saling menghargai. 🤝

Mari kita wujudkan PBAK 2026 yang bebas dari kekerasan, pungutan liar, pelecehan seksual, pelanggaran etika, dan tindakan lain yang mencederai nilai-nilai kampus.

Jika kamu mengalami, melihat, atau mengetahui adanya tindakan yang tidak semestinya selama rangkaian PBAK, jangan ragu untuk peduli dan melapor melalui kanal pengaduan:
📌 https://spi.uin-alauddin.ac.id/pengaduan

✨ Berani peduli, berani melapor.
✨ Setiap suara berarti, setiap insan kampus berhak merasa aman.
✨ Bersama kita jaga UIN Alauddin Makassar sebagai kampus yang berintegritas, bermartabat, dan bebas dari kekerasan serta pungli.

Selamat bergabung, Generasi Baru UIN Alauddin Makassar 2026! 💚

📢 PENGUMUMAN INFORMASIKepada seluruh pengguna Jalan H. M. Yasin Limpo, khususnya di sekitar depan Kampus UIN Alauddin Ma...
31/08/2026

📢 PENGUMUMAN INFORMASI

Kepada seluruh pengguna Jalan H. M. Yasin Limpo, khususnya di sekitar depan Kampus UIN Alauddin Makassar.

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 yang berlangsung pada 1–5 September 2026, arus lalu lintas di sekitar area kampus diperkirakan akan mengalami peningkatan kepadatan atau kemacetan.

Untuk menjaga kelancaran perjalanan, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat menggunakan rute alternatif selama pelaksanaan kegiatan tersebut.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya.

Hormat kami,
Panitia PBAK 2026

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Pengabd...
31/08/2026

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Roadmap bertema “Penguatan Multiliterasi Guru Profesional Berbasis TPACK dan Integrasi Nilai-Nilai Islam sebagai Strategi Adaptasi terhadap Transformasi Pendidikan” di Aula Kalabbirang, Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, dan dihadiri Ketua Program Studi PPG UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Usman, Kasi PAIS Kantor Kemenag Jeneponto, Ketua AGPAI Jeneponto, rombongan PPG UIN Alauddin Makassar, serta sejumlah guru dan tamu undangan.

Ketua Program Studi PPG UIN Alauddin Makassar, Prof. Usman, mengatakan PkM tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru.

Menurutnya, perubahan yang terus berlangsung dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk tidak hanya menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berbagai bentuk literasi.

“Penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menghadapi transformasi pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan relevan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi salah satu strategi yang diperkenalkan untuk membantu guru memadukan penguasaan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran secara efektif sesuai kebutuhan pendidikan masa kini.

Namun, Prof. Usman, transformasi pendidikan tidak semata berbicara tentang teknologi. Ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam proses pembelajaran, terutama untuk menjaga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Sementara itu, Bupati Jeneponto H. Paris Yasir menyampaikan apresiasi kepada UIN Alauddin Makassar atas pelaksanaan PkM tersebut. Menurutnya, transformasi pendidikan merupakan keniscayaan yang harus direspons melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi para guru.

“Transformasi pendidikan merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi para guru. Namun, kemajuan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai moral, karakter, dan keagamaan,” jelasnya.

Ia menilai guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama agar lahir sumber daya manusia yang unggul dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

“Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan kepada para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan, menguasai teknologi pembelajaran, serta tetap menjadikan nilai-nilai agama dan karakter sebagai landasan dalam mendidik generasi,” pungkasnya.

Paris Yasir juga mendorong sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan UIN Alauddin Makassar terus diperkuat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin siap menghadapi transformasi pendidikan dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif serta adaptif berbasis teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan karakter sebagai fondasi dalam membentuk generasi masa depan.

UIN Alauddin Online— Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Roadmap bertema “Penguatan Multiliterasi Guru Profesional Berbasis…

Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Umar Thamri...
31/08/2026

Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Umar Thamrin, meluncurkan karya sastranya Membilang Bintang dalam versi bahasa Inggris bertajuk Star Memories melalui forum internasional.

Peluncuran edisi bahasa Inggris tersebut digelar secara daring oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco bekerja sama dengan Dalang Publishing LLC, Jumat (28/8/2026) pukul 19.00 waktu San Francisco atau Sabtu (29/8/2026) pukul 09.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Umar Thamrin tampil bersama penerjemah Star Memories, Yuni Utami Asih, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana. Peluncuran ini turut dihadiri kalangan akademisi, pegiat sastra, dan peserta dari Indonesia maupun luar negeri.

Umar mengatakan, penerbitan Star Memories menjadi langkah penting untuk membawa karya sastra Indonesia menjangkau pembaca yang lebih luas.

“Terjemahan ini membuka ruang bagi karya sastra Indonesia untuk melintasi batas bahasa dan bertemu dengan pembaca dari latar budaya yang berbeda. Harapannya, cerita dan perspektif yang lahir dari Indonesia dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” ujar Umar.

Kehadiran versi bahasa Inggris Membilang Bintang membuka peluang bagi pembaca internasional untuk mengenal cerita serta perspektif budaya yang terkandung dalam karya tersebut. Proses penerjemahan juga menjadi bagian penting dalam membawa karya sastra Indonesia memasuki ruang literasi global.

Bagi Umar, kolaborasi antara penulis dan penerjemah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan suara-suara sastra Indonesia kepada pembaca dunia.

“Penerjemahan bukan sekadar memindahkan bahasa, tetapi juga menghadirkan kembali pengalaman, nuansa, dan konteks sebuah karya agar dapat dipahami oleh pembaca dari budaya yang berbeda,” katanya.

Peluncuran Star Memories melalui forum internasional tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi dan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia. Umar berharap karya-karya penulis Indonesia semakin memiliki kesempatan untuk hadir dan mengambil bagian dalam percakapan sastra di tingkat global.

“Semoga semakin banyak karya sastra Indonesia yang dapat menjangkau pembaca internasional. Kampus dan dunia akademik juga memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya karya serta memperluas jejaring agar sastra Indonesia terus menemukan ruangnya di tingkat global,” tutur Umar.

Capaian Umar Thamrin menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam pengembangan produksi kreatif dan internasionalisasi sastra Indonesia. Kiprahnya sebagai penulis juga memperkuat keterhubungan antara dunia akademik, kajian sastra, penulisan kreatif, dan praktik kebudayaan.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/dosen-bsi-uin-alauddin-luncurkan-novel-membilang-bintang-versi-bahasa-inggris

Address

Jalan H M Yasin Limpo Nomor 36
Makassar
92215

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Humas UIN Alauddin Makassar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share