20/07/2025
Santri Mbeling
Episode: 02
dan Preman Terminal
Pagi hari kereta sudah memasuki stasiun Jatinegara. Panji dan Deni bergegas turun kemudian berjalan ke jalan raya. Melihat keramaian kota metropolitan,,, Panji sangat kagum, karena banyak bangunan megah dan rame. Walau kota surabaya juga rame dan megah,, namun tak seramai dan semegah ibu kota.
“Den,,, uangku hanya cukup untuk makan 1 atau 2 hari lagi.” kata Panji sambil menikmati secangkir kopi hitam di kedai pinggir jalan.
“Tenang saja Panji. Aku banyak teman di sini, lagian,,, kita bisa ngamen.” Kata Deni.
“Baiklah kalau begitu, aku juga biasa ngamen waktu di surabaya, ujar panji. Sekarang kita mau kemana?” Kata Panji.
“Kita ke terminal cililitan dulu, ke tempat teman ku.” jawab Deni tak lama kemudian naik bus.
Tak seberapa lama setelah naik bus kota, sampailah Panji dan Deni di terminal cililitan. Deni pun bertemu dengan teman temannya yang juga berasal dari kota pahlawan surabaya.
“Lu bawah siapa Den.” tanya jack yang berwajah sangar dengan lengan penuh tato.
Dia Panji temanku, dia lagi pengen main aja ke Jakarta.“ Jawab Deni.
“Panji,,, makan dulu ke warung, minta saja, bilang suruh Jack.
Ayo den, kamu juga sarapan dulu.” Kata Jack.
“Siap…” Jawab Deni lalu beranjak ke warung.
Sambil makan di warung,,, Panji berkata, “Den,,, si jack itu sepertinya orang berpengaruh di kawasan ini?!”
“Dia ketua geng di terminal Cililitan. Dia juga menguasai beberapa lahan parkir di wilayah ini. Jack mempunyai banyak anak buah yang berasal dari surabaya.
Jadi,,, kamu jangan takut.
Walaupun Jack seorang preman yang kejam,,, Jack orangnya baik, apalagi pada orang sesama dari surabaya.” Jawab Deni.
“Setelah makan,,, kita parkiran, kita bantu si jack.”
“Baiklah.” Jawab Panji.
Di area parkir si jack duduk santai bersandar dinding toko.
“Panji,,, sini kamu” panggil jack.
“Iya Bang, ada apa?” jawab Panji.
“Duduk sini. Hemmm,,, kamu terlihat masih kecil. Emang umur berapa kamu?” Tanya si Jack.
Umur ku 15 tahun lebih bBang, baru lulus sekolah.” jawab Panji kemudian menyulut rokok.
“Kamu sering berkelahi tidak?” tanya jack kemudian menuangkan bir bintang ke dalam gelas.
“Tidak pernah bang, hanya mencuri dan mabuk saja.” jawab Panji.
“Ini bir, minumlah.” kata jack kemudian menyodorkan gelas berisi bir bintang.
“Kalau kamu gabung dengan ku,,, kamu harus jadi orang pemberani seperti Deni. Kamu harus berani memukuli orang, kalau terpaksa,,, kamu bunuh. Hidup di kota Jakarta ini kejam panji. Untuk bisa bertahan hidup,, demi sesuap nasi,,, kadang kita harus ribut dengan kelompok lain.Apa kamu sanggup,,,? “ Kata Jack.
“Sanggup bang. Tapi,,, rencananya aku mau pergi ke kabupaten Banten dulu.” Jawab Panji.
“Ngapain kamu ke kabupaten Banten,,,?” tanya jack heran.
“Emang kamu mau cari ilmu kebal dulu kesana,,,? “
“Aku ingin belajar Ngaji di pesantren sebentar. Kalau aku gak betah,,, aku akan kesini lagi.” Jawab Panji.
Mendengar pengakuan panji,,, jack diam sambil menghisap dalam dalam rokok nya. Jack teringat masa kecilnya dulu, yang ingin mesantren tapi orang tuanya tidak ada biaya. Karena kemiskinan,,, jack akhirnya terjun ke lembah hitam, dengan menjadi preman di ibukota.
“Panji,,, mengapa kamu ingin Ngaji ke pesantren,,,?” tanya jack yang matanya berkaca kaca.
“Di surabaya,,, aku sedang dicari polisi Bang, karna kasus pencurian.
Mungkin Mama ku sangat marah kepada ku, dan tidak mau menerima ku lagi. Mungkin juga aku akan disel beberapa bulan bahkan bisa setahun. Dari pada aku tidak sekolah,,, lebih baik aku belajar Ngaji di pesantren. Walaupun aku tau dari majalah,,, yaa saya coba saja, apakah aku bisa dan beta tinggal di pesantren.” Jawab Panji.
“Jadi,,, kamu mau mesantren itu karena terpaksa! Kamu anak yang jujur dan pemberani. Dari pada jadi preman seperti ku,,, lebih baik jadi santri, walau santri Nakal.
Baiklah Panji,,, aku tidak memaksamu harus ikut kelompok ku. Habis ini ikut aku, aku antar kamu naik bis ke serang Banten. Setelah itu kamu oper naik angkot atau bus metro mini.” kata jack.
“Mumpung masih sore.”
“Baiklah Bang.” kata Panji.
Sore itu,,, Jack mengantar Panji naik bis ke jurusan kota serang Banten.
Panji,,, ini uang buat ongkos naik bis, dan buat jajan kamu di Pondok Pesantren. Belajar Ngaji yang sungguh sungguh yaa,,, biar tidak seperti aku. Doakan aku panjang umur dan bisa Tobat. Kalau kamu ke Jakarta,,, singgahlah ke tempatku.” Kata Jack.
“Iya Bang. Terimakasih atas kebaikan abang. Sampai jumpa lagi.” Kata Panji lalu masuk kedalam bus.
Tak lama kemudian… Bus melaju perlahan lahan menuju kota serang kabupaten Banten.
Karena bus nya melaju pelan pelan sambil cari penumpang,,, jam 7 malam bus baru memasuki area terminal serang.
Setelah turun dari bis,,, Panji mencari angkutan umum untuk pergi ke pesantren.
Setelah tanya sana sini,, ternyata angkutan umum menuju kecamatan kramat watu terakhir jam 6 sore.
Dengan langkah gontai,,,Panji duduk di bangku terminal dan terpaksa menunggu hingga pagi hari.
Waktu terus berlalu, malam merambat pelan. Sepelan penjual bakso yang mendorong gerobaknya.
Pada tengah malam,,, ketika Panji duduk sendiri di bangku terminal,, ada seorang pemuda duduk di sebelah nya, bertanya, “Adik mau kemana, kok bawah tas sendirian di terminal?”
“Saya mau pergi ke pesantren Ar Rahman Mas, di kecamatan kramat waktu. Saya kemalaman, tidak ada angkutan umum, jadi terpaksa menunggu pagi.” Jawab Panji.
“Emang dari mana adik ini,,,? “ tanya pemuda tadi.
“Dari surabaya Mas.” jawab Panji.
“Silahkan diminum. Ini rokok, ambillah buat adik, ini ada uang seribu untuk naik bis metromini.
Ongkosnya bis hanya 200 rupiah. Bilang saja turun pesantren Ar Rahman, pasti tahu kondekturnya.
Kamu santai saja ya disini, kalau ada yang ganggu,, bilang saja keponakan bang ipin.” Kata Ipin.
“Baiklah Bang, Terimakasih.” Kata Panji.
Setelah itu,,, Bang ipin pergi meninggalkan Panji sendirian.
Karena menghormati santri,,,,Bang ipin pun berpesan kepada beberapa preman sekitar terminal serang untuk tidak mengganggu Panji.
~ bersambung