29/03/2023
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta (DLH), sampah selama bulan puasa di Jakarta dapat meningkat hingga 289 ton/hari. 😱
Peningkatan ini terjadi karena adanya perubahan pola konsumsi di masyarakat, terutama saat berbuka puasa dan sahur.
Selain sampah makanan yang memuncaki kategori terbesar dalam komposisi sampah di Jakarta, peningkatan ini juga terjadi pada sampah plastik sekali pakai.
Dengan alasan kemudahan, masyarakat seringkali memilih menggunakan material plastik sekali pakai pada saat membeli berbagai makanan dan minuman untuk berbuka.
Kecenderungan ini tidak hanya melekat pada level individu saja namun juga berbagai kelompok di masyarakat.
Pemandangan buka puasa bersama dengan menggunakan plastik sekali pakai (sebagai wadah) di berbagai tempat, seperti masjid dan perkantoran, juga seringkali ditemukan di sekitar kita.
Hal ini menjadi ironi tersendiri. Bulan dimana seharusnya para muslim melakukan segala perbaikan ibadah dan menahan diri dari segala hawa nafsu dan pola hidup konsumtif malah ‘tercoreng’ oleh adanya fakta peningkatan jumlah sampah yang begitu besar.
Padahal dalam ajaran agama Islam sendiri, terdapat berbagai perintah untuk menjaga lingkungan dan tidak berlebih-lebihan.
Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai selama bulan Ramadan dapat menjadi salah satu implementasi dari nilai-nilai tersebut.