Sekincau City

Sekincau City Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sekincau City, Kota Sekincau, Liwa.

01/04/2026

MENANTI KEADILAN INFRASTRUKTUR DI KAKI GUNUNG SUBHAN: MENGAPA SEKINCAU TERTINGGAL DARI WAY TENONG?

Ketimpangan pembangunan di wilayah Lampung Barat kini menyisakan sebuah tanda tanya besar bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kaki Gunung Subhan. Di satu sisi, warga di wilayah Sanyir dan Tambak Jaya yang secara administratif masuk ke dalam Kecamatan Way Tenong, kini tengah menikmati manisnya pembangunan jalan pelosok yang begitu progresif dan "jor-joran". Namun, pemandangan kontras justru terlihat jelas begitu kaki melangkah ke wilayah utara Kecamatan Sekincau. Meski kedua wilayah ini sama-sama menjadi lumbung komoditas pertanian dan bukan merupakan kawasan hutan lindung yang terlarang untuk dibangun, Sekincau seolah terjebak dalam stagnasi pembangunan yang membuatnya terlihat seperti anak tiri di tanah sendiri. Ketimpangan ini bukan sekadar masalah batas administratif, melainkan persoalan urat nadi ekonomi petani yang terhambat oleh akses jalan yang rusak berat.
Kritik utama yang perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pemangku kebijakan di Sekincau adalah kesan "pelit" dalam pengalokasian anggaran pembangunan jalan kebun. Sangat ironis melihat bagaimana mobilitas hasil bumi di wilayah tetangga begitu lancar berkat aspal dan beton yang masuk hingga ke pelosok, sementara petani di Sekincau masih harus berjibaku dengan lumpur dan biaya angkut yang mencekik. Masalah ini diperparah dengan volume pembangunan yang sangat minim, seolah-olah aspirasi masyarakat di wilayah utara Subhan jarang mendapatkan porsi yang adil dalam skala prioritas daerah. Jika Sekincau ingin bersaing secara ekonomi dengan Way Tenong, maka paradigma pembangunan harus diubah dari sekadar pemeliharaan rutin menjadi pembangunan infrastruktur yang masif dan menyentuh titik-titik produksi pertanian paling ujung.
Namun, kuantitas pembangunan bukanlah satu-satunya persoalan; kualitas pengerjaan di lapangan pun sering kali menjadi sorotan tajam karena diduga kuat sering dikurangi standar materialnya. Praktik pembangunan yang asal-asalan hanya akan menghasilkan jalan yang "seumur jagung", yang hancur kembali dalam hitungan bulan setelah proyek selesai. Pembangunan yang bersifat membangun seharusnya mengedepankan integritas dan pengawasan yang ketat, agar setiap rupiah anggaran yang turun benar-benar menjadi jalan beton atau aspal yang kokoh dan tahan lama. Tanpa kualitas yang mumpuni, pembangunan tersebut hanyalah pemborosan anggaran yang tidak memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan petani yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut kopi dan sayur-mayur mereka.
Sudah saatnya Kecamatan Sekincau bangkit dan menyelaraskan langkahnya dengan kemajuan yang dicapai oleh Way Tenong. Pemerintah daerah perlu mendengarkan jeritan hati para petani di kaki Gunung Subhan yang merindukan keadilan infrastruktur. Kritik ini hadir bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai pengingat bahwa potensi ekonomi Sekincau sangatlah besar dan hanya bisa meledak jika didukung oleh akses jalan yang layak dan berkualitas. Dengan transparansi yang lebih baik dan keberanian dalam menganggarkan jalur-jalur pelosok, Sekincau tidak akan lagi menjadi bayang-bayang di balik kemajuan tetangganya, melainkan akan berdiri sejajar sebagai kecamatan yang mandiri dan peduli pada kesejahteraan rakyat kecilnya.

"LAMPUNG BARAT HEBAT: SLOGAN ATAU KENYATAAN?"Setiap kali slogan "Lampung Barat Hebat" menggema dalam berbagai forum pert...
08/01/2026

"LAMPUNG BARAT HEBAT: SLOGAN ATAU KENYATAAN?"

Setiap kali slogan "Lampung Barat Hebat" menggema dalam berbagai forum pertemuan dengan masyarakat, ada getaran harapan yang seharusnya menyatu dengan realita. Slogan ini bukan sekadar pemanis pidato, melainkan janji luhur untuk membawa daerah ini menuju kemajuan yang merata. Namun, saat gema tepuk tangan usai, masyarakat di berbagai penjuru wilayah sering kali harus kembali pada kenyataan pahit di lapangan yang tak seindah narasi tersebut. Infrastruktur jalan yang rusak parah di jalur-jalur utama pendukung ekonomi masyarakat menjadi pemandangan harian yang kontras dengan kata "hebat". Di satu titik wilayah, kita melihat akses pengangkut hasil bumi yang tergenang air hingga dijadikan kolam pemancingan oleh warga, sementara di sudut wilayah lain, pohon pisang ditanam di tengah jalan sebagai tanda protes atas kerusakan yang tak kunjung diperbaiki.
Fenomena yang tersebar di berbagai tempat di Lampung Barat ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bahasa kalbu dan jeritan hati rakyat yang merasa akses mereka menuju kesejahteraan terhambat. Tak berhenti pada aksi protes, di beberapa wilayah tertentu, kegelisahan yang sama juga mendorong masyarakat untuk bergerak sendiri secara swadaya. Mereka bergotong-royong memperbaiki kerusakan dengan biaya dan tenaga pribadi demi memastikan roda ekonomi tetap berputar. Namun, sangat disayangkan ketika semangat luar biasa dari masyarakat di berbagai tempat ini sering kali hanya disambut dengan keheningan. Masyarakat sesungguhnya tidak butuh sekadar validasi atau pengakuan simbolis atas apa yang mereka lakukan secara swadaya. Mereka tidak butuh pemerintah hadir hanya untuk mengabaikan momen esensial demi pencitraan. Yang rakyat butuhkan adalah kepastian dan pembangunan yang nyata—sebuah bukti otentik bahwa keringat mereka dihargai dengan tindakan konkret, bukan sekadar kata-kata apresiasi tanpa realisasi.
Harapan akan Lampung Barat yang benar-benar hebat sering kali terbentur oleh dinding ego sektoral dan lemahnya koordinasi antar-instansi. Sangat memilukan jika di tingkat pengambil kebijakan masih sering terdengar hiruk-pikuk saling menyalahkan atau melempar tanggung jawab mengenai kewenangan perbaikan jalan. Masyarakat tidak butuh alasan administratif tentang instansi mana yang paling berwenang; mereka hanya butuh solusi nyata agar hasil tani mereka tidak terhambat akibat akses yang lumpuh. Pemerintah daerah, pusat, hingga tingkat kecamatan dan desa harus berhenti berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinkronisasi yang kuat dan saling menguatkan antar-instansi agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab rintihan rakyat di bawah dengan jadwal pembangunan yang pasti.
Inilah saatnya bagi seluruh pemangku kebijakan untuk merenung dan menata kembali makna "Hebat" agar tidak hanya menjadi slogan di atas kertas atau baliho resmi. Kehebatan sebuah daerah bukan diukur dari indahnya retorika di podium, melainkan dari seberapa peka pemerintah merangkul tangan rakyatnya—baik mereka yang memprotes lewat aksi di jalanan maupun mereka yang lelah berswadaya tanpa perhatian. Mari jadikan kritik yang muncul dari berbagai sudut wilayah ini sebagai tamparan positif untuk memperbaiki sinergi kerja antar-lembaga. Rakyat butuh kepastian bahwa esok hari mereka tidak lagi harus berkubang di jalan yang sama. Biarlah slogan "Lampung Barat Hebat" benar-benar mewujud dalam pondasi infrastruktur yang kokoh, sehingga masyarakat bisa melihat bahwa pembangunan nyata adalah prioritas utama di atas segala jenis validasi formalitas semata.

MENATA JANTUNG BARU LAMPUNG BARAT: Menjawab Harapan Masyarakat Melalui Transformasi Wilayah dan KonektivitasOleh: Admin ...
08/01/2026

MENATA JANTUNG BARU LAMPUNG BARAT: Menjawab Harapan Masyarakat Melalui Transformasi Wilayah dan Konektivitas

Oleh: Admin Sekincau City

Pasca-pemekaran Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2012, wajah geopolitik Kabupaten Lampung Barat mengalami pergeseran signifikan. Secara administratif, Liwa tetap berdiri tegak sebagai ibu kota. Namun, secara geografis dan ekonomi, pusat gravitasi kabupaten ini telah berpindah ke wilayah tengah dan timur. Selaku penulis, saya melihat bahwa sudah saatnya kita berhenti melihat daerah hanya dari kacamata administratif, dan mulai membangun berdasarkan realitas ekonomi serta denyut nadi masyarakat di lapangan.

LIWA DAN SEKINCAU-WAY TENONG: ASPIRASI KONEKTIVITAS LINTAS WILAYAH

Liwa memang memiliki infrastruktur pemerintahan yang mapan dengan dukungan wilayah penyangga seperti Batu Brak, Belalau, Sukau, Ranau, Suoh dan wilayah sekitarnya. Namun, tantangan jarak bagi warga di wilayah timur adalah fakta keseharian yang nyata. Dalam pengamatan saya, poros Sekincau dan Way Tenong saat ini telah tumbuh dengan akselerasi ekonomi yang jauh lebih pesat, menjadi pusat keramaian dan perdagangan yang sangat dinamis.
Wilayah ini didukung oleh ekosistem penyangga yang memiliki produktivitas tinggi:
• Sekincau: Menjadi pusat bagi wilayah Pagar Dewa dan Batu Ketulis. Wilayah ini adalah surga pertanian yang komplet; penghasil utama Kopi Robusta dan Arabika, sayur-mayur, hingga komoditas buah-buahan seperti jeruk yang kian produktif.
• Way Tenong: Menjadi simpul bagi Air Hitam, Gedung Surian, Kebun Tebu, dan Sumber Jaya, dengan harmoni antara perkebunan kopi dan hamparan persawahan (padi) yang luas.

MEMBANGUN PUSAT EKONOMI YANG DINAMIS DAN MANDIRI

Harapan besar masyarakat adalah adanya pembagian peran kota yang jelas untuk menjaga keseimbangan pembangunan. Jika Liwa ditata sebagai pusat pemerintahan yang formal, anggun, dan tertib secara administratif, maka Sekincau dan Way Tenong diharapkan terus berkembang sebagai pusat ekonomi dan perdagangan yang lebih inklusif.
Masyarakat mendambakan adanya semacam zona perdagangan bebas lokal di poros ini, di mana pelaku usaha dan UMKM mendapatkan ruang gerak yang lebih luas untuk berinovasi. Keleluasaan ekonomi ini tentu dibarengi dengan harapan akan tata ruang yang harmonis; sebuah kawasan bisnis yang dinamis namun tetap mengedepankan keteraturan sirkulasi publik serta kenyamanan kawasan yang tertata secara modern. Hal ini sekaligus berfungsi untuk mengurangi beban kepadatan di pusat pemerintahan Liwa.

KRITIK DAN HARAPAN: KONEKTIVITAS SEBAGAI KUNCI INKLUSIVITAS

Muncul aspirasi kuat dari warga agar pembangunan tidak hanya bersifat "Liwa-sentris". Kebutuhan paling mendesak yang menjadi perbincangan hangat adalah konektivitas strategis di wilayah sekitar seperti Sekincau dan Suoh. Terbukanya jalur penghubung langsung ini dipercaya sebagai kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan. Harapan warga adalah agar potensi besar seperti panas bumi dan wisata di Suoh tidak lagi menjadi "harta karun yang terisolasi", melainkan menjadi bagian integral dari putaran ekonomi di wilayah tengah dan timur.

VISI KONEKTIVITAS HIJAU (ECO-ROAD)

Saya menangkap kegelisahan warga yang ingin maju namun tetap ingin menjaga kelestarian alam. Masyarakat memimpikan konsep konektivitas hijau untuk jalur Sekincau-Suoh yang melintasi kawasan TNBBS. Jalur ini diharapkan menjadi scenic drive yang menjaga ekosistem, di mana hutan dijadikan daya tarik utama perjalanan. Dengan teknik green infrastructure, pembangunan ini diharapkan warga dapat mempermudah pengawasan kawasan hutan sekaligus menjadi kebanggaan ekowisata bagi masyarakat lokal.

HARAPAN TATA KELOLA WISATA MODERN DI "SEGITIGA EMAS"

Demi mendongkrak ekonomi kreatif, tumbuh ekspektasi akan tata kelola wisata yang lebih profesional:
1). Sekincau (Pusat Wisata Pertanian Modern): Fasilitas yang memadukan kebun kopi, sayur, dan jeruk dalam satu kawasan wisata edukasi pertanian yang modern dan tertata.
2). Way Tenong (Agro-Eco Tourism Kopi & Padi): Penataan lanskap sawah yang estetik menyerupai keasrian Ubud, Bali, yang bersanding harmonis dengan industri kopi rakyat.
3). Suoh (Digital & Geothermal Tourism): Digitalisasi layanan wisata dan pengembangan akomodasi ramah lingkungan (glamping) yang sangat ditunggu oleh masyarakat luas.
4). Konektivitas Terpadu: Tersedianya transportasi wisata khusus yang menghubungkan Sekincau-Suoh-Way Tenong sebagai satu kesatuan paket wisata.

KESIMPULAN: MEMBANGUN LAMPUNG BARAT YANG BERDAULAT DAN SEJAHTERA

Pada akhirnya, masa depan Lampung Barat bergantung pada keberanian kita dan pemerintah sebagai tumpuan harapan untuk tidak sekadar terpaku pada pola pembangunan lama. Kemajuan daerah tidak akan tercipta jika kebijakan hanya berfokus di pusat administratif tanpa berani mengeksekusi potensi besar di wilayah ekonomi.
Pemerintah harus menyadari bahwa infrastruktur yang mumpuni, terutama akses jalan yang mantap, adalah pondasi dasar yang tidak bisa ditawar. Tanpa aksesibilitas yang baik, potensi ekonomi sehebat apa pun akan sulit berkembang pesat secara masif. Jalan bukan sekadar aspal, melainkan urat nadi yang membawa kemakmuran ke setiap sudut wilayah. Harapan masyarakat kini tertumpu pada ketegasan pemangku kebijakan untuk mensinergikan Liwa sebagai marwah pemerintahan dan Sekincau-Way Tenong sebagai episentrum ekonomi yang tangguh.
Namun, kejayaan ini harus dipagari oleh keamanan dan kelestarian lingkungan yang dikelola secara profesional. Dinas Lingkungan Hidup serta instansi terkait diharapkan hadir sebagai mitra yang memastikan pembangunan tetap estetik dan tertata rapi. Melalui penguatan infrastruktur dan pusat ekonomi baru ini, kita optimis Lampung Barat akan berkembang lebih pesat dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Harapan besarnya adalah terwujudnya Lampung Barat yang mandiri secara fiskal, sebuah kabupaten yang tetap berdiri kokoh dan berdaulat tanpa perlu khawatir akan ancaman pemotongan dana dari pusat di masa depan. Jika sinergi ini terwujud, Lampung Barat akan menjadi teladan—sebuah wilayah yang indah hutannya, tertib kotanya, dan sejahtera seluruh rakyatnya.

 • • • • • •Hayoo siapa aja nih yang sering nyore dannyicipin makanan kuliner di daerah ini ?.....
13/11/2023


• • • • • •
Hayoo siapa aja nih yang sering nyore dan
nyicipin makanan kuliner di daerah ini ?.....



Pekon Giham Sukamaju, Kec. Sekincau, Lampung Barat
11/08/2022

Pekon Giham Sukamaju, Kec. Sekincau, Lampung Barat



07/08/2022
30/07/2022

Pawai Tahun Baru Islam 1444H di Kecamatan Sekincau, Kab. Lampung Barat




repost :

Satu tahun telah kita jalani, semoga amal-amalan kita pada tahun kemarin bisa lebih ditingkatkan, dan amal-amalan yang buruk tahun lalu dapat ditinggalkan🤲🙏

Selamat Tahun Baru Hijriah 1444 H✨


Suasana di Sekincau, Lampung Barat
10/07/2022

Suasana di Sekincau, Lampung Barat

Nie guys, momen senja di kecamatan Sekincau, Tepatnya di Pekon PampanganIn frame : Perkebunan Kopi📍 Lampung Barat, Indon...
25/03/2022

Nie guys, momen senja di kecamatan Sekincau, Tepatnya di Pekon Pampangan

In frame : Perkebunan Kopi
📍 Lampung Barat, Indonesia

Tag
Sekincau City
SMA Negeri 1 Sekincau, Lampung Barat
Lampung Eksis
Temianganhill
Temianganhill_official

01/02/2022

Sekincau City - Lampung Barat

Address

Kota Sekincau
Liwa
34885

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekincau City posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share