17/04/2026
*PMI Kabupaten Batang Gelar Bedah Rumah untuk Warga Wonokerso Limpung, Warga Gotong Royong Bangun Harapan Baru*
Limpung – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Dukuh Sidokerso RT 2 RW 2, Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Jumat, 17 April 2026. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang kembali menjalankan misi kemanusiaannya melalui program bedah rumah, kali ini menyasar rumah milik Bapak Pujek Kidin yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Acara serah terima bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Batang, Bapak Putut Husamadiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program bedah rumah adalah komitmen PMI untuk hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
“PMI tidak hanya urusan donor darah dan bencana. Ketika ada warga yang rumahnya sudah tidak layak, tapi belum tersentuh bantuan, kami berupaya hadir. Ini uang dari masyarakat, kembali untuk masyarakat,” tegas Putut sambil menyerahkan dokumen bantuan kepada Pak Pujek Kidin yang tak kuasa menahan haru.
Turut mendampingi, Ketua PMI Kecamatan Limpung Bapak Ivan Ady Permana menyampaikan bahwa Wonokerso menjadi salah satu prioritas karena hasil asesmen tim relawan menunjukkan rumah Pak Pujek Kidin masuk kategori mendesak untuk ditangani. “Kita bergerak cepat karena musim hujan kemarin rumah beliau sudah beberapa kali kemasukan air. Kasihan kalau dibiarkan,” ujar Ivan.
Pj. Kepala Desa Wonokerso, Bapak Antonius Haryanto, SE, yang hadir bersama jajaran perangkat desa mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Menurutnya, keterbatasan anggaran desa membuat program bedah rumah sering kali harus menunggu giliran.
“Kami atas nama pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada PMI Kabupaten Batang. Ini bentuk nyata sinergi. Warga kami juga langsung gerak kerja bhakti. Jadi tidak hanya dibantu material, tapi semangat gotong royongnya hidup lagi,” kata Antonius.
Pantauan di lapangan, warga sekitar langsung membentuk kelompok kerja. Ada yang bertugas bongkar bagian rumah lama, ada yang mengaduk semen, dan ibu-ibu menyiapkan konsumsi. Suasana kerja bhakti membuat proses pembangunan terasa lebih ringan. Ditargetkan, dalam dua minggu ke depan rumah sudah bisa ditempati dengan kondisi yang jauh lebih layak: dinding tembok, lantai plester, dan atap yang tidak bocor lagi.
Bagi Pak Pujek Kidin, bantuan ini seperti mimpi. Dengan mata berkaca-kaca, ia hanya bisa berulang kali mengucap syukur. “Matur nuwun sanget untuk PMI, Pak Lurah, dan semua tetangga yang sudah bantu. Saya ndak bisa balas apa-apa, cuma bisa ndongakke mugi-mugi diparingi sehat sedoyo,” ucapnya lirih.
Program bedah rumah PMI Kabupaten Batang bersumber dari dana kemanusiaan yang dihimpun melalui Bulan Dana PMI dan donatur lainnya. Setiap tahun, PMI menargetkan puluhan rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Batang dapat diperbaiki agar warga bisa hidup lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Dengan selesainya bedah rumah ini nanti, Dukuh Sidokerso tidak hanya mendapat satu rumah baru, tapi juga kembali menguatkan nilai kebersamaan yang sempat tergerus zaman. Gotong royong, ternyata belum mati. Ia hidup di tangan-tangan warga Wonokerso dan PMI Kabupaten Batang.