01/02/2022
Begini Kronologis Ibu dan Ayah Kandung Aniaya Anak di Matangkuli
Lhoksukon - Seorang balita berusia 5 tahun di Gampong Tumpok Perlak, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan dalam kondisi terombang-ambing tertidur di atas kursi di depan Rumah Warga dengan banda lemas akibat kelaparan dan Penyiksaan serta di terlantarkan oleh kedua orang tuanya.
Kapolsek Matangkuli AKP Asriadi menjelaskan, balita yang merupakan anak kandung dari ayah I (45) dan ibu Mau (31) ini, diduga dianiaya oleh kedua orang tuanya sendiri sejak lama.
AKP Asriadi Saat mengunjungi korban di rumah Nya di Gampong Teumpok Perlak Senin, 31 Januari 2022 mengatakan. Perbuatan kejam yang di lakukan oleh kedua orang tuanya telah melukai fisik hingga mental bocah itu terganggu,
Itu terlihat dari sekujur tubuh balita tersebut, mengalami luka parah. Telinga korban ada bekas cubitan, di belakang badan juga ada luka akibat pukulan ranting, dan di dada ada luka akibat siraman air panas.
“Saat balita tersebut diamankan, ia tidak dapat berbicara karena masih dalam keadaan trauma, seiring waktu ia sudah mulai membaik. Balita tersebut juga mengaku luka bakar di badannya tersebut ulah dari perbuatan ibunya yang menyiram dengan air panas, dan ia juga sering disiksa oleh ibunya,” ujar AKP Asriadi.
Saat ini, ayah korban sudah ditahan di Mapolsek setempat untuk periksa secara intensif. Tujuannya untuk memastikan kronologi penganiayaan dan motif sebenarnya, sedang kan ibu kandung nya MU, belum di tahan, masih tahap pemeriksaan sebagai saksi.
Geuchik gampong Teumpok Perlak, Ridwan kepada awak media menjelaskan, Pada Jum'at (28/1) malam, berdasarkan laporan warga ada tiga orang anak kecil yang berkeluyuran di tengah malam sekitar Jam 1 malam.
Saat itu juga, mereka mencari dan menjeput ketiga anak tersebut. Setelah ditemui, langsung dibawa pulang ke rumahnya.
“Saat saya menyerahkan ketiga anak Itu tadi kepada orangtuanya, disitu ada cek-cok dengan ibu anak-anak tersebut. Dia tidak mengaku kesalahannya karena membiarkan anaknya yang masih kecil-kecil berkeluyuran pada malam hari, dan menurut Pengakuan anak-anak itu, saat di tanyakan, mereka di Usir oleh ibunya dari Rumah” ujar Geuchik.
Ia mengatakan kepada ibu anak-anak tersebut bahwa, membiarkan anak berkuluyuran pada malam hari adalah kesalahan.
Ke Esokan harinya Sabtu (29/1), ada warga yang juga melaporkan bahwa, ada balita di bawah umur tidur dibangku depan rumah seorang warga. Saat dipastikan, balita sama yang ia pulangkan pada malam sebelumnya.
Maka Ridwan mengajak Bhabinkamtibmas untuk memulangkan balita tersebut kepada orangtuanya.
“Saat kami sampai di rumah, ibu balita juga membantah bahwa anak yang kami temui ini bukan anaknya, dan terjadilah cek-cok lagi di situ. Ia juga masih ngotot itu bukan anaknya. Dia mengaku anaknya sedang bermain di tempat lain. Maka kami keluar dari rumah tersebut dan membawa balita ini ke Puskesmas Matangkuli,” ujar Ridwan.
“saat pak Geuchik di tanyakan apa pekerjaan kedua orang tuanya L dan MU" Saya juga tidak tahu pekerjaannya apa, karena pelaku (ayah korban) orang yang tidak membaur atau bersosialisasi dengan masyarakat. Tidak pernah mengikuti kegiatan di gampong. Bahkan untuk nongkrong di kedai gampong saja tidak pernah. Hanya di rumah saja,
Berdasarkan Informasi yang di kumpulkan berbagai Sumber Pada Tetangga dan Masyarakat sekitar, Ternyata L Ayah Korban memiliki dua Orang Istri, MU adalah Istri Kedua, sedangkan istri yang pertama CF, tinggal di salah satu Kos Sewaan di Kawasan Lhokseumawe, karena istri yang pertama itu memiliki dua orang anak yang satunya cacat Fisik, sejak ia lahir, anak cacat tersebut yang di gendong dibawa oleh ibunya untuk mencari uang di lampu-lampu merah. Pasar dan warung di Pusat kota Lhokseumawe.
Uang yang ia kumpulkan sehari-hari itu, ia Kasih untuk suaminya yang tinggal bersama istri muda, di Gampong Teumpok Perlak, termasuk saat ini L Ayah Korban sedang membangun rumah permanen, hasil dari uang yang di cari oleh istri pertama bersama anak cacatnya." Menurut Pengakuan CF istri pertama. Dalam 10 Hari sekali CF menyetor uang Kepada L atau suaminya Rp 3 Juta, sudah berlangsun sejak tahun 2019."