Minggu, 14 Juni 2015
SEJARAH DESA TEEP KEC.LANGOWAN TIMUR
CERITA ORANG TUA TEMPO DULU
Dibawah tahun 1900san ada kakak beradik yang datang dari daerah selatan bernama HENOS SEMUAL yang meNGANUT Agama KRISTEN PROTESTAN & HERMANUS SEMUAL Menganut AGAMA KRISTEN KATOLIK ..mencari tanah pertanian,dan ti
balah mereka di tanah rata dibagian timur, yang sekarang adalah Desa TEEP,pada saat itu wilayah yang mereka lewati yaitu daerah hutan Noongan..yang sekarang bernama Noongan sawah,,,yang dulunya masih rawa-rawa.banyak sekali tumbuhan daun katu yang biasa dibuat rumah atau tempat tinggal pada jaman itu
pada saat itu.mereka membuka jalan,mereka berdua melanjutkan perjalanan dan tibalah mereka di tanah rata.setelah berjalan mereka berdua Henos & Hermanus melihat ditanah rata ini mereka ada mata air besar yang sekarang berlokasi di samping gedung Gereja GMIM..yang sekarang pun masih ada,di tanah rata ini dulu termasuk hutan lebat,,masih banyak binatang-binatang yang berkeliaran, sebagian besar binatang yang ada pada saat itu,ada babi hutan,tikus,kelelawar,ular dan masih banyak lagi. Dibagian selatan yang sekarang disebut tanah Apelak,yang sekarang masyarakat Desa Teep menjadikan tanah Apelak sebagai matrial untuk pembuatan batu tela, tuk bahan bangunan. Ditanah Rata tersebut ada aliran air yang memisahkan tanah rata ,yaitu dibagian timur ke arah bagian kakas,dan selatan bagian tanah apelak,yang menyamping di sekitar Gereja Romus Katolik. pada saman itu kedua bersaudara ini hanya membawa bekal seadanya saja,untuk beberapa hari yaitu jagung goreng,dan mereka juga membawa bibit untuk ditanam,karena pada saat itu bahan makanan masih banyak di tanah rata,karena masih banyak binatang liar yang masih belum tersentuh,
pada saat itu mereka juga membawa perlengkapan seperti tombak, parang dan alat lain seperti jerat untuk menangkap binatang untuk dimakan.walaupun Henos & Hermanus sudah percaya agama tapi mereka masih percaya juga pada kekuatan alam,yang biasa disebut ajaran Alipuru,,percaya pada suara-suara burung.jadi kalau mereka berburu harus mendengar suara burung walak yang sekarang disebut burung Manguni yang menjadi Lambang Gereja Gmim,
jadi kalau burung walak itu berbunyi tiga kali berarti itu pertanda baik. tapi kalo burung berbunyi hanya sekali berarti itu tanda tidak baik,
karena pada zaman itu masih termasuk jajahan kolonial belanda jadi mereka selalu siaga,,seperti ada pribahasa tountemboan,(SO MOWOYEM PORONG KENNAM PENGUSI-NGUSIYEN) artinya..kalau topi (kepala orang) suda tak ada berarti sudah diculik. karena pada jaman itu ada istilah orang-orang tempo dulu PA MUMUSAAN,,artinya orang di culik kepalanya, tuk dibuat tumbal untuk membangun jembatan besar atau membuka pembuatan jalan,
karena dipemerintahan kolonial belanda masih memakai ajaran alipuru tuk membuat sesuatu bangunan atau jembatan harus menanam kepala orang di pondasi jembatan tersebut supaya jembatan bisakuat dan kokoh. dibagian jalan pekuburan saat ini,yang dulunya bernama Lalakoan,kalau di bagian jalan tengah disebut Ombu diambil dari nama sebuah kayu. dan di bagian selatan arah manembo yang disebut Ares,atau patempangen, adalah tempat untuk menangkap paniki atau kelelawar,
Dua bersaudara ini Henos & Hernanus, Membawa keluarga mereka masing-masing dengan menumpang Kuda, alat transportasi pada saat itu,dan mereka bercocok tanam di tanah rata,
Noongan sawah menjadi tempat persinggahan mereka bersama keluarga mereka,dengan membuat gubuk untuk berteduh pada waktu itu,
(singkat cerita)
DESA TEEP diambil dari sebuah nama pohon yaitu Kayu besar yang bercabang lima,,tiga cabang menghadap ke bagian persawahan ke arah barat noongan sawah, yang dua cabang menghadap ke arah perkebunan atau ke arah utara,yang dululnya kayu tersebut berada di samping gedung Gereja GMIM,,dibagian bawa kayu tersebut ada mata air besar yang memisahkan antara tanah rata dan wilayah kakas,
Karena pada saat itu sudah banyak yang bermukim ditanah rata sehingga tanah rata ini diberi nama DESA TEEP,,diberikan nama oleh: Bpk ZETH RORONG.diambil dari nama kayu teep yang berada disamping mata air sekitaran Gereja GMIM TEEP,
hingga sampai sekarang nama DESA TEEP resmi sampai sekarang tak pernah diganti. Desa Teep termasuk wilayah langowan timur,kabupaten minahasa,
Kedudukan Desa TEEP >724meter diatas permukaan Laut ,
berbatasan dengan desa amongena bagian utara,bagian selatan desa manembo,bagian barat desa atep,
Desa teep mata pencarian utama berladang dan bersawah.,,
dengan istilah saling membantu( mamantawangan)begitu pun kalau membangun rumah. Awal pertama DESA TEEP mulai menanam cengkih pada tahun 1914.bibit cengkih dibawa oleh orang dari desa Leilem,selain cengkih ada jagung, ubi kayu, ubi jalar serta rempah-rempah,akan tetapi yang membuat Desa TEEP Menjadi maju adalah cengkih yang harganya meningkat,,,sampai pada saat ini. desa teep juga termasuk penghasil kerajinan tangan,pembuat sapu dari pohon aren atau bahasa tountemboan sapu gomutu,dan begitu banyak juga para tukang bangunan. AGAMA pertama yang masuk Di DESA TEEP ADALAH:
ROMA KATOLIK yang dibawah oleh Hermanus Semual,PROTESTAN yang dibawah oleh Henos Semual,
sekarang Didesa TEEP,,, Sudah ada 6 GEREJA. SD GMIM DIDIRIKAN OLEH BELANDA,SD IMPRES tahun 1985,dan SMP tahun 2009.

Versi. LANGOWAN TIMUR
(cerita dari berbagai sumber)
dari.cerita orang tua tempo dulu Dibawah tahun 1900san yaita sekitar tahun 1800san ,ada dua kakak beradik yang bernama.HENOS SUMUAL dan
HERMANUS SUMUAL,mereka datang dari selatan,untuk merantau mencari tanah tuk bertani,karna pada saat itu tanah di langowan belum ada pemilik
yang berarti tanah dotu ,jadi siapapun yang bermukim atau mengelolah tanah tersebut menjadi hak milik. pada saat itu kedua bersaudara tersebut mulai membuat jalan untuk jurusan ke arah timur ,yaitu ke arah tanah Rata, pada saat itu di bagian timur masih
terdapat rawa dan hutan. Maka tibalah mereka ditanah rata.mereka menemukan sebuah mata air yang besar yang sampai sekarang masih ada.tepatnya di
belakang gedung gereja gmim gestmani Teep,pada saat itu p**a mereka berjalan di arah selatan,yang sekarang disebut gunung apelak,di gunung tersebut ada aliran air yang membelah tanah rata tersebut,menuju ke arah kakas. Pada saat itu kedua kakak beradik tersebut hanya membawa bekal secukupnya yaitu jagung goreng yang biasa di sebut,milu letok,dan juga
membawa beberapa biji-bijian tuk di tanam. didaerah rata tersebut karena masih hutan dan rawa,masih banyak terdapat binatang liar,seperti babi hutan,tikus,ular patola,dan paniki.karena waktu
itu perlengkapan masih sederhana mereka menggunakan tombak yang terbuat dari besi dan jerat,tuk menangkap binatang buruan tuk menjadi makanan mereka berdua,karena pada saat itu mereka berdua masih memiliki
kepercayaan alam,yaitu kepercayaan.Ali puru,yaitu kepercayaaan yang berasal dari bunyi burung atau suara burung manguni atau wala. walaupun mereka berdua sudah mengenal Agama,tapi masih lekat dengan
ajaran dotu.yang di sebut alipuru, pada saat itu mereka mencari ikan tuk dimakan.mereka mencari ikan di sapaana atau kuala kecil..yang mengalir dari
mata air yang keluar dari akar kayu besar,yang sekarang berada dibelakang gedung gereja gmim gestmani teep. kedua bersaudara tersebut yaitu HENOS dan HERMANUS SUMUAL,merekalah yang pertama menjadi penggarap didesa teep yang dahulunya di sebut tanah
rata,mereka berdualah yang membawa masuk agama di tanah
rata yang sekarang di sebut desa teep. HENOS SUMUAL mengajar agama kristen protestan
HERMANUS SUMUAL mengajarkan agama kristen katolik'
Diperbatasan antara desa teep dan desa simbel,yang duluhnya
disebut tanah balak,yang di berikan oleh kolonial belanda, yaitu tanah yang diberikan cuma cuma oleh pemerintaah belanda untuk orang miskin pada waktu
itu. Ringkas cerita;
pada tahun 1900san.yang masih dibawah pemerintahan kolonial belanda,datangl ah beberapa penggarap lain dari daerah selatan yang bernama ZETRORONG.datang di daerah rata yaitu desa teep tuk bercocok tanam. ZET RORONG melihat bahwa kayu besar yang bernama kayu teep ini sangat besar,dia berencana untuk membangun sebuah pemukiman. dan pada tahun 1900 tanah rata resmi di ganti dengan nama DESA TEEP. yang di ambil dari sebuah nama kayu besar jadi yang memberi nama desa teep adalah ZET RORONG.dialah yang menjadi hukum tua pertama di desa teep. karena ZET RORONG seorang yang sangat di segani sehingga banyak pendatang yang berasal dari luar langowan datang tuk menggarap.sehin gga desa teep sudah semakin banyak orang yang bermukim,karena letak desa dan letak tanah yang rata sehingga sebagian orang yang bermukim di desa teep mulai memperluas pemukiman sehingga ada beberapa keluarga yang pindah di desa simbel yang namanya desa simbel juga di ambil dari nama sebuah pohon
besar yaitu nama pohon simbel,karena desa teep yang hanya bersebelahan,
Disitulah asal mulanya nama desa teep berasal..nama desa teep diambil
dari nama sebuah kayu besar. Sebagai catatan ; ----
I.KETERANGAN DARI JEPSONY SUMUAL,
bahwa Langowan paling timur(Teep) deng Langowan paling barat (Raringis) pendirinya(legalisasi)
RORONG BASUDARA . Cerita Tua Resik deng Otop (Toulour), Resik(Sumual), Resik kase ciri kapala tu Otop lantaran sorong2 tawaang/ sipat...
Kalo nyanda salah Henock deng Hermanus, Resik pe anak --
II.DAN KETERANGAN MICHAEL KG
RORONG PART II,
DOTU HENOCH SUMUAL DAN HERMANUS SUMUAL KETURUNAN DARI DOTU / APO WARANEY, ISTRI BERNAMA MANDOLANG Kembar 2. DENGAN 2 Anak: I. ANAK I BERNAMA : DOTU RANTUNG MASSIE,
DENGAN ISTRI BERNAMA : SENDIT LANGIE. II.ANAK II BERNAMA
DOTU
SIESEPUT MASSIE. (Data
keturunannya tidak di ketahui)
I.DOTU RANTUNG MASSIE,DENGAN ISTRI BERNAMA
: SENDIT LANGIE DENGAN 6 ANAK :
(1).SAMELONA [Ona] MASSIE mempunyai 2 istri:
ISTRI I BERNAMA :MOMOR
ISTRI II BERNAMA : KOROMPIS
(2).ALBERT MASSIE DENGAN ISTRIi BERNAMA : MAMANNA. (3).ALEXANDER MASSIE DENGAN ISTRI BERNAMA : N.MAKARAWUNG. (4).OREK MASSIE.(Data keturunannya tidak di ketahui)
(5).PIJAI MASSIE (Data keturunannya tidak di ketahui)
(6).RESIK MASSIE Anak2nya tidak memakai fam Massie,menurut cerita,anak2nya Resik memakai Fam Sumual,jadi kemukinan besar Henoch dan Hermanus adalah anak2nya Resik. Copyright: # ⓚⓘⓝⓖⓢⓑⓡⓞ����
Foto
07/01/17
Diambil dari berbagai sumber.