Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia

Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia LAKSMI Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia yang kemudian disingkat dengan nama "LAKSMI" didirikan pada Tanggal 2 Desember 2004 di Aceh – Indonesia.

LAKSMI merupakan organisasi non-pemerintah dan non-profit yang bergerak dibidang Sosial / Kemanusiaan. Pada awal tahun pendiriannya, LAKSMI hanya memfokuskan kegiatannya pada bidang layanan kesehatan, seperti : layanan kesehatan individu/keluarga, lingkungan, promosi kesehatan dan Pengobatan gratis. Kegiatan non-kesehatan hanya terbatas kepada advokasi sosial dan pembentukan forum-forum dimasyarakat. Adapun tujuan pembentukan forum/organisasi dimasyarakat adalah : agar masyarakat lebih terorganisir dan mandiri dalam upaya penyelesaian masalah yang di hadapinya. Untuk kasus-kasus tertentu yang melibatkan masyarakat banyak dan dimana memerlukan pendampingan yang lebih jauh, maka LAKSMI bekerjasama dengan lembaga bantuan hukum setempat. Hal ini terkait pada situasi saat itu dimana Provinsi Aceh masih mengalami konflik bersenjata yang berkepanjangan mengakibatkan tidak maksimalnya pelaksanaan pelayanan kesehatan dan non-kesehatan untuk masyarakat khususnya dipedesaan. Seiring dengan perjalanan waktu dan berakhirnya konflik bersenjata di Aceh maka, LAKSMI berupaya melakukan pengembangan baik ditingkat internal maupun eksternal. Didalam pengembangannya, LAKSMI mengadopsi undang-undang RI No.11 tahun 2005, tentang international covenant on economic, social and cultural rights ( Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial Dan Budaya) dan Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992 tentang batasan kesehatan yang mencakup 4 aspek, yaitu: Kesehatan fisik ( badan ), Mental ( jiwa ), Sosial, dan Ekonomi. Didalam upaya pengembangannya, LAKSMI membentuk tiga bidang sebagai perencana dan implementasi program, yakni; 1).Bidang Kesehatan, 2).Bidang Sosial dan Ekonomi, Bidang Hukum dan HAM. Aktivitas LAKSMI sejak dibentuk hingga saat ini adalah : melaksanakan Advokasi sosial baik dibidang kesehatan maupun non-kesehatan, memberikan bantuan penaggulangan kedaruratan bencana, pemberdayan ekonomi masyarakat dan memberikan layanan kesehatan dimasyarakat dan juga disekolah. Penguatan jaringan yang dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa lembaga/organisasi lokal. Didalam upaya pengembangan lembaga dan didalam kemandiriannya, LAKSMI membentuk bidang lainnya, yaitu : Bidang Wirausaha. Bidang Wirausaha ini dibentuk untuk mendanai ketiga bidang tersebut dan sebagi upaya melepaskan ketergantungan dengan pihak donor atau lembih menjaga kemandirian lembaga. Adapun usaha pendukung yang telah dilaksanakan yaitu; Budidaya tanaman berkhasiat obat, pengobatan dan penjualan obat tradisional, pemeriksaan kesehatan dan penjualan tanam berkhasiat obat. Didalam memberikan bantuannya, LAKSMI tidak membedakan atas setatus sosial, ekonomi, warna kulit/ras, agama, gender dan lain sebagainya. Proritas bantuan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu khususnya kepada Perempuan/Ibu, Anak, Manula dan Orang cacat lebih diutamakan. LAKSMI dapat bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi dan misi baik dibidang kesehatan, sosial ekonomi maupun hukum dan HAM. LAKSMI dapat menerima bantuan dari dalam/luar negeri baik dari individu maupun lembaga/organisasi lainnya. Sesui dengan ketentuannya, LAKSMI menolak kerjasama dengan partai politik, organisasi atau individu yang memiliki kepentingan pribadi atau politik.

Kegiatan MPLSMateri pendidikan karakter dan disiplin untuk siswa SMP berfokus pada lima nilai utama: religius, nasionali...
14/07/2026

Kegiatan MPLS

Materi pendidikan karakter dan disiplin untuk siswa SMP berfokus pada lima nilai utama: religius, nasionalis, integritas, kemandirian, dan gotong royong.

Implementasinya mencakup disiplin waktu, menaati tata tertib sekolah, dan melatih tanggung jawab pribadi seperti menyiapkan perlengkapan belajar mandiri.

Pemberian materi pendidikan karakter dan disiplin untuk siswa SMP sangatlah penting khususnya bagi siswa pasca banjir bandang di Aceh Tamiang.

13/07/2026

Bikin Mewek! Ibu Santri Korban Pembakaran di Lombok Menangis Histeris Memohon Keadilan ke Prabowo

Air mata Ibu Sobirin tak terbendung saat menceritakan kepedihan anaknya, Sahril Sobirin, yang tewas dibakar hidup-hidup oleh anak pimpinan ponpes di Lombok. Di hadapan Komisi III DPR RI, ibu dari kalangan miskin ini memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengusut tuntas kasus tersebut. Dia merasa diabaikan aparat setempat karena menolak menandatangani surat damai, serta menduga ada kongkalikong oknum polisi di daerah.

Peristiwa tragis ini bermula dari terduga pelaku yang tak terima ditegur pihak ponpes akibat melakukan perundungan. Terduga pelaku kemudian menjebak para korban di sebuah ruangan kosong, lalu menyiramkan bensin hingga menyebabkan satu santri tewas dan dua lainnya luka parah. Merespons aduan tersebut, Komisi III DPR RI berjanji akan mengawal kasus ini secara maksimal agar korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

Hari pertama sekolah acara MPLS ( 13-07-2026 ) di SMPN 1 Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang
13/07/2026

Hari pertama sekolah acara MPLS ( 13-07-2026 ) di SMPN 1 Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang

13/07/2026

Masjid Khadijah Desember 2025 ( Aceh Tamiang )

Address

Karang Baru
Kualasimpang
24476

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia:

Shortcuts

Share

Category