09/04/2025
Banyak profesional sering pakai istilah Purchasing (Pembelian) dan Procurement (Pengadaan) secara bergantian,
padahal keduanya punya peran berbeda dalam proses supply chain.
Paham perbedaannya itu penting banget buat organisasi yang mau hemat biaya, jalin hubungan baik sama supplier, dan tingkatin efisiensi operasional.
๐ฐ Purchasing itu prosesnya simpel dan transaksional, fokusnya cuma beli barang atau jasa sesuai kebutuhan bisnis saat itu. Langkahnya:
Menerima permintaan (requisitions)
Cek RFQ (Request for Quotation)
Bikin dan proses purchase order
Terima barang
Cek kualitas
Bayar
Purchasing penting buat jaga alur barang dan jasa, tapi lebih ke kebutuhan jangka pendek, bukan strategi panjang.
๐ฏ Kalau Procurement, ini lebih luas dan strategis, tujuannya bikin nilai jangka panjang. Prosesnya meliputi:
Identifikasi kebutuhan bisnis
Cari dan evaluasi vendor
Keluarkan dan review RFQ
Nego kontrak sama syarat
Kelola hubungan sama vendor
Analisis risiko dan cek compliance
Pantau performa vendor lewat VMS
Dorong penghematan biaya dan optimasi nilai
Pastikan sustainability dan sumber etis
๐ก Purchasing gampang, tapi procurement kuncinya!
Strategi procurement yang oke nggak cuma soal beli, tapi bangun relasi kuat sama vendor, kurangi risiko, dan jaga efisiensi biaya sambil pertahankan kualitas dan keberlanjutan.
Organisasi yang fokus ke procurement bakal unggul karena:
โ
Dapat harga dan terms pembayaran lebih oke
โ
Kurangi risiko lewat diversifikasi vendor
โ
Tingkatkan kontrol kualitas dan kepatuhan
โ
Bikin supply chain lebih tangguh
โ
Dorong inovasi bareng vendor
Insight dan strategi seperti ini bakal kita sering bahas khusus di akun Ideaprolog , jadi jangan sampai ketinggalan,
Follow Ideaprolog sekarang untuk karirmu yang lebih baik!