Eksekutif Kabupaten LMND kolaka

Eksekutif Kabupaten LMND kolaka Melawan lah karna orang-orang yang melawan adalah orang-orang merdeka

Selalu kobarkan api perjuangan dalam diriSekali maju pantang mundur sebelum menangPanjang umur perjuangan, selamat ulang...
09/09/2020

Selalu kobarkan api perjuangan dalam diri
Sekali maju pantang mundur sebelum menang
Panjang umur perjuangan, selamat ulang tahun comrade.

Revolusi akan terlahir ketika kaum perempuan juga ikut andil dalam gerakan itu.
21/10/2019

Revolusi akan terlahir ketika kaum perempuan juga ikut andil dalam gerakan itu.

Open donatur๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
13/06/2019

Open donatur๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Uluran tangan sedang menghampiri kita semua๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
12/06/2019

Uluran tangan sedang menghampiri kita semua๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

SUKSESKAN!!Dewan Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).(Jakarta, 27-29 September 2018)
10/09/2018

SUKSESKAN!!
Dewan Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

(Jakarta, 27-29 September 2018)

Kaum mudah adalah tulang punggung revolusi,, semoga kawan2 baruku yg baru mengenal dunia kampus memiliki jiwa revolusi y...
31/08/2018

Kaum mudah adalah tulang punggung revolusi,, semoga kawan2 baruku yg baru mengenal dunia kampus memiliki jiwa revolusi yang militan.

27/08/2018
Pendidikan adalah senjata yang paling kuat untuk mengubah duniaPendidikan merupakan sebuah inti dari kemajuan tenaga pro...
30/07/2018

Pendidikan adalah senjata yang paling kuat untuk mengubah dunia

Pendidikan merupakan sebuah inti dari kemajuan tenaga produktif nasional. Gerak maju bangsa Indonesia untuk berkembang menjadi sebuah bangsa modern, mandiri dan bermartabat terhalang oleh masih berkuasanya susunan ekonomi Imperialisme dalam ekonomi didalam negeri. Imperialisme telah menguasai sumber daya dan seluruh kekayaan alam nasional tanpa menyisakan sedikitpun, sehingga sektor pendidikan dalam soal anggaran tidak pernah diperhatikan. Imperialisme p**a yang mengharuskan sistem pendidikan nasional dilempar kepada mekanisme pasar guna mengakumulasi profit mereka. Meskipun tidak menafikan kebutuhan mengangkat isu-isu sektoral guna membangkitkan massa luas mahasiswa, akan tetapi harus ditegaskan bahwa poros perjuangan pokok mahasiswa sekarang ini adalah anti-imperialisme atau pembebasan nasional, harus dijelaskan kepada massa luas mahasiswa, bahwa tidak ada pendidikan yang bisa diakses luas oleh seluruh rakyat, tidak ada mutu dan kualitas pendidikan, tidak ada pendidikan kerakyatan jikalau sektor pendidikan masih di serahkan pada mekanisme pasar. Melihat situasi sekarang, pendidikan di Indonesia sudah jauh melenceng dari cita-cita kemerdekaan, bahwa tujuan pendidikan itu adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun sampai hari ternyata tujuan itu tidak pernah dirasakan secara merata oleh semua elemen lapisan massa rakyat. Kita bisa melihat bagaimana bobroknya system pendidikan hari ini dengan terbitnya UU SISDIKNAS yang merupakan bentuk perpanjangan tangan atau sebuah produk yang di gagas oleh Kapitalisme untuk tetap merajalela di bangsa Indonesia. Dengan UU tersebut Negara secara langsung telah melepaskan tanggung jawabnya dalam soal pendidikan. Terlebih lagi dengan diberlakukannya system UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah untuk membantu Mahasiswa menengah ke bawah dengan subsidi silang yang di bebankan kepada orang tua murid.
(www.lmnd.or.id)

Oleh:
Kawan Firman (Mantan Ketua Komisariat UMI Makassar)

17/06/2018

Jika saja kita mau jujur atas realitas perjuangan borjuasi nasional tentu sifat dan tindakan perjuangan kita tak dapat lagi di gantung pada elit politik borjuasi yang gagal membawa kemerdekaan 100%, elit politik borjuasi Indonesia semenjak perhadapan dengan musuh2 rakyat tidak berdaya dan sudah terbukti bangkrut-politik, strategi dan diplomasinya sungguhlah elit politik borjuasi tak pernah percaya kepada kekuatan jutaan rakyat Indonesia untuk menentang musuh kesejahteraan mereka. Mereka tidak menghendaki kesejahteraan rakyat banyak dan pernah sedikitpun mereka percaya kepada dialektikanya revolusi dalam arti nasional dan internasional. Perspektif, siasat dan tindakan elit politik borjuasi indonesia selama ini jelas menggadaikan rakyat Indonesia yang seharusnya bergerak menuju merdeka 100% di bawah cengkraman kekuasaan kapitalisme-imperialisme asing. Sehingga bekerjasama dengan mereka saat ini maupun kedepan untuk menumbangkan musuh kemerdekaan 100% itu adalah kehancuran bagi kemandirian perjuangan rakyat tertindas di kota maupun desa di indonesia.

Jayalah Gerakan rakyat Indonesia tanpa elit politik borjuasi.

Bangun Alat politik Alternarif
Sebagai jalan pertarungan menuju Kemerdekaan 100%.

Selamat  Ulang Tahun Ernesto Che Guevara [14 juni 1928-14 Oktober 1967] dan Minal Aidzin Wal Fa Idzin dari kami, ummat M...
14/06/2018

Selamat Ulang Tahun Ernesto Che Guevara [14 juni 1928-14 Oktober 1967] dan Minal Aidzin Wal Fa Idzin dari kami, ummat Muslim, semoga cita-cita masyarakat yang adil dan bahagia yang kita impikan bersama terwujud sepenuhnya di abad 21 ini: Sosialisme.

Kami persembahan Tulisan Che di hari Lahirnya ini, silahkan nikmati:

KADER : TULANG PUNGGUNG REVOLUSI
Che Guevara (September 1962)

Artikel ini dimuat dalam Jurnal bulanan Cuba Socialista (edisi September 1962)
Teks terjemahan diambil dari situs indo-marxist.net

Tak perlu lagi untuk meragukan watak khas revolusi kita,tentang hal-ikhwalnya, dengan semangat spontanitasnya, yakni transisi yang berlangsung dari revolusi pembebasan nasional menuju revolusi sosialisme. Dan tak perlu p**a meragukan peningkatan pesat dari tahap-tahap perkembangannya, yang dipimpin oleh orang-orang yang sama yang ikut serta dalam peristiwa heroik penyerangan garnisun Moncada, berlanjut melalui pendaratan Granma, dan memuncak pada deklarasi watak sosialis dari revolusi Kuba. Para simpatisan baru, kader-kader, dan organisasi-organisasi membentuk sebuah strukfur organisasional yang pada awal gerakan masih lemah, sampai kemudian berubah menjadi luapan rakyat yang akhirnya mencirikan revolusi kita.

Ketika kemudian menjadi nyata bahwa suatu kelas sosial baru secara tegas mengambil alih kepemimpinan di Kuba, kita juga menyaksikan keterbatasan yang besar dalam menggunakan kekuasaan negara karena adanya kondisi-kondisi yang kita temukan di dalam tubuh negara. Tidak ada kader untuk melaksanakan sejumlah besar pekerjaan yang harus diisi dalam aparat negara, dalam organisasi-oganisasi politik, dan seluruh front ekonomi.

Segera setelah kekuasaan berhasil direbut, pos-pos birokratik hanya diisi dengan cara 'asal tunjuk' saja. Tidak menimbulkan masalah yang besar--tidak satupun karena struktur lama belum dihancurkan. Aparat berfungsi lamban dan tertatih tatih seperti sesuatu yang tua dan hampir mati. Tapi ia memiliki organisasi dan di dalam organisasi yang- memadai untuk mempertahankan dirinya melalui kelembaman, melecehkan perubahan-perubahan politik sebagai awal bagi perubahan struktur ekonomi.

Gerakan 26 Juli yang masih disibukkan oleh pertarungan internal sayap kanan dan sayap kiri, tidak bisa mencurahkan dirinya untuk tugas-tugas pembangunan. Dan Partai Sosialis pop**ar yang karena terlampau lama mengalami serangan-serangan keji dan bergerak di bawah tanah selama bertahun-tahun, tidak mampu mengembangkan kader-kader menengah untuk menangani tanggung jawab baru.

Ketika campur tangan negara yang pertama kali dalam ekonomi berlangsung (1), tugas-tugas menemukan kader tidaklah terlalu rumit, dan memungkinkan untuk memilih diantara rakyat yang telah memiliki basis minimum untuk menjalankan posisi-posisi kepemimpinan. Tetapi dengan percepatan proses yang dimulai dengan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Amerika dan kemudian disusul dengan perusahan-perusahaan besar Kuba, kebutuhan nyata untuk teknisi-keknisi administrasi mulai muncul. Di sisi lain, kebutuhan akan teknisi-teknisi produksi dirasakan semakin mendesak. krena larinya banyak teknisi yang tertarik oleh posisi-posisi yang lebih baik yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaaan imperialis di AS atau di negeri Amerika Latin lainnya. Sementara sibuk dengan tugas-tugas organisasional ini, aparat-aparat politik harus melakukan upaya yang gigih untuk memperhatikan masalah ideologi kepada massa yang bergabung dalam revolusi dan berhasrat besar untuk belajar.

Kita semua telah berusaha menjalankan peran sebaik mungkin, tapi bukannya tanpa ada masalah dan kekecewaan. Banyak kekeliruan yang dilakukan dalam bidang administratif di tingkat eksekutif pusat. Banyak kesalahan telah dibuat oleh para administratur baru di perusahaan-perusahaan yang sarat dengan tanggung jawab besar. Kita juga mengakui adanya-kekeliruan besar dan mahal yang dilakukan oleh aparat-aparat politk, yang sedikit demi sedikit merosot menjadi birokrasi yang melenakan.dan menghanyutkan, yang dijadikan sebagai batu loncatan untuk pos-pos birokratik yang penting atau kurang penting yang pada akhirnya memisahkan mereka dari massa.

Penyebab utama dari kekeliruan-kekeliruan kita adalah kurang memahami kenyataan yang ada. Selain itu, kita kekurangan perangkat, yang menumpulkan pandangan kita dan membelokkanpartai menjadi sebuah organisasi birokratik, yang membahayakan administrasi dan produksi, kita kekurangan kader-kader maju pada tingkat menengah. Ini merupakan bukti bahwa pengembangan kader sama artinya dengan kebijakan turun ke massa. Semboyannya adalah sekali lagi untuk menegakkan kontak dengan massa, kontak yang dipelihara terus oleh revolusi pada masa-masa awalnya.tapi ini harus ditegakkan melalui mekanisme yang mampu memberikan hasil-hasil yang paling menguntungkan baik bagi kepentingan sentimen massa maupun dalam penyampaian kepemimpinanpolitik, yang di banyak kasus hanya diberikan melalui campur tangan PM Fidel Castro atau beberapa pimpinan revolusi lainnya.

Pada titik ini kita dapat mengajukan pertanyaan : apakah itu kader ? kita harusmenyatakan bahwa seorang kader adalah seorang individu yang telah mencapai perkembangan politik yang cukup mampu menafsirkan petunjuk-petunjuk yang lebih besar berasal dari kekuasaan pusat menjadikanya sebagai miliknyadan memegangnya sebagai suatu orientasi ke massa ; seseorang yang pada saat yang sama harus juga mampu menafsirkan isyarat-isyarat yang dimunculkan oleh massa mengenai keinginan-keinginan dan motivasi mereka yang paling dalam.
Seorang kader adalah seorang yang memiliki disiplin ideologis dan administratif, yang mengetahui dan mempraktekkan sentralisme-demokrasi dan yang mengetahui bagaimana mempraktekkan azas diskusi kolektif dan pengambilan keputusan serta tanggung jawabnya masing-masing. Ia adalah seorang individu yang telah terbukti kesetiaannya, yang keberanian lahiriah dan moralnya telah berkembang seiring dengan perkembangan ideologisnya, yang dengan demikian ia selalu berkeinginan untuk menghadapi setiap perdebatan dan bahkan menyerahkan seluruh hidupnya untuk kejayaan revolusi. Sebagai tambahan, ia juga seorang individu yang dapat berfikir berdikari, yang mampu membuat keputusan-keputusan yang diperlukan dan melakukap prakarsa kreatif yang tidak bertentangan dengan disiplin.
Karenanya, kader adalah seorang pencipta, seorang pemimpin yang berpendirian kukuh, seorang teknisi dengan tingkat politik yang baik, yang memegang prinsip dialektika untuk memajukan sektor produksinya, atau mengembangkan massa dari posisi kepemimpinan politiknya.

Manusia teladan ini, yang dari luar nampak seolah-olah tingkat kebajikannya itu sulit dicapai, ternyata hadir diantara rakyat Kuba, dan kita menemuinya tiap hari. Hal yang pokok sebetulnya adalah mengambil manfaat dari setiap peluang yang ada guna mengembangkan mereka semaksimal mungkin, untuk mendidiknya, untuk menarik manfaat yang paling besar dari setiap kader dan mengalihkannya menjadi nilai tertinggi bagi kepentingan bangsa.

Pengembangan saorang kader dicapai melalui pelaksanaan tugas-tugas setiap hari. Selain itu, tugas-tugas itu harus dijalankan secara sistematik, di dalam sekolah-sekolah khusus, diajar oleh pengajar yang kompeten--yang memberikan teladan bagi murid-muridnya--akan mendorong kemajuan ideologis yang paling pesat .

Dalam sebuah sistem yang sedang mulai membangun sosialisme, jelas kader harus maju secara politik. Selain itu, bila kita mempertimbangkan perkembangan politiknya, kita tidak hanya memperhitungkan teori Marxist. Kita harus juga menuntut tanggungjawab dari individu terhadap tindakan-tindakannya, sebuah disiplin yang mengendalikan setiap kelemahan dan yang tidak menghambat lahirnya prakarsa Dan kita harus mgnuntut kekhusukkannya yang terus-menerus terhadap semua masalah-masalah revolusi. Untuk dapat mengembangkan seorang kader, kita harus memulai dengan menegakkan prinsip seleksi diantara massa. Di sana lah kita menemukan individu-individu yang berkembang, yang diuji oleh pengorbanan atau yang baru mulai menunjukkan kepeduliannya dan menugaskan mereka ke tempat-tempat belajar khusus ; atau bila belum ada sekolah-sekolah sedemikian, berikan mereka tanggung jawab yang lebih sehingga mereka teruji dalam kerja praktek.

Dengan cara ini kita telah menemukan sejumlah besar kader-kader baru di tahun-tahun belakangan ini. Tapi perkembanqan mereka tidaklah sama, ketika kawan-kawan muda itu harus menghadapi kenyataan dimana kemunculan pera revolusioner itu tanpa kepemimpinan partai yang memadai. Beberapa diantaranya memang benar-benar berhasil, tetapi lainnya tidak dapat menyelesaikannya dan terputus di tengah jalan Atau lenyap begitu saja ditelan labirin birokrasi, atau terperosok ke dalam godaan-godaan kekuasaan.

Untuk menjamin kemenangan dan konsolidasi menyeluruh dari revolusi, kita harus mengembangkan berbagai jenis kader yagn berbeda. Kita membutuhkan kader politik yang akan menjadi fondasi bagi organisasi-organisasi massa, dan yang akan memimpin massa melalui aksi Partai Persatuan Revolusi Sosialis (2). (Kita telah mulai meletakkan fondasi ini bersama Sekolah Pengajaran Revolusioner, tingkat nasional dan propinsi dan bersama kelompo-kelompok pengkajian dan studi di semua tingkatan). Kita juga membutuhkan kader-kader militer. Untuk mencapai itu kita dapat memanfaatkan proses seleksi selama perang yang dibuat diantara pejuang-pejuang muda kita. Karena, banyak diantara mereka yang masih hidup tapi tanpa pengetahuan teoritik yang cukup, tapi mereka teruji di bawah siraman peluru. Mereka teruji di dalam keadaan perjuangan yang paling su1it, dengan kesetiaan yang telah terbukti kepada rejim revolusioner seJak kelahiran dan perkembangannya, mereka berkait erat semenjak perang gerilya pertama di Sierra Maestra itu. Kita juga mengembangkam kader-kader ekonomi, yang akan mengabdikan dirinya khusus untuk menghadapi perencanaan yang sulit dan tutas-tugas negara sosialis pada masa pembentukannya.

Adalah perlu untuk bekerja dengan kaum profesional, dengan mendesak kaum muda untuk mengikuti salah satu karir teknik yang lebih penting dalam upaya memberikan i1mu pengetahuan, sebuah energi antusiasme ideologis yang menjamin kelajuan pembangunan. Adalah keharusan untuk menciptakan suatu tim administratif yang mengetahui bagaimana menqambi1 manfaat dan_ menyesuaikan pengetahuan teknis khusus lainnya, serta membimbing perusahaan-perusahaan organisasi negara lainya, untuk membawa membawanya sejalan dengan irama revolusi.

Ukuran umum bagi semua kader ini adalah kejernihan politik. Tapi ini bukan berarti dukungan membabi buta terhadap dalil-dalil revolusi, melainkan suatu dukungan yang beralasan. Hal itu memerlukan kapasitas yang besar untuk berkorban dan satu kapasitas analisis dialekttis yang memungkinkannya untuk memberikan sumbangan yang berkesinambungan pada semua tingkatan, hingga memperkaya teori dan praktek revolusi. Kawan-kawan ini harus diseleksi hanya dengan penerapan prinsip bahwa yang terbaiklah yang akan maju ke depan dan yang terbaiklah harus diberikan kesempatan terbesar untuk berkembang.
Dalam semua situasi ini, fungsi kader adalah sama pada masing-masing front yang berbeda. Kader adalah komponen penting dari motor ideologis dari Partai Persatuan Revolusi. Hal ini adalah sesuatu yang dapat kita sebut sebagai gigi penggerak dari motor itu. Menjadi penggerak lantaran ia merupakan bagian dari motor yang menjamin agar motor tersebut bekerja dengan benar. Menjadi penggerak karena ia tidak hanya sekedar penyampai slogan atau menuntut kenaikan atau penurunan, tetapi seorang pencipta yang akan membantu dalam pengembangan massa dan penyampai informasi pada para pemimpin serta menjembatani kontak diantara mereka. Kader memiliki misi penting yang melihatnya bahwa semangat besar revolusi tidak terkikis, dan semnagat besar revolusi tidak terbuang percuma dan tidak terlelap atau berkurang ritmenya. Ini merupakan posisi yang rawan. Ia menyampaikan apa yang datang dari massa dan menanamkan orientasi partai pada massa.

Oleh karena itu pengembangan kader sekarang adalah sebuah tugas yang tak dapat ditunda lagi. Pengembangan massa telah dilaksanakan oleh pemerintah dengan tekad yang besar dan dengan program-program bea-siswanya, dengan prinsip seleksi dengan program studi untuk para pekerja yang menawarkan berbegai kesempatan bagi pengembangan berbagai teknologi; dengan pengembangan sekolah-sekolah teknik yang khusus; dengan pengembangan sekolah-sekolah dan universitat-universitas yang membuka karir-karir baru. Pendeknya, hal ini dilakukan dengan pengembangan studi, kerja, dan kewaspadaan revolusioner sebagi semboyan bagi seluruh negeri kita, yang secara fundamental berbasis pada persatuan Komunis Muda, darimana semua jenis kader harus muncul di masa depan. Bahkan kader-kader pimpinan revolusi.

Hal yang berkaitan erat dengan konsep "kader" adalah konsep kapasitas untuk berkorban, untuk memperlihatkannya melalui contoh-contoh pribadi dari kebenaran dan semboyan revolusi. Sebagai pimpinan politik, para kader harus memperoleh penghargaan dari para pekerja oleh tindakan-tindakan mereka. Adalah suatu keharusan, bahwa mereka memperoleh penghargaan dan kecintaan dari kawan-kawan mereka yang mereka harus bimbing dalam jalan kepeloporan.
Karena semua inilah, tidak ada kader yang lebih baik daripada mereka yang dipi1ih oleh massa di dalam pertemuan-pertemuan yang memilih para pekerja teladan, yang akan bergabung di dalam PURS bersama anggota-anggota lima ORI yang lulus dalam semua ujian seleksi. Pada awalnya, mereka hanya merupakan sebuah partai kecil tapi dengan pengaruh yang besar diantara para pekerja. Kemudian akan tumbuh di saat kemajuan kesadaran sosialis mulai menunjukkkan hasilnya dan ketaatan total terhadap perjuangan rakyat menjadi suatu hal yang diperlukan. Dengen pimpinan-pimpinan perantara dengan kualitas ini, tugas-tugas sulit yang berada di hadapan kita akan diselesaikan dengan kesalahan yang lebih sedikit. Setelah melalui suatu periode yang membingunghan dan metode yang buruk, akhirnya kita tiba pada satu kebijaksanaan yang tepat yang tidak akan pernah ditinggalkan. Dengan impuls kelas pekerja yang selalu diperbarui yang disirami dari pancuran air yang tiada habis-habisnya, para anggota PURS masa depan, dan kepemimpinan partai kita, sepenuhnya kita laksanakan tugas pembentukan kader-kader yang akan menjamin perkembangan yang kukuh dari revolusi kita. Kita harus berhasil dalam tugas ini.


September 1962

Keterangan:
1. Pada November 1959, pemerintahan revolusioner menyetujui suatu undang -undang yang memberikan wewenang pada menteri. perburuhan untuk campur tangan dalam suatu peruahaan, memegang kendali menejemennya tanpa merubah pemilikannya, Para pemilik perusahaan yang diinterrvensi tetap berhak untuk memperoleh laba. bagaimanapun, pada prakteknya sebagian pemilik dari perusahaan-perusahaan ini hengkang dari Kuba. Prosedur ini digunakan terus oleh pemerintah revolusioner sampai akhir 1960, di saat semua cabang-cabang ekonomi pokok dinasionalisasi.
2. Pada saat artikel ini ditulis PURS berada dalam proses pembrntukannya, Pada bulan Maret 1962, pendahulu-pendahulunya ORI, The Integrated Revolution --yang dibentuk melalui penggabungan Gerakan 26 Juli, Partai Sossalis Pop**ar dan Directorate Revolsioner--telah menjalani suatu - proses reorganisasi menuju konsolidasi partai baru di paruh akhir 1963, pusat tari reorganiiasi ini adalah pertemuan-pertemuan yang diadakan pada ribuan tempat-tempat kerja di seluruh Kuba. Masing-masing pertemuan mendiskusikan dan memiiih dari tempat kerja itu seorang pekerja teladan. Mereka yang terpilih pada gilirannya dipertimbangkan untuk keanggotaan partai.

11/06/2018

Perbedaan bukan batasan berduri

Sebuah pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya. Ketika melihat postingan medsos dan sepat mendegarkan beberapa argumentasi dari siaran berita di Televisi, yang di mana Agama selama ini selalu menjadi bahan topik yang cukup ramai di perbincangkan oleh para ahli Agama, para pemerintah, dan mengundang beberapa masyarakat yang juga mendapatkan pengetahuan tentang Agama.
Kabar yang sering menjadi perdebatan adalah sebuah ungkapan pedistaan tentang Agama yang di anggap terjadi di Negeri ini.
Aku yang memang awan tentang Agama kini merasa bingung, sebenarnya Agama ini sebuah pedoman untuk umat manusia atau apa si? Tapi mendegarkan kutipan-kutipan ajaran Agama sangat sejuk di dengar dan begitu halus masuk dalam nalarku. Kutipan kalimat-kalimat itu seolah menjadi kompas untuk menuju jalan yang begitu damai.
Aku pun mengingat kembali pengalaman waktu bersekolah di salah satu kabupaten di papua barat, di sana saya sempat bersekolah pada sebuah sekolah SMP Negeri, yang di mana sekolah ini di huni oleh murid dan Guru yang berbeda Agama. walaupun di sana ada sekolah khusus yang berAgama Islam dan kristen namun saya lebih memilih sekolah yang mencampurkan beberapa Agama,mungkin karena waktu itu saya tidak sampe berpikiran murni atau apalah namanya sehingga tak sampe berpikir untuk mempertimbangkan pilihanku tapi si memang pada waktu tak ada sedikit pun merasa menolak atau merasa aneh masuk sekolah itu. Di sana pun jelas saya bergaul dengan teman-teman sekolah yang berbedah Agama denganku, dan seingat saya waktu saya berteman akrab ada 3 laki-laki yang berAgama kristen dan perempuan lebih kayanya lima orang kalau tidak salah. Dari perteman itu saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sangat harmonis menjalani perteman itu, dan di saat itu perbedaan keyakinan tak menjadi sebuah problem karena mungkin karena asal kami juga berbeda, ada yang asli putra daerah, manado, key, makassar, jawa sedangkan saya dari Buton.
Aku juga masi ingat pada bulan puasa sekolah itu yang di mana di kepalah sekolah kami adalah non muslim tetap mengizinkan sebuah kegiatan buka bersama dan medengarkan sebuah ceramah dari guru dan ustad yang di undang dan pada waktu itu kepalah sekolah memberikan motivasj kepada kami yang menjalani puasa untuk tetap iklas dan selalu siap melakukan puasa.
Dari pengalama itu bagiku perbedaan bukanlah suatu batasan

"sungguh harmonisnya hidup jika perbedaan bukan untuk saling membenci sesama manusia"

04/05/2018

Bulan Perjuangan dan Ruang Demokrasi di Cederai.
=================================

Cita-cita Nasional sebagaimana di amanatkan Proklamasi kemerdekaan Republik indonesia yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila yang tertuang dalam alinea kedua pembukaan UUD negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu Negara indonesia, yang merdeka bersatu dan berdaulat adil dan Makmur.

Kemudian di Alinea Keempat menyebutkan bahwa segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Artinya Negara bertanggung jawab atas Keamanan, Kesejahteraan atau penghidupan rakyat Indonesia.

pada tanggal 2 Mei 2018 LMND NTB turut merayakan Hari Pendidikan Nasional yang bergerak Secara serentak di 4 kota/kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan membawa tuntutan yang sama yaitu 1.Hentikan Liberalisasi pendidikan, 2. cabut UU nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi dan UU NO 20 tahun 2013 tentang sisdiknas, 3. cabut Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing, 4. cabut PP No 78 Tentang pengupahan. 5 laksanakan pasal 33 UUD 1945 dan TRISAKTI.

Tapi kami sangat menyayangkan Situasi yang terjadi di Kota Bima di mana Aparat kepolisian melakukan tindakan represifitas terhadap gerakan yang di bangun oleh mahasiswa dan rakyat. ini artinya terjadi pelanggaran konstitusi Negara tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan sebagai mana di tetapkan dalam pasal 28 UUD 1945, Kemudian Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia.

Tindakan Aparat negara terhadap Gerakan Front Mahasiswan dan Rakyat Kota Bima mencederai Demokrasi kita, jika ini di biarkan akan terus menjadi-jadi, ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi di daerah-daerah lain. Apalagi dalam tindakan represifitas itu memakan 2 Korban Luka-luka.
2 anggota LMND KOTA BIMA tersebut terpaksa harus merawat di RSUD BIMA karena mengalami Luka yang sangat serius.

Maka dengan itu kami dari Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kolaka mengecam tindakan mencederai Ruang Demokrasi tersebut.

Bangun Persatuan Nasional
Hentikan Imperialisme
Menangkan Pancasila

Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kolaka
(EK - LMND Kolaka)

Ketua
Hasrianil

Sekretaris
Rifaldi

Address

Kabupaten Kolaka
Kolaka
93511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Eksekutif Kabupaten LMND kolaka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Eksekutif Kabupaten LMND kolaka:

Share