Meningkatkan Hasil Kelapa Sawit Luar Biasa

Meningkatkan Hasil Kelapa Sawit Luar Biasa Produk yang berkualitas dan bermutu tinggi hasil karya ANAK Bangsa dengan menggunakan PIKAT KELAPA SAWIT NASA
ORDER : PIN 7EBB96FA
SIMPATI 082135268131

TANAMAN SAWIT YANG TUMBANG AKIBAT BUSUK PANGKAL BATANGSalah satu jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawi...
20/09/2015

TANAMAN SAWIT YANG TUMBANG AKIBAT BUSUK PANGKAL BATANG
Salah satu jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit adalah penyakit busuk pangkal batang atau biasa dikenal dengan singkatan BPB. Penyakit tersebut disebabkan oleh Ganoderma boninense Pat yang mampu merusak pohon kelapa sawit dalam skala yang besar.
Jika penyakit BPB ini menyerang, biasanya menyebabkan dua macam kerugian yakni kerugian secara langsung dan kerugian tak langsung. Kerugian langsung ini biasanya menyangkut hasil panen yang turun drastis akibat banyak pohon yang mati. Sedangkan kerugian tidak langsung menyebabkan penurunan kualitas dari kelapa sawit yang dihasilkan.
Gejala dari penyakit ini biasanya dapat dikenali dari terhambatnya pertumbuhan tanaman sawit. Selain itu gejala juga bisa dikenali dari berubahnya warna daun menjadi hijau pucat dan batang menjadi busuk.

BUDIDAYA KELAPA SAWITI. PENDAHULUANAgribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal...
18/09/2015

BUDIDAYA KELAPA SAWIT
I. PENDAHULUAN
Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.
2.2. Media Tanam
Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Penyemaian
Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamka
n.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.
3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :
Pupuk Makro
> 15-15-6-4 Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)
> 12-12-17-2 Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr).
> 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
> POC NASA Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).
Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman
3.2. Teknik Penanaman
3.2.1. Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.
3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.
3.2.3. Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
3.3. Pemeliharaan Tanaman
3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.
3.3.2. Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.
3.3.3. Pemupukan
Anjuran pemupukan sebagai berikut :
Pupuk Makro
Urea 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
225 kg/ha
1000 kg/ha
TSP 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 48 & 60
115 kg/ha
750 kg/ha
MOP/KCl 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
200 kg/ha
1200 kg/ha
Kieserite 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
75 kg/ha
600 kg/ha
Borax 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
20 kg/ha
40 kg/ha
NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September - Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).
POC NASA
a. Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 - 5 bulan sekali
>36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali
b. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA
Tahap 1 : Aplikasikan 3 - 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/
ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2.3.)
3.3.4. Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.
3.3.5. Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.
3.3.6. Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
a. Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.
3.4. Hama dan Penyakit
3.4.1. Hama
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
3.4.2. Penyakit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.
b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.
c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .
3.5. Panen
3.5.1. Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.
Order
Wa+08889667941

Seorang teman pekebun Sawit di Sampit ga kenal kemarau Dan harga lagi hancur..tetap Pupuk sawitnya dengan cara kocor sup...
06/09/2015

Seorang teman pekebun Sawit di Sampit ga kenal kemarau Dan harga lagi hancur..tetap Pupuk sawitnya dengan cara kocor supernasa 3 kg Dan power nutrisi 3 lg per hektar..

Teknik sambung samping tanaman kakaoPada usaha budidaya tanaman kakao rakyat, seringkali ditemukan tanaman kakao yang me...
03/09/2015

Teknik sambung samping tanaman kakao
Pada usaha budidaya tanaman kakao rakyat, seringkali ditemukan tanaman kakao yang memiliki produktivitas rendah. Adanya tanaman yang demikian umumnya disebabkan oleh penggunaan bibit asalan yang diperoleh dari sumber bibit yang tidak jelas asal-usulnya. Jika dibiarkan terus tumbuh tanaman yang produktivitas rendah ini tentu akan sangat merugikan. Sedangkan bila dibongkar dan diganti dengan tanaman baru (replanting), waktu yang dibutuhkan untuk menunggu tanaman mulai berbuah kembali akan cukup lama.
Untuk mengatasi masalah tersebut, saat ini telah dikenal teknik yang dapat memperbaiki produktivitas tanaman kakao tanpa harus melakukan replanting. Teknik ini dikenal dengan istilah teknik sambung samping tanaman kaka0.
Mengenal sambung samping
Sambung samping tanaman kakao adalah teknik menyambungkan batang atas (entres) yang diperoleh dari tanaman induk unggul ke batang bawah tanaman kakao yang memiliki produktivitas rendah. Sambung samping dilakukan untuk meningkatkan jumlah produksi buah kakao dari tanaman yang sebelumnya berbuah sangat sedikit. Dengan sambung samping kita dapat memperbaiki produktivitas kebun kakao tanpa harus melakukan pembongkaran dan replanting terhadap tanaman yang sudah ada.
Untuk melakukan sambung samping tanaman kakao, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu persiapan alat dan bahan, pelaksanaan teknik sambung samping, dan perlakuan pasca sambung samping.
Persiapan alat dan bahan
Tahapan pertama yang dilakukan dalam sambung samping adalah persiapan alat dan bahan. Alat yang perlu disiapkan sangat sederhana yaitu pisau okulasi yang tajam dan bersih, gunting pangkas, gergaji tangan, golok, dan batu asah. Sedangkan bahan yang digunakan hanyalah plastik bening dan tali rafia.
Persiapan batang bawah
Sebelum melakukan sambung samping, batang bawah perlu dipangkas dan dipupuk. Pemangkasan dilakukan agar fotosintesis tanaman nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pertumbuhan sambungan. Sedangkan pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit pasca disambung samping. Pemangkasan dan pemupukan dilakukan secara beriringan yakni sekitar 1 bulan sebelum sambung samping dilakukan.
Persiapan batang atas
Setelah batang bawah dipangkas dan dipupuk, langkah selanjutnya yang dilakukan dalam teknik sambung samping adalah penyiapan batang atas (entres). Entres diperoleh dari cabang-cabang tanaman kakao yang memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit yang kuat. Entres sebaiknya diperoleh dari tanaman kakao klon unggul seperti PBC 123 dan BR 25. Entres juga dapat diperoleh dari tanaman produksi yang memenuhi syarat antara lain produktivitasnya tinggi minimal selama 4 tahun berturut-turut, tidak terserang hama dan penyakit penting tanaman kakao, jumlah biji perbuah di atas 40 butir dan berat biji kering di atas 1 gram per biji.
Cabang-cabang yang digunakan sebagai entres adalah cabang yang masih muda berusia 3 bulan berwarna hijau kecoklatan. Jangan lupa memeriksa entres dari serangan penyakit VSD.
Jika entres diperoleh dari tempat yang jauh dari tanaman batang bawah, maka perlu dilakukan pengemasan khusus agar entres masih tetap segar. Cabang-cabang entres yang telah diambil harus dibuang daunnya tanpa merusak tangkai daun. Daun dibuang agar penguapan entres tidak terlalu besar. Agar entres dapat bertahan lama, entres harus dikemas menggunakan pelepah daun pisang. Dengan pengemasan yang demikian, entres dapat bertahan selama 4 hari dipejalanan.
Sambung samping tanaman kakao
Setelah batang bawah, entres, serta alat dan bahan penyambungan siap, teknik sambung samping dapat langsung dilakukan. Pelaksanaan teknik sambung samping dapat mengikuti urutan prosedur sebagai berikut:
a. Pembuatan mata entres
Entres diambil dari cabang sepanjang ± 15 cm yang memiliki 2-4 duduk daun. Bagian atas duduk daun inilah yang merupakan tempat tumbuh tunas yang akan menjadi batang-batang baru pada tanaman hasil sambung samping. Bagian bawah mata tunas harus dapat disayat serong seperti tombak sepanjang 3,0-4,5 cm dan ujung lainnya dipotong serong sepanjang 2-3 cm bersebelahan dengan potongan bagian bawah kayu mata tunas.
b. Pembuatan tapak sambungan
Tapak sambungan dibuat pada batang pokok di ketinggian antara 45-75 cm dari permukaan tanah. Tapak sambungan dibuat dengan membuat 2 torehan vertikal yang sejajar sepanjang 7 – 10 cm dengan jarak 2-3 cm. Torehan tersebut dibuat hingga menyentuh jaringan kayu. Kedua torehan kemudian dihubungkan dengan torehan horizontal di bagian atasnya. Setelah itu, buka kulit yang tertoreh untuk kemudian disambungkan dengan entres yang sudah dibuat.
c. Penyambungan
Penyambungan dilakukan dengan memasukan kayu mata tunas yang telah siap secara perlahan ke dalam tapak sambungan dengan membuka lidah torehan supaya bagian potongan tidak rusak. Kemudian lekatkan entres ke jaringan kayu batang bawah, lalu ikat sambungan dengan tali rafia. Entres yang sudah menempel kemudian dibungkus menggunakan plastik bening. Dan biarkan selama 3 minggu.
Perlakuan pasca sambung samping
Setelah sambung samping tanaman kakao berumur 3 minggu, buka plastik pembungkus agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat. Sambungan kemudian dipelihara dan dibiarkan tumbuh hingga cukup besar. Jika sambungan sudah berumur sekitar 6 bulan, batang pokok harus dipangkas agar tidak terjadi persaingan dengan sambungan. Pemotongan dilakukan pada jarak minimal 30 cm dari tapak sambungan. Setelah 18 bulan, entres sudah tumbuh besar dan mulai memproduksi buah kakao dengan produktivitas tinggi.
Segera order di 082135268131/pin 7ebb96fa

PUPUK SAWIT ORGANIK YANG AKANMENINGKATKAN HASIL PERKEBUNAN SAWIT ANDA TANPA BANYAK MENAMBAH BIAYA BELANJA PUPUKBAHKAN BI...
27/08/2015

PUPUK SAWIT ORGANIK YANG AKAN
MENINGKATKAN HASIL PERKEBUNAN SAWIT ANDA TANPA BANYAK MENAMBAH BIAYA BELANJA PUPUK
BAHKAN BISA MENGURANGI BIAYA PUPUKNYA.
HANYA 3-6KG per
HEKTAR .
Untuk mencapai INTENSIFIKASI BUDIDAYA TANAMAN SAWIT dengan prinsip 3K, maka semua faktor perkembangan dan pertumbuhan tanaman harus dalam kondisi ideal dan dikelola dengan baik.
Khusus berkaitan dengan kesuburan tanah, harus dikelola secara intensif diantaranya dengan prinsip TEKNOLOGI PIKAT atau Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa SawitMempercepat pertumbuhan kelapa sawitMeningkatkan hasil panen kelapa sawit–...
27/08/2015

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit
Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
– bobot / berat panen lebih tinggi
– waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
– usia produksi lebih lama
Meningkatkan kualitas hasil panen
Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
Mengurangi penggunaan pupuk kimia

Address

Ngering Rt 01 Rw 10 Jogonalan Klaten
Klaten

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Meningkatkan Hasil Kelapa Sawit Luar Biasa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share