Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sulawesi Tenggara

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sulawesi Tenggara Halaman ini dibuat atas kerjasama Distanak Sultra, Media Online Radarsultra.co.id dan Digital Agency

11/01/2019

Halo berikut Visi Misi Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan sesuai dengan renstra.

11/01/2019
11/01/2019

Indonesia memiliki lahan rawa yang cukup luas.. setidaknya ada lebih dari 9 jt ha lahan rawa yang berpotensi menjadi lahan pertanian produktif, dengan tantangan pemenuhan bahan pangan ditengah pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, pemanfaatan lahan rawa menjadi salah satu alternative cerdas menghasilkan pangan






Selamat pagi     berkat program Upsus Siwab, Alhamdulillah pop**asi sapi kita terus meningkat. 2019 diperkirakn mencapai...
11/01/2019

Selamat pagi berkat program Upsus Siwab, Alhamdulillah pop**asi sapi kita terus meningkat. 2019 diperkirakn mencapai 390 ribu lebih sapi di Sulawesi tenggara.






Selamat pagi     berikut target dan capaian Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Alhamdulillah tahun 2...
11/01/2019

Selamat pagi berikut target dan capaian Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Alhamdulillah tahun 2018 berhasil melampaui target 15.000 ekor menjadi 17.000 lebih. Kini menatap 2019 dengan target yang sama, semoga bisa melebihi target lagi.






30/12/2018

Halo MENUJU INDONESIA LUMBUNG PADI DUNIA 2045, mari mencicil kebutuhan demi tercapainya program tersebut.
Air merupakan urat nadi dalam denyut sektor pertanian, dalam jangka waktu 1,5 tahun pemerintah mampu merehabilitasi 3 jt ha jaringan irigasi untuk pertanian, simak info lengkapnya di postingan berikut ini ya 🇲🇨


30/12/2018

Halo MENUJU INDONESIA LUMBUNG PADI DUNIA 2045, mari mencicil kebutuhan demi tercapainya program tersebut.

Air merupakan urat nadi dalam denyut sektor pertanian, dalam jangka waktu 1,5 tahun pemerintah mampu merehabilitasi 3 jt ha jaringan irigasi untuk pertanian, simak info lengkapnya di postingan berikut ini ya 🇲🇨



28/12/2018

Halo dan pasti penasaran donk sama apa yang sudah dikerjakan oleh Kementerian Pertanian pada kurun waktu empat tahun terakhir, nah biar ga penasaran lagi.. yuk simak postingan berikut ini... biar tau bagaimana saat ini, oh ya.. sudah tau belum kalo sudah turut berperan dalam menurunkan *Inflasi* pangan hingga 1.26 % yang mana di tahun 2014 mencapai 10,57, info selengkapnya simak disini yaa





Badan Pusat Statistik
Credit : Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Di bawah pimpinan Ir. H. Muhammad Nasir, MS capaian kinerja Distanak Sultra diapresiasi oleh Kementerian Pertanian. Dist...
26/12/2018

Di bawah pimpinan Ir. H. Muhammad Nasir, MS capaian kinerja Distanak Sultra diapresiasi oleh Kementerian Pertanian. Distanak Sultra selalu berada pada lima besar terhadap target-target setiap tahun yang diberikan Kementan kepada Pemerintah Provinsi Sultra.

Dalam waktu 10 tahun terakhir, luas panen tumbuh 5,69 persen. Tentu saja produksi juga tergerak naik sebesar 6,21 persen. Di tahun 2017, produksi padi mencapai 711.401 ton. Atas berbagai capaian itu, surplus pada tahun 2017 mencapai 144.158 ton dengan tingkat konsumsi rata-rata sebesar 96,3 kg per kapita per tahun.

Pekerjaan berat Muhammad Nasir berikutnya adalah memproduksi beras premium yang diperoleh dari beras-beras lokal, seperti varietas Mekongga dan Konawe. Di pasaran, beras premium ini diberi nama beras anoa. Beras organik juga disasar. Distanak Sultra memfasilitasi pengembangan beras organik (beras merah) di Kabupaten Buton Utara. Tahun 2018 ini, sebanyak 700 ha lahan padi organik mendapatkan bantuan benih dan pupuk bagi petani yang ada di Butur.

Selain padi, komoditi lain seperti jagung juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dari tahun 2016 sampai 2017, produksi naik sebesar 91 persen. Tahun 2016 produksi sebesar 90.007 ton dan tahun 2017 naik menjadi 172.078 ton. Peningkatan tersebut dipengaruhi p**a oleh dukungan pemerintah pusat. Tahun 2018, Sultra mendapat alokasi pengembangan jagung hibrida seluas 5.400 ha.

Tak banyak wanita sukses di tengah tekanan pekerjaan yang berat. Salah satu sosok yang mampu eksis itu adalah Ir. Asnawa...
26/12/2018

Tak banyak wanita sukses di tengah tekanan pekerjaan yang berat. Salah satu sosok yang mampu eksis itu adalah Ir. Asnawati, MSP. Wanita kelahiran Buton 23 November 1961 ini memegang jabatan penting, yakni Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebelum menjadi Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, ia menjabat Kepala UPTD Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan (BPBTP) sejak tahun 2010. “Saya dilantik menjadi Sekretaris Dinas pada 8 Januari 2018. Jadi delapan tahun saya menjabat sebagai Kepala UPTD BPBTP,” urainya.

Menurut wanita 57 tahun ini, tugas BPBTP adalah memproduksi benih sumber, dimana benih sumber ini akan menjadi benih-benih yang akan dimanfaatkan bagi penangkar ataupun petani langsung. Karena dengan menggunakan benih unggul itu akan meningkatkan produksi.

Keberadaan Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan kala itu dipandang sebelah mata. Pasalnya, orang belum melihat apa kerja nyatanya bagi daerah dan masyarakat.

Tetapi tahun 2016, tim Balai Pengembangan Benih menjawab keraguan banyak pihak dengan menjadi penghasil PAD terbanyak. Ditargetkan Rp 1 miliar, tetapi berhasil melampaui yakni Rp 1,3 miliar. Ini capaian luar biasa untuk pertama kalinya sejak UPTD BPBTP berdiri.

“Semua capaian kita itu berkat Pak Kadis yang sangat memperhatikan sarana dan prasarana kami. Begitupun lima UPTD lainnya di Distanak, semua diperhatikan dengan baik,” ujar Asnawati.

Menurut Asnawati, sebelum ia memegang tampuk pimpinan Kepala UPTD BPBTP, capaian PAD hanya berkisar Rp 100-200 juta saja. Dengan diberikan target tinggi Rp 1 miliar maka pihaknya terpacu untuk mencapai sasaran, dan itu akhirnya berhasil.

Tanpa terobosan khusus, namun berhasil meraih target. Rahasianya, menurut wanita asal Kaledupa ini, karena adanya motivasi yang kuat dari Kepala Distanak Sultra.

“Pimpinan kami memotivasi semua tim bekerja, sehingga semua berjalan dengan sistematis. “Beliau itu apa yang dibutuhkan suatu lembaga, beliau mengerti. Semua dibagi tugas dengan baik. Masa kita menghasilkan benih, tidak ada yang bisa kembali ke negara atau daerah, Kami selalu dimotivasi untuk kerja, kerja, dan kerja,” katanya.

Rahmad Hardiono lahir di Malang, 31 Juli 1965. Pria usia 53 tahun ini merupakan anak pertama dari empat bersaudara.Ia mu...
26/12/2018

Rahmad Hardiono lahir di Malang, 31 Juli 1965. Pria usia 53 tahun ini merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

Ia mulai bekerja pada tahun 1983, kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1985 sebagai seorang staf. Baru menjabat sebagai Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada tahun 2009.

Selang kurang lebih tujuh tahun, yakni pada 2016, ia menjabat sebagai Kepala UPTD Laboratorium. Menduduki jabatannya saat ini sebagai Kepala Bidang Peternakan baru di awal tahun 2018.

Ia lahir dari Ibu bernama Hadi Sutikno. Ayahnya telah almarhum. Pernikahannya dengan seorang wanita cantik bernama Sri Adiyani, dikaruniai tiga orang anak bernama Wahyudi, Danang Setiawan, dan Annisa Rahmayani.

Pria berkulit putih ini, dulunya bersekolah di Sekolah Dasar (SD) di Malang, Jawa Timur. Setelah menamatkan sekolahnya di tingkat dasar, ia kemudian lanjut di Sekolah Kejuruan Peternakan di Malang.

Tak sampai di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan masuk di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengambil Jurusan Peternakan. Ia lalu melanjutkan pendidikan magister di Jurusan Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO).

Selama menempuh pendidikan hingga bekerja, ayah tiga anak ini tidak pernah mengikuti organisasi manapun.

Rahmad menyebutkan sejak awal bekerja, ia memang menggeluti bidang peternakan, sesuai dengan jurusan yang pernah ia tempuh selama ini.

“Begitu tamat Sekolah Kejuruan Peternakan langsung bekerja di Dinas Pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, dalam bekerja tidak ada hambatan maupun tantangan. Sebab apa yang ia kerjakan sudah merupakan passion yang ia miliki sejak dulu. Tidak ada s**a maupun duka, semua di bawah senang. Pekerjaan yang ia jalani, tidak ia jadikan sebagai beban. “Ikut apa adanya, mengalir saja,” pungkasnya.

Laporan: Neny Agustianingsih

Antoni Balaka, lahir di Ujung Pandang, 23 Juli 1962. Ia diangkat sebagai PNS sejak tahun 1988. Diawali sebagai staf Pere...
26/12/2018

Antoni Balaka, lahir di Ujung Pandang, 23 Juli 1962. Ia diangkat sebagai PNS sejak tahun 1988. Diawali sebagai staf Perencanaan Tanaman Pangan. Sebelum itu, ia sempat menangani beberapa proyek transmigrasi, irigasi terpadu, peningkatan produksi tanaman pangan. Setelah itu ia pindah dan diangkat menjadi Kepala Bidang Ketahanan Pangan.

Pria yang tidak terlalu aktif di dunia organisasi ini merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara. Kedua orangtuanya sudah meninggal dunia. Istrinya Halijah, dan memiliki tiga orang anak.

“Dulu masih gabung dengan Dinas Pertanian. Hampir enam tahun menjadi bagian dari Ketahanan Pangan. Kemudian ia menjadi Kepala Bidang Tanaman Pangan,” ujarnya.

Setelah tiga tahun menjadi Kepala Bidang Tanaman Pangan, ia kemudian menjabat sebagai Sekretaris Dinas. Ia menjadi Sekretaris Dinas kurang lebih tiga tahun. Kemudian, kembali menjadi Kepala Bidang Tanaman Pangan selama empat tahun, lalu hingga saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Sarana.

“Jadi berputar-putar di Tanaman Pangan terus,” jelasnya.

Antoni menuntut ilmu S1 pada jurusan Ilmu Tanah di Universitas Hasanuddin tahun 1986. Berselang lama, ia lalu melanjutkan pendidikan S2 di tahun 1998 pada jurusan Pengembangan Wilayah di Universitas Hasanuddin. Pendidikan 12 tahunnya ia lalui di SD, SMP, dan SMA Negeri 1 Kendari.

Menurutnya, menjadi Pegawai Negeri Sipil sudah memiliki aturan kerja yang jelas. Ia hanya mengikuti aturan dan petunjuk pelaksanaan sesuai dengan fungsinya. Bekerja dan kreativitas bergantung pada pribadi masing-masing orang.

“Kalau aktif banyak yang dikerjakan, kalau pasif maka juga akan sedikit kerjanya,”

Sebutnya pekerjaan banyak tapi bergantung pada kredibilitas orang tersebut. Ia bercerita selama bekerja ia tidak pernah istirahat. Selalu menangani berbagai proyek sejak ia pertama kali mulai bekerja. Menurutnya disiplin dalam bekerja itu sangat penting. Kedisiplinan ia terapkan saat berkantor.

“Saya tidak lalai ke kantor, kecuali kalau lagi ke luar kota. Saya sudah berada di kantor setengah tujuh. Saya konsisten terhadap itu. Makanya kalau ada pegawai yang alasan telat ke kantor karena ada anak dan lainnya. Saya tidak percaya itu.

Address

Jalan Pertanian No. 3 Kadia, Mandonga
Kendari
93111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sulawesi Tenggara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share