26/12/2018
Tak banyak wanita sukses di tengah tekanan pekerjaan yang berat. Salah satu sosok yang mampu eksis itu adalah Ir. Asnawati, MSP. Wanita kelahiran Buton 23 November 1961 ini memegang jabatan penting, yakni Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sebelum menjadi Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, ia menjabat Kepala UPTD Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan (BPBTP) sejak tahun 2010. “Saya dilantik menjadi Sekretaris Dinas pada 8 Januari 2018. Jadi delapan tahun saya menjabat sebagai Kepala UPTD BPBTP,” urainya.
Menurut wanita 57 tahun ini, tugas BPBTP adalah memproduksi benih sumber, dimana benih sumber ini akan menjadi benih-benih yang akan dimanfaatkan bagi penangkar ataupun petani langsung. Karena dengan menggunakan benih unggul itu akan meningkatkan produksi.
Keberadaan Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan kala itu dipandang sebelah mata. Pasalnya, orang belum melihat apa kerja nyatanya bagi daerah dan masyarakat.
Tetapi tahun 2016, tim Balai Pengembangan Benih menjawab keraguan banyak pihak dengan menjadi penghasil PAD terbanyak. Ditargetkan Rp 1 miliar, tetapi berhasil melampaui yakni Rp 1,3 miliar. Ini capaian luar biasa untuk pertama kalinya sejak UPTD BPBTP berdiri.
“Semua capaian kita itu berkat Pak Kadis yang sangat memperhatikan sarana dan prasarana kami. Begitupun lima UPTD lainnya di Distanak, semua diperhatikan dengan baik,” ujar Asnawati.
Menurut Asnawati, sebelum ia memegang tampuk pimpinan Kepala UPTD BPBTP, capaian PAD hanya berkisar Rp 100-200 juta saja. Dengan diberikan target tinggi Rp 1 miliar maka pihaknya terpacu untuk mencapai sasaran, dan itu akhirnya berhasil.
Tanpa terobosan khusus, namun berhasil meraih target. Rahasianya, menurut wanita asal Kaledupa ini, karena adanya motivasi yang kuat dari Kepala Distanak Sultra.
“Pimpinan kami memotivasi semua tim bekerja, sehingga semua berjalan dengan sistematis. “Beliau itu apa yang dibutuhkan suatu lembaga, beliau mengerti. Semua dibagi tugas dengan baik. Masa kita menghasilkan benih, tidak ada yang bisa kembali ke negara atau daerah, Kami selalu dimotivasi untuk kerja, kerja, dan kerja,” katanya.