01/09/2026
Kendari, 31 Agustus 2026—Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia masih terus digelorakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara melalui kegiatan Krida Literasi Inklusif. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kendari, Senin (31/8/2026).
Kegiatan Krida Literasi Inklusif dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menghadirkan kegiatan literasi yang inklusif dan dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, Dewi Pridayanti menyampaikan bahwa siswa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan siswa lainnya untuk memperoleh pendidikan, perhatian, serta kesempatan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Anak-anak di SLB adalah anak yang sama dengan anak-anak lainnya. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang setara dengan siswa lain. Mereka adalah anak-anak istimewa yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk memberikan hal-hal yang baik kepada mereka,” ujar Dewi.
Ia menambahkan bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan. Kekurangan yang dimiliki bukanlah menjadi penghalang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Di balik kekurangannya, mereka pasti memiliki kelebihan yang patut kita asah agar menjadi lebih baik. Harapannya, melalui kegiatan ini, mereka dapat merasa nyaman, diperhatikan, dan diperlakukan secara setara,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SLBN 1 Kendari, Sitwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah melaksanakan kegiatan Krida Literasi Inklusif di sekolahnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman positif bagi siswa, khususnya dalam membangun interaksi sosial dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkomunikasi dengan lingkungan di luar sekolah dan keluarga.
“Saat ini, siswa di sekolah kami merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang didominasi oleh anak dengan autisme. Mereka sangat senang dengan kunjungan seperti ini karena dapat berinteraksi dengan orang lain selain dari lingkungan rumah dan sekolah,” ungkap Sitwan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga siswa SLBN 1 Kendari memperoleh lebih banyak kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.
Melalui Krida Literasi Inklusif, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara berupaya menghadirkan kegiatan literasi yang ramah, menyenangkan, dan setara bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga memberikan pengalaman positif serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.