Bidang Penyuluhan Sultra

Bidang Penyuluhan Sultra Fan Page Resmi Bidang Penyuluhan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sulawesi Tenggara.

Bombana, 25 SeptemberPlt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Prof. Muhammad Taufik Me...
25/09/2025

Bombana, 25 September

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Prof. Muhammad Taufik Menghadiri sekaligus Membuka Acara Focus Group Discussion (FGD) "Mengawal Swasembada Pangan Melalui Peningkatan Kelembagaan Penyuluh Pertanian" Yang di laksanakan di Hotel Rahmat, Kabupaten Bombana.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kelembagaan penyuluhan berperan penting terhadap pencapaian swasembada pangan dengan cara mediator informasi dan inovasi teknologi pertanian, sebagai fasilitator dan motivator bagi petani dalam peningkatan produktivitas. Adanya koordinasi yang efektif, diharapkan dapat mempercepat realisasi program dari tingkat pusat hingga ke daerah yang menjadi kunci utama menyukseskan program strategis pertanian dan mencapai target nasional swasembada pangan nasional.

Kegiatan FGD ini di ikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian Kabupaten Bombana, Gabungan Kelompok Tani, Pengurus Kelembagaan Ekonomi Petani, dan Beberapa Intansi Terkait.

"REMBUG UTAMA DAN EXPO KTNA Ke-54"Sebanyak 1.463 peserta terdiri dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) seluruh Indon...
23/09/2025

"REMBUG UTAMA DAN EXPO KTNA Ke-54"

Sebanyak 1.463 peserta terdiri dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) seluruh Indonesia, Pendamping dan Peninjau dari dinas Pertanian masing-masing Kabupaten Kota menghadiri Rembug Utama dan Expo KTNA yang mengusung Visi "Bersama KTNA Maju Sejahtera" Yang di selenggarakan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kegiatan di buka oleh bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa expo KTNA menjadi moment penting untuk mendorong swasembada pangan Indonesia pada tahun 2045. Bersama kementrian Pertanian RI menargetkan Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia dalam 20 tahun mendatang.

Kepala pusat Penyuluhan Pertanian drh. Made NGR. Kuswandana turut hadir memberikan arahan didepan ribuan peserta untuk berfokus memperkuat peran penyuluh Pertanian sebagai garda terdepan dalam pembagunan Pertanian, mendorong pendayagunaan penyuluhan dalam rangka mempercepat swasembada pangan, memperkuat kemandirian pangan dengan meningkatkan produksi. Program strategis Kementrian Pertanian dalam mendukung swasembada pangan seperti optimasi lahan seluas 500.000 Ha, cetak sawah 225.000 Ha, penyedian alsintan dan pupuk subsidi, peningkatan produksi daging sapi dan susu, penyiapan benih unggul dan Pertanian modern melalui brigade pangan. Sosialisasi Inpres No. 3 terkait pengalihan penyuluh Pertanian juga di sampaikan bahwa dalam waktu dekat SK pengalihan akan segera terbit di akhir September untuk Batch 1. untuk proses pengalihan akan berlangsung 3 tahap dan semua SK Pengalihan penyuluh akan di rampungkan di akhir Desember 2025.

Selain rembug utama dan expo KTNA yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Kutai Kartanegara, kegiatan berlanjut dengan kunjungan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan agenda penanaman pohon dan buah sebagai cikal bakal ketahanan pangan Nusantara kedepan, penebaran benih ikan papuyu yang menjadi hewan endemik di kalimantan dan dialog terbuka oleh kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono terkait dukungan terhadap program kedaulatan pangan nasional. Kepala Otorita IKN menyampaikan kepada peserta KTNA untuk mendukung masa depan Indonesia, dimana pembangunan Nusantara ini di rancang sebagai forest City dengan konsep smart city yang mengedepankan fungsi hidrologi.

Konawe, 10 SeptemberSosialisasi Pembentukan Brigade Pangan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Prof. ...
10/09/2025

Konawe, 10 September

Sosialisasi Pembentukan Brigade Pangan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si bersama plt. Kepala Bidang Penyuluhan Dr.Ir.Mazhfia Umar, MM. Kegiatan berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Puriala, Kab. Konawe dengan menghadirkan calon petani yang berdampak. Kecamatan Puriala merupakan salah satu lokasi untuk Cetak Sawah Rakyat melalui program Kementrian Pertanian RI.

Senin, 1 September 2025Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Melalui Bidang Penyuluhan, menggel...
01/09/2025

Senin, 1 September 2025

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Melalui Bidang Penyuluhan, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengawal Swasembada Pangan Melalui Peningkatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian” di Baros Farm House, Desa Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan ini menghadirkan kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian se kabupaten kolaka timur, perwakilan Gapoktan dan Kelembagaan Ekonomi Petani.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si, dalam arahannya bahwa Swasembada pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga mencakup keterjangkauan, keamanan dan keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarkat. Terbentuknya Brigade Pangan di harapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mewujudkan ekosistem agribisnis modern, serta menciptakan swasembada pangan nasional melalui pengelolaan lahan yang terstruktur dengan infrastruktur dan teknologi modern.

Kepala Dinas Tanaman pangan dan Peternakan Kolaka Timur Ridwan, SP.,M.Si juga turut hadir. beliau menekankan bahwa modernisasi pertanian membutuhkan dukungan listrik hingga ke sawah sebagai fondasi innovasi. Dalam jangka panjang, listrik di sawah membuka peluang penggunaan drone dan alat mesin pertanian canggih, sehingga menarik minat petani milenial. Contoh keberhasilan di Kecamatan Ladongi, di mana IP (Indeks Pertanaman) mencapai 2,50 melalui dukungan waduk yang memungkinkan dua kali tanam dan panen dalam satu tahun selama dua tahun terakhir. Di harapkan p**a bahwa di setiap desa terdapat satu penangkar.

Kepala Bidang Penyuluhan Distannak Sultra Dr. Mazhfia Umar, turut menyampaikan terkait Pembentukan dan Proses Bisnis Brigade Pangan untuk Mendukung Pertanian Modern Berbasis Padi di Lokasi Cetak Sawah Rakyat. Cetak sawah di Kolaka Timur tahun ini merupakan yang terbesar di Sulawesi Tenggara, yang menjadi lokasi pilot bagi Brigade Pangan, organisasi petani milenial yang dikelola oleh 15 anggota mengelola 150–200 ha lahan.

Pemanfaatan Gapoktan sebagai titik serah pupuk untuk memudahkan distribusi sarana produksi. Proses pembentukan Brigade Pangan ini meliputi rekrutmen petani berkomitmen, musyawarah pembentukan, usulan ke BPP dengan persetujuan kepala desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas, serta pengajuan bantuan alsintan.
Keberhasilan brigade pangan sangat ditentukan pada proses rekrutmen. Bagaimana penyuluh selalu pendamping mampu mengenal petani yang berkarakter memiliki tanggung jawab, memegang teguh komitmen dan nilai nilai kejujuran Untuk mengelola brigade pangan.

Selasa, 26 AgustusBidang Penyuluhan dan Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan Dan Peternak...
26/08/2025

Selasa, 26 Agustus

Bidang Penyuluhan dan Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan Dan Peternakan Provinsi, Menghadiri Konferensi Luar Biasa Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia. Masing-masing perwakilan kabupaten turut hadir melalui virtual zoom. Kegiatan ini berlangsung di Aula kantor BRMP Sulawesi Tenggara.

Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M. Si Terpilih Sebagai Ketua DPW PERHIPTANI Wilayah Sulawesi Tenggara.

Selamat Kepada Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P atas Penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna ...
25/08/2025

Selamat Kepada Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P atas Penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna oleh Presiden Republik Indonesia

Semarak Hari Kemerdekaan RI 🇮🇩🇮🇩
21/08/2025

Semarak Hari Kemerdekaan RI 🇮🇩🇮🇩

Konawe, 01 AgustusPlt. Kepala Bidang Penyuluhan Dr. Ir. Mazhfia Umar menghadiri acara Ngobrol Pertanian Untuk Investasi ...
01/08/2025

Konawe, 01 Agustus

Plt. Kepala Bidang Penyuluhan Dr. Ir. Mazhfia Umar menghadiri acara Ngobrol Pertanian Untuk Investasi "NGOPi" Yang di rangkaian dengan Penanaman Jagung dan Pembukaan Sekolah Lapang Penyakit Hama Tanaman (SLPHT) di Desa Tirawuta, Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe.

Ketua Panitia Abdul Rahim, SP., MP menyampaikan bahwa NGOPi II ini merupakan program strategis Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan investasi pertanian. Selanjutnya memberikan arahan terkait pelaksanaan SLPHT.Acara ini di ikuti sekitar 70 orang peserta berasal dari PPPK, POPT dan CPNS penyuluh pertanian lingkup Dinas Tanaman Pangan Dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Penyuluh Pertanian yang bertugas di BPP Pondidaha dan Beberapa Kelompok Tani yang domisili di sekitar Ranch Wawolemo.

Pelaksanaan SLPHT ini berlangsung selama Lima kali pertemuan yang wajib di ikuti hingga pelaksanaan SL selesai. Kegiatan pembelajaran dimulai Pre- Test, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman termasuk pemupukan dan pengamatan hama dan penyakit hingga panen.

Kolaka Timur, 31 Juli 2025Plt. Kepala Bidang Penyuluhan, Dr. Mazhfia Umar, MM, Menghadiri sekaligus Mewakili Kepala Dina...
31/07/2025

Kolaka Timur, 31 Juli 2025

Plt. Kepala Bidang Penyuluhan, Dr. Mazhfia Umar, MM, Menghadiri sekaligus Mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara membuka kegiatan Sekolah Lapang Tematik "Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) di Desa Watupute, Kecamatan Mowewe Kab. Kolaka Timur. Kegiatan ini berlangsung di Sanggar Tani Desa Watupute yang di hadiri kurang lebih 80 orang peserta dan bebarapa perwakilan kelompok tani. Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kolaka Timur, Babinsa Watupute, POPT, Kepala BPP Mowewe dan penyuluh pertanian lainnya.

Dalam arahannya, Dr. Mazhfia Umar menyampaikan bahwa sekolah lapang genta organik bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dengan memperkenalkan dan mempraktikkan pertanian organik. Melalui Sekolah Lapang Genta Organik, petani tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan praktik langsung di lapangan, seperti pembuatan pupuk organik padat dan cair, serta penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL). Hal ini bertujuan agar petani dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kegiatan pertanian mereka sehari-hari.

Lebih lanjut di sampaikan secara detail tehnik pelaksanaan sekolah lapang yang akan berlangsung hingga Oktober nanti. Dengan adanya sekolah lapang ini, di harapkan akan berkelanjutan dan bisa di adopsi bagi kelompok tani lainnya yang ada di kabupaten Kolaka Timur.

Address

Jalan Pertanian, No. 3
Kendari
93117

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bidang Penyuluhan Sultra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share