06/01/2026
Tentang hidup dalam tujuan ilahi menekankan bahwa kita diciptakan untuk pekerjaan baik, mencari Kerajaan Allah, dan hidup sesuai rencana-Nya.
Efesus 2:10...
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya."
Untuk hidup didalam Tuhan kita harus terobos untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan semua kebenaran-Nya.
Matius 6:33...
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Salah satu tujuan Ilahi yang Tuhan inginkan adalah menjadi murid Tuhan dengan berbuah banyak.
Yohanes 15:8...
"Dalam hal inilah Bapa-ku dipersulitkan, yaitu jika kamu berubah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridku."
Harus berbuah banyak untuk memuliakan Bapa.
Intinya, hidup bertujuan adalah untuk menyelaraskan diri dengan kehendak Allah, mencari tujuan-Nya, dan menjalani hidup yang memuliakan-Nya.
Berarti menjalani hidup sesuai rancangan agung Tuhan, menemukan tujuan sejati, dan terus berpartisipasi dalam memuliakan-Nya di bumi, yang melibatkan pemeliharaan Tuhan yang supranatural, ada pertumbuhan iman melalui firman, membangun hubungan yang kudus dengan Tuhan , dan bersedia berkorban untuk menyelesaikan rencana-Nya, tujuannya adalah untuk menemukan identitas sejati sebagai ciptaan-Nya.
Ini adalah perjalanan membangun warisan untuk generasi mendatang, bukan sekadar hidup untuk diri sendiri, dengan mencari Tuhan sepenuh hati dan membangun visi masa depan.
Kita harus mengikuti Konsep Utama Tuhan:
1. Rancangan Tuhan terhadap setiap kita:
Setiap orang memiliki tujuan yang telah ditetapkan Tuhan sejak awal, dan hidup dalam destiny berarti menemukan serta mewujudkan tujuan tersebut.
2. Memuliakan Tuhan:
Kehidupan kita harus menjadi bukti bahwa kita hidup dalam kemuliaan Tuhan, yang dibangun atas iman kita kepada Yesus Kristus, dan diperbarui oleh firman-Nya.
3. Pemeliharaan & Kuasa:
Setiap kita telah mengalami pemeliharaan ilahi supranatural dan kuasa Tuhan selalu tersedia dalam hidup kita.
4. Identitas Sejati:
Kita telah menemukan jati diri sejati sebagai anak-anak Allah dan ini bagian dari rencana-Nya.
Cara Hidup dalam Destiny Ilahi.
Cari Tuhan dengan Sungguh-sungguh:
Yeremia 29:13...
"Apabila kamu akan mencari Aku, kamu akan menemukan Aku, apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati."
Cari dan kejar Tuhan dengan segenap hati, sebab IA tidak akan menolak meskipun saudara datang dengan masalah, putus asa, dll.
Berlari kejar sampai tujuan akhir.
Filipi 3:14..
"Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."
Bagaimana untuk mempertahankan destiny Ilahi dalam hidup kita.
1. Bangun Hubungan Kudus:
Jalin hubungan yang saling menguatkan dalam kasih, bukan ikatan emosional yang kadang menjadi racun bagi orang lain.
2. Bangun Visi untuk Masa Depan:
Miliki visi jangka panjang, bahkan untuk generasi yang akan datang, dan bangun strategi untuk mencapainya.
3. Berani dan rela Berkorban:
Bersedia berkorban, tersedia bagi Tuhan dan membayar harga dan taat untuk mengerjakan hal-hal besar bagi Tuhan.
Lukas 1:38:
"Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu lalu Malaikat itu meninggalkan dia."
(Ini jawaban Maria yang menyerahkan diri pada rencana Tuhan).
4. Terima Keadaan dan Bangkit:
Jangan puas dengan keterpurukan; bangkit dan sadari bahwa Tuhan punya rencana besar, terima panggilan-Nya dalam kondisi apa pun.
5. Berpikir untuk Generasi Berikutnya:
Sadari bahwa hidup kita tujuannya adalah membangun warisan untuk anak cucu, jadilah akurat, cintai Tuhan, cintai tujuan Ilahimu dan perjuangkan dengan visi masa depan.
6. Milikilah kerendahan hati.
1 Tawarikh 17:16..
"Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata: " Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan Siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
Ayat ini menunjukkan kerendahan hati dan rasa syukur Raja Daud kepada Tuhan setelah menerima janji bahwa keturunannya akan memiliki kerajaan yang abadi, menekankan bahwa semua kemuliaan dan pencapaian Daud berasal dari kasih karunia Allah, bukan karena kehebatannya sendiri, dan ini mengajarkan kita untuk bersyukur dan menempatkan Tuhan sebagai tujuan utama hidup kita, serta berharap sepenuhnya kepada kasih karunia Tuhan dan berdampak bagi keluarga kita dan orang-orang disekitar kita bahwa kita hidup dibawah destiny Ilahi.
Tetap focus untuk menyelesaikan tujuan ilahimu dengan terus terhubung akurat dengan Tuhan.
Dunia bisa berubah, saudara, teman dan orang-orang disekitarmu bisa berubah dan menjauh dari saudara namun kita harus tetap terhubung akurat dalam ikat janji bersama Tuhan, tetap terhubung dengan orang tua rohani dan saudara bersaudara in destiny untuk bersama-sama apa yang menjadi tujuan ilahi kita.
Amen...
By. Ps David A. Sila.