Victory Training Center Kefamenanu the city of Praise

Victory Training Center Kefamenanu the city of Praise VICTORY TRAINING CENTER KEFAMENANU THE CITY OF PRAISE

Tentang hidup dalam tujuan ilahi menekankan bahwa kita diciptakan untuk pekerjaan baik, mencari Kerajaan Allah, dan hidu...
06/01/2026

Tentang hidup dalam tujuan ilahi menekankan bahwa kita diciptakan untuk pekerjaan baik, mencari Kerajaan Allah, dan hidup sesuai rencana-Nya.

Efesus 2:10...
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya."

Untuk hidup didalam Tuhan kita harus terobos untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan semua kebenaran-Nya.

Matius 6:33...
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Salah satu tujuan Ilahi yang Tuhan inginkan adalah menjadi murid Tuhan dengan berbuah banyak.
Yohanes 15:8...
"Dalam hal inilah Bapa-ku dipersulitkan, yaitu jika kamu berubah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridku."

Harus berbuah banyak untuk memuliakan Bapa.
Intinya, hidup bertujuan adalah untuk menyelaraskan diri dengan kehendak Allah, mencari tujuan-Nya, dan menjalani hidup yang memuliakan-Nya.

Berarti menjalani hidup sesuai rancangan agung Tuhan, menemukan tujuan sejati, dan terus berpartisipasi dalam memuliakan-Nya di bumi, yang melibatkan pemeliharaan Tuhan yang supranatural, ada pertumbuhan iman melalui firman, membangun hubungan yang kudus dengan Tuhan , dan bersedia berkorban untuk menyelesaikan rencana-Nya, tujuannya adalah untuk menemukan identitas sejati sebagai ciptaan-Nya.

Ini adalah perjalanan membangun warisan untuk generasi mendatang, bukan sekadar hidup untuk diri sendiri, dengan mencari Tuhan sepenuh hati dan membangun visi masa depan.

Kita harus mengikuti Konsep Utama Tuhan:

1. Rancangan Tuhan terhadap setiap kita:

Setiap orang memiliki tujuan yang telah ditetapkan Tuhan sejak awal, dan hidup dalam destiny berarti menemukan serta mewujudkan tujuan tersebut.

2. Memuliakan Tuhan:
Kehidupan kita harus menjadi bukti bahwa kita hidup dalam kemuliaan Tuhan, yang dibangun atas iman kita kepada Yesus Kristus, dan diperbarui oleh firman-Nya.

3. Pemeliharaan & Kuasa:
Setiap kita telah mengalami pemeliharaan ilahi supranatural dan kuasa Tuhan selalu tersedia dalam hidup kita.

4. Identitas Sejati:
Kita telah menemukan jati diri sejati sebagai anak-anak Allah dan ini bagian dari rencana-Nya.

Cara Hidup dalam Destiny Ilahi.

Cari Tuhan dengan Sungguh-sungguh:
Yeremia 29:13...
"Apabila kamu akan mencari Aku, kamu akan menemukan Aku, apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati."

Cari dan kejar Tuhan dengan segenap hati, sebab IA tidak akan menolak meskipun saudara datang dengan masalah, putus asa, dll.
Berlari kejar sampai tujuan akhir.
Filipi 3:14..
"Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Bagaimana untuk mempertahankan destiny Ilahi dalam hidup kita.

1. Bangun Hubungan Kudus:
Jalin hubungan yang saling menguatkan dalam kasih, bukan ikatan emosional yang kadang menjadi racun bagi orang lain.

2. Bangun Visi untuk Masa Depan:
Miliki visi jangka panjang, bahkan untuk generasi yang akan datang, dan bangun strategi untuk mencapainya.

3. Berani dan rela Berkorban:
Bersedia berkorban, tersedia bagi Tuhan dan membayar harga dan taat untuk mengerjakan hal-hal besar bagi Tuhan.
Lukas 1:38:
"Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu lalu Malaikat itu meninggalkan dia."
(Ini jawaban Maria yang menyerahkan diri pada rencana Tuhan).

4. Terima Keadaan dan Bangkit:
Jangan puas dengan keterpurukan; bangkit dan sadari bahwa Tuhan punya rencana besar, terima panggilan-Nya dalam kondisi apa pun.

5. Berpikir untuk Generasi Berikutnya:
Sadari bahwa hidup kita tujuannya adalah membangun warisan untuk anak cucu, jadilah akurat, cintai Tuhan, cintai tujuan Ilahimu dan perjuangkan dengan visi masa depan.

6. Milikilah kerendahan hati.
1 Tawarikh 17:16..
"Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata: " Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan Siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

Ayat ini menunjukkan kerendahan hati dan rasa syukur Raja Daud kepada Tuhan setelah menerima janji bahwa keturunannya akan memiliki kerajaan yang abadi, menekankan bahwa semua kemuliaan dan pencapaian Daud berasal dari kasih karunia Allah, bukan karena kehebatannya sendiri, dan ini mengajarkan kita untuk bersyukur dan menempatkan Tuhan sebagai tujuan utama hidup kita, serta berharap sepenuhnya kepada kasih karunia Tuhan dan berdampak bagi keluarga kita dan orang-orang disekitar kita bahwa kita hidup dibawah destiny Ilahi.

Tetap focus untuk menyelesaikan tujuan ilahimu dengan terus terhubung akurat dengan Tuhan.
Dunia bisa berubah, saudara, teman dan orang-orang disekitarmu bisa berubah dan menjauh dari saudara namun kita harus tetap terhubung akurat dalam ikat janji bersama Tuhan, tetap terhubung dengan orang tua rohani dan saudara bersaudara in destiny untuk bersama-sama apa yang menjadi tujuan ilahi kita.
Amen...
By. Ps David A. Sila.

Nilai-nilai Kerajaan Allah meliputi:Bergantung pada Tuhan.Menanggalkan dosa.Tunduk pada kehendak Tuhan.Bergairah untuk k...
10/03/2025

Nilai-nilai Kerajaan Allah meliputi:

Bergantung pada Tuhan.
Menanggalkan dosa.
Tunduk pada kehendak Tuhan.
Bergairah untuk kebenaran.
Penyayang.
Penuh belas kasihan.
Autentik.
Beretika.
Pembawa damai.
Bersukacita bahkan ketika dianiaya.

Kerajaan Allah juga berbicara tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita.
Ketiga berkat rohani tersebut diberikan oleh Roh Kudus kepada setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Kerajaan Allah merupakan pemerintahan Allah yang telah memasuki zaman ini melalui kehadiran Yesus dan akan menjadi sempurna pada saat kedatangan-Nya untuk kedua kalinya.

Nilai Kerajaan Allah di tempat kerja.

1. Taat pada perintah Allah.

Seluruh isi firman Tuhan banyak bicara tentang ketaatan. Taat pada perintah Allah dalam bekerja akan mendatangkan dampak keamanan dan ketenteraman dalam pekerjaan itu. Imamat 25:18 menuliskan prinsipnya, “Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.” Firman Tuhan juga banyak menuliskan bahwa ketika kita taat pada perintah-perintahNya, maka keberuntungan akan menyertai kita.

2. Rajin bekerja.

Penulis Amsal menyuruh si pemalas belajar dari semut tentang bagaimana bekerja dengan rajin dan menyimpan makanan, sehingga kemiskinan tidak datang menyerang (Ams. 6: 6-11).
Dalam Pengkhotbah 9:10 juga dituliskan bahwa “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” Firman Tuhan sangat jelas dalam hal kerajinan bekerja ini, seperti dapat kita lihat bahwa bahkan Paulus menulis lebih keras lagi di:
2 Tesalonika 3:6-13, bahwa mereka yang tidak bekerja tidak perlu makan.

3. Menjaga baik-baik kepercayaan yang telah diberikan.

Nilai Kerajaan Allah ini tertulis pada Lukas 19:11-27 dalam perumpaan tentang orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola 10 talenta, 5 talenta dan 2 talenta. Dikisahkan bahwa orang yang setia mengelola kepercayaan yang telah diberikan oleh tuannya akan diberikan kepercayaan yang lebih besar lagi.
Bekerja adalah kegiatan “menjual” kepercayaan. Entah Anda bekerja pada orang lain atau memiliki bisnis sendiri, salah satu kunci kesuksesannya adalah membuat orang lain percaya kepada Anda. Semakin Anda dipercaya oleh orang lain, semakin Anda akan berhasil.

4. Bekerja dengan semangat untuk memberi kualitas kinerja yang terbaik (spirit of excellence).

Paulus mengajar kita semua untuk memberikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan
- 1 Kor. 15:58), dan bekerja dengan sepenuh hati, “seperti orang-orang yang melayani Tuhan, dan bukan manusia”
- Ef. 6:7). Ketika kita bekerja dengan semangat untuk melakukan yang terbaik, akan ada upah yang akan kita terima. Dunia ini menghargai sesuatu yang excellent, yang melampaui rata-rata. Ketika sikap dan kinerja kita melampaui rata-rata, kita akan diperhatikan dan dicari-cari orang.

5. Bersikap murah hati.

Sikap murah hati perlu dipraktikkan pada bawahan, atasan, rekan kerja, maupun klien/customer Anda. Sama seperti Yesus, yang sudah memberikan teladan murah hati dan selalu memberi semua yang Ia miliki (2 Kor. 8: 9),

Anda bisa bersikap murah hati dalam berbagai aspek di tempat kerja, mulai dari membantu mencarikan solusi bagi masalah pekerjaan bawahan, sampai membantu atasan Anda dengan berbagai ide-ide perbaikan, bahkan murah hati membantu orang-orang yang “menyebalkan” Anda di lingkungan kerja.

6. Mengasihi sesama.

Belajarlah mengasihi tanpa membedakan jabatan, tanggung jawab, dan kemampuan, dengan cara memperlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Jika kita tidak ingin disakiti, tentu saja orang lain juga tidak ingin kita sakiti. Jika kita senang diperlakukan dengan baik dan hormat, maka orang lain pun pasti senang diperlakukan demikian.Yesus berkata, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi…” (Mat.7:12 ). Kasih sendiri mencakup beberapa nilai, antara lain panjang sabar, tidak iri, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, hormat, mengampuni, tidak mendendam, dll. Mengasihi berarti berpikir dan bertindak sesuai dengan kebenaran ini, bukan merancangkan atau melakukan hal-hal yang buruk/negatif kepada orang lain. Inilah yang perlu kita lakukan saat bekerja sehari-hari, sebagai perwujudan nilai Kerajaan Allah tentang mengasihi sesama.

7. Berdoa Menyatakan Kerajaan Allah di tempat kerja.

Berarti kita berdoa untuk perusahaan, bawahan, atasan, rekan kerja, dan siapapun yang berhubungan dengan pekerjaan kita. Yesus pun sudah memberikan teladan dengan berdoa bagi murid-muridNya (Yoh. 17:9-10 – “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.”) Keberhasilan Abraham dan Ayub sebagai pengusaha yang sangat sukses di zamannya pun tidak lepas dari kehidupan doa. Begitu juga dengan Daniel, pejabat yang berkedudukan tinggi di empat masa pemerintahan yang berbeda, yang teratur berdoa tiga kali sehari kepada Tuhan. Lalu Daud, raja yang disebut namanya dalam Alkitab sebagai orang yang bukan hanya dekat dengan Tuhan namun juga berkenan di hatiNya, setiap saat memdoakan seluruh tanggung jawab kepemimpinan dan orang-orang yang dipimpinnya melalui mazmur-mazmurnya. Semua contoh dari tokoh-tokoh Alkitab ini menunjukkan pentingnya berdoa bagi kenyataan Kerajaan Allah di dalam pekerjaan kita.
By. Ps David Agustinus.

Tugas orang strategisnya Tuhan adalah:- Menegakan kebenaran,- Menjadi contoh,- Kehidupan Kristus ada padanya,- Ada perto...
10/03/2025

Tugas orang strategisnya Tuhan adalah:
- Menegakan kebenaran,
- Menjadi contoh,
- Kehidupan Kristus ada padanya,
- Ada pertobatan yg sungguh-sungguh,
- Jujur,
- Memiliki pola pikir yg sdh diubahkan,
- Menjadi suara kebenaran/pembawa suara Tuhan yang akurat,
- Kehidupan bermasyarakat yg teruji/kesaksian baik ditengah masyarakat,
- Rela berkorban/memberi diri dg sukarela.
Amen...
By. Ps David Agustinus

Nilai-nilai Kerajaan Allah.Meliputi:Bergantung pada Tuhan.Menanggalkan dosa.Tunduk pada kehendak Tuhan.Bergairah untuk k...
15/11/2024

Nilai-nilai Kerajaan Allah.

Meliputi:
Bergantung pada Tuhan.
Menanggalkan dosa.
Tunduk pada kehendak Tuhan.
Bergairah untuk kebenaran.
Penyayang.
Penuh belas kasihan.
Autentik.
Beretika.
Pembawa damai.
Bersukacita bahkan ketika dianiaya.

Kerajaan Allah juga berbicara tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita.
Ketiga berkat rohani tersebut diberikan oleh Roh Kudus kepada setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Kerajaan Allah merupakan pemerintahan Allah yang telah memasuki zaman ini melalui kehadiran Yesus dan akan menjadi sempurna pada saat kedatangan-Nya untuk kedua kalinya.

Nilai Kerajaan Allah di tempat kerja.

1. Taat pada perintah Allah.

Seluruh isi firman Tuhan banyak bicara tentang ketaatan. Taat pada perintah Allah dalam bekerja akan mendatangkan dampak keamanan dan ketenteraman dalam pekerjaan itu. Imamat 25:18 menuliskan prinsipnya, “Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.” Firman Tuhan juga banyak menuliskan bahwa ketika kita taat pada perintah-perintahNya, maka keberuntungan akan menyertai kita.

2. Rajin bekerja.

Penulis Amsal menyuruh si pemalas belajar dari semut tentang bagaimana bekerja dengan rajin dan menyimpan makanan, sehingga kemiskinan tidak datang menyerang (Ams. 6: 6-11).
Dalam Pengkhotbah 9:10 juga dituliskan bahwa “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” Firman Tuhan sangat jelas dalam hal kerajinan bekerja ini, seperti dapat kita lihat bahwa bahkan Paulus menulis lebih keras lagi di:
2 Tesalonika 3:6-13, bahwa mereka yang tidak bekerja tidak perlu makan.

3. Menjaga baik-baik kepercayaan yang telah diberikan.

Nilai Kerajaan Allah ini tertulis pada Lukas 19:11-27 dalam perumpaan tentang orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola 10 talenta, 5 talenta dan 2 talenta. Dikisahkan bahwa orang yang setia mengelola kepercayaan yang telah diberikan oleh tuannya akan diberikan kepercayaan yang lebih besar lagi.
Bekerja adalah kegiatan “menjual” kepercayaan. Entah Anda bekerja pada orang lain atau memiliki bisnis sendiri, salah satu kunci kesuksesannya adalah membuat orang lain percaya kepada Anda. Semakin Anda dipercaya oleh orang lain, semakin Anda akan berhasil.

4. Bekerja dengan semangat untuk memberi kualitas kinerja yang terbaik (spirit of excellence).

Paulus mengajar kita semua untuk memberikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan
- 1 Kor. 15:58), dan bekerja dengan sepenuh hati, “seperti orang-orang yang melayani Tuhan, dan bukan manusia”
- Ef. 6:7). Ketika kita bekerja dengan semangat untuk melakukan yang terbaik, akan ada upah yang akan kita terima. Dunia ini menghargai sesuatu yang excellent, yang melampaui rata-rata. Ketika sikap dan kinerja kita melampaui rata-rata, kita akan diperhatikan dan dicari-cari orang.

5. Bersikap murah hati.

Sikap murah hati perlu dipraktikkan pada bawahan, atasan, rekan kerja, maupun klien/customer Anda. Sama seperti Yesus, yang sudah memberikan teladan murah hati dan selalu memberi semua yang Ia miliki (2 Kor. 8: 9),

Anda bisa bersikap murah hati dalam berbagai aspek di tempat kerja, mulai dari membantu mencarikan solusi bagi masalah pekerjaan bawahan, sampai membantu atasan Anda dengan berbagai ide-ide perbaikan, bahkan murah hati membantu orang-orang yang “menyebalkan” Anda di lingkungan kerja.

6. Mengasihi sesama.

Belajarlah mengasihi tanpa membedakan jabatan, tanggung jawab, dan kemampuan, dengan cara memperlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Jika kita tidak ingin disakiti, tentu saja orang lain juga tidak ingin kita sakiti. Jika kita senang diperlakukan dengan baik dan hormat, maka orang lain pun pasti senang diperlakukan demikian.Yesus berkata, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi…” (Mat.7:12 ). Kasih sendiri mencakup beberapa nilai, antara lain panjang sabar, tidak iri, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, hormat, mengampuni, tidak mendendam, dll. Mengasihi berarti berpikir dan bertindak sesuai dengan kebenaran ini, bukan merancangkan atau melakukan hal-hal yang buruk/negatif kepada orang lain. Inilah yang perlu kita lakukan saat bekerja sehari-hari, sebagai perwujudan nilai Kerajaan Allah tentang mengasihi sesama.

7. Berdoa Menyatakan Kerajaan Allah di tempat kerja.

Berarti kita berdoa untuk perusahaan, bawahan, atasan, rekan kerja, dan siapapun yang berhubungan dengan pekerjaan kita. Yesus pun sudah memberikan teladan dengan berdoa bagi murid-muridNya (Yoh. 17:9-10 – “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.”) Keberhasilan Abraham dan Ayub sebagai pengusaha yang sangat sukses di zamannya pun tidak lepas dari kehidupan doa. Begitu juga dengan Daniel, pejabat yang berkedudukan tinggi di empat masa pemerintahan yang berbeda, yang teratur berdoa tiga kali sehari kepada Tuhan. Lalu Daud, raja yang disebut namanya dalam Alkitab sebagai orang yang bukan hanya dekat dengan Tuhan namun juga berkenan di hatiNya, setiap saat memdoakan seluruh tanggung jawab kepemimpinan dan orang-orang yang dipimpinnya melalui mazmur-mazmurnya. Semua contoh dari tokoh-tokoh Alkitab ini menunjukkan pentingnya berdoa bagi kenyataan Kerajaan Allah di dalam pekerjaan kita.
By. Ps David Agustinus.

05/04/2023
Amsal 20:20 "Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap." Whoso curseth his father or his m...
03/04/2023

Amsal 20:20

"Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap."
Whoso curseth his father or his mother, his lamp shall be put out in obscure darkness.

Sering kali media massa Indonesia sempat digoncangkan oleh berita anak menggugat orangtuanya di pengadilan. Bukan hanya satu kasus, beberapa kasus serupa pun bermunculan. Semua karena harta dan warisan. Peristiwa-peristiwa seperti ini mengingatkan kita pada satu peribahasa “air susu dibalas dengan air tuba.” Anak-anak seharusnya membalas jasa orangtua dan menjadi berkat di masa tua mereka malah berbalik menjadi kutuk. Meski sangat disayangkan, namun inilah kenyataan yang kian meluas di muka bumi ini. Kasih antara anak dan orangtua semakin sirna. Sering kali terjadi, kalau orangtua mempunyai jabatan tinggi atau harta warisan yang banyak, barulah anak-anak menghormati, memberkati, menyanjung-nyanjung, dan tidak berani kurang ajar pada mereka. Sebaliknya, apabila orangtuanya tak berpendidikan, tidak terhormat, dan tidak punya apa-apa, si anak pun cenderung meremehkan, menghina, dan bahkan ada yang sampai menelantarkan orangtuanya sendiri.

Sebagai anak-anak Allah, janganlah kita melihat apakah nantinya orangtua kita mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau memberkati kita atau tidak, baru kita menghormati dan memberkati mereka. Hendaklah kita senantiasa menghormati orangtua. Apa pun dan bagaimanapun kondisinya, jangan pernah mengutuki mereka, karena itulah yang Allah perintahkan.

Ketahuilah, di saat kita menghormati orangtua, tidak hanya orangtua kita yang disenangkan, Bapa di sorga pun turut disenangkan. Coba pikirkan, ketika orangtua disenangkan, tidakkah mereka akan membalas dengan memberkati kita? Sekalipun sebagai manusia, orangtua kita mempunyai keterbatasan-keterbatasannya, tetapi tidak demikian dengan Bapa kita yang adalah Tuhan yang tak terbatas. Dia yang sanggup mematahkan gelapnya kutuk dan menggantikannya dengan limpahan berkat yang menerangi masa depan kita. Anak-anak yang sungguh-sungguh mentaati perintah Tuhan ini akan mengalami penggenapan janji Tuhan; yaitu panjang umur, diberkati, berbahagia, dan baik keadaan kita di tanah yang Tuhan berikan.
Amen...selamat beraktifitas Tuhan memberkati kita sekalian.
By. Ps David Agustinus

Pertumbuhan rohani harus mengarah kepada kedewasaan penuh karena makanan yang kita dapat semakin keras sesuai pertumbuha...
21/02/2023

Pertumbuhan rohani harus mengarah kepada kedewasaan penuh karena makanan yang kita dapat semakin keras sesuai pertumbuhan rohani kita yang semakin dewasa.

Dewasa bukanlah perihal pertumbuhan fisik semata. Kedewasaan seseorang juga tidak ditentukan berdasarkan usia. Meski umur bertambah, belum tentu cara pikir juga bertambah matang. Tak jarang, ada orang yang usianya tinggi masih memiliki sikap dan pola pikir kekanak-kanakan. Di sisi lain, tak sedikit p**a orang berusia muda yang menunjukkan kedewasaan dalam berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan.

Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! – 1 Korintus 14:20
By. Pdt. David Agustinus Sila
(Gembala GBI Victory Kefamenanu-TTU)

02/01/2019

Address

Kefamenanu

Telephone

+81337773371

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Victory Training Center Kefamenanu the city of Praise posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share