PEDaMaRaN

PEDaMaRaN 27022011 tempat bebage lokak lemak
be kelakar
nambah kanco
dan sebagai nyo.

Ave neohistorian!Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) di Indonesia tidak lepas dari advokasi Sentral Organisasi Buruh Seluru...
26/03/2026

Ave neohistorian!

Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) di Indonesia tidak lepas dari advokasi Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), serikat buruh yang berafiliasi kuat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketika Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo dari Masyumi mencetuskan "persekot Lebaran" secara eksklusif untuk pegawai negeri pada tahun 1951, ketimpangan ini memicu kemarahan kelompok buruh swasta. Merespons hal tersebut, SOBSI memelopori gelombang protes dan mogok kerja sejak 1952. Puncaknya pada Sidang Dewan Nasional II tahun 1953, sayap buruh PKI ini secara lantang menuntut pemerintah agar seluruh pekerja mendapatkan hak THR sebesar satu bulan gaji penuh, bukan sekadar hadiah sukarela dari pengusaha.

​Tekanan berkesinambungan dari gerakan kiri ini akhirnya memaksa pemerintah perlahan mengakomodasi tuntutan buruh. Bermula dari Surat Edaran pada 1954, advokasi ini membuahkan hasil mutlak ketika Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 1/1961 diterbitkan untuk mewajibkan pembayaran THR bagi pekerja swasta. Meski SOBSI ditumpas pada awal Orde Baru akibat tragedi 1965, langkah berani mereka telah meletakkan fondasi hukum yang menjadikan THR sebagai hak normatif pekerja modern hingga saat ini.

Referensi:

J. Suromenggolo, Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950-an (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2015)

E.R. Puspapertiwi, 'Sejarah THR: Dicetuskan Menteri Masyumi, Diperjuangkan Buruh PKI', Kompas.com, 17 Mar 2024], diakses pada 26 Maret 2026

11/03/2026

😭

08/03/2026

Allahumma sholli ala sayyidina muhammad waala ali sayyidina muhammad"

(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ)

artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga junjungan kami Nabi Muhammad

Waris Warisan Kebencian: Ketika Salafi wahabi Merayakan Kematian dan Meniru Jejak Khawarij. ​Dunia Islam hari ini menyak...
06/03/2026

Waris Warisan Kebencian: Ketika Salafi wahabi Merayakan Kematian dan Meniru Jejak Khawarij.

​Dunia Islam hari ini menyaksikan sebuah kontras yang memuakkan. Di satu sisi, umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang waras merundukkan kepala, berduka atas gugurnya Sayyid Ali Khamenei di medan perjuangan—seorang pemimpin yang berdiri membela tanah airnya. Di sisi lain, muncul sorak-sorai dari kaum Salafi-Wahabi yang bersyukur atas kematian sesama Muslim.
​Fenomena ini bukan sekadar perbedaan politik; ini adalah patologi mental dan reproduksi sejarah kelam yang mengerikan.
​1. Reinkarnasi Khawarij di Abad 21
​Sejarah berulang dengan aktor yang berbeda namun naskah yang sama. Dahulu, kaum Khawarij bersuka cita ketika pedang Abdurrahman bin Muljam merobek tubuh Khalifah Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah saat sujud Subuh. Hari ini, kaum Salafi mengambil peran yang sama.
​Mereka adalah "uswah" (teladan) dalam hal merawat benci hingga mati. Mereka mendoktrin kebencian terhadap Syiah seolah-olah ada dendam pribadi yang belum tuntas, padahal mereka terpaut 16 abad dan tak pernah bertemu head-to-head dalam sejarah awal. Ini adalah kebencian yang dipaksakan, sebuah doktrin yang membuat mereka merasa lebih "Sunnah" hanya dengan cara membenci kelompok lain.
​2. Syahid di Medan Tempur vs. Syahwat Mengkafirkan
​Gugur di medan tempur adalah sebuah kemewahan sejarah yang hanya diberikan kepada mereka yang memiliki keteladanan agung, mewarisi semangat para sahabat dan salaf saleh. Sementara itu, mencela, menyesatkan, dan mengkafirkan sesama mukmin adalah "sunnah" kaum Khawarij yang kini diadopsi dengan bangga oleh kaum Salafi.
​Provokasi kebencian mereka tidak berhenti di Syiah. Daftar "hitam" mereka panjang:
​NU? Dianggap firqah dhallah (golongan sesat).
​Muhammadiyah? Disebut sesat.
​Jamaah Tabligh? Dianggap menyimpang.
​Siapapun yang tidak sepandangan akan di-tahdzir (diperingatkan untuk dijauhi). Mereka membangun tembok eksklusivitas, meninggalkan majelis yang bukan kelompoknya, dan merasa menjadi satu-satunya pemegang kunci surga.
​3. Ironi Dakwah: Mengislamkan Kafir vs. Mengkafirkan Islam
​Benar apa yang disindir oleh para ulama kita. Kyai Hasyim Muzadi pernah berseloroh:
Jika Muhammadiyah datang ke masjid NU, yang hilang hanya bedug dan qunut. Tapi jika Salafi yang datang, masjidnya ikut hilang. Ini adalah kritik pedas terhadap karakter dakwah yang tidak merangkul, melainkan mengusir.
​Gus Mus pun memberikan komparasi yang menohok: Para Wali dahulu datang untuk mengislamkan orang kafir. Ustadz-ustadz masa kini justru sibuk mengkafirkan umat Islam. Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan keberadaan kaum ini. Ketika Khalid bin Walid hendak memenggal seseorang yang berani menggurui Nabi dengan kata "Bertaqwalah pada Allah, wahai Muhammad," Nabi melarangnya namun memberi nubuat pahit:
​Akan lahir dari kaum itu orang-orang yang shalat dan puasanya terlihat lebih hebat dari kalian, membaca Al-Qur'an namun hanya sampai kerongkongan, dan mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya.
​4. Membenci Bid'ah, Bukan Orangnya
​Islam yang diajarkan Nabi adalah Islam yang membedakan antara perbuatan dan personal. Membenci bid'ah bukan berarti harus membenci dan mematikan karakter orangnya. Sikap ekstrim—baik dari sisi Salafi maupun Syiah radikal yang gemar mencaci sahabat—adalah penyakit yang sama.
​Namun, merayakan kematian seorang pemimpin Muslim yang sedang berjuang melawan penindasan adalah puncak dari hilangnya empati kemanusiaan. Jika agama tidak lagi menyisakan rasa duka atas hilangnya nyawa manusia, maka agama itu telah berubah menjadi ideologi kebencian yang kering.
​Kesimpulan
Dunia Islam berduka, namun kaum yang "merasa paling Sunnah" justru berpesta. Inilah saatnya kita sadar bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan tameng agar kita tidak menjadi "Rambut yang tercerabut dari tepung"—keluar dari esensi Islam karena kegemaran mengkafirkan sesama saudara sendiri.

Bayangkan seorang anak usia 15 tahun melakukan pembvnvh4n lebih banyak dari kebanyakan penj4h4t dewasa… tapi hukum saat ...
12/02/2026

Bayangkan seorang anak usia 15 tahun melakukan pembvnvh4n lebih banyak dari kebanyakan penj4h4t dewasa… tapi hukum saat itu justru tidak punya cara untuk menahannya lama.

Itulah yang terjadi dalam kasus Juan Fernando Hermosa di Ekuador.

Pada tahun 1991 sampai 1992, di kota Quito, Hermosa melakukan serangkaian pembvbvh4n yang mengejutkan negara. Korbannya disebut mencapai setidaknya 22 orang.
Banyak yang menjadi target adalah sopir taksi, dan juga pri4 g4y.

Saat akhirnya ditangk4p, publik Ekuador tidak percaya pel4kunya masih remaja. Kasus ini langsung menjadi salah satu tr4gedi krimin4l paling mengerikan dalam sejarah negara itu.

Masalah terbesar muncul saat masuk ke pengadilan.
Di bawah hukum remaja Ekuador saat itu, siapa pun yang masih di bawah umur hanya bisa dihukum maksimal 4 tahun, tidak peduli seberapa berat kej4h4t4nnya.
Hermosa mengaku, dihukum, dan menjalani hukuman maksimal itu. Tapi setelah 4 tahun, sistem hukum tidak punya celah untuk menahannya lebih lama.
Tidak ada pengecualian. Tidak ada “hukuman khusus” untuk pembvnvh4n berantai.

Pada tahun 1996, Hermosa dibebaskan.
Banyak orang yakin, ancam4n belum selesai—hanya berpindah dari ruang sidang ke jalanan.
Dan ketakutan itu terbukti.
Hanya beberapa hari setelah bebas, Hermosa si Pelaku dicvlik, disiks4, lalu dibvnvh. M4y4tnya ditemukan di pinggiran kota.
Sampai sekarang, tidak ada pel4ku yang benar-benar dihukum secara meyakinkan. Tapi teori paling kuat selalu sama: PEMBALASAN.

Kisah ini bukan cuma soal kej4h4t4n.
Ini tentang saat hukum bekerja persis seperti yang tertulis… tapi tetap gagal melindungi masyarakat, dan akhirnya malah membuka jalan bagi kekerasan berikutnya.
Kadang bagian paling mengerikan bukan hanya pembvnvhnya…
tapi kenyataan bahwa sistem bisa punya batas yang sangat fatal.

Sumber: Wild heart

SIKSA DUNIA SEBELUM DAN SETELAH AJAL MENJEMPUTAnda tahu siapa itu Mustafa Kemal Ataturk ? Dialah Presiden Pertama dari R...
31/01/2026

SIKSA DUNIA SEBELUM DAN SETELAH AJAL MENJEMPUT

Anda tahu siapa itu Mustafa Kemal Ataturk ?
Dialah Presiden Pertama dari Republik Turki Sekuler.

Dia-lah dalang di balik kacaunya Khilafah Utsmani sampai Khilafah Utsmani harus runtuh pada 3 Maret 1924.

Dan ketika Mustafa Kemal Ataturk berkuasa di Turki, dia menjadi diktator pertama dlm dunia Islam. Dia memerintah dgn tangan besi.

Habis semua umat Islam dlm genggaman tangannya. Tangannya berlumuran darah umat Islam yg menghendaki agar Khilafah Utsmani kembali menghiasi bumi Islambul.

Mustafa Kemal juga yg menghapus segala bentuk hukuman syariah. Dia yg menghapus hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina, hukum qishosh bagi pembunuh, lalu digantinya dgn hukuman penjara.

Tak hanya itu, Mustafa Kemal juga menghapus hukum waris, menyamaratakan ahli waris laki2 dgn ahli waris perempuan, menghapus hukum hijab bagi muslimah, mengubah Masjid Hagia Sofia menjadi museum, kalimat adzan diganti menjadi bahasa Turki, menggalakkan minum minuman khomer di tempat umum, dan menjadikan majelis-majelis ilmu kemudian menggantinya dgn tempat2 lokalisasi pelacuran dan diskotik.

Tak hanya mengubah sistem pemerintahan Turki yg Islami menjadi sekuler, Mustafa Kemal juga memiliki sifat sombong sebagaimana Fir'aun.

Dalam suatu kesempatan, Mustafa Kemal berpidato dihadapan para tentara eks tentara Khilafah.

Dalam pidatonya itu, Mustafa Kemal membanggakan dirinya, dengan berkata
"Kini sekarang siapa yg berkuasa, aku atau Tuhan ?"

Dengan perasaan takut, para tentara itu serentak mengucapkan, "Andalah paduka yg kami takutkan sekarang"

Mendengar jawaban dari para tentara itu, senyum kesombongan mengukir di bibir Mustafa Kemal.

Tapi semua itu berhenti ketika periode akhir Oktober 1938.

Saat itu, Mustafa Kemal awalnya menderita penyakit kulit. Namun, Mustafa Kemal menderita penyakit tambahan yakni malaria, lever, dan penyakit kelamin.

Dokter pribadinya pun memberi salep dan dioleskan di kulitnya yg luka karena garukan dari kukunya.

DR Abdullah 'Azzam dalam bukunya Al Manaratul Mafqudah, menjelaskan prosesi ajal Mustafa Kemal Ataturk yg mengerikan,

Menurut DR Abdullah 'Azzam, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti.

Untuk mengeluarkan cairan dalam tubuhnya,
dokterpun menusuk jarum di perutnya, tapi hasilnya perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak.

Wajahnya pun menjadi pucat pasi dan terlihat seperti tengkorak.

Mustafa Kemal, yg sedang sakit menderita itu, kesehariannya dilingkupi rasa panas yg luar biasa.

Bahkan, gatal-gatal dari tubuhnya semakin menjadi-jadi, hingga dia merasa tak tahan lalu menjerit sampai terdengar di seluruh istana.

Para pekerja istana, sangat ketakutan, ketika Mustafa Kemal sudah menjerit karena kesakitan.

Badannya yg panas, hingga melebihi suhu normal, membuatnya tak mau masuk istana.
Dia minta dibawa ke tengah-tengah laut utk menurunkan suhu tubuhnya. Tapi, suhu tubuhnya selalu naik, dan malah panas.

Syaikh DR. Sayyid Husein Al Affani, dlm kitabnya Al Jaza Min Jinsil Amal, mengisahkan bahwa sebenarnya Mustafa Kemal sudah mulai menderita kanker hati pada tahun 1936.

Tapi, anehnya para dokter yg mendiagosa, baru mengetahui Mustafa Kemal terkena kanker hati pada tahun 1938.

Dan puncaknya, pada pagi hari tanggal 10 November 1938, Mustafa Kemal dinyatakan mati oleh tim dokter. Sakaratul maut yg amat mengerikan bagi pengkhianat dan penghancur Khilafah Utsmani.

Bahkan, ketika akan proses pemakaman pun, para ulama Turki menolak utk menyolatkan jenazah busuk Mustafa Kemal.

Baru dihari ke-9, atas desakan dan permintaan dari adik perempuan Mustafa Kemal, barulah para ulama dan rakyat Turki mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan Mustafa Kemal.

Tapi, naas, ketika jenazahnya akan dimasukkan ke bumi, jenazahnya terlempar ke atas.

Para peziarah dibuat repot oleh hal ini, utk para ulama sepakat utk menimbun jenazah Mustafa Kemal dengan bebatuan di bukit di Ankara.

Baru setelah 15 tahun matinya Mustafa Kemal, jenazahnya kembali utk dikubur.

Tapi lagi-lagi, bumi menolak jenazah Mustafa Kemal. Hingga akhirnya, jenazah Mustafa Kemal dimasukkan ke dalam museum Etnagrafi di Ankara, Turki.

Jenazahnya ditimbun dengan bebatuan marmer yg bobotnya sampai 44 ton.

Dan, jika Anda pergi ke museum Etnagrafi di Turki utk melihat makam Mustafa Kemal,
para pemandu museum pasti akan menyemprotkan parfum yg paling wangi ke pakaian Anda.

Sebab, jika Anda sudah mendekati makam Mustafa Kemal, pasti akan tercium bau yg lebih busuk dari bangkai.

Pihak museum pun mengakui, jika sumber bau busuk itu bukan dari WC atau septictank yg bocor, melainkan di areal makam Mustafa Kemal Attaturk.

Kisah ini memberikan i'tibar. Seperti kata bbrp ulama, kalau kamu benci dan mencoba , maka kamu akan melawan Allah. Lihat, kematian yg mengerikan menimpa Mustafa Kemal Attaturk, si penjegal dan penghancur Khilafah Utsmani.

Aroma bau yg terus keluar dari makam Mustafa Kemal, adalah cara Allah memperingatkan kepada siapa saja, yang mencoba sombong dengan kekuasaannya dan melawan syariat-Nya, maka dia akan mendapatkan kematian yg terhina !!!

Wallahu'alam bisshowwab

20/01/2026

🐞

JEJAK "SEL TIDUR" TERUNGKAP: Anatomi Kegagalan Operasi Sabotase Semnan 8 Januari 2026SEMNAN, 9 Januari 2026 — Langit mal...
18/01/2026

JEJAK "SEL TIDUR" TERUNGKAP: Anatomi Kegagalan Operasi Sabotase Semnan 8 Januari 2026

SEMNAN, 9 Januari 2026 — Langit malam Kota Semnan pada Kamis (8/1/2026) tidak diterangi oleh lampu jalan, melainkan oleh kobaran api dari ban bekas, kendaraan yang digulingkan, dan bom molotov yang meledak di etalase pertokoan.

Apa yang tampak di permukaan sebagai kerusuhan spontan, menurut analisis rekonstruksi lini masa dan bukti visual di lapangan, sejatinya adalah puncak dari operasi intelijen asing yang telah ditanam (inkubasi) selama 24 hingga 36 bulan terakhir. Ini adalah kisah tentang bagaimana "Aset Mati" diaktifkan, dan bagaimana aparatus keamanan Iran memanen mereka dalam satu malam.

Malam Aktivasi: Kamis Kelabu
Rekaman eksklusif yang diperoleh dari Fars-TV melukiskan kekacauan yang terukur. Pada pukul 19.00 waktu setempat, sekelompok pemuda berpakaian gelap bergerak taktis di jalanan utama Semnan. Mereka tidak membawa spanduk tuntutan ekonomi atau politik; mereka membawa linggis, senjata api rakitan, dan bom bakar.

Target mereka spesifik: infrastruktur publik, bank, dan properti warga. Dalam satu potongan video, terlihat sebuah bus kota dibakar hingga tinggal kerangka. Ini bukan amuk massa biasa. Pola perusakan ini memiliki ciri khas sabotase terlatih yang bertujuan menciptakan shock therapy dan memancing ketidakstabilan sosial.

Namun, para pelaku tidak sadar bahwa mereka sedang diawasi. Narasi keamanan menyebutkan bahwa "hafizan-e amniyat" (penjaga keamanan) telah membayangi pergerakan mereka bayang-bayang ke bayang-bayang.

Jendela Masuk: 2023-2024
Berdasarkan data kontra-intelijen, para pelaku yang ditangkap di Semnan dan Shahrud ini bukanlah aktor baru. Mereka adalah bagian dari "Operasi Long Game". Penelusuran latar belakang mengindikasikan bahwa infiltrasi agen asing ini terjadi pada "Tahun Kritis" antara 2023 hingga 2024.

Analis keamanan mengidentifikasi tiga gelombang penyusupan utama yang dimanfaatkan dinas intelijen asing untuk menanam sel tidur ini:

* Arus Pengungsi (2023): Memanfaatkan kekacauan pasca-peralihan kekuasaan di Afghanistan, agen disusupkan di antara pencari suaka, membeli identitas palsu, dan bekerja sebagai buruh kasar di kota industri seperti Semnan untuk membangun legenda hidup (cover).
* Celah Pasca-Kerusuhan (2022-2023): Masuk melalui perbatasan barat dan tenggara saat aparat sibuk meredam protes domestik "Mahsa Amini".
* Jalur Legal (2024): Masuk sebagai turis medis atau peziarah, lalu "menghilang" (overstay) ke dalam populasi urban.

Selama dua tahun, mereka menunggu. Diam, berbaur, dan menyewa rumah-rumah aman (safe houses) yang luput dari radar—hingga kode aktivasi turun pada awal Januari 2026.

Penggropyokan Rumah Aman
Video menunjukkan detik-detik kegagalan operasi ini. Unit taktis Iran, menggunakan informasi yang dikumpulkan dari pengawasan digital dan manusia, mendobrak masuk ke beberapa lokasi persembunyian (team houses) pada dini hari Jumat.

Di salah satu lokasi, kamera menangkap barang bukti yang mengejutkan: deretan bom molotov siap lempar, senjata tajam, pistol semi-otomatis, amunisi aktif, hingga alat komunikasi khusus. Temuan ini meruntuhkan narasi bahwa mereka adalah "pengunjuk rasa damai". Para tersangka ditemukan dalam posisi menyerah, tangan terikat di belakang, dan wajah tertunduk—jauh dari citra garang saat mereka membakar jalanan beberapa jam sebelumnya.

"Respon Imun": Rakyat Bergerak
Sehari pasca kerusuhan, narasi visual berubah drastis. Jalanan Shahrud dan Semnan dipenuhi lautan manusia. Ribuan wanita mengenakan chador hitam dan pria membawa bendera Iran turun ke jalan dalam sebuah demonstrasi tandingan yang masif.

Dalam terminologi pertahanan negara, ini disebut "Respon Imun". Ketika virus (agen asing) menyerang tubuh negara, antibodi (rakyat pro-pemerintah) dimobilisasi untuk menetralkan ancaman moral. Wawancara dengan warga lokal menegaskan sentimen ini.

"Zeng-e tafrih tamum shod, zeng-e hesab ham vojud dare," ujar seorang wanita berkacamata hitam dengan nada tegas di tengah kerumunan. (Waktu istirahat sudah habis, sekarang waktunya berhitung/membalas).

Warga lainnya menuntut hukuman maksimal bagi "teroris dan perusuh" yang merusak kota mereka. Demonstrasi ini mengirimkan sinyal kuat kepada pengendali operasi di luar negeri: bahwa sel tidur yang mereka tanam bertahun-tahun telah gagal memicu revolusi, dan justru berakhir sebagai aset yang hangus terbakar dalam satu malam.

Analisis Akhir:
Peristiwa 8 Januari 2026 di Semnan membuktikan bahwa perang hibrida tidak lagi hanya soal drone dan rudal, melainkan tentang kesabaran menanam agen dan ketepatan waktu kontra-intelijen dalam memanennya. Bagi Iran, ini adalah kemenangan taktis; namun bagi intelijen asing, ini adalah hilangnya investasi operasi yang dibangun sejak 2023.

INGIN TAHU, BISA SE’IBLIS’ APAKAH MANUSIA, JIKA DIBERI KEBEBASAN MUTLAK TANPA HUKUMAN? Pada tahun 1974, seorang seniman ...
25/10/2025

INGIN TAHU, BISA SE’IBLIS’ APAKAH MANUSIA, JIKA DIBERI KEBEBASAN MUTLAK TANPA HUKUMAN?

Pada tahun 1974, seorang seniman bernama Marina Abramović berdiri selama enam jam penuh, tanpa bergerak sama sekali.

Ia menyediakan 72 benda di atas meja, antara lain:
~ sebatang bunga mawar,
~ sebatang bulu burung,
~ sebotol parfum
~ jarum-jarum
~ cambuk,
~ gunting,
~ pisau bedah,
~ bahkan sebuah pistol dengan satu peluru (artinya, Marina memang siap mati atau minimal terluka di pertunjukan ini).

Ia berkata kepada para penonton, “Kalian boleh menggunakan benda-benda ini terhadapku sesuka kalian.”

Lalu ia berdiri di sana.
Diam.
Tak bergerak.
TIDAK MELAWAN.

Awalnya, orang-orang masih bersikap lembut…

Ada seorang yang menyodorkan padanya, setangkai mawar itu. Tapi Marina hanya diam. Lantas, mawar dikembalikan ke meja. Siap dipakai oleh pengujung lain yang ingin mengekspresikan perasaannya dengan bunga yang sama.

Ada pengunjung lain yang mencium keningnya.

Ada yang memeluknya.

Namun seiring waktu berlalu, mungkin karena melihat Marina tidak bereaksi (TIDAK MELAWAN)… maka beberapa orang mulai bersikap barbarik.

Seorang mulai menelanjangi Marina dengan cara menggunting pakaiannya. Menelanjangi tanpa tanda kutip ya. Betul-betul jadi telanjang.
Marina tetap diam.

Beberapa orang menusukkan jarum ke badan Marina.
Marina tetap diam.

Ada seseorang yang mengambil pisau dan menggores leher Marina sampai darahnya menetes.
Mata Marina berkaca-kaca, mungkin karena menahan sakit, tetapi dia tetap diam.

Bahkan ada yang mengambil pistol dan menodongkannya ke arah kepalanya. Untung saja pelatuknya tidak ditekan. Aman.

Tapi dengan teguh, Marina tetap diam…

Dia menerima perlakuan apapun. Termasuk orang-orang yang menghapus air mata Marina dan mengeringkan lukanya yang berdarah.

Ketika enam jam itu berakhir, Marina Abramović mulai bergerak. Dia berjalan, mendatangi orang-orang yang tadi melukainya, dan menatap mereka satu-per-satu.

Anehnya, kerumunan orang ini langsung buyar!!! Tak seorang pun sanggup menatap matanya. Mereka bergegas pergi meninggalkan gedung pertunjukan!!!

Ini bukan sekadar sebuah pertunjukan seni biasa. Marina telah melakukan eksperimen sosial, yang memperlihatkan: akan seperti apakah manusia… jika mereka BOLEH MELAKUKAN APAPUN, TANPA DIBERIKAN KONSEKUENSI (HUKUMAN).

Ternyata mampu sebiadab itu.
Tapi juga sepengecut itu.

********

Mencermati belasan video tiktok dan youtube tentang pertunjukan Marina Abramović ini, aku jadi merenung lamaaaaaaaaa sekali.

Biadab, tapi juga sepengecut itu…
Kenyataan ini terus berkelebat di pikiranku.

Aku jadi teringat pengalamanku, melihat seorang gadis berjilbab dipukuli dan ditendangi oleh pacarnya di halaman parkir sebuah mall. Sama seperti pengunjung Marina, pemuda itu pun lari ngibrit… bahkan sampai lompat pagar segala, ketika aku menghentikan mobilku, dan turun dari mobil sambil berteriak “WOY!!!” Padahal, aku cuma ibu-ibu paruh baya lho. Apakah pemuda itu lari, hanya karena aku menunjukkan gelagat berani?

Aku jadi teringat pada pengalamanku sendiri melawan, saat dibully ketika masih kanak-kanak. Mereka juga minggat. Lari pulang, menangis sambil menyebut nama emaknya…

Aku juga teringat pada kelakuan netizen yang memaki sampai lisannya begitu kasar dan sangat tidak mencerminkan iman seorang yang punya agama dan punya Tuhan….

Mungkin karena tokoh yang dimaki dan disumpahi itu memilih diam dan tidak mengambil tindakan hukum…?

******

Aku tidak sedang membahas politik. Ini murni membahas psikologi sosial: dynamics of power and empathy. Bagaimana jenis manusia ‘TERTENTU’ bisa berubah total, meninggalkan kemanusiaan, adab, dan welas asih… ketika diberi kesempatan untuk berbuat APAPUN tanpa dikenai konsekuensi APAPUN.

Mereka kehilangan empati saat merasa berkuasa,
dan baru sadar dosa begitu kekuasaan mereka untuk bertindak semaunya itu hilang. Karena mereka dihadapkan pada perangkat hukum.

Oh…! Jangankan dihadapkan pada ancaman penjara. Di pertunjukan Marina, terbukti… hanya dengan dihampiri dan ditatap matanya pun, mereka ngacir!

Mungkin karena itu, agama diciptakan ya? Penuh dengan kisah-kisah tentang surga dan neraka, pahala dan dosa. Bukan karena Tuhan butuh menakut-nakuti,
tapi karena manusia ‘TERTENTU’ memang cuma bisa tertib dan beradab (dan bertindak selayaknya manusia; bukan ‘iblis’) kalau takut dihukum.

Tanpa rasa takut, mereka tak punya rem moral.

*******

Kadang aku bertanya sendiri:
apakah terlalu utopis kalau berharap manusia bisa menjadi luhur… Bisa eling, sadar, dan tetap beradab… meskipun tak diawasi siapa pun?

Entahlah.
Tapi aku tetap ingin percaya…
bahwa selalu ada manusia-manusia yang mampu menjaga dorongan jahat, atau godaan kekuasan gelap dari dalam dirinya, meski tak ada yang melihat.

Karena di situlah sejatinya peradaban manusia luhur berdiri:
bukan karena ada perangkat hukum,
bukan karena ada orang kuat yang memegang kekuasaan, tapi ada pada kesadaran pribadi.

KESADARAN PRIBADI, yang hadir karena bersihnya hati dan pikiran.

Apa yang muncul di hati dan benak kalian…???
Please tulis ya… aku ingin membaca ‘pikiran’ teman-teman.

Btw…

ya… libur medsos.
Semoga teman-teman jadi punya waktu juga untuk membaca postingan-postinganku yang lain (termasuk membaca kolom komennya, karena banyak yang sharing pengalaman hidup yang berharga di sana)

Na Padmo OFC
12.31, Jumat Wage
11 Kalima 2936 Jawa
24 Oktober 2025 Masehi

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)Siapa yg terpilih adalah mereka yg mewakili rakyat..Kalau Dewan nya bodoh nggak bener dan n...
20/10/2025

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
Siapa yg terpilih adalah mereka yg mewakili rakyat..

Kalau Dewan nya bodoh nggak bener dan nggak bisa bekerja.. ya itu mewakili gambaran yg diwakilinya

Jangan selalu nyalahin DPR yg duduk disana.

Dari awal pemilihan aja udah nggak bener....
Rakyat memilih berdasarkan siapa yg ngasih uang paling banyak, keluarga, pertemanan, suku dan berbagai hal yg bersifat subyektif...

Bukan karena objektif kualitas calon dewan yg akan mewakili hidupnya sebagai warga negara...

Dalam pertemuan dewan binatang seluruh dunia.. bangsa anjing akan di wakili anjing,
Bangsa kucing akan di wakili kucing, srigala akan di wakili srigala... nggak mungkin bangsa Tikus akan di wakili Singa,pasti Tikus Juga......

Jadi perbaiki dulu pribadi, karakter kita sebagai Rakyat.. baru akan menghasilkan wakil Rakyat yg hebat ....

Pelaku penembakan yang Viral di sungai jeruju Cengal
06/10/2025

Pelaku penembakan yang Viral di sungai jeruju Cengal

Address

Jalan Simpang Kyai Lintas Timur
Kayuagung
30672

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PEDaMaRaN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share