25/07/2016
SELAMAT TINGGAL RAMADHAN
Bulan Suci Ramadhan telah berlalu, kegembiraan Idul Fitri pun telah usai. Tradisi mudik ala Indonesia menyisakan kenangan yang tak terlupakan. Namun, apa yang tersisa dari Ramadhan?
Mari sejenak kita buka kembali kenangan kita di Bulan Ramadhan. Aktivitas ibadah yang penuh di bulan Ramadhan seyogyanya menjadi kenang-kenangan kita dengan Ramadhan tahun kemarin untuk menjemput ramadhan di tahun depan.
Puasa atau shaum di bulan Ramadhan meyakinkan kita bahwa kita sanggup berpuasa selama sebulan penuh, maka di bulan lain kita pasti bisa melaksanakan puasa sunnah sebagai salah satu kenangan atau hasil latihan shaum di bulan ramadhan. Apakah itu shaum ayyamul bidh (puasa pada tanggal 13,14, dan 15 pada bulan hijriyah), shaum senin dan kamis, ataupun puasa Nabi Dawud AS (sehari shaum sehari buka).
Qiyamullail ataupun tarawih di bulan ramadhan meski dilakukan dengan berjamaah dan serentak selesai melaksanakan shalat ‘isya memberikan kenangan indah akan kebersamaan. Setelah ditinggal ramadhan kita bisa melakukannya seperti pada ramadhan ataupun dalam keheningan dan kesendirian di akhir malam. Sungguh, munajat kita di akhir malam merupakan pertemuan indah dengan sang Khalik.
Membaca Al-Qur’an yang kita lakukan setiap selesai shalat fardhu atau di sela-sela kegiatan di bulan ramadhan sejatinya bisa juga kita lakukan pada bulan lain. Kenangan akan ramadhan dan nikmatnya membaca ayat suci memberikan kesan berbeda dan jejak yang jelas akan lulusnya kita dari latihan di bulan ramadhan. Memang berat, tapi bukan berarti tidak bisa kan?
Sedekah atau memberikan harta milik kita kepada yang membutuhkan sebagai bukti keimanan kita kepada Allah SWT tidak pernah kita hitung mengingat pahala di bulan ramadhan yang dilipatgandakan, maka sebagai hasil latihan kita juga seyogyanya sudah menganggarkan dari penghasilan kita untuk sedekah. Sungguh sedekah kitalah yang akan menjadi bagian amal yang akan menyelamatkan kita di akhirat, bekal kita untuk menghadapi perhitungan di hari akhir.
I’tikaf di 10 terakhir di bulan ramadhan merupakan sunnah rasulullah SAW, demi menjangkau lailatul qadar ‘malam kemuliaan’ yang padanya pahala dilipatgandakan menjadi 1000 bulan. Niscaya memberikan kerinduan untuk senantiasa dekat dengan masjid. Setidaknya setiap shalat fardhu kita lakukan di masjid, itulah salah satu kenangan kita I’tikaf di akhir ramadhan.
Zakat Fitrah sebagai penyempurna ibadah shaum kita di bulan ramadhan sebanyak 2,5 kg makanan pokok memberikan kesadaran kepada kita bahwa zakat mal (zakat penghasilan) juga menjadi kewajiban kita. 2,5% dari penghasilan kita seyogyanya dikeluarkan untuk membersihkan menyucikan dan menenteramkan diri kita. Sejatinya, Zakat itu membersihkan menyucikan dan menenteramkan.
------------------------------------------------------------------------------------
Salurkan donasi anda (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf, dan Hibah) ke Baitul Maal Mardhatillah Amanah melalui Bank Mandiri No. 173 000 1433 771.
Alamat Kantor : Jl. Interchange Barat Ruko Graha Karawang Festivale Blok B No. 2 Desa Purwadana Kecamatan Teluk Jambe Timur Karawang
Layanan Konsultasi/Hitung/Jemput/Konfirmasi :
SMS 0822 9904 8300
WA 0877 7997 2299
PIN BB 57F398E2