24/02/2017
Bumi tempat kita berpijak
usianya sudah miliaran
tahun. Sebelum akhirnya
ditinggali manusia pertama
yakni Adam, bumi menurut
ahli tafsir sudah ditinggali
oleh beberapa makhluk.
Berkenaan dengan penciptaan
Adam, mayoritas ulama Islam
percaya bahawa Adam dan
Hawa telah dicipta dengan
lengkap di Surga. Mereka
kemudiannya dihantar ke
bumi usai memakan buah
yang terlarang. Keturunan
mereka mengisi pop**asi
bumi dan memulai sejarah
manusia.
Manurut ahli tafsir pada saat
bumi berumur delapan ribu
tahun, keadaanya masih
kosong.Di sini sudah
terdapat banyak biji sawi
putih. Kemudian Allah SWT
menciptakan seekor unggas
yang bernama Tabirunnasar.
Allah SWT berfirman kepada-
Nya : Hai unggas
tabirunnasar, makanlah
olehmu biji sawi itu. Apabila
habis biji sawi itu, engkau
akan kumatikan.
Sang unggas pun memakan
biji-bijian itu. Namun, cara
memakannya diatur: pertama,
sehari satu biji yang
dimakan. Setelah semakin
berkurang, maka kini
dimakannya hanya satu biji
sebulan. Biji sawi itu semakin
berkurang saja.
Oleh karena begitu takutnya
terhadap kematian, maka
sang unggas hanya memakan
satu biji dalam setahun.
Namun, akhirnya habislah
biji-biji sawi itu.
Tabirunnasar pun akhirnya
mati.
Setelah kematian tersebut,
Allah SWT menciptakan
makhluk lain sebagai
penghuni bumi, yaitu tujuh
puluh orang laki-laki. Namun
tidak semuanya langsung
diciptakan, melainkan satu
persatu Allah SWT
menciptakannya. Apabila
seorang meninggal, maka
langsung diciptakan yang
lain.
Masing-masing dari mereka
berumur 70.000 tahun.
Konon, setahun pada masa
itu sama dengan seribu
tahun pada masa sekarang.
Tatkala telah mati tujuh
puluh lelaki itu, kemudian
Allah ciptakan Jin.
Allah berfirman an Dia
menciptakan jin dari nyala
api. ( Q.S. 55 : 1 )
Sebagian dari jin-jin itu ada
yang berkaki empat,berkaki
dua, dan ada yang terbang.
Kemudian Allah SWT
mengutus salah satu seorang
di antara mereka yang
bernama Yusuf untuk
memberikan pengajaran ilmu
dan syariat agama.
Namun, jin-jin itu banyak
yang mendustakan ajaran-
ajaran tersebut yang
menyebabkan Allah SWT
mematikan semuanya.
Penghuni bumi berikutnya
adalah suatu makhluk yang
berpasangan. Rupanya
seperti binatang. Keluar dari
dalam neraka.
Binatang itu pun beranak,
dan anaknya dinamakan
dengan AZAZIL. Setelah cukup
besar, Azazil mulai melakukan
peribadatan kepada Allah
SWT seribu tahun lamanya.
Setelah itu, Allah SWT
mengangkatnya ke langit
pertama.
Selama seribu tahun, di sini
pun ia tekun beribadah. Allah
SWT menganugerahkannya
sayap yang terbuat dari
manikan yang hijau. Dengan
izin-Nya maka terbanglah ia
ke langit kedua.
Seribu tahun lamanya p**a ia
beribadah. Demikianlah, pada
tiap-tiap lapisan langit ia
beribadah selama seribu
tahun lamanya, hingga ke
lapisan langit ketujuh.
Sementara itu, di bumi saat
itu sudah ada penghuni
lainnya, yaitu dari bangsa jin
yang bernama JANNA. 70000
tahun lamanya hingga lahir
anak cucunya. Kata ahli tafsir
yang lain, delapan belas ribu
tahun mendiami bumi yang
kemudian menjadi sombong
dan kufur.
Allah SWT pun mematikan
janna. Sebagai gantinya
adalah yang bernama
BANUNAL JANNA. Ia mendiami
bumi selama delapan belas
ribu tahun lamanya. Ia juga
dimatikan oleh Allah SWT.
Sementara itu, di atas langit
sana, Azazil bersama para
Malaikat masih khusyuk
beribadah. Azazil menjadi
penghulu para malaikat
selama tujuh ribu tahun
lamanya dalam beribadah.
Hingga pada satu waktu,
Azazil mengajukan suatu
permohonan kepada Allah
SWT, katanya :
Ya tuhanku,tujuh ribu tahun
hamba-Mu ini berbuat
kebaikan pada-Mu dalam
tujuh lapis langit ini. Jikalau
dianugerahkan oleh-Mu,
hamba-Mu mohon hendak
turun ke bawah ke langit
keenam,berbuat kebaikan
kepada-Mu.
Pergilah engkau ! tegas Allah
SWT.
Turunlah Azazil atau iblis itu
bersama tujuh ratus Malaikat
pengiringnya ke langit
keenam. Setelah merasa
cukup, ia pun memohon izin
lagi kepada Allah SWT agar
diturunkan ke angit kelima.
Di langit kelima pun ia
memohon diturunkan ke
langit yang di bawahnya, dan
demikian seterusnya hingga
sampai mereka di langit
dunia.
Di langit dunia, Azazil atau
iblis mengajukan suatu
permohonan p**a: Ya
Tuhankum, hambamu hendak
memohon turun ke bumi
dengan para malaikat.
Bahawasanya hamba-Mu
hendak beribadah kepadamu
di bumi itu.
Ya Tuhanku, betapa Bananul
Janna telah banyak berbuat
kerosakan di muka bumi.
Anugerahkanlah atas hamba-
Mu ini bersama para malaikat
berbuat kebaikan ke hadirat-
Mu di muka bumi itu.
Allah SWT pun mengabulkan
permohonan Azazil itu.
Diturunkanlah ia bersama
tujuh ratus Malaikat yang
mengiringnya untuk
beribadah di muka bumi,
setelah sebelumnya Banunal
Janna dimatikan kerana
banyak berbuat kerusakan.
Setelah delapan ribu tahun
lamanya beribadah, Iblis
mencoba mengemukakan
ungkapan hatinya bahwa di
muka bumi inilah ia begitu
betahnya, dan tidak ada
tempat lain yang
membuatnya demikian betah.
Dan memohon agar
selamanya ia berada di muka
bumi untuk berbakti kepada
Allah SWT. Sampai pada satu
waktu, Allah SWT berkehendak
menurunkan suatu
keterangan kepada Azazil.
firmannya : Ingatlah ketika
Tuhanmu berfirman kepada
para Malaikat: Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan
khalifah di muka bumi.(Q.S.
2: 30).
Mendengar firman tersebut,
Iblis menjadi berduka,
disebabkan dengkinya.
Mereka (para Malaikat ) pun
bertanya kepada Allah SWT
mengenai siapa yang akan
menjadi khalifah itu.
Adam namanya, jawab Allah
SWT. Mereka berkata
,Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi
itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal
kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau.
Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang engkau
tidak ketahui.(Q.S. 2 :30)