Tiada Kata Terlambat Untuk Mencari Ilmu

Tiada Kata Terlambat Untuk Mencari Ilmu Halaman ini memberi dan mengulas segala informsasi yang bermanfaat, tiada kata terlambat untuk menca

02/12/2025

Ada seorang bapak yg memperlakukan shalat Dhuha seperti shalat wajib. Alasan nya karena khawatir tidak dapat rezeki..

Ada lagi pemuda yg tak lepas Dhuha tiap hari nya demi mendapatkan bonus tempat kerja nya. Sementara diri nya selalu kesiangan saat shalat subuh..

Di tempat berbeda ada yg mengukur banyak nya tahajud yg dilakukan dengan kesuksesan..⁣
Ada yg begitu getol sedekah cuma demi mendapatkan cash back rupiah di tiap usaha nya..

Seorang Tabi'in yg banyak berinteraksi dengan sahabat pernah ditanya, apakah surah dalam Qur'an yg paling sering membuat para sahabat menangis..?, Lalu dijawab : surah HUD..⁣
Kemudian ditanyakan lagi ayat berapakah dari surah tersebut yg membuat para sahabat menangis..? Dan dijawab : ayat 15-16..⁣

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:⁣

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَا لَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ⁣

"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."⁣

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَـيْسَ لَهُمْ فِيْ الْاٰ خِرَةِ اِلَّا النَّا رُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ⁣

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan."⁣
(QS. Hud : Ayat 15-16)⁣

Inilah alasan kenapa Abdurahman bin Auf sering menangis ketika mendapatkan kenikmatan duniawi. Sahabat yg mulia ini khawatir bila kenikmatan di dunia saat ini merupakan nikmat akhirat yg disegerakan. Hingga kelak di akhirat tak didapatkan lagi nikmat-nikmat itu..

Luruskan lagi niat-niat kita..⁣
Dhuha kita jangan diukur dengan bertambah nya rezeki..⁣
Tahajjud kita jangan diukur dengan pesat nya bisnis kita..⁣
Sedekah kita jangan diukur dengan mewah nya rumah dan kendaraan..⁣

barakallahu fiikum 🌹

02/12/2025

Sedikit berbagi ilmu
1. My ears are burning (mai iyrs ar bör-ning)

= Telingaku serasa panas (biasanya karena sedang dibicarakan orang)
Kalimat:
My ears are burning — someone must be talking about me.
(Telingaku terasa panas — pasti ada yang sedang membicarakanku.)

---

2. Put yourself in my shoes (put yor-self in mai syuz)

= Cobalah berada di posisiku / coba rasakan apa yang aku rasakan
Kalimat:
Put yourself in my shoes before you judge me.
(Cobalah berada di posisiku sebelum kamu menilaiku.)

---

3. Let bygones be bygones (let bai-gonz bi bai-gonz)

= Lupakan masa lalu / biarkan yang berlalu berlalu
Kalimat:
Let bygones be bygones and let’s move on.
(Lupakan masa lalu dan mari lanjutkan hidup.)

---

4. I can relate (ai ken ri-leyt)

= Aku bisa memahami / aku juga pernah merasakan hal yang sama
Kalimat:
I can relate — I felt the same way before.
(Aku bisa memahami — aku juga pernah merasakan hal yang sama.)

---

01/12/2025

Ber shodaqoh bukan menghabiskan materi tetapi menabur benih dan itu akan tumbuh syubur jika dipupuk dengan keikhlasan pada akhirnya kita nanti bisa menikmati buahnya baik di dunia maupun diakhirat.

26/08/2022

7 TANDA BATINMU LELAH

1. Mudah tersinggung.
2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah.
3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu bahkan pada hal yang biasanya antum sukai.
4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan.
5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tau sebabnya.
6. Mulai terasing dengan sekitar, merasa sendirian di tengah keramaian dan lebih asik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran.
7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar.

Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah..
Hentikan sejenak aktivitas yang menyita banyak waktu.. lalu luangkan waktu untuk mengistirahatkan jiwa

Caranya??
Tidak ada dokter yang bisa mengobati sang jiwa kecuali yang memiliki jiwa
Perbanyaklah berdo'a bermunajat.
Wudhu, gelar sajadah, lalu sholat meski hanya 2 rakaat.

Setelah itu jangan beranjak.
Duduk saja. Nikmati.. meski itu hanya sekedar diam berdzikir menyebut nama Allah (kalau nggak bisa berdoa).
Atau berbincanglah sepihak dengan Allah..
Ciptakan kedekatan hanya dengan Allah.

Waktu malam lebih baik..
Berlama-lama lah di situ..
Karena jiwa yang lelah adalah isyarat waktu kebersamaanmu bersama Rabb-mu teramat kurang.
Jangan sampai lelahnya jiwa membuat kita tak bisa menjadi pribadi terbaik saat hidup di dunia

Karena tanpa sadar, lelahnya jiwa membuat kita menjadi mati sebelum jasad mati

Selamat Mengamalkan..😇🙏

01/07/2022

"Mumpung anak masih kecil, jangan sampai salah seperti saya ya.
Anak pertama usia 22 thn hafal 18 juz.
Anak kedua dan ketiga semua hafidz dan hafidzah.
Tuntas 30 juz.
Tapi ...
saya sedih karena untuk sholat saja mereka masih diingatkan dan disuruh. Saya menangis saat saya baru sadar bahwa ada yg terlewat kala itu.
***
Fitrah keimanan (dibahas saat workshop) yg harusnya ditanam di 7 tahun pertama hidupnya ternyata lupa saya kawal lebih ketat dan belum tuntas. Dan sekarang kami harus "restart" dari awal untuk mengulang proses yg terlewat".
Hmm,,, Jazakumullah khairan katsira nasehat berharganya pak,
Satu hal lagi yg saya dapat saat mengikuti worshop home education based fitrah and tallent di semarang bbrp waktu lalu bersama ust harry.
Didiklah anak sesuai fitrah.
Fitrah apa?
Ada bbrp fitrah.
Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.
Fitrah seksualitas?
Wow, , ,
gimana itu?
***
Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.
Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan.
Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2.
Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ?
Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.
***
Usia 0 - 2 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya.
Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun.
Menyusui, bukan memberi asi.
Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp.
***
Usia 3 - 6 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya.
Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya.
Perbanyak aktivitas bersama.
***
Usia 7 - 10 tahun
Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya.
Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya.
Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya.
Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, dsb.
Jika anak perempuan , maka dekatkan dengan bundanya.
Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya.
Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb.
***
Usia 11 - 14 tahun
Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan.
Lintas gender.
Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya.
Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.
*
Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain.
Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada.
Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.
Logis juga sih.
Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya.
Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.
Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya.
Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, pl***oy, dan tidak memahami perempuan.
Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana?
Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan.
Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti.
Bisa kakek, atau paman.
Sama dengan rasulullah.
Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu.
Ada kakek dan pamannya.
Ada nenek, bibi dan ibu susunya.
***
Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh
Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi.
Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita.
Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja.
Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman2.
Moga allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan..
Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga.
Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia.
Semoga bermanfaat
Dapat copas dr teman
Penulis : euis kurniawati

21/04/2022

Hutang Kita Banyak Pada Anak-Anak
Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah.
Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan.
Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi,
seburuk apapun kita memperlakukan mereka, se galak apapun kita kepada mereka, se marah apapun kita pernah membentak mereka...
Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya.
Menghibur kita dengan tawa kecilnya,
Menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya,
Seolah semuanya baik-baik saja,
seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita,
meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.
Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka,
tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.
Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,
tetapi,
Sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan.
Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita,
melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.
Kita berhutang banyak pada anak-anak kita.
Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap dan bermain dengan mereka?
Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak,
Sesungguhnya merekalah yang selalu "lebih dewasa" dan "bijaksana" daripada kita.
Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.
Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita.
Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi.
Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa.
Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri.
Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.
Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang & penyesalan, katakan kepada mereka:
"Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan"
Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah tak berkenan.
Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya.
Iya, lebih baik dari sebelumnya.
Selamat memeluk anak-anak kita.

Address

Jalan Desa Cipancur
Kalimanggis

Telephone

+6283823245282

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tiada Kata Terlambat Untuk Mencari Ilmu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Tiada Kata Terlambat Untuk Mencari Ilmu:

Share

Category