Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur

Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur Jogorogo adalah sebuah Kecamatn di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Terletak di lereng Gunung Lawu, keindahan alamnya luar biasa, menyenangkan untuk dijelajahi
(2)

18/11/2019

Nek kangen muliho yo nduk..le...
Ora lali dalane omah tho?
:) :) :)

Srambang Park Ngawi, Destinasi Paduan Alam dan Spot Selfieby: Yuni Astutik  https://travelingyuk.com/srambang-park-di-ng...
12/02/2019

Srambang Park Ngawi, Destinasi Paduan Alam dan Spot Selfie
by: Yuni Astutik
https://travelingyuk.com/srambang-park-di-ngawi/94712/

Wisata alam merupakan destinasi yang banyak dipilih saat ingin kabur dari keramaian. Banyak daerah di Indonesia yang menyuguhkan berbagai destinasi wisata alam asri dengan panorama bak surgawi. Mulai dari laut, pantai, gunung, hutan, sampai dengan air terjun. Sebagai daerah di Indonesia, Ngawi juga menyuguhkan beragam destinasi wisata yang bisa jadi jujukan para wisatawan. Contoh destinasi wisata populer dan mulai banyak diminati di Ngawi adalah Srambang Park.

Dahulu Hanya Air Terjun Srambang Saja
Awalnya hanya air terjun saja kemudian dikembangkan, Via Instagram ennoweinhold
Awalnya hanya air terjun saja kemudian dikembangkan, Via Instagram ennoweinhold
Srambang Park ini berada di kawasan Hutan Jogorogo, tepatnya berlokasi di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Lokasinya di sekitaran kaki gunung Lawu. Jika ditempuh dari pusat kota bisa memakan waktu 40 menit perjalanan ataupun memiliki jarak sekitar 20 kilometer. Aksesnya sendiri sudah cukup baik, jadi kamu tidak perlu khawatir kesulitan.

Bertransformasi jadi wisata kekinian,
Dulu, Srambang Park ini hanya menyuguhkan destinasi wisata berupa air terjun dan keindahan alamnya yang sangat asri. Sekarang sudah disulap sedemikian rupa sehingga menarik lebih banyak lagi pengunjung saat musim liburan datang. Banyak spot-spot selfie kekinian yang bisa untuk disinggahi kala kamu datang ke sini.

Bertabur Spot Selfie Kekinian
Spot selfie kekinian bertebaran di tempat ini mulai dari payung warna-warni, hammock, sampai jajaran hutan pinus yang istimewa. Ada sky tree, gardu pandang, rumah pohon, dan masih banyak lagi yang lainnya. Beragam spot selfie kekinian ini makin cantik dengan panorama hijau yang mengelilingi Srambang Park. Kamu juga bisa berswafoto di air Terjun Srambang yang selama ini memang jadi jujukan wisatawan juga lho.

Fasilitas yang Ditawarkan di Srambang Park
Tempat wisata yang terdapat di Ngawi ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan para pengunjung yang datang. Sebut saja kamar mandi, toilet, mushola, gazebo, sampai rumah makan, semuanya ada di alamnya. Satu hal lagi, bagi kamu yang membawa mobil jangan khawatir ya, ada area parkir yang luas bisa menampung banyak kendaraan.

Harga Tiket Masuk ke Srambang Park
Sementara itu jika kamu ingin menikmati berbagai keindahan dan spot selfie yang ditawarkan, hanya ditarik tiket masuk Rp 15.000 saja per orangnya. Sementara itu untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak ditarik retribusi, jadi pengelola sudah mempertimbangkan sedemikian rupa. Harganya cukup murah dengan banyak hal yang ditawarkan di dalamnya.

Itulah informasi mengenai wisata Srambang Park yang berlokasi di Ngawi. Semoga informasi yang telah dipaparkan bisa sedikit memberikan pencerahan buat kamu yang ingin jelajah Srambang Park ya.

LIPUTAN tentang "FESTIVAL GRAVITASI BUMI 2017"Seloondo, 26-27 Agustus 2017==============================================...
02/09/2017

LIPUTAN tentang "FESTIVAL GRAVITASI BUMI 2017"
Seloondo, 26-27 Agustus 2017
================================================
Festival Gravitasi Bumi di Ngawi Bikin Wisatawan Terpesona

Ini dia festival yang unik, dan bisa jadi satu-satunya terbesar di dunia. Yakni Festival Gravitasi Bumi (FGB) Selondo. Apa itu? Sebuah festival menumpuk batu kali hingga menjulang tinggi atau loving gravitation. Siapa yang paling tinggi menumpuknya, itulah juaranya.
Festival tahunan ini sukses digelar Warga Selondo, Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Uniknya, selama dua hari para peserta yang jumlahnya ribuan itu diperkenankan menumpuk batu kali setinggi-tingginya. Setidaknya ada yang tinggi hingga 30 cm. Ada p**a baru menumpuk 3 batu kali yang bentuknya oval tak beraturan itu langsung terguling.

Para pesertapun rela berbasah basahan, ada yang duduk, jongkok di aliran sungai Selondo. Ada p**a yang takut basah, cukup mencari batu kali di tengah aliran sungai lalu menumpuknya di tepi sungai. Satu per satu batu yang mereka peroleh disusun menumpuk. Bila tidak ada yang cocok, mereka lalu berdiri mencari-cari batu yang bentuknya bisa untuk ditumpuk. ‘’Ini asyik banget, bikin gregetan, butuh kesabaran untuk menumpuk batu,’’ kata Santi, salah seorang pengunjung dari Kota Madiun.

Para remaja tak mau ketinggal mencoba menyusun batu kali
Para remaja tak mau ketinggal mencoba menyusun batu kali (Foto: Mahendra Pireno / Jawa Pos Radar Ngawi)

Tidak hanya Santi, masih ribuan pengunjung yang mencoba untuk menumpuk batu-batu itu yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu (27/8). Bila tidak berhasil, maka mereka mencari lagi batu yang sesuai di sungai. Seperti tahun lalu, festival kali ini juga dihadiri puluhan bule mengikuti festival ini. Mereka rela p**a berbasah-basahan untuk menumpuk batu di tengah sungai yang airnya mengalir tidak begitu deras.

Event tahunan ini memang telah menjadi langganan para wisatawan untuk mengunjungi Ngawi bersamaan digebernya Ngawi visit years. Terbukti kegiatan yang digawangi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa setempat mampu mendongkrak jumlah pengunjung lokal dan luar daerah. ‘’ Jumlahnya meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Bulenya juga semakin banyak. Ada yang dari London, Inggris dan Spanyol, ‘’ kata Zainul Khohar, ketua panitia FGB sekaligus ketua Pokdarwis Ngrayudan.

Menurut Zainul, kedatangan pengunjung mancanegera tersebut semakin membuktikan jika seni menumpuk batu kali bertitle FGB sukses menarik wisatawan internasional. Festival itu menjadi satu-satunya di dunia. Terbukti dengan perolahan penghargaan Museum Original Rekor Indonesia. Selain itu promosi yang dilakukannya sukses. ‘’ Penghargaan tersebut diberikan karena prestasi menumpuk batu dengan jumlah peserta terbanyak dan original, ‘’ tuturnya.

Para bule itu rela berbasah ria untuk mengobati penasaran dengan menumpuk batu kali menjulang tinggi, atau disebut loving gravitation bersama ribuan pengunjung lainnnya. Termasuk ritual arakarakan tumpeng dan bancakan yang diikuti seluruh pengunjung. Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 13.00, Minggu (27/8).

Wakil Bupati Ony Anwar Harsono dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah ( OPD) dan pemerintah Desa Ngrayudan intens mengikuti acara itu selama dua hari. Ony mengatakan FGB harus menjadi inspirasi bagi 212 desa lainnya untuk mengembangkan potensi daerahnya. Tidak hanya keindahan alam, tapi budaya dan tradisi lainnya. Tentu harus dikemas menarik dan tidak meninggalkan ke khasannya. ‘’ Adanya UU desa itu harus disambut positif bagi pemdes untuk berlomba-lomba mengenalkan potensi daerahnya, termasuk FGB,’’ tegasnya.

Sementara itu initiator Festival Gravitasi Bumi (FGB), Yosef Danni Kuarniawan mengatakan, selain event FGB satu-satunya di dunia, kegiatan ini juga menarik relawan artis ibu kota untuk hadir. ‘’Saya berharap tahun depan lebih baik lagi, dan acara ini kini sudah menjadi ikon wisata tahunan Ngawi,’’ katanya.

Menurut Yosef, acara ini melibatkan banyak pihak yang berpartispasi. Budaya gotong royong tercipta dalam agenda tersebut. Pemberdayaan masyarakat dalam menggerakkan potensi wisata di desanya juga tercipta. ‘’Motor penggerak kegiatan ini dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat,’’ ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, Yulianto Kusprasetyo mengatakan, pihaknya berupaya maksimal mempromosikan event yang digelar oleh Pokdarwis ini. Sehingga menarik pengunjung untuk hadir dalam event yang digelar dua hari itu. Pihaknya juga menyasar wisatawan manca negara untuk turut serta dalam acara ini. ‘’Kami minta komunitas yang memiliki jaringan wisatawan manca negara untuk menginformasikan kegiatan ini,’’ tuturnya.

Yulianto mengatakan, event yang digelar di Desa Ngrayudan tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat akan potensi wisata di desanya. Tujuannya, selain memancing pengunjung datang. Juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menguatkan perputaran ekonomi, serta memasarkan wisata Ngawi yang memiliki kekayaan wisata alam. ‘’Apalagi ini tahun kunjungan ke Ngawi, semua potensi yang ada haruslah diangkat,’’ katanya.

Dia berharap, event tersebut mampu menyedot pengunjung untuk datang ke lokasi wisata andalan Ngrayudan. Bukan hanya lokal, tapi juga turis manca negara. Sebab, potensi kawasan tersebut menjadi paket wisata alam cukup tinggi. Tak hanya banyak tempat wisata alam lainnya yang tak kalah indah. Ada kolam renang, pemancingan, air terjun, dan masih banyak lagi. ‘’Daerah itu cocok untuk dikembangkan sebagai paket wisata alam,’’ pungkasnya.
(odi/mik)
Sumber: https://www.jawapos.com/read/2017/08/28/153766/festival-gravitasi-bumi-di-ngawi-bikin-wisatawan-terpesona

LIPUTAN tentang "FESTIVAL GRAVITASI BUMI 2017"Seloondo, 26-27 Agustus 2017==============================================...
02/09/2017

LIPUTAN tentang "FESTIVAL GRAVITASI BUMI 2017"
Seloondo, 26-27 Agustus 2017
================================================
Meriahnya Festival Gravitasi Bumi 2017
BY CRISTOPH ADAM

Festival Gravitasi Bumi 2017 digelar pada 26-27 Agustus 2017, menampilkan ratusan seniman penumpuk batu dari seluruh Indonesia.

Para pengisi Festival Gravitasi Bumi 2017 di antaranya Bahana Etnika, Doni Suwung, Sri Krishna, Rindu Dendam, Petrus Niko, Aliem Bachtiar, Bjeh Endarto, Sekar Pengawikan, Dongkrek, Reog, Penthul Melikan, Sendiko Dawuh, Ketoprak DKD Ngawi, Retno Dumilah, Condro Buwono, Pasukan Semut Kraton Ngiyom, iringan tumpeng desa Ngrayudan, dan bintang kebanggaan, Bonita and the Hus Band dari Jakarta.

Festival Gravitasi Bumi 2017 di Selondo, Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi bukan suatu festival latah berupa sebuah event yang bakal meninggalkan banyak sampah, melainkan merupakan sebuah karya “seni kejadian berdampak”, mengakar kepada seni tradisi “upacara” yang menguatkan nilai-nilai.

Upacara ini merupakan kulminasi dari serangkaian kerja dari hari ke hari mengolah kenyataan di desa wisata Ngrayudan, satu-satunya desa wisata di kabupaten Ngawi.

Sejak dua tahun lalu, Kelompok Sadar Wisata Ngrayudan bersama-sama dengan LSM Kraton Ngiyom telah bekerja dari hari ke hari memerbaiki keadaan di Ngrayudan.

Kegiatan yang dilakukan juga telah menggerakkan warga desa dan para pedagang yang mencari nafkah dari wisata untuk menjaga agar tidak ada sampah di alam indah milik mereka yang menjadi sumber nafkah wisata.

Kelompok Sadar Wisata Ngrayudan bersama masyarakat masih memiliki beberapa potensi dahsyat yang akan dikembangkan di kurun waktu antara Festival Gravitasi Bumi 2017 dan 2018 nanti.

Beberapa potensi itu mencakup kopi organik yang istimewa dan terbatas kwantitasnya, hasil bumi organik lainnya, beberapa jalur trekking dan sepeda, air terjun Teleng dan seribu satu gagasan.

Di samping itu, tentu saja masih banyak perubahan kebudayaan di masyarakat yang perlu diupayakan, agar Desa Wisata Ngrayudan menjadi desa wisata rakyat, terjangkau dompet banyak orang, namun berkelas, tidak kumuh, berbudaya, menjaga dan memerindah alamnya.

Adanya kebutuhan mengadakan dinamisasi kebudayaan itulah yang menimbulkan urgensi dan relevansi “seni kejadian berdampak” di sini.

Seni kejadian berdampak adalah sebentuk seni yang bertujuan melakukan dinamisasi nilai dan struktur di masyarakat.

Sumber:

Bicaramusik.id - Festival Gravitasi Bumi 2017 digelar pada 26-27 Agustus 2017, menampilkan ratusan seniman penumpuk batu dari seluruh Indonesia.

Air Terjun Srambang, Eksotisme Wisata Alam Ala The Hobbit di Ngawiby: Reshie Fastriadi (artikel dari ngadem[.]com)Ngawi,...
28/07/2017

Air Terjun Srambang, Eksotisme Wisata Alam Ala The Hobbit di Ngawi

by: Reshie Fastriadi (artikel dari ngadem[.]com)

Ngawi, letaknya yang berada pada posisi 7° 21’ – 7° 31’ Lintang Selatan dan 110° 10’ – 111° 40’ Bujur Timur ini, memiliki jenis topografi dengan dataran tinggi dan tanah datar. Membuat Ngawi menjadi salah satu Kota di Jawa Timur dengan banyak objek wisata yang berhubungan dengan alam. Tercatat, ada empat obyek wisata di Ngawi yang membuat kita seperti kembali ke masa lalu. Salah satu di antaranya adalah Air Terjun Srambang. Air Terjun ini memiliki ketinggian 25 meter, dan terletak di tengah-tengah hutan pinus Desa Girimulyo, Ngawi, Jawa Timur.
Sebelum menjelajahi Air Terjun Srambang, ada baiknya untuk mengetahui mitos dan sejarahnya dulu.
Seperti kebanyakan air terjun di Indonesia, tentu saja selalu ada hal mistis yang menyelimutinya. Air Terjun Srambang memang terkenal dengan mitos bahwa barang siapa yang mandi di air terjun tersebut akan awat muda dan dapat berusia panjang. Selain itu warga di sekitaran air terjun tersebut juga memiliki kepercayaan bahwa saat mandi di sana dan melihat sesosok pria, maka akan mendapatkan rezeki dan jodoh yang diinginkan. Sosok pria itu adalah Sunan Lawu, penjaga dari Gunung Lawu. Ya, Sunan Lawu memang sering menampakan dirinya di tengah-tengah pengunjung yang mandi di Air Terjung Srambang. Hal ini semakin memprkuat dugaan masyarakat bahwa Sunan Lawu bersemayam di air terjun tersebut dan sering memberikan pertanda ketika akan terjadi bencana di sekitaran Gunung Lawu.
Apa yang istimewa di Air Terjun Srambang?
Terlepas dari cerita mistisnya, Air Terjun Srambang memiliki pesona alam yang tak kalah dengan obyek wisata air terjun di tempat lain. Ya, tempat wisata ini di kelilingi oleh pohon-pohon pinus yang masih sangat asri dan di jaga oleh Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) milik Kabupaten Ngawi. Air Terjun Srambang memang agak sulit untuk di akses. Untuk mencapainya, kamu harus menyiapkan tenaga ekstra untuk berjalan kaki. Sebab jalan setelah dari pintu gerbang Air Terjun Srambang, masih belum di aspal, dan tidak bisa di akses dengan kendaraan pribadi.
Ketika sampai di pintu gerbang, kamu bakal di sajikan pemandangan berupa hamparan hijuanya pohon pinus yang persis seperti film The Hobbit, serta udara segar yang memanjakan hidung dan kulit. Memulai perjalanan dengan berjalan kaki, pada setiap pohon-pohon yang di lewati, kamu akan melihat berbagi jenis bunga liar tumbuh di sekitaran jalan setapak dan kokohnya Gunung Lawu, yang tentu saja semakin membuat kamu takjub bukan main. Melewati tebing-tebing besar di kanan kiri jalan setapak, serta bunyi serangga dan bunyi burung bernyanyi akan menemani setiap langkah kakimu. Saat hampir sampai ke lokasi, kamu bisa bermain-main dulu di sungai-sungai kecil untuk memulihkan tenaga. Ya, memang perlu waktu sekitar 30 sampai 60 menit untuk mencapai lokasi, dan itu merupakan waktu yang lama untuk berjalan kaki. Namun jangan khawatir, suasana alam serta buih-buih air terjun yang menempel di kulitmu, akan membayar semua rasa lelah selepas berjalan kaki dari pintu gerbang. Saat sampai di lokasi, segerlah mandi di bawah Air Terjun Srambang! Kamu akan merasa lebih fresh dan lebih muda!
Baca juga: Tentang Kotagede Dan Hal-hal Keren Yang Ada di Dalamnya
Apa saja fasilitas yang ada di Air Terjun Srambang?
Di aera lokasi, terdapat berbagai warung-warung yang menyediakan makanan serta minuman untuk menghangatkan tubuh. Tak perlu takut, harganya tak akan menguras dompet. Ada juga toilet dimana kamu bisa mengganti pakaian,serta bangku-bangku kecil yang bisa di gunakan untuk bersantai.
Baca juga: Ke Brebes Tapi Ndak Icip-icip Kuliner Ini? Aja lah ya…
Baca juga: 5 Tempat Wisata di Jogja Yang Keren Untuk Selfie
Berapa harga tiket masuk Air Terjun Srambang?
Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Air Terjun Srambang? Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp. 5.000 rupiah (termasuk biaya parkir kendaraan) untuk rerebusi masuk, dan kamu bisa menikmati suasana alam yang masih sangat alami di Jawa Timur ini. Oh ya, Air Terjun Srambang di buka dari jam sembilan pagi dan tutup jam tiga sore. Jangan lupa bawa kamera untuk membingkai momen-momen mengasyikkan besama keluarga dan sahabat.

SELO AMBENPersembahan Alam dari Kaki LawuDewasa ini kegiatan yang memacu adrenalin kian diminati khalayak luas. Banyak t...
14/07/2017

SELO AMBEN
Persembahan Alam dari Kaki Lawu

Dewasa ini kegiatan yang memacu adrenalin kian diminati khalayak luas. Banyak tempat-tempat wisata seperti gunung, tebing, dan arung jeram yang makin ramai dikunjungi. Bagi anda pecinta pemandangan ala pegunungan maka anda harus menjajal Selo Amben. Selo Amben merupakan suatu kawasan wisata bertajuk tebing yang terletak di kaki gunung lawu.

Ala pegunungan

Nama selo Amben diambil dari bahasa jawa, selo berarti batu dan amben berarti dipan. Sesuai dengan namanya di selo amben terdapat sebuah batu luas untuk tempat istirahat. Dari batu ini anda dapat menikmati pemandangan pemandangan pinus khas pegunungan lawu. Tak hanya itu, anda juga dapat melihat kawasan Selo Ondo dan terasering sawah yang memukau saat di kawasan Selo Amben.

Perjalanan anda tak akan terasa melelahkan saat anda menuju tempat ini. Sembari mendaki anda dapat menenangkan pikiran dengan menghirup udara segar pegunungan. Anda juga akan dimanjakan dengan formasi batu andesit yang mempesona.

Penuh Akan Mitos

Di Selo Amben terdapapat watu petruk. Yakni susunan batu andesit yang menyerupai hidung petruk, salah satu tokoh dalam perwayangan jawa. Tak jauh dari watu petruk terdapat sebuah gua kecil yang bernama gua petruk. Belum ada orang yang pernah menjamah gua tersebut. Selain karena bentuknya yang kecil gua tersebut sarat akan cerita mistis sehingga belum ada orang yang berniat menyusurinya.

Anda dapat mengunjungi tempat ini bersama pasangan anda atau orang yang anda sukai. Konon, hubungan anda akan bertahan lama jika anda kesini bersama pasangan. Dan bagi anda yang menyukai seseorang maka keinginan anda untuk memiliki orang tersebut akan terwujud. Hal ini senada dengan yang terjadi di Prancis. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Pont des Arts dan Pon de I’Archeveche di Prancis, dimana berjuta-juta pasangan mengunjungi tempat ini dan memasang gembok cinta lalu membuang kuncinya agar cinta mereka bertahan lama.

Bedanya dengan Selo Amben, anda tidak perlu memasang gembok lalu membuang kuncinya agar hubungan anda bertahan lama. Anda cukup datang bersama pasangan atau seseorang yang anda sukai. Anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke Prancis untuk permohonan kisah cinta anda, cukup datang ke Selo Amben bersama seseorang yang spesial. Akan tetapi perlu anda ingat bahwa mitos tetaplah sebuah mitos. Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya .
(sumber: visitngrayudan(.)blogspot.com)

Selo Ondo, Berkemah di Tengah-tengah Hutan Pinus     Salah satu tempat yang patut dikunjungi saat anda ke Ngrayudan adal...
20/06/2017

Selo Ondo, Berkemah di Tengah-tengah Hutan Pinus

Salah satu tempat yang patut dikunjungi saat anda ke Ngrayudan adalah Bumi Perkemahan (Buper) Selo Ondo. Anda tidak perlu khawatir dengan akses untuk kesana karena Buper Selo Ondo terletak di tempat strategis yakni berdekatan dengan pusat desa Ngrayudan. Namun anda tidak perlu cemas, meskipun dekat dengan mobilitas warga Ngrayudan, saat di selo ondo anda akan bebas dari bising kegiatan warga dan mendapatkan ketenangan untuk berkencan dengan alam.

Fasilitas Lengkap, Harga Murah
Jika anda pecinta alam yang ingin berkemah, camping, outbond, atau hanya sekedar menikmati pemandangan ala pegunungan maka sangat disayangkan bila tidak berkunjung ke Buper Selo Ondo. Berbeda dengan Buper yang lainnya, tempat ini menawarkan sensasi baru yakni perkemahan di tengah-tengah hutan pinus.
Tak hanya itu, banyak fasilitas lain yang bisa anda dapatkan dan semuanya tersedia dalam satu paket. Berdiri di lahan yang sangat luas tempat ini menyediakan lapangan berupa lahan kosong yang bebas digunakan. Selain itu, terdapat p**a fasilitas outbond berupa jembatan gantung, sungai yang berisi air jernih langsung dari mata air, dan Selo Gedeg sebagai tempat rapelling.
Untuk menikmati semua fasilitas di atas anda cukup merogoh kocek sebesar empat ratus hingga lima ratus ribu rupiah. Jauh lebih murah dibandingkan dengan Buper lain yang memiliki fasilitas serupa. Namun sayang, Buper ini tidak menyediakan peralatan camping maupun kemah seperti Buper lain sehingga anda harus membawa peralatan sendiri. Tapi apalah artinya hal tersebut bila anda dapat menikmati pemandangan indah yang tiada duanya saat berkemah disini.

Mulai dari Kolam Renang Hingga Rapelling
Tak semua Buper menyediakan fasilitas rapelling layaknya Selo Ondo. Di Selo Gedeg anda dapat menikmati rapelling sembari menikmati pemandangan alam yang memukau mata. Selo Gedeg merupakan formasi batu andesit yang terbentuk secara alami dari waktu ke waktu. Oleh karena itu anda akan benar-benar menyatu dengan alam saat melakukan rapelling. Tak sampai disitu saja, bila anda lelah dengan aktifitas perkemahan dan ingin rehat sejenak dengan berendam di kolam renang anda cukup datang ke Kolam Renang Selo Ondo.
Berdampingan dengan Buper Selo Ondo, kolam renang ini menawarkan air alami yang diambil langsung dari sumber mata air sehingga lebih segar dan bebas kaporit. Dengan lima ribu rupiah anda bisa berenang dengan puas dan menikmati berbagai fasilitas yang tersedia. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kolam renang selo ondo anda dapat melihat postingan kami mengenai kolam renang selo ondo.
(SUMBER: http://visitngrayudan.blogspot(dot)co(dot)id/2015/08/selondo-berkemahdi-tengah-tengah-hutan.html)

Ngawi Rasa UbudSiapa tak mengenal p**au kecil nan menawan di tengah Indonesia yang dijuluki orang sebagai p**au dewata. ...
17/05/2017

Ngawi Rasa Ubud

Siapa tak mengenal p**au kecil nan menawan di tengah Indonesia yang dijuluki orang sebagai p**au dewata. Keindahan p**au kecil bernama Bali ini telah dikenal hingga mancanegara dan menjadikannya sebagai salah satu tempat wisata favorit para wisatawan baik dari domestik maupun mencanegara. Salah satu tempat wisata yang terkenal di Bali adalah Ubud. Disini wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan terasering sawah yang memikat.

Siapa sangka untuk menikmati pemandangan indah sekelas ubud kita tak perlu jauh-jauh ke Bali. Sebuah desa di kaki gunung lawu menawarkan pemandangan daerah persawahan yang tak kalah dengan Ubud. Di desa kecil bernama Ngrayudan di kabupaten Ngawi ini anda akan disuguhkan pemandangan sawah yang terbentang luas dengan sentuhan batu-batu gunung di tengahnya. Tak hanya itu, hutan pinus yang membatasi daerah persawahan ini memberikan daya tarik tersendiri. Ditambah lagi dengan Gunung Lawu yang gagah berani berdiri di belakangnya membuatnya semakin eksotis dan mempesona.

Dibandingkan Ubud, daerah persawahan yang dikenal dengan "Watu Bungkus" ini lebih memberikan nuansa baru bagi pecinta alam. Anda dapat menikmati indahnya terasering sawah, hutan pinus yang memukau, dan keagungan gunung lawu. Semuanya tersaji dalam satu paket, satu tempat, dan anda bisa menikmatinya dalam satu waktu.
(sumber: visitngrayudan.blogspot(dot)com

Apa yang paling kamu ingat kalau dengar Jogorogo? Yakin deh salah satunya adalah Wisata Alam Selo Ondo di Desa Ngrayudan...
01/04/2017

Apa yang paling kamu ingat kalau dengar Jogorogo? Yakin deh salah satunya adalah Wisata Alam Selo Ondo di Desa Ngrayudan.
Kayanya sudah berpuluh tahun ya tempat ini jadi tujuan wisata alam banyak orang dari berbagai daerah seputar Ngawi.
Foto-foto ini pasti bikin kamu kangen sama Ngrayudan, dan kalau sampai hari ini kamu belum pernah ke sini, yuk buruan diagendakan ya... :)
Foto2 dari : visitngrayudan(.)blogspot.co.id

Address

Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi
Jogorogo
63262

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share