21/04/2017
Skip to content
MENU
PEMBEBASAN PEREMPUAN
Bangkitlah Perempuan Revolusioner
PEREMPUAN HARUS BERANI MENDUKUNG SELF DETERMINATION BAGI BANGSA WEST PAPUA
Posted on 21 April 2017 by Pembebasan Perempuan
West Papua sampai awal tahun 1960 tergolong kawasan yang relatif sangat aman di Region Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya.Belanda yang saat itu berkuasa di wilayah ini telah memberikan hak terhadap bangsa West Papua untuk mendirikan Negara sendiri, sehingga pada 1 Desember 1961, deklarasi Negara West Papua telah diadakan.
Namun, dalam selang Sembilan belas hari Negara kolonial Indonesia dibawah pimpinan panglima Soeharto mengadakan agresi militer yang dikenal dengan “TRIKORA” di wilayah West Papua dimana tanah yang sangat damai diubah menjadi tanah tumpah darah dengan berbagai operasi militer diantaranya: Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda,Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Raja wali , Operasi Naga, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu. Operasilewatlaut diantaranya: Operasi Show of Force, Operasi Cakra dan Operasi Lumba-lumba, sedangkan pada fase eksploitasi dilakukan operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus. (Trikora, 2000: 45)
Semua orang diserang dengan membabi buta sehingga sangat banyak menelan korban masyrakat pribumi, para permpuan disiksa dan diperkosa. Tak hanya itu para militer menghanguskan semua data tentang Negara West Papua, sehingga membutakan sejarah bangsa West Papua, militer juga masuk ke tempat sakral (honai) dan menghancurkan barang-barang yang di keramatkan oleh masyarakat yang ada di situ.
Kekerasan terhadap perempuan West Papua yang sangat brutal juga terjadi pada saat Negara kolonial Indonesia ini masuk ke West Papua. Pendekatan kolonial Indonesia yang dilakukan dengan militer bertujuan membungkam hak politik bangsa West Papua yang ingin mempertahankan kedaulatan Negara West Papua. Salah satu sasaran utama militer adalah para perempuan, hal inilah yang ditulis Stigmalter,”Praktek-praktek pemerkosaan perang digunakan sebagai “senjata pera